![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Noelle menepuk kepala Olivia sekali, dan melepaskan pelukannya. Dengan begitu, ia bisa bergerak dengan bebas.
Noelle segera melompat jauh, berakselerasi di udara untuk menghindari semua serangan yang datang padanya, sampai akhirnya mendarat tepat di samping Lucius.
"Hei, apa kau tahu sesuatu tentang makhluk itu? "
Noelle tanpa membuang waktu lagi langsung bertanya pada Lucius.
Bukan tanpa alasan ia melakukan itu. Sebenarnya, Noelle ingin mengalihkan perhatian Lucius dari Harold setidaknya untuk sementara waktu.
Dan benar saja, kini Lucius memusatkan perhatiannya pada Noelle.
Dalam benaknya, Lucius membandingkan perawakan Noelle dengan Souris asli yang berbicara dengannya beberapa waktu yang lalu.
Antara Noelle dengan Souris yang ada di ingatannya, keduanya sangatlah identik. Tapi, entah mengapa Lucius sama sekali tak dapat membuat kesimpulan kalau mereka berdua adalah sosok yang sama.
Itu seperti ada sesuatu yang menghalanginya dari membuat kesimpulan kalau Noelle dan Souris adalah orang yang sama.
Noelle berusaha menahan senyum yang hampir terbentuk di wajahnya ketika ia memikirkan kalau semua berjalan seperti yang ia prediksi.
Lucius tidak akan pernah bisa menemukan fakta kalau Noelle dan Souris adalah orang yang sama. Itu dikarenakan sihir hipnosis yang telah Noelle tanamkan pada Lucius.
Dengan sihir itu, Noelle menanamkan pikiran kalau 'Noelle Lynneheim' adalah seorang petualang yang baik, sedangkan sosok 'Souris' adalah orang yang kejam yang melakukan banyak tindakan gila hanya untuk tujuannya bersama Asterisk.
Dengan menanamkan pikiran itu, Noelle menjadi yakin kalau Lucius tidak akan pernah bisa membongkar identitasnya.
Awalnya, Noelle juga ragu kalau sihir hipnosis seperti itu akan berpengaruh pada Lucius. Tapi, hasil yang ia dapat adalah yang terbaik dari yang pernah ia pikirkan.
Butuh waktu beberapa detik sampai akhirnya Lucius memproses pertanyaan Noelle.
"Tidak, aku baru pertama kali melihat makhluk itu. Tapi, aku pernah melihat beberapa monster yang di sana. Hanya saja … Monster yang pernah kulihat tidak memiliki kristal aneh itu di tubuh mereka."
"Yang artinya … Keanehan ini ada pada kristal itu, ya … "
Tentu itu benar, tapi agak sedikit terlalu gegabah untuk menjadikan kesimpulan itu sebagai fondasi dari semua tindakan yang akan dia ambil.
Untuk saat ini, Noelle akan mencoba mengikuti alurnya sambil mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini.
Yang jelas, Earl sudah pasti ada kaitannya.
(Meskipun aku memikirkan itu … Bagaimana aku harus menghabisi makhluk ini … )
Memotong makhluk raksasa itu sampai menjadi sesuatu seperti daging cincang bukanlah masalah, tapi itu hanya akan menjadi tindakan yang sia-sia jika makhluk itu terus beregenerasi.
(Monster yang bahkan seseorang seperti Knight of Round tidak pernah melihatnya … Apa-apaan ini … )
Semakin ia memikirkannya, semakin menyebalkan pula rasanya.
Noelle kembali mengeluarkan beberapa pedang untuk ia jadikan senjata, sementara Lucius di sampingnya dengan santai menancapkan pedangnya ke tanah.
Pedang di tangan Lucius bersinar, membuat pemandangan di sekelilingnya menjadi seperti siang hari.
Meskipun begitu, cahaya yang dikeluarkan pedang itu sama sekali tidak terasa menyilaukan. Justru, sensasi yang diberikan cahaya itu sangat menenangkan sehingga bahkan beberapa monster di dekat mereka jadi diam tanpa mengambil tindakan apa pun.
Namun, itu tak berlangsung lama.
Mata Lucius dengan cepat memancarkan niat membunuh yang sangat kuat, sehingga akan membuat siapa pun merinding bahkan jika hanya terpapar sedikit.
Tidak hanya para monster, tapi semua orang yang juga merasakan niat membunuhnya dapat dengan jelas merasakan kalau tubuh mereka saat ini sama sekali tak dapat bergerak.
Seketika, semua monster yang berada dalam radius 200 meter di sekitar Lucius langsung menjerit dengan liar dan pergerakan mereka menjadi semakin tak terkendali.
Tak butuh waktu lama hingga semua monster itu terjatuh ke tanah dalam keadaan tubuh yang telah gosong dan hampir menjadi abu.
(Apa-apaan?!! )
Noelle tercengang saat melihatnya.
Di matanya, Lucius sama sekali tidak melakukan tindakan apa pun selain menancapkan pedangnya ke tanah. Meskipun begitu, semua monster itu seketika tewas dalam keadaan gosong seolah telah dibakar oleh sesuatu yang sangat panas dalam waktu singkat.
Pastinya, sumber semua itu adalah cahaya yang sebelumnya dipancarkan pedang Lucius.
Noelle sendiri tak berhak berkomentar akan hal itu, karena ia sendiri sering membuat orang lain terkejut dengan kekuatannya. Namun, meskipun begitu, ia mau tak mau menganggap kalau apa yang Lucius lakukan itu adalah hal yang mengerikan.
Tidak seperti sihir es tingkat tinggi,《Frost Nova》yang dikuasai Olivia, apa yang Lucius lakukan barusan sangatlah berbeda.
Sihir es Olivia tidak akan berpengaruh jika lawannya memiliki ketahanan yang tinggi terhadap dingin, tapi tampaknya hukum seperti itu tak berlaku bagi Lucius.
Semua monster yang sebelumnya Lucius habisi memiliki tubuh yang basah dan berlumpur.
Berdasarkan hal itu, Noelle membuat kesimpulan kalau semua target yang terpapar oleh cahaya itu akan langsung hangus seketika, tanpa menunjukkan proses pembakaran yang jelas.
Noelle sebelumnya cukup beruntung karena Lucius sama sekali tidak menggunakan kemampuan apa pun selain penyegelan skill itu. Tapi, Noelle tak tahu apa yang akan terjadi jika ia menjadi target dari sihir, atau apa pun namanya yang Lucius luncurkan itu.
Dalam benaknya, Noelle telah memikirkan beberapa rencana yang akan ia gunakan ketika situasi tiba-tiba memburuk, dan membuatnya harus berhadapan dengan Lucius lagi.
"Hei, kau seorang petualang, 'kan? " tanya Lucius sambil melirik sedikit pada Noelle.
Noelle meresponnya dengan sedikit anggukan, lalu melemparkan lisensi miliknya pada Lucius. Lucius melihat semua keterangan yang ada pada lisensi Noelle. Mulai dari nama, tanggal lahir, hingga semua pencapaian dan peringkatnya.
"Petualang peringkat C, ya … Kurasa itu cukup bagus. Bantuan dari ibu kota tidak akan sampai tepat waktu. Mungkin ada beberapa kelompok petualang yang tiba lebih dulu sebagai bala bantuan, tapi hanya dengan itu saja tidak cukup."
"Memangnya, bala bantuan apa yang kau bicarakan? Kota ini sudah dihancurkan berkali-kali, dan tidak ada satu pun bantuan yang datang. Sudah terlambat untuk mengharapkan mereka akan datang."
" … Kau benar."
Menyedihkan mengakuinya, tapi apa yang Noelle ucapkan itu memang benar, dan Lucius tidak memiliki pilihan lain selain setuju padanya.
"Karena itulah, selagi jumlah musuh masih stabil … Akan lebih baik jika kita membereskan semuanya."
"Kau mengatakan itu dengan mudah, tapi … Bagaimana kita bisa mengalahkan makhluk itu … "
Noelle menunjuk pada monster humanoid yang sudah merepotkannya sejak tadi.
Dia tidak tahu apakah serangan yang dilakukan Lucius sebelumnya akan efektif pada monster itu, tapi sampai saat ini monster itu masih mengayunkan lengannya dengan liar untuk menghancurkan semua hal yang ada di sekitarnya.
"Itu mudah."
Bukan Lucius yang menjawab pertanyaannya. Bukan juga Olivia, atau bahkan semua orang di kelompok Norman.
Itu adalah Tania yang turun dari langit dengan sebuah sabit besar di tangannya.
Begitu ia mendarat di tanah, anggota Asterisk yang lain juga ikut dengannya. Termasuk Souris yang sebenarnya adalah Harold.
"Kau … Kalau tidak salah … Mordred, ya? Apa tujuan kalian semua di sini? "
Noelle berbicara seolah-olah ia tak mengenal Tania dan yang lain. Aktingnya itu terasa sedikit menjengkelkan bagi Arnaz yang melihatnya, tapi Damian sudah memperingatkannya untuk tidak membuat banyak kekacauan sehingga Arnaz tak dapat melakukan apa pun.
"Apa kau mengenalku? " tanya Tania, mengikuti alur yang Noelle buat.
"Livia menceritakannya padaku. Kalian semua Asterisk, 'kan? Aku berterima kasih karena kalian telah membantu semua orang dalam serangan Archon bernama Nix Regina itu, tapi … Aku masih tidak bisa mempercayai kalian."
Noelle mengarahkan ujung semua pedangnya pada Tania seorang.
Jika Tania adalah orang biasa, maka bisa dipastikan kalau ia tak akan bertahan dari niat membunuh yang Noelle pancarkan. Tapi, tidak ada orang 'biasa' di Asterisk. Jadi ia bisa menahan itu dengan relatif mudah.
Lagi pula, Noelle berusaha agar niat membunuh sejatinya tidak keluar dan menghancurkan skenario yang sudah ia rancang ini.
"Tunggu."
Lucius menghentikan Noelle dan maju selangkah, berdiri tepat di hadapan Tania.
Niat membunuh yang berusaha ia tahan masih bocor dari sosoknya yang berusaha bernapas dengan tenang itu.
Tania dengan waspada menyiapkan sabitnya, siap menyerang kapan saja. Namun, Lucius dengan mudah menghiraukan itu dan menatap Tania.
"Aku masih tidak bisa memaafkan kalian atas apa yang telah kalian lakukan pada Rondo. Tapi, jika kau memiliki cara untuk menghabisi makhluk itu, ceritakan sekarang."
Meskipun itu bertentangan dengan perasaannya sendiri, Lucius tak memiliki pilihan lain selain meminta informasi dari Tania.
Dari yang ia lihat, sepertinya Tania memang memiliki beberapa informasi yang berharga tentang makhluk itu.
Di sisi lain, pasukan serangga milik Arnaz sedang sibuk mengalihkan perhatian makhluk itu.
(Tunggu, bukankah kemampuan Pauper seharusnya bisa digunakan di sini? )
Noelle kemudian melikir Colyn, yang kemudian dibalas Colyn dengan gelengan pasrah.
(Tidak berguna, ya … Aku ingin tahu apa yang menjadi penyebabnya … )
Sementara Noelle sedang sibuk memikirkan beberapa hal yang terkait dengan kemampuan Colyn, percakapan antara Lucius dan Tania terus terjadi.
"Mereka semua … Berasal dari dunia bawah."
"Dunia bawah? "
"Bisakah kau menjelaskannya dengan lebih rinci lagi? "
" …… Tidak. Satu-satunya hal yang bisa kuberitahu adalah tentang monster itu."
Bagaimanapun, Tania memiliki alasan yang kuat untuk tidak memberitahu siapa pun tentang dunia bawah.
Informasi tentang semua hal itu, hanya diketahui oleh dirinya dan Navi saja. Lagi pula, Tania sudah pernah ke tempat yang dia sebut dunia bawah itu, dan di saat itulah Navi pertama kali bangkit.
"Hei, namamu Lucius, 'kan? Tidak bisakah kita membiarkan gadis ini menjelaskan tentang monster itu secepatnya? Tidak ada waktu untuk membahas lain."
Noelle menoleh pada makhluk humanoid raksasa itu. Pasukan serangga Arnaz masih mencoba untuk mengalihkan perhatiannya, tapi Noelle tak tahu sampai kapan cara itu akan berhasil.
Untuk saat ini, ia harus fokus dan kembali ke tujuan awalnya.
" … Kalau begitu, berikan semua informasi yang kau ketahui tentang momster itu," ucap Lucius sambil memberikan penekanan dengan matanya yang menyipit.
"Nn."
Tania mengangguk, lalu berbalik menatap makhluk itu. Dia kemudian menyiapkan sabitnya.
"Serangan fisik dan sihir tidak akan berpengaruh padanya. Semua luka hanya akan beregenerasi dengan cepat. Tapi, dia memiliki kelemahan fatal."
"Apa itu? " tanya Noelle sambil menyiapkan senjatanya juga.
"Dia bukanlah makhluk dengan tubuh fisik seperti kebanyakan monster. Seluruh tubuhnya, tersusun atas partikel sihir padat yang tak terhitung jumlahnya."
"?! Ahaa … Begitu, ya … "
Noelle tersenyum dengan penuh kemenangan saat mendapatkan celah dari monster itu.
Penjelasan yang diberikan Tania sudah cukup bagi Noelle untuk menemukan kelemahannya.
"Jika tubuhnya itu adalah partikel sihir yang memadat … Maka aku hanya harus meniadakan sihirnya, 'kan?! "
Mengatakan itu, sosok Noelle kemudian menghilang dan seketika kembali muncul tepat di belakang leher monster itu.
"Oi, bajingan pengendali serangga! Bisakah kau singkirkan anak-anakmu ini?! Ini benar-benar mengganggu! "
Merespon teriakan Noelle, Arnaz pun langsung mengendalikan semua serangganya agar menjauhi Noelle dan Monster itu.
Pasukan serangga milik Arnaz juga dikendalikan dengan sihir, jadi ia secara alami tahu bahaya apa yang akan terjadi jika pasukan serangganya berada di dekat Noelle sekarang.
Noelle tersenyum saat melihat pasukan serangga Arnaz yang perlahan menjauhinya. Sejauh ini, semua berjalan dengan lancar.
Kini, dia hanya perlu menggunakan skill miliknya.
"《Jamming》"
《Magic Interferance》, atau disebut juga《Magic Jamming》, adalah jenis skill yang Noelle ciptakan untuk mengganggu semua partikel sihir yang ada pada jangkauan tertentu.
Noelle jarang menggunakan skill ini, tapi sebenarnya ini sangatlah berguna dalam menghadapi seseorang yang kekuatan utamanya terletak pada keahliannya dalam menggunakan sihir.
Tania menjelaskan kalau musuh yang sedang mereka semua hadapi saat ini memiliki tubuh yang sepenuhnya tersusun atas partikel sihir yang memadat. Dalam hal itu, skill ini adalah satu-satunya pilihan paling efektif yang Noelle miliki.
Ada juga pilihan untuk menggunakan kekuatan pedang hitam Langen yang dapat 'memotong segalanya', tapi itu akan merepotkan karena hanya dapat digunakan dengan cara menebas dan menusuk.
"Kelihatannya itu tidak cukup."
Lucius yang merasakan kejanggalan dari pergerakan partikel sihir di sekitar Noelle itu langsung melompat dan mengarahkan telapak tangannya pada monster itu.
"《Drain》"
Sebuah pusaran hitam mulai terbentuk di telapak tangan Lucius yang terulur. Noelle yang melihat itu tentu langsung sadar dengan apa yang Lucius lakukan.
Tidak seperti《Magic Jamming》yang memiliki fungsi untuk mengacaukan partikel sihir,《Drain》yang baru saja Lucius gunakan itu memiliki fungsi untuk menyerap energi sihir targetnya, dan menjadikan itu sebagai energi sihir penggunanya.
Benar-benar suatu skill yang merepotkan. Noelle mungkin akan membuat beberapa langkah antisipasi untuk hal itu nanti.
Namun, meskipun energi sihir dalam jumlah besar telah ditiadakan di tempat itu, monster itu masih mempertahankan sedikit wujudnya dan terus berusaha menyerang Noelle dan Lucius.
Dia mengayunkan lengannya yang panjang, dan mengenai tepat pada tubuh Noelle yang berada di belakangnya.
Noelle seketika terlempar jauh dan menembus semua bangunan, sementara Lucius langsung kembali ke posisinya semula dalam waktu kurang dari satu detik.
Awalnya Lucius sedikit khawatir dengan kondisi Noelle yang terhempas jauh itu. Tapi melihat bagaimana Olivia langsung menghampiri lokasi Noelle membuatnya dapat bernapas lega sejenak.
"Berapa banyak energi sihir yang dimiliki makhluk itu? "
Jika dihitung dengan jumlah energi sihir yang telah Noelle dan Lucius 'lenyapkan', makhluk itu seharusnya sudah tak dapat menstabilkan wujudnya. Tapi, anehnya makhluk itu masih dapat bergerak dengan bebas seolah tak ada yang terjadi.
Tania yang ada di sampingnya menjawab dengan tenang, "Itu belum cukup. Untuk melenyapkannya, kita harus menghapus semua partikel sihir yang menyusun tubuhnya tanpa sisa."
"Jadi kita hanya bisa menyerangnya secara bersamaan dari segala sisi, ya … Dan ngomong-ngomong … Di mana teman-temanmu itu? "
Lucius kemudian memperhatikan sekelilingnya, dan menemukan kalau jumlah orang yang ada di sekitar mereka mulai berkurang.
Sama sekali tidak ada tanda akan kehadiran anggota Asterisk yang lain, atau bahkan kelompok Norman.
Lucius sedikit khawatir untuk meninggalkan Norman dan kelompoknya bersama Asterisk, tapi untuk saat ini ia akan membiarkannya karena telah memahami tujuan Asterisk.
"Mereka bukan teman-temanku, tapi … Kurasa mereka membasmi monster yang tersisa selagi menyelamatkan beberapa penduduk."
Mendengar itu, Lucius seketika mendengus dengan kesal. "Setelah menghancurkan dan membunuh banyak orang di Rondo, sekarang kalian berani berkata kalau kalian menyelamatkan penduduk? Betapa menjijikkan."
Lucius sengaja mengatakan itu dengan nada merendahkan untuk melihat reaksi Tania. Tapi, jawaban yang Tania berikan selanjutnya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
" … Bukan keinginan kami untuk melakukan pembunuhan itu. Selain itu … Kami tidak pernah menyakiti warga sipil."
Apa yang Tania katakan itu memang benar.
Lucius hanya menerima laporan tentang korban tewas dan luka-luka dari kalangan pejabat dan unit militer yang tersebar. Sedangkan, sama sekali tidak ada laporan yang menyatakan adanya penduduk yang tewas.
Dalam hal ini, Lucius tak dapat menyalahkan Tania.
Lagi pula, setelah ia mengetahui apa tujuan Asterisk di Rondo, ia sudah tidak bisa menghentikan mereka lagi.
Akan lebih mudah untuk melimpahkan semua kesalahan pada Asterisk, tapi Lucius tidak mungkin bisa melakukan itu. Jadi, ia lebih memilih untuk mengambil tanggung jawab mereka bahkan meski itu bertentangan dengan kebenaran.
"Yahh, terserah pada apa yang kalian katakan tentang tindakan kalian. Pada akhirnya, kalian semua akan masuk dalam daftar buronan dengan nilai bounty yang tinggi besok."
Lucius kemudian membuat pose kuda-kuda, bersamaan dengan Tania yang telah bersiap dengan sabitnya.
"Bounty, ya … Bukan hal yang buruk bagiku."
Dengan itu, sosok keduanya menghilang dari tempat mereka, dan kembali muncul tepat di dekat monster itu.
Lucius dengan cepat mengulurkan tangannya, dan kembali menggunakan《Drain》, sementara Tania mengayunkan sabitnya dengan gerakan yang besar.
Sabit Tania, Zephiroth memiliki kemampuan penyerapan energi sihir yang sangat kuat. Itu akan menjadi senjata yang sangat kuat untuk melawan makhluk yang tubuhnya terbentuk oleh partikel sihir padat.
Dan seperti yang direncanakan, tubuh makhluk itu mulai tampak terdistorsi begitu unsur penyusunnya diserap oleh Tania dan Lucius dalam waktu yang bersamaan.
Dengan ini, tidak akan ada kesempatan bagi makhluk itu beregenerasi.
Tapi, semua tidak berjalan sesuai yang mereka harapkan.
Gerombolan monster yang tak terhitung jumlahnya mulai bermunculan di udara, mengganggu pergerakan Tania dan Lucius.
Mereka berdua seketika melompat jauh ke belakang dan mendarat cukup jauh dari tempat munculnya para monster itu.
Para monster yang tak terhitung jumlahnya itu mengalir keluar melalui suatu celah yang terbuka di udara.
"Celah dimensi … Kembali terbuka? "
Tania mengerutkan keningnya dengan tidak nyaman.
(Navi, apa kau tahu sesuatu? )
『Aku tidak tahu pasti, tapi … Baru saja, aku merasakan kehadiran dan gelombang sihir yang sangat kuat di sekitar celah dimensi! Celah itu telah dibuka oleh seseorang!』
(Seperti yang kuduga.)
『Apanya?』
(Tidak, lupakan.)
Tak lama kemudian, Noelle mendarat tepat di samping mereka.
"Apa yang terjadi? Para monster mulai bermunculan di semua tempat! "
Semua orang yang tampaknya menjadi musuh mereka sebelumnya telah menghilang tanpa jejak. Dan sebagai gantinya, para monster mulai bermunculan dari dalam celah.
Noelle tidak mengerti situasinya, tapi ia yakin kalau ini adalah sesuatu yang buruk.
...****************...