[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 75: Rahasia (3)



...****************...


"Jadi, apa pembelaanmu sekarang? "


Di suatu ruangan salah satu kafe, Olivia dengan mata kosong bertanya pada seorang gadis berambut putih dengan pakaian pelayan terbuka yang sedang duduk di lantai dengan ekspresi kaku.


"Umm, itu … Ada sesuatu yang kubutuhkan … Jadi … Aku harus melakukan ini untuk melakukannya … "


Gadis itu dengan takut-takut mencoba menceritakan alasannya.


"Dengan cross dress? "


"Dengan cross dress," ucap gadis itu dengan keyakinan penuh sambil membusungkan dadanya.


" ……… "


Olivia kemudian diam dan terus menatap gadis itu dengan mata merendahkan.


"U-umm … Nona Olivia … A-aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan, tapi … Aku yakin ada sebuah kesalahpahaman di sini … "


"Dan? Menurutmu salah siapa itu? Wahai Tuan Noelle yang memiliki hobi cross dressing? "


" ……… "


Gadis itu tidak menjawab lagi dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


Tepat seperti yang Olivia katakan, gadis itu bukanlah seorang gadis sungguhan, melainkan Noelle yang sedang menyamar menjadi seorang gadis berpakaian pelayan.


Figur tubuhnya yang tinggi dan ramping benar-benar menggambarkan penampilan idaman wanita manapun yang bahkan akan membuat model kelas atas di bumi langsung melarikan diri karena malu.


Secara penampilan, hampir tidak ada perbedaan dengan Noelle yang biasa. Wajah Noelle yang sejak awal memiliki karakteristik androgini memang menjadi keunggulannya untuk berpenampilan menjadi lawan jenis.


Ia hanya perlu mengubah ukuran dadanya menggunakan sihir atau memasang bantalan sehingga figurnya benar-benar menjadi seperti wanita sungguhan.


Untuk masalah rambut dan pakaian pelayan, ia memakai wig dan pakaian yang disediakan oleh pemilik kafe ini.


Karena itulah, meskipun fisiknya sedikit berbeda, orang-orang yang sering bertemu dengannya ataupun orang yang sudah bersama untuk waktu tertentu akan dapat dengan mudah mengenalinya.


Sebaliknya, jika orang-orang itu tidak pernah bertemu dengan Noelle sebelumnya, mereka akan dengan mudah percaya kalau dia adalah seorang gadis.


Sementara Olivia masih menatapnya dengan mata kosong, Cryll yang melihatnya di sisi lain sedang mengangkat satu sudut bibirnya membentuk senyum licik.


" … Apa? "


Noelle dengan ekspresi curiga mencoba bertanya pada Cryll, tapi Cryll hanya berbalik tanpa menghilangkan senyumnya.


"Ahhh, hari yang cerah … Kurasa aku akan pergi keluar … "


" … Aku ikut," ucap Stella sambil berbalik mengikuti Cryll.


Noelle tetap diam dan menatap punggung mereka yang semakin jauh dari belakang. Ia tidak tahu apa yang Cryll pikirkan, tapi secara alami dia tahu itu bukanlah hal yang baik.


Meskipun Noelle sangat ingin melompat dan menarik Cryll untuk duduk di lantai bersamanya meskipun ia tidak memiliki salah apa pun, namun ia tetap tidak bisa melakukannya karena sedang ditahan oleh Olivia dan Chloe yang menatapnya dengan mata kosong.


(Tunggu, aku bisa paham jika itu Livia, tapi … Kenapa Chloe juga menatapku seolah aku orang yang menyedihkan …? )


"Kau pasti bertanya-tanya tentang itu, tapi itu adalah hal yang wajar."


"Hmm? "


Tanpa ia sadari, Charlotte duduk di kursi tepat di belakangnya dengan menyilangkan kakinya dan menatap Noelle dengan pandangan merendahkan.


"Bayangkan saja, tuan yang dia idolakan justru berakhir dengan menjadi seorang pelayan cross dress di sebuah kafe dan mencoba untuk merayu banyak pria … Bagaimana mungkin dia tidak akan kecewa ketika melihatmu memiliki kelainan seperti itu."


Charlotte menghela napas lelah.


"Tunggu, aku sudah bilang kalau ini salah paham, oke?! Aku melakukan ini karena aku membutuhkan sesuatu yang hanya bisa kudapatkan dengan melakukan ini! "


Noelle dengan panik membuat alasan, namun Charlotte tetap tidak mengubah caranya menatap Noelle dari atas dan justru menghela napas pasrah.


"Ya, ya, aku tahu itu … Tapi, sebaiknya kau katakan itu pada mereka berdua, dan bukan padaku. Aku bukan siapa-siapa di sini."


Charlotte kemudian menunjuk Olivia dan Chloe dengan jarinya, sementara ia menopang dagunya sendiri dengan tangannya yang lain.


"Ughh … A-aku tahu itu! "


Noelle mengeluarkan ekspresi seolah ia telah menelan serangga pahit, lalu kembali menatap Charlotte dengan ekspresi kesal.


Namun bukannya membalas tatapan Noelle dengan pandangan yang lebih mengancam, Charlotte justru tersenyum dan menyipitkan matanya dengan pipinya yang sedikit merona.


"Fufu~ Lihat keadaanmu sekarang … Kau yang sebelumnya mengeluarkan kata-kata bijak yang memalukan untuk menyemangatiku sekarang sedang dalam posisi seiza di hadapan kekasihmu sendiri yang tanpa sengaja menemukanmu dalam keadaan bodoh dan tak bermoral."


Noelle sedikit merinding ketika ia melihat senyum Charlotte yang jarang ia lihat.


" … Charl, bukankah kau menjadi lebih banyak bicara belakangan ini? "


"Benarkah? "


Atas pertanyaan Noelle, Charlotte hanya mampu memiringkan kepalanya ke samping sementara masih dengan lemas menopang dagunya sendiri.


Noelle kemudian mengangguk.


"Mhmm, kau sedikit berbeda."


"Begitu, ya … Kurasa aku hanya mencoba untuk memperbanyak dialogku meskipun sedikit."


" ……… "


Mereka berdua saling menatap dalam keadaan kebingungan.


" … Kalian sudah selesai? "


Begitu percakapan mereka berdua selesai, Olivia dengan suara tanpa intonasi menyela dan membuat Noelle secara refleks menoleh ke arah Olivia yang masih menatapnya dengan mata kosong.


" … Jadi … Ada pembelaan? "


" ……… "


Olivia bertanya tanpa mengedipkan matanya, dan Noelle mengangkat satu tangannya sambil menatap Olivia dengan kuat.


" … Tersangka diizinkan berbicara."


"Kenapa ini menjadi seperti pengadilan … Ya sudahlah. Yang pertama, aku memiliki pembelaan kuat. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku terpaksa melakukan ini karena aku sedang membutuhkan suatu bahan yang hanya bisa kudapatkan di sini … "


"Hanya di sini? Apa itu tidak ada di persediaan yang kita bawa dari kastil? "


"Mhmm … Tidak, aku sudah memeriksanya dan aku sama sekali tidak menemukan itu. Aku rasa itu adalah bahan yang sepenuhnya baru dan tidak ada di era raja vampir sebelumnya."


Noelle dengan pasrah menggelengkan kepalanya, kemudian Charlotte bertanya dengan penasaran.


" … Apa kau tidak bisa menemukan itu di tempat lain? Jika itu kau, aku cukup yakin kalau kau akan menemukannya dengan mudah."


"Aku senang kau memujiku. Aku memang bisa menemukannya sendiri jika aku berniat, tapi … Itu akan memakan waktu beberapa hari. Aku ingin membuat senjataku secepat mungkin sehingga bisa kugunakan untuk misi penyerbuan, jadi … Aku hanya bisa memilih alternatif tercepat, yaitu bekerja di sini."


" ……… "


Setelah Noelle menjelaskannya, Charlotte membuat ekspresi terkejut sejenak, kemudian langsung menghela napas sambil menutup matanya.


(Bahkan seseorang seperti Noelle juga akan memilih cara alternatif, ya … Itu sedikit tidak terduga … )


Bagaimanapun, ia mengenal Noelle sebagai 'seseorang yang serius' dan 'seseorang yang dapat menyelesaikan masalahnya dengan benar'.


Namun, kenyataannya Noelle adalah seseorang yang akan menjadi super malas jika ia tidak berniat melakukan sesuatu. Ia bahkan akan dengan senang hati mengeluarkan uang untuk meminta orang lain melakukan pekerjaannya ketika ia sedang malas.


Noelle yang merasakan sedikit kesalahpahaman itu hanya mampu menghela napas ringan dan kembali menatap Olivia dengan serius.


"Begitulah ceritanya."


"Dan, apa bahan yang Noelle perlukan itu? "


" ……… "


Meskipun ia sudah mencoba untuk menatapnya dengan serius, Olivia justru tampak tak terpengaruh dan dengan ringan mengabaikan semua pembicaraan sebelumnya.


"Itu … "


Noelle sedikit berkonflik ketika ingin memberitahu Olivia. Bukannya ia tidak ingin memberitahunya, hanya saja … Noelle merasa kalau ini bukanlah waktu yang tepat. Dan juga, Noelle ingin menyimpan ini tetap rahasia dari semua orang dan akan menunjukkannya sebagai kejutan nanti.


"Itu–"


"Emmm … Aku tidak ingin mengganggu percakapan kalian, tapi … Jam istirahat Noelle sudah habis, jadi … Noelle harus kembali bekerja sekarang."


"Mioku! "


Tepat saat Noelle hampir menjelaskan semuanya di bawah tekanan yang dikeluarkan Olivia, seorang gadis– atau lebih tepatnya seorang pria berotot kekar tanpa pakaian atas dengan potongan rambut yang dikepang imut menjadi dua bagian, serta menggunakan celemek pink bergambarkan kelinci di dadanya muncul dan menyela percakapan mereka.


Itu sontak membuat Noelle memanggil namanya dengan semangat.


"Noelle-chan~ Jam kerjamu akan dimulai~ Sebaiknya kau bersiap~"


"Baiklah~ Kalau begitu, kalian berdua, aku akan kembali lagi nanti! "


Memanfaatkan keterkejutan mereka bertiga karena gadis(?) berotot yang muncul secara tiba-tiba, Noelle segera bangkit dari posisi duduknya dan dengan semangat keluar dari ruangan itu.


Setelah beberapa saat membeku karena terkejut, Olivia, Charlotte, dan Chloe tiba-tiba menyadari situasinya dan sontak menolehkan kepala mereka ke arah pintu yang Noelle lewati.


"Maaf ya mengganggu percakapan seperti itu~ Tapi jam istirahat Noelle sudah habis, jadi … Ia harus kembali bekerja~"


" " " ……… " " "


Menyadari keberadaan Mioku yang berdiri tepat di belakang mereka semua sontak membuat mereka kembali mengalihkan perhatian mereka pada Mioku.


"Perkenalkan, namaku adalah Mioku. Aku adalah pemilik kafe ini. Salam kenal, ya☆"


Mioku mengakhiri perkenalan dirinya dengan mengedipkan satu mata dan mengeluarkan beberapa efek bintang dan hati yang berlebihan menggunakan sihir.


" …………… Monster."


Olivia dengan tubuh yang gemetar langsung membekukan seluruh ruangan dan membuat Charlotte panik karena serangan yang tiba-tiba.


"Tu-tunggu! Olivia! Bukankah Tuan Terneth sudah melarang kita untuk membuat keributan di kota?! "


"Tidak Charl, peraturan itu tidak berlaku jika kita sedang menghadapi monster."


"Ta-tapi dia bukan monster, oke?! Lihat Chloe yang sudah hampir membeku di sana! Kau membuatnya takut! "


Charlotte dengan panik mencoba menenangkan Olivia agar insiden di restoran tidak terjadi lagi, sementara Chloe yang sudah hampir membeku entah bagaimana mampu mengatur suhu tubuhnya berkat kemampuan dasar ras vampir, dan membuat kubah pelindung menggunakan kemampuannya dalam mengendalikan bayangan.


"Ya ampun~ Itu sapaan yang sangat tidak sopan~ Menyebut seorang gadis sebagai monster adalah hal yang jahat~"


Sementara itu semua terjadi, Mioku yang menjadi target serangan Olivia justru terlihat sedang bersenang-senang.


"Tapi … Seperti yang Noelle-chan katakan … Kemampuanmu dalam sihir es benar-benar menakjubkan! Mioku sangat kagum padamu! "


Mioku dengan semangat dan mata yang berbinar mendekati Olivia dan mengeluarkan permohonannya.


"Bisakah kamu membuat suhunya menjadi lebih dingin lagi? Ini masih kurang menyenangkan untuk Mioku! "


" ……… Mati."


Es yang menyelimuti ruangan menjadi semakin tebal dan suhunya menjadi jauh lebih dingin dari sebelumnya dan membuat Charlotte menjadi lebih panik.


"Ahhh! Tu-turunkan– maksudku naikkan sedikit suhunya! Ba-bahkan aku tidak begitu bisa menahannya sekarang! "


"Nghhh … "


Tidak hanya Charlotte, tapi bahkan Chloe yang bersembunyi di balik kubah bayangan yang telah tertutup es itu juga mengeluarkan erangan yang tidak menyenangkan dari dalam kubah.


"Ahaa♡ I-ini sangat nyaman! Aku mungkin bisa ketagihan ini nanti! Ahh♡"


Tapi tidak dengan Mioku. Ia justru mengeluarkan ekspresi ekstasi dan tenggelam dalam kenikmatan sambil terus mengerang.


"Se-selanjutnya … Bisakah kamu menginjak kepalaku?! "


"Mati! "


Olivia tanpa membuat gerakan yang berlebihan langsung menarik rapier [Achto] miliknya dan berniat menyerang Mioku, namun ujung rapier itu dengan mudah ditahan menggunakan satu jari oleh Mioku.


"Hmm~ Menggunakan pedang memang menarik, tapi~ Rasa sakit yang kudapat tidak akan membuatku merasa begitu nikmat~ Ahh! Aku dengar dari Noelle-chan kalau kamu bisa menggunakan suatu senjata yang mirip dengan cambuk, bisa kamu gunakan itu untuk mencambukku?! "


" … Ayo bunuh dia."


Charlotte tanpa berbasa-basi langsung mengeluarkan Centipede dan berbicara pada Olivia.


Sementara itu …


"Haii~ Apa aku membuat kalian menunggu lama? ☆♡"


" " " " " Tidak sama sekali! " " " " "


"Fufufu~ Syukurlah kalau begitu~ Aku tidak ingin meninggalkan kalian terlalu lama, jadi aku menyelesaikan istirahatku dengan cepat hari ini~"


" " " " "OOOOOOOOOOOOO!!! " " " " "


Di sisi lain, tepat di sebelah ruangan yang di mana pertarungan Olivia bersama Charlotte dimulai, Noelle … Dia dengan riang dan dengan ekspresi seolah tak bersalah menyapa para pelanggan yang telah menunggunya selama beberapa jam.


Begitu Noelle menyapa mereka, semua pelanggan sontak meneriakkan semangat mereka dan saling memukul satu sama lain untuk memperebutkan meja.


"Minggir! Ini tempatku! "


"Tidak, aku menemukan tempat ini lebih dulu! "


"Menyingkir kalian! Aku lah yang akan dilayani oleh Noelia-chan! "


" "Diam kau brengsek! " "


Nyatanya, hanya ada beberapa orang yang benar-benar berteriak semangat dari lubuk hati mereka. Sisanya hanya ikut berteriak karena terbawa suasana meriah di sekitarnya.


"Ahh~ Kenapa kalian bertengkar lagi? Bukankah sudah kubilang untuk menjadi anak baik dan mengantri dengan tertib? Aku tidak akan pulang sebelum melayani kalian semua, jadi … Bersabarlah dan pesan sebanyak-banyaknya, okay? ☆"


Noelle dengan genit mengedipkan satu matanya dan membuat semua pelanggan di sana sontak berteriak gila sambil dengan tertib merapihkan antrian mereka.


Tak diragukan lagi, 'pertempuran' di ruangan lain berlangsung sangat lama sehingga Noelle dapat menyelesaikan semua pekerjaannya dengan tenang sampai malam.


Mioku melakukan yang terbaik untuk mendukung Noelle!


...****************...