[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 167: Secret Act (2)



...****************...


"Di mansion Terneth pada malam itu, apa yang kau lakukan di sana? "


Begitu Noelle menanyakannya, mata Cryll langsung menyipit. Semua ekspresi telah menghilang dari wajahnya, dan matanya yang kosong itu menjadi semakin tak bernyawa.


"Apa maksudmu? "


Meskipun tidak sedatar Noelle, suara yang dihasilkan Cryll hampir tidak memiliki intonasi sama sekali.


"Seperti yang kubilang. Apa yang kau lakukan pada malam itu? Apa tujuanmu di sana? "


" … Kenapa kau berasumsi kalau aku menyelinap ke manison Terneth? Bukankah itu aneh? Dan daripada itu, kenapa kau berbicara seolah kau juga ada di sana? "


Kata-kata yang Cryll ucapkan seolah memojokkan Noelle. Tapi, Noelle tak peduli. Itu karena ia sudah tidak peduli apakah rahasianya tentang hal itu akan terungkap atau tidak.


Bahkan jika rahasia itu terbongkar, tak akan ada kerugian yang ia dapatkan. Ia bisa membalikkan situasinya dengan relatif mudah.


Jika Cryll benar-benar akan menyebarkan informasi itu, maka itu justru akan berakibat buruk untuk Cryll sendiri. Dan juga, Cryll sama sekali tidak memiliki senjata tersembunyi yang bisa ia gunakan untuk menyudutkan Noelle.


Hal itu justru berbanding terbalik dengan Noelle. Ia menyimpan kelemahan Cryll, dan bisa dengan mudah menghapus semua kecurigaan yang diarahkan pada dirinya, lalu menggunakan Cryll sebagai kambing hitam.


Kenapa? Tentu saja, itu karena Noelle sudah memiliki 'senjata'.


Memikirkan begitu banyaknya keuntungan yang dia miliki membuat Noelle hampir secara refleks tersenyum. Meskipun begitu, ia berusaha menahan otot wajahnya dan tetap memasang wajah datar.


"Aku tidak akan repot-repot menyembunyikannya. Saat itu, aku memang menyelinap ke mansion Terneth, tapi aku juga melihatmu di sana. Apa yang kau lakukan? "


"Itu–"


Sebelum Cryll menjawab, Noelle sudah lebih dulu menyela.


"Ahh, sebagai catatan, kau tidak akan bisa membohongiku. Aku memiliki senjata lain yang bisa menghancurkan hidupmu dalam waktu singkat. Jika kau tidak mau itu digunakan, sebaiknya kau mengaku."


Tentu saja, itu hanya gertakan. Tapi, Noelle membuat ekspresi dan sikapnya menjadi senetral mungkin sehingga Cryll menganggap kalau ia benar-benar memiliki senjata itu.


Nyatanya, senjata yang Noelle miliki tidaklah sehebat itu.


Hasilnya bisa langsung dilihat. Cryll mengerutkan dahinya dan membuat ekspresi ragu.


Ia terlihat tidak percaya, tapi di saat yang sama dia juga merasa kalau Noelle tidak bercanda.


Mengenal Noelle selama berbulan-bulan membuatnya selalu berpikir berlebihan tentang senjata apa yang Noelle sembunyikan.


(Sangat mudah mengendalikan seseorang ketika orang itu sudah lumayan mengenalku.)


Noelle hampir tak bisa menahan senyumnya.


Cryll memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap Noelle, dan dia juga sadar akan kekuatan yang Noelle miliki. Tapi, justru karena ekspektasi dan kesadaran itulah ia jadi berpikir berlebihan.


Itu justru membuatnya menjadi sangat mudah dikendalikan.


"Apa? Kau tidak bisa menjawab? Apa aku bisa menganggap itu sebagai pengakuan? Kalau begitu, kita seimbang."


Melihat kondisi Cryll, Noelle langsung mengakhiri permainannya yang menyebalkan.


" … Apa maksudmu? "


Cryll terlihat bingung, tapi ia masih sangat waspada dengan apa yang akan Noelle katakan selanjutnya.


(Inilah akhirnya.)


Noelle mengangkat kedua tangannya dan membuat ekspresi masam.


"Yahh, seperti yang kubilang. Kita dalam posisi yang setara. Kau memegang kelemahanku, dan aku memegang kelemahanmu. Tidak ada satu pun dari kita yang mau itu terungkap ke publik, 'kan? Kalau begitu, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan? "


"Kesepakatan? "


"Ya, kesepakatan. Kenapa kita tidak lupakan semua yang kita bicarakan di sini, dan bertindak seolah tidak terjadi apa pun? Kau mengetahui fakta kalau aku adalah Souris? Lalu apa? Apa itu sungguh berarti? Kau hanya perlu mengabaikannya. Dan dengan begitu, kita impas."


" ……… "


Secara alami, Cryll mengerti maksudnya. Jika ia memaksakan Noelle untuk membahas ini lagi, maka itu akan menjadi akhir untuknya.


Dia lengah karena lupa akan kenyataan bahwa Noelle adalah orang dengan pemikiran yang aneh dan sulit untuk ditebak. Begitu mengingatnya kembali, Cryll langsung merasa kalau Noelle adalah jenis orang yang harus ia hindari apa pun yang terjadi.


Dia sudah mengenal Noelle untuk waktu yang cukup lama. Tapi justru karena itulah, ia jadi semakin tidak yakin untuk mempermainkannya dalam hal pemikiran atau semacamnya.


Sambil mengerutkan keningnya, Cryll memasang senyum sengit dan mendengus kesal.


"Kalau begitu, dengan senang hati aku terima tawarannya."


Noelle membalasnya dengan senyum yang sama dengan yang ia miliki. Keduanya saling menatap untuk beberapa saat, sebelum akhirnya Noelle menutup matanya dan berbalik, berjalan pergi meninggalkan Cryll.


(Livia, aku masih memiliki sedikit urusan. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat. Jadi, maukah kamu menungguku? )


Tak berselang lama, Olivia merespon pesan telepati Noelle.


{Nn, tidak masalah. Tapi aku akan senang kalau Noelle mau menghabiskan lebih banyak waktu di sini bersamaku.}


( …… Bahkan belum 20 jam berlalu sejak kita berangkat … Aku hanya akan pergi sebentar, jadi tunggu aku.)


{Nn, baiklah.}


Dengan begitu, sambungan telepati terputus, dan sosok Noelle berubah menjadi asap hitam yang kemudian menghilang tertiup angin.


...****************...


Di suatu tempat di perairan.


Gumpalan asap hitam mulai berkumpul di satu tempat, dan memanifestasikan bentuk sejatinya.


Tempat itu adalah sebuah kapal nelayan sederhana yang mungkin hanya sanggup menampung sepuluh orang. Dan di sana, gumpalan asap hitam itu muncul dengan sosok seorang laki-laki.


Itu adalah Noelle, yang melihat sekelilingnya sambil tersenyum kecil.


"Apa aku membuatmu menunggu? " tanya Noelle pada orang yang duduk di salah satu kursi di sana.


"Tidak, tidak sama sekali. Justru kau datang sedikit terlalu cepat, Bos."


Orang yang menjawab pertanyaannya, seorang pria berambut merah yang memiliki senyum sengit di wajahnya—Harold.


Menyambut Noelle, Harold langsung berdiri dan menundukkan kepalanya sedikit.


Noelle mengangkat satu tangannya sebagai isyarat untuk menghentikan tingkah formal itu, dan Harold mengerti.


Keduanya langsung duduk di kursi yang saling berhadapan, dan menikmati angin senja yang menerpa tubuh mereka, membuat layar yang dibentangkan di kapal nelayan itu berkibar dengan kuat.


Harold mengeluarkan sebuah kotak kertas dari sakunya, dan mengeluarkan satu gulungan kertas, sebelum akhirnya menawarkan itu pada Noelle. Namun, Noelle menggeleng untuk menolaknya.


"Maaf, aku tidak merokok."


Harold terlihat heran, tapi ia tak bertanya lebih lanjut dan langsung memasukkan ujung rokok itu ke mulutnya, dan membakar ujung lainnya menggunakan korek api sederhana di tangannya.


"Bagaimana dengan mereka? "


Usai Harold menghisap dan menghembuskan asap dari rokok itu, Noelle bertanya. Pertanyaannya sedikit tidak jelas, sehingga hampir tak dapat dimengerti. Tapi, untungnya Harold memiliki intuisi yang tajam sehingga ia memahami maksud Noelle.


"Beberapa dari mereka sudah menyusup ke kapal musuh, dan siap membawa kita kapan saja ke sana. Apa kau mau memulainya sekarang? "


Meskipun hanya melakukan satu hisapan yang kuat, bau tembakau yang sangat menyengat sudah menyebar di sekitar Harold, membuat Noelle yang mencium aroma itu langsung mengerutkan keningnya.


"Perokok pasif memiliki resiko terkena kanker paru-paru yang lebih besar, jadi aku harap kau tidak merokok di dekat orang yang ingin tetap sehat."


"Kanker? Apa kau peduli dengan itu? Kau tidak akan pernah terkena penyakit seperti itu, 'kan? "


"Memang tidak, tapi aku benci bau tembakau itu."


Keduanya hanya saling tertawa kecil, sementara langit sudah semakin gelap.


"Sudah saatnya, ya? " ucap Harold sambil menekan ujung rokoknya yang terbakar ke meja kayu di hadapannya.


Rokok itu seketika padam, dan Harold langsung berdiri setelahnya.


"Ayo, aku akan memandumu," kata Harold.


Noelle ikut berdiri dan dengan tenang mengikuti Harold memasuki gudang peralatan yang ada di geladak kapal.


Gudang itu tidak terlalu besar, tapi semua barang yang ada di dalamnya disusun sedemikian rupa sehingga tidak akan memakan tempat.


"Ini … Lingkaran teleportasi, ya? Aku tidak menduga kalau kau bisa menggunakannya."


Komentar sinisnya itu membuat Harold mengerutkan keningnya dengan tidak senang, tapi orang itu justru hanya mengangguk dan melipat kedua lengannya.


"Memang tidak. Tapi, akan menjadi pengecualian jika aku mendapat bantuan dari beberapa orang lagi."


Kemampuan Harold dalam hal fisik dan sihir memang telah meningkat dengan sangat signifikan ketika ia berevolusi menjadi vampir. Tapi, ia masih tak dapat menggunakan sihir tingkat tinggi seperti teleportasi.


Dia butuh bantuan orang lain untuk mengaktifkan itu. Dan orang yang dimaksud itu adalah semua orang yang telah Harold jadikan vampir sebelumnya.


Jumlah mereka meningkat menjadi 17 orang, dan ada sekitar empat orang yang saat ini ada di kapal musuh.


Harold hanya perlu memberikan pesan telepati pada mereka. Sehingga, mereka bisa mengaktifkan sihir itu secara bersamaan.


"Aku yakin aku tidak perlu mengatakan ini. Tapi … Bersiaplah untuk terkejut dengan apa yang kau lihat di sana."


Dengan kata-kata itu sebagai pemicunya, lingkaran sihir besar yang ada di bawah kaki Noelle dan Harold langsung bersinar. Satu lingkaran sihir lain yang serupa dengan lingkaran sihir itu muncul di atas kepala mereka, menciptakan untaian benang cahaya yang saling terjalin satu sama lain, sehingga menciptakan sebuah tabung cahaya yang mengurung mereka berdua di dalamnya.


Detik kemudian, seluruh dunia yang mereka lihat ditelan oleh cahaya, sebelum akhirnya digantikan dengan pemandangan dari tempat yang sepenuhnya berbeda dari kapal nelayan sederhana itu.


Jika orang biasa merasakan teleportasi seperti tadi, kepala mereka mungkin akan sangat sakit, dan bagian dalam perut mereka seolah diaduk. Tapi, Noelle dan Harold tidak memiliki masalah dengan itu.


Mereka berdua, terutama Noelle memandangi lingkungannya dengan mata yang penuh akan rasa penasaran.


Dinding, langit-langit, dan lantai tempat mereka berpijak sepenuhnya terbuat dari logam. Noelle mencoba menghentakkan kakinya, dan menghasilkan gema yang sangat kuat sehingga mungkin akan terdengar sampai luar.


"Semua lapisannya cukup tipis. Tapi … Ini lumayan kuat … "


Mengandalkan getaran suara yang dihasilkan dari hentakan kakinya, Noelle sudah berhasil menganalisis ketebalan semua pelat logam yang melapisi ruangan itu.


Ruangannya cukup luas sehingga suaranya bergema dengan baik, tapi beberapa kargo logam dan kayu yang berserakan di sekitar justru menyerap sebagian volume dari gema suara itu.


"Sekarang … Ayo kita mulai."


Selesai dengan pengamatannya terhadap tempat itu, Noelle langsung memasang senyum lebar di wajahnya.


Harold ikut tersenyum, lalu menghampiri dua orang pria yang berdiri di belakang mereka.


"Apa semua sudah siap? "


Keduanya tidak menjawab, tapi mengangguk sebagai gantinya. Satu sudut bibir Harold semakin terangkat, dan dia melambaikan tangannya seolah mengusir mereka berdua.


Kedua orang itu langsung berubah menjadi dua ekor kelelawar, dan terbang keluar dari ruangan itu.


"Apa itu vampir baru kita? "


"Ya. Kau melihatnya sendiri, 'kan? Mereka tidak terlalu bagus dalam pertarungan langsung, tapi aku bisa menjamin kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas."


"Kalau begitu, akan kuserahkan mereka semua padamu. Aku hanya tidak ingin situasi terburuknya terjadi."


"Akan kuterima kata-kata itu sebagai peringatan."


Harold membentangkan satu tangannya ke samping, sebelum akhirnya melipat kembali tangannya ke dada sehingga membuat pose hormat yang sederhana. Kepalanya juga sedikit ditundukkan, sementara senyum masih terpampang dengan jelas di wajahnya.


Noelle melihat itu, dan tak bisa menahan diri dari membentuk ekspresi masam di wajahnya.


Ini benar-benar mengingatkannya dengan masa lalunya saat masih di bumi.


"Baiklah. Kalau begitu, kita bisa mulai sekarang."


Sebuah genangan darah mulai terbentuk di bawah kaki Noelle, dan akhirnya menciptakan sebuah pedang katana yang Noelle pegang dengan sangat kuat di tangan kanannya.


Matanya berubah menjadi merah, dan rambutnya berkibar dengan bebas tanpa ada angin yang meniupnya.


Melihat sosok rajanya, Harold hanya mampu tersenyum. Semua ingatannya tentang masa lalunya di Red Eagle perlahan memudar, seolah digantikan oleh tujuan baru yang terbentuk di hidupnya.


...****************...


"Penyusup! Habisi mereka! "


Teriakan, teriakan, dan teriakan. Hanya itu yang dapat terdengar dari semua manusia di sana. Sisanya? Hanya suara keras dari dentuman yang dihasilkan ledakan besar di bagian geladak kapal.


Satu per satu penjaga bersenjata keluar, dan membidik ke arah musuh mereka—Noelle.


Puluhan peluru timah panas ditembakkan, tapi tak ada satu pun yang berhasil mencapai tubuh Noelle. Semua peluru itu dihentikan hanya dengan sebuah penghalang transparan yang terbentuk di sekitar Noelle.


Peluru itu terhenti, dan mengambang di udara. Noelle mengangkat satu tangannya dan menyentuh semua peluru itu dengan ujung jarinya.


Setelah selesai, dia langsung menarik Verstand dari sarungnya, dan mengaktifkan kemampuan telekinesis pedang itu.


Peluru yang sebelumnya diarahkan padanya mulai berbalik, dan menghilang tanpa suara. Tapi, itu tidak benar-benar menghilang secara harfiah.


Semua peluru itu mendarat di tubuh semua orang yang menembakkannya, dan menghasilkan luka yang membuat mereka tidak bisa bergerak lagi.


Noelle baru saja menggunakan telekinesis untuk mengambil alih kendali atas peluru itu.


Tanpa mengatakan apa pun, Noelle langsung menarik Langen keluar dari sarungnya, dan membantingnya ke lantai.


Getaran, dan dentuman yang dihasilkan tabrakan pedangnya dengan lantai, menyebabkan gelombang kejut, dan guncangan yang luar biasa terhadap kapal.


Semua orang kehilangan keseimbangan mereka, dan kapal terasa miring karenanya. Jika ini berlanjur, kapal ini mungkin akan tenggelam.


Tapi itu tak masalah. Lagi pula, ini adalah kapal musuh.


Harold masih di dalam, memburu semua harta yang ada bersama keempat anak buahnya yang baru. Jadi, Noelle benar-benar sendirian di sini.


Satu per satu musuh datang padanya, dengan niat membunuh yang intens sepenuhnya terarah pada dirinya sendiri.


Noelle melakukan berbagai gerakan untuk menyingkirkan mereka semua.


Dia menendang perut salah satu musuh, dan menangkap tangan musuh yang lain, sebelum akhirnya mengayunkan orang itu dengan liar seperti sebuah senjata.


Semua orang yang ditabrak oleh 'senjata' di tangannya tak mampu membalas. Mereka hanya bisa dengan pasrah menerima serangan Noelle dan terlempar jauh sehingga menabrak dinding pembatas kapal.


Mereka tidak bisa melakukan perlawanan apa pun, karena itu bisa menyakitkan untuk rekan mereka yang dijadikan senjata oleh Noelle.


Noelle melebarkan senyumnya, dan mengayunkan tangannya dengan gerakan yang sederhana.


Seketika, semua tubuh yang mendekatinya, memiliki duri merah raksasa yang tumbuh mencuat keluar dari tubuh mereka.


Tak berhenti di sana, Noelle juga menciptakan benang yang sangat tipis, namun tajam dari darahnya. Dia mengendalikan semua benang itu dan memposisikannya sedemikian rupa sehingga membuat semua musuh terjebak di antara jalinan puluhan benang itu.


"Mati."


Seketika, semua benang itu menegang, membuat semua orang yang terjebak di antara jalinannya merasakan tekanan yang luar biasa menimpa tubuh mereka.


Hasilnya, bisa dibayangkan. Semua benang itu terbuat dari darah Noelle. Tipis, dan sangat tajam. Jika itu menekan tubuh manusia, maka hasilnya sudah pasti sesuatu yang mengerikan.


Meskipun begitu, Noelle mengabaikan semua pemandangan mengerikan di sekitarnya, dan lanjut memberikan serangan lain pada musuh yang tersisa.


Noelle mengangkat satu tangannya ke atas, dan membuat sebuah lingkaran besar yang terbuat dari darah muncul di udara seolah merespon pergerakannya.


Lingkaran itu menjadi semakin besar, dan berputar semakin cepat.


Secara alami, pandangan semua orang mulai tertarik ke sana, dan membuat Noelle semakin melebarkan senyumnya.


Noelle menurunkan tangannya dengan cepat, dan ratusan duri darah mulai ditembakkan keluar dari lingkaran darah yang berputar dengan cepat di udara.


Semua duri itu ditembakkan tanpa memiliki target yang pasti. Meskipun begitu, hanya dengan itu saja sudah cukup untuk membuat situasi menjadi lebih kacau.


Semua musuh yang mendatangi Noelle dengan niat membunuh, satu per satu terjatuh tanpa daya ketika duri merah itu menembus tubuh mereka.


Tanpa menghilangkan senyumnya, Noelle berputar dengan satu tangannya yang perlahan diangkat ke udara.


Tarian yang sederhana, namun memancarkan keindahan yang mengerikan. Seperti itulah gambaran yang dimiliki semua orang yang melihatnya, sebelum kematian mendatangi mereka.


Putaran lingkaran darah itu mulai melambat bersamaan dengan melambatnya pergerakan Noelle. Dan di akhir putaran, Noelle langsung memakai topengnya—yang dibuatkan oleh Ethan untuk penyamarannya sebagai Souris.


Semua darah yang membentuk lingkaran itu kemudian pecah, dan tetesan demi tetesan darah jatuh menghujani sosok Noelle yang berdiri tanpa mengatakan apa pun di sana.


Rambutnya yang putih, dan kulitnya yang pucat itu kini ternodai oleh warna merah dari darahnya sendiri.


Noelle berbalik dan melihat ke arah seekor burung yang terbang berputar tak jauh dari kapal, membuatnya secara alami tersenyum meskipun topeng itu menghalangi semua ekspresi di wajahnya.


Niat membunuh yang kuat seketika keluar dari dirinya, dan membuat burung itu langsung terbang menjauh seolah memahami maksudnya.


...****************...