![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
(Pergerakan Voyager … )
Begitu Noelle mendengarnya, dia mau tak mau langsung mengingat semua yang terjadi di pulau terpencil tempat dia dan semua orang terjebak.
Itu adalah salah satu fasilitas yang dibangun oleh pihak Voyager, namun tidak pernah mereka urus, dan justru berikan hak kendalinya pada orang-orang di bawah mereka.
Meskipun semua yang tersisa di sana adalah para budak yang tidak pernah menerima sinar matahari, pada akhirnya Noelle tetap harus berhadapan dengan Voyager secara tidak langsung.
Bagaimanapun, dia sudah menghancurkan beberapa kapal mereka, juga mengirimkan pesan ancaman melalui familiar yang bisa dia deteksi.
Setelah memikirkannya sejenak, Noelle langsung nenceritakannya pada Lucia. Dua menceritakan semuanya, mulai dari awak bagaimana dia bisa terjebak di pulau itu, sampai aksi diam-diamnya yang pergi dan menghancurkan kapal mereka di tengah laut.
Lucia, dan semua orang yang ada di sana mendengarnya dengan penuh perhatian. Sebenarnya, keberadaan Voyager tidak begitu menjadi perhatian bagi Asterisk kecuali Noelle dan Lucia, namun tidak ada salahnya untuk mengumpulkan informasi tentang pihak yang berpotensi menjadi musuh mereka.
Saat berlangsungnya misi pertama Asterisk, semua orang sama sekali tidak tahu kalau ada pihak lain yang terlibat di sana. Mereka baru mengetahuinya saat Lucia menceritakan tentang Voyager pada mereka.
Bahkan Damian atau Asher yang memiliki hak untuk mengakses informasi rahasia sampai batas tertentu pun tetap tidak tahu tentang kelompok Voyager ini.
Tentu saja berita tentang adanya kelompok yang disebut Voyager ini menjadi perhatian bagi mereka. Bagaimana pun, dari penjelasan Lucia dan Noelle, mereka tahu kalau Voyager telah terlibat dalam banyak hal.
Karena itulah, meskipun tidak secara langsung, Voyager tetap menjadi nama pertama yang muncul di daftar musuh mereka.
Setelah Noelle menjelaskan semuanya, dia bisa melihat kerutan mulai terbentuk di dahi Lucia.
Matanya tertutup oleh kain hitam yang tebal, jadi Noelle tidak bisa memastikan jenis tatapan apa yang dilontarkan oleh Lucia.
"Ini aneh … "
Rasa heran yang kuat keluar secara bersamaan dari bibir yang lembut itu. Dia tersenyum tipis, tapi ekspresinya secara keseluruhan hanya dapat digambarkan sebagai 'kecemasan'.
"Apa maksudmu? " tanya Damian.
Lucia hening sejenak, kemudian menjawab, "Voyager … Mereka cenderung jahat dan akan melakukan apa pun untuk tujuan mereka. Tapi, aku bisa pastikan satu hal; mereka memiliki ideologi, yang tidak akan pernah merendahkan manusia. Justru, mereka sangatlah meninggikan manusia."
" … Aku mengerti …… "
Noelle agak bingung pada awalnya, tapi kemudian ia langsung paham karena dia mengerti jejak permasalahan yang dilihat Lucia.
Jika Voyager sangatlah mengagungkan manusia, maka tidak mungkin mereka akan memiliki budak. Pembunuhan dan pembantaian masih bisa dilakukan karena mereka melakukannya dengan cepat dan tanpa menyisakan rasa sakit yang kuat pada korban. Namun, perbudakan yang menyebabkan trauma fisik dan mental, sehingga membuat seseorang hancur dari dalam, adalah hal yang tidak mungkin mereka lakukan.
Terlebih lagi, semua budak yang 'dipelihara' Voyager di pulau itu adalah manusia. Sama sekali tidak ada makhluk dari ras lain seperti para dwarf dan werebeast.
Memang, secara populasi, manusia masih mendominasi di setiap negara. Meski begitu, tetap saja sulit rasanya untuk menerima pihak yang mengagungkan manusia, tiba-tiba memelihara banyak budak manusia.
Noelle bersandar pada kursinya, meletakkan sikunya di sandaran tangan, lalu membiarkan kepalan tangannya menopang pipinya sendiri. Matanya melirik secara diagonal ke bawah, dan pikirannya dengan cepat bergerak.
Kemudian, dia mengangkat kembali wajahnya dan menatap Lucia. "Berikan semua informasi yang kau ketahui tentang Voyager."
"Aku tidak keberatan, tapi aku hanya tahu sedikit. Apa kau tidak masalah dengan itu? "
Posisi Lucia di Voyager hanyalah sebagai agen, sekaligus bawahan langsung dari anggota inti, Olpus. Itu posisi yang nyaman, tapi tidak memberinya banyak hak untuk mendapatkan informasi tentang organisasi.
"Baiklah, yang pertama akan kujelaskan adalah tentang struktur organisasi. Voyager sendiri memiliki anggota inti yang tidak diketahui jumlahnya. Yang pernah kutemui secara langsung hanya lima orang. Mungkin ada lebih dari itu di luar sana, tapi aku tidak tahu di mana saja lokasi mereka berada."
"Dari mana organisasi ini berasal masih menjadi tanda tanya. Tapi, ada indikasi yang jelas kalau mereka berasal dari peradaban yang lebih maju dari yang kita miliki saat ini."
Itu agak sulit untuk dipercaya, Noelle secara alami berpikir begitu. Berdasarkan penampakan, perkembangan, dan semua kebudayaan yang ada, Noelle yakin kalau Kerajaan Nothernos bahkan belum memasuki era revolusi Industri. Meskipun tampaknya gerbang menuju era itu akan dibuka oleh Norman tidak lama lagi, mengingat Norman selalu memiliki keinginan untuk hal tersebut.
Peradaban yang lebih maju hanya membuat Noelle memikirkan satu nama, yaitu 'reinkarnator'.
Di dunia kuno dan penuh misteri ini, satu-satunya yang bisa membuat peradaban maju dalam waktu yang relatif cepat adalah orang yang pernah merasakannya. Dalam hal ini, jelas kalau reinkarnator memiliki potensi untuk mempercepat perkembangan sejarah.
Meskipun begitu, kemungkinan ini hanya memiliki kesempatan sekian persen untuk benar. Masih ada banyak kemungkinan yang lebih layak, tapi Noelle merasa lebih condong dengan kemungkinan ini.
"Bicara tentang asal … Auger, dari mana asalmu? " Colyn dengan lesu bertanya. Dia sedikit tertarik dengan pembicaraan tengan Voyager, tapi dia segera kehilangan minat setelah dua menit.
"Aku? Aku berasal dari negara kecil yang ada di selatan. Tempat tinggalku dulu adalah sebuah desa yang ada di perbatasan, terletak tak jauh dari Gurun Na'is."
Gurun Na'is adalah nama tempat yang berbatasan langsung dengan negara di selatan, dan negara di timur. Itu adalah Gurun pasir yang sangat luas, tapi masih memiliki banyak oasis dan sungai kecil yang tersebar di beberapa titik.
"Gurun Na'is … Sekarang aku ingat, dulu ada rumor tentang sebuah desa yang hancur secara misterius dengan semua penduduknya tewas mengenaskan … Apa itu ulahmu? "
Asher tahu ini karena dia sempat membaca arsip di gereja. Agama yang memuja Holy Light Goddess Lumine adalah yang paling banyak dianut di selatan, jadi Light Sanctuary secara otomatis akan langsung mengemban misi penyelidikan untuk kasus ini.
Meskipun kasusnya sendiri sudah sangat lama, dan Asher tidak pernah terlibat dalam hal apa pun yang berkaitan, Asher mengetahuinya karena detail tentang misi itu tersimpan dengan rapih di arsip.
Lucia tersenyum, dan menoleh pada Asher. Dia tidak menjawab apa pun, tapi itu sudah cukup untuk menjadi konfirmasi. Lucia memang pelaku di balik insiden itu.
Melihat Asher tidak mengajukan pertanyaan apa pun, Lucia kembali melanjutkan penjelasannya.
"Aku bergabung dengan Voyager sejak kekuatan pada mataku bangkit. Mereka melatihku untuk menjadi agen mereka, dan kemudian aku diutus untuk menjadi bawahan langsung Olpus."
"Aku menjadi bawahannya belum terlalu lama, tapi Olpus memberikan perhatian yang besar pada semua bawahan yang dia miliki, termasuk aku. Berkat itu, aku bisa menjadi seseorang seperti yang kalian lihat sekarang."
Dia benar-benar merasa beruntung karena telah menjadi bawahan Olpus. Jika saja saat itu dia menjadi bawahan Voyager lain seperti Galkard yang tempramental, atau tukang eksperimen gila Ivan, maka nasib Lucia sudah pasti akan berakhir dengan terkubur di bawah batu nisan.
"Dari yang kutahu, Voyager tidak terlalu berbeda dengan kita. Mereka bergerak berdasarkan sistem 'pemungutan suara'. Yang membedakan mereka dengan kita, adalah mereka memiliki sosok pemimpin yang mereka sembah layaknya Tuhan. Aku ingat mereka pernah menyebutnya 'Kaisar'."
(Kaisar … )
Pikiran Noelle dengan cepat menemukan kesimpulan saat ia menghubungkan semua informasi yang dia miliki.
Kekaisaran di benua ini hanya ada satu, dan itu adalah Kekaisaran Alacrylia yang memiliki sejarah panjang. Selain dari itu, hanya ada satu nama lagi yang membuat Noelle kembali bingung.
Kekaisaran Minerva, nama itu pernah disebutkan oleh Norman sebelumnya, saat Noelle menanyakan sesuatu tentang Kekaisaran El-Gustavia.
Ada kemungkinan kalau El-Gustavia adalah nama Kekaisaran Minerva pasca, atau bahkan sebelum penyerangan Raja Iblis, tapi ini semua masih belum pasti. Urutan waktunya juga masih belum jelas.
"Bisa kau sebutkan nama kekaisaran itu? "
Lucia diam sejenak, kemudian menjawab, "Galardworth."
Nama yang asing. Semua orang secara alami berpikir begitu. Tentu saja, semua orang, termasuk Noelle sama sekali belum mendengar nama itu sebelumnya.
Asterisk dengan hak untuk mendapatkan informasi rahasia seperti Damian dan Asher mencoba menggali ingatan mereka, tapi sama sekali tidak ada berkas atau arsip yang memasukkan nama itu.
Lucia menoleh ada mereka satu per satu sambil tersenyum tipis. "Aku tahu apa yang kalian pikirkan. Aku juga sudah menyelidikinya, tapi sama sekali tidak ada catatan mengenai Kekaisaran Galardworth."
"Apa kau sudah memeriksa catatan sejarah kuno? "
Noelle menanyakan itu karena ia memiliki beberapa spekulasi; Kekaisaran Galardworth bisa saja menjadi bentuk peradaban kuno yang ada jauh di masa lalu. Noelle ingat dengan apa yang Anastasia katakan; bahwa dulunya dunia ini memiliki tingkat peradaban yang sedikit, dan hampir jauh lebih tinggi dari yang sekarang. Namun, semua itu hancur karena serangan asing dari luar angkasa.
(Bisa saja itu menjadi negara yang dihancurkan oleh koloni alien … Baiklah, singkirkan pikiran konyol itu.)
Merespon pertanyaan Noelle, Lucia dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak ada berkas seperti itu. Kau benar, semua sejarah dunia ini memang dimulai dari seribu tahun yang lalu. Jejak peradaban lampau yang tersisa hanyalah berupa reruntuhan kosong berlumut yang sudah tidak berisi."
Satu-satunya petunjuk mereka tentang sejarah lampau adalah reruntuhan yang diduga berasal dari bangsa Aino, dan nama Kekaisaran Minerva. Selain dari itu, hanya ada informasi acak yang tidak diketahui kebenarannya.
Setelah semua hal yang terjadi, Noelle mulai meragukan Anastasia. Karena itulah, penjelasan yang Anastasia berikan tentang masa lampau saat itu telah menjadi opsi terakhir bagi Noelle.
Namun, bisa jadi, reruntuhan bangsa Aino itu berasal dari peradaban maju yang Anastasia sebutkan; sebuah peradaban yang dibangun dengan kerja sama antara manusia dengan dragonoid.
(Ada juga kemungkinan kalau era kejayaan bangsa Aino berada di waktu yang sama dengan Kekaisaran Minerva. Bagaimanapun, aku akan simpan ini untuk nanti. Ada terlalu banyak hal yang harus dipikirkan. Untuk sekarang … )
"Lupakan sejenak tentang Kekaisaran Galardworth. Itu akan memakan waktu lama hanya untuk mencari jejak mereka. Auger, kau sudah berada di Voyager untuk waktu yang lama, 'kan? Apa kau tahu apa saja yang sudah mereka lakukan? "
Noelle yakin kalau organisasi bernama Voyager ini adalah jenis kelompok yang hanya akan bergerak di balik layar. Mereka baru akan muncul jika situasi yang tidak terduga terjadi, seperti penyerangan Asterisk pada Rondo saat itu.
Semua orang kemudian menatap Lucia, menunggu wanita itu untuk menjawab.
Lucia, bagaimanapun dia hanya terus mempertahankan senyum tipisnya sambil menoleh ke semua orang.
"Voyager, mereka selalu bergerak di balik layar. Itu semua sesuai dengan yang kalian pikirkan. Tapi, apa kalian pernah menduga kalau mereka sudah terlibat dalam banyak hal besar di berbagai negara? "
Ini tidak terlalu mengejutkan bagi mereka. Lagi pula, yang mendalangi dilanjutkannya proyek penciptaan senjata malaikat di Rondo adalah Voyager itu sendiri.
Meskipun begitu, tetap saja agak sulit untuk percaya saat seseorang mengatakan kalau sebuah organisasi telah mengontrol banyak kejadian besar di seluruh tempat.
"Apa saja kejadian itu? " Asher bertanya dengan nada kuat.
Senyum Lucia perlahan menghilang, yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan suram.
"Apa kalian tahu tentang 'Wabah Kristalisasi' yang terjadi puluhan tahun yang lalu? "
'Wabah Kristalisasi'. Semua anggota Asterisk memiliki reaksi yang berbeda terhadap kalimat itu.
Reaksi paling mencolok datang dari Damian dan Asher, sedangkan Tania dan Arnaz terlihat sedikit terkejut, tapi segera kembali tenang tak lama setelahnya.
Dari semua orang, hanya Noelle dan Colyn yang tidak mengerti arah pembicaraan ini.
'Wabah Kristalisasi', kebanyakan orang akan menyebutnya begitu. Namun, ada juga bagian masyarakat yang menyebutnya sebagai 'Apocalypse Virus'.
"Bisa kau jelaskan? " Noelle meminta penjelasan lebih lanjut karena ia tidak bisa membuat koneksi apa pun sekarang. Dia tidak memiliki informasi tentang ini, tapi jika ia memilikinya, maka kemungkinan akan ada banyak kebenaran yang terungkap.
"Polyhedral Orphiment Virus. Begitulah Voyager menyebutnya. Itu adalah istilah yang tidak dikenal, dan kebanyakan orang hanya akan menyebutnya sebagai 'Wabah Kristal', atau 'Orphiment Virus'. Aku yakin kebanyakan dari kalian sudah mengetahuinya.".
(Ya, hanya aku dan Pauper yang tertinggal.)
Damian yang sejak tadi terdiam akhirnya membuka mulutnya sambil menatap Noelle dan Colyn bolak-balik. "Itu adalah kejadian lama. Dulu, ada sebuah insiden yang disebut 'Wabah Kristal'. Seperti namanya, ini adalah wabah yang mampu menumbuhkan kristal di tubuh manusia sebagai gejalanya."
"Wabah ini menyebar dengan sangat cepat. Tidak diketahui siapa yang menjadi korban pertama, yang kami tahu, banyak orang terinfeksi besok atau beberapa hari setelahnya."
Asher mengangguk saat dia mulai menggali ingatannya.
Usia Asher baru 22 tahun, jadi dia tidak tahu banyak tentang insiden ini. Namun, berkat hak akses atas informasi, dia tahu cukup banyak sehingga bisa membuat Damian terkejut.
"Aku ingat, wabah ini tidak akan menunjukkan gejala apa pun sebelum 24 jam. Namun, setelah gejalanya muncul, tidak mungkin bagi korban untuk bisa selamat. Gejala yang muncul berupa kristal kehitaman yang tumbuh dari kulit, dan kristal itu akan menyebar ke seluruh tubuh seiring berjalannya waktu."
"Berapa banyak korbannya? "
Damian menggelengkan kepalanya atas pertanyaan Noelle. "Sulit dihitung. Yang pasti, ada satu kota yang seluruh penduduknya dimusnahkan tepat pada 27 tahun yang lalu. Genosida itu adalah resolusi yang ditemukan pihak Kerajaan Nothernos dengan Kekaisaran Alacrylia."
(Genosida … )
Pada saat Noelle mendengarnya, dia segera menyadari adanya hal aneh.
Genosida adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang besar. Tidak mungkin sesuatu seperti itu tidak pernah disorot. Informasi tentang genosida itu sudah tidak ada lagi di masa sekarang. Semua telah dikendalikan oleh pihak pemerintah.
Meskipun begitu, berita atau rumor tentang insiden itu seharusnya akan tetap ada di mana pun, entah itu di perpustakaan kota, atau bahkan buku informasi guild.
Kontrol informasi yang dibutuhkan untuk menyembunyikan hal ini jelas berada di level yang sangat tinggi.
Bahkan di dunia modern saja sulit untuk menyembunyikan satu jejak kejahatan kecil.
Sejauh ini, Noelle telah memikirkan banyak hal, dengan tatapan Lucia yang fokus padanya.
"Kau sudah sadar? "
Noelle kembali mengangkat wajahnya dan balas 'menatap' Lucia. Matanya sedikit gemetar dengan tidak percaya, tapi sulit untuk menentukan jenis emosi apa yang terpancar dari sana.
"Voyager … Mengendalikan informasinya? "
Tanpa berbasa-basi Lucia langsung mengangguk.
"Tepat seperti yang kau pikirkan. Alasan mengapa semua berita tentang insiden itu tidak pernah muncul lagi adalah karena Voyager yang mengendalikan semuanya. Setelah mereka turun tangan, sangat sulit untuk menemukan celah."
Sekarang Noelle memikirkannya. Voyager memiliki banyak agen, dan mereka tersebsr ke seluruh negara. Lucia hanyalah salah satunya, dan entah ada berapa banyak agen mereka di luar sana.
Dengan penyebaran seperti itu, jelas akan mudah bagi mereka untuk mengontrol informasi dari berbagai tempat pada saat yang sama.
Pemerintah mungkin berpikir kalau mereka berhasil menyembunyikannya. Namun, pada kenyataannya, semua itu dilakukan oleh dalang masalahnya sendiri, yaitu Voyager.
"Tapi … Apa tujuan mereka? "
Reaksi yang Noelle dapatkan sedikit mengecewakan. Lucia menggelengkan kepalanya sambil bergumam, "Aku tidak tahu tentang itu."
Keheningan menguasai ruang di mana Asterisk berkumpul. Kabut abu-abu di bawah kaki mereka masih terus bergerak mengalir tak tentu arah, sementara patung Asterisk generasi sebelumnya tetap tegak diam seolah itu tidak pernah disentuh selama ribuan tahun.
Hampir lima menit berlalu dengan mereka semua tidak mengatakan apa pun. Semua orang tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing, tapi tak satu pun dapat menemukan titik jawaban yang akurat.
Kemudian, Lucia menepuk tangannya sekali lagi, membuat perhatian semua orang teralihkan.
"Bagaimana kalau kita simpan ini untuk nanti? Aku yakin kalian memiliki sesuatu yang harus kalian lakukan, terutama Souris," ucapnya sambil menoleh ke arah Noelle.
(Auger benar … Untuk sekarang aku tidak boleh teralihkan … )
"Baiklah, itu menandakan akhir dari pertemuan kita kali ini. Souris, kami akan menyiapkan teleportasi untukmu. Lakukan semua hal yang perlu kau lakukan dalam lima menit."
"Tidak masalah."
Dengan begitu, pertemuan berakhir, dan Noelle kembali ke tempat dia sebelumnya berada.
Untuk sejenak, dia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam sambil menatap bulan raksasa yang menggantung dan memaku keagungannya di langit.
Tak jauh di belakangnya, Olivia dan semua orang masih tertidur. Noee sudah mengambil alih kekuatan yang sebelumnya dikendalikan Noir, dan dengan kekuatan itu, dia memaksa agar semua orang memasuki alam mimpi.
Noelle baru akan membangunkan mereka setelah ia keluar dari tempat ini.
Di beberapa titik, Noelle mulai merasa berat hati dan berniat untuk berbalik melihat Olivia. Namun, dia segera membuang pikiran itu. Jika dia melihatnya sekarang, dia hanya akan menjadi ragu. Itu adalah satu-satunya hal yang tidak boleh Noelle lakukan untuk sekarang.
Noelle mengeluarkan sebuah cermin berukuran separuh lengannya dari gudang spasial, lalu menatap dirinya sendiri melalui itu.
Wajah yang terpantul di cermin adalah wajah baru, dan itu terlihat berbeda dari Noelle Lynneheim atau bahkan Izaya Canaria. Itu adalah wajah baru sepenuhnya.
Figur wajah yang cukup tampan dan tajam, rambut hitam mengkilap, dagu lancip, pipi tirus, dan hidung yang mancung. Itu sama sekali tidak memberikan kesan feminimitas seperti wajah aslinya.
Dalam benaknya, Noelle sudah memikirkan nama untuk identitas barunya ini.
" … Noah Ashrain."
Mulai sekarang, itu akan menjadi namanya. Dia akan mengunci rapat-rapat identitasnya sebagai Noelle, dan hidup sebagai Noah Ashrain.
Ini adalah pilihan yang berat, dan tidak terduga bahkan baginya. Meskipun begitu, keputusan yang dibuat dengan ketetapan hati yang kuat sudah tidak bisa dirubah.
Dia hanya bisa menerima takdir dan nasib ini, sementara pada saat yang sama juga harus melarikan diri darinya.
Dengan sorot matanya yang tajam, Noelle melirik ke sudut pandangannya.
"Selamat tinggal, Livia."
...****************...
...【PROLOG END】...
...****************...