![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Setelah sosok yang merasuki tikus menghilang, Noelle segera memasukkan kembali tikus itu ke dalam sangkar, lalu menyalakan semua lampu minyak untuk penerangan.
Ruang tamu di kamar apartemennya seketika diisi oleh cahaya redup dari lampu minyak, dan Noelle langsung kembali duduk di tempatnya semula.
Ada banyak hal yang ia pikirkan, tapi dia benar-benar bingung sehingga tidak tahu mana yang harus ia prioritaskan.
Pikirannya terus berjalan tanpa henti, sehingga membuatnya tidak bisa fokus seperti biasa. Noelle kemudian menghela napas dan menunduk, mencubit pangkal hidung di antara kedua matanya.
Pada saat ini, dia benar-benar ingin menyalahkan sosok 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' karena telah mengirimnya dan semua orang ke dalam dungeon.
Tindakan tak terduga itu telah menghasilkan efek berantai yang mengerikan, sehingga berakibat ada situasi saat ini.
Jika saja saat itu 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' tidak membantu Terneth merapalkan mantra teleportasi, maka Noelle tidak akan berada di sini sekarang.
Dia dikirim ke sebuah dungeon tak dikenal, menjelajah dan bertarung dengan semua keanehan yang di luar nalar, dikirim lagi ke suatu tempat yang merupakan bekas pertempuran para dewa, dan berakhir dengan saling bertemunya dia dan Noir.
Noelle tahu itu semua, dan ia sangat ingin menyalahkan sosok 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' atas semua masalah ini. Namun, pikirannya menjadi lebih jernih. Dia sadar kalau ini bukan sepenuhnya kesalahan'Nya', karena pada dasarnya semua ini telah diatur oleh Voyager.
Voyager adalah dalang sesungguhnya dari semua ini. Mereka menangkap dan menaklukkan Dewa Luar, lalu memanfaatkan 'Mereka' untuk menyelesaikan beberapa tugas.
Secara alami, tentu saja Noelle tidak akan bisa menang.
Lawannya adalah dewa, dengan kekuatan yang tak dapat diukur. Selain itu, ada juga kelompok orang yang bisa menahan 'Mereka'.
Tidak mungkin seorang vampir yang belum lama ini bangkit bisa mengalahkan mereka.
" … Aku harus mempertimbangkan kembali tujuanku … "
Sebelumnya, Noelle berharap untuk menemukan Chronoa. Meskipun ia awalnya percaya kalau itu adalah tindakan yang bodoh, sekarang dia sadar kalau dia jauh lebih bodoh dari yang bisa dia bayangkan.
Noelle sama sekali tidak sadar kalau tidak ada satu pun yang mencatat tentang Chronoa. Satu-satunya saat dia bisa mendengar nama itu adalah saat Anastasia mengatakannya.
(Apa 'Dia' benar-benar ada? )
Apa pun jawabannya, akan terlalu gegabah untuk mencarinya sekarang.
Untuk sekarang, Noelle harus fokus dengan masalah di depannya.
'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' sebelumnya mengatakan, bahwa 'Dia' akan menghubungi Noelle lagi untuk membahas suatu kesepakatan.
Bahkan tanpa 'Dia' menjelaskannya secara langsung, Noelle bisa menebak apa yang 'Dia' inginkan.
(Dia berencana membuatku membantunya melarikan diri, tapi … Dia tidak terlihat sedang terburu-buru. Apa itu artinya … )
—Bantuan dariku tidak terlalu diprioritaskan, adalah apa yang ingin Noelle katakan selanjutnya.
Sangat jelas kalau 'Dia' berencana membuat Noelle membantunya, tapi apa yang bisa Noelle lakukan untuk sekarang? Sepertinya 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' telah mempertimbangkan hal itu.
Di tingkatan Noelle yang sekarang, sangat tidak mungkin untuk menghadapi Voyager sendirian.
Paling tidak, dia membutuhkan persiapan yang panjang, dan bantuan dari Sekutu yang kuat seperti anggota Asterisk lainnya.
(Masalah dengan Noir sudah sangat merepotkan, dan sekarang aku harus menghadapi dua lagi? Kenapa kalian tidak membiarkanku istirahat … )
Noelle menghela napas lelah seolah berusaha membuang semua isi kepalanya yang berat. Kemudian, dia bangkit dari posisinya, dan berjalan lesu ke kamar tidur.
"Ada terlalu sedikit petunjuk, aku akan menunda ini untuk nanti."
Sihir angin yang Noelle keluarkan seketika memadamkan semua cahaya dari lampu minyak, dan ruang tamu sekali lagi dibiarkan gelap gulita.
Noelle menutup dan mengunci kamarnya, lalu dengan malas menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
Dia mulai memikirkan semua hal yang ia alami hari ini.
Dia mendapat pekerjaan baru, dia belajar cara melayani pelanggan dengan benar, dia belajar cara membuat roti isi yang enak, dan dia juga belajar cara menyeduh berbagai jenis kopi yang ada di menu.
Terakhir, dia membeli dia ekor tikus dan menjadikan salah satunya sebagai wadah untuk dirasuki oleh entitas asing.
Benar-benar hari yang aneh, tapi Noelle puas dengan ini.
Dia belum pernah mengalami ini semua sebelumnya. Karena itulah, tidak dapat dipungkiri, dia menjadi sedikit bersemangat.
Satu-satunya yang kurang di sini, adalah kehadiran Olivia.
Jika Olivia ada di sampingnya, Noelle pasti sudah sibuk bercerita sambil berbaring di pangkuannya, dan Olivia akan mendengarkan dengan sepenuh hati sambil mengelus rambutnya.
Itu semua adalah hal yang biasa terjadi di antara mereka, tapi sekarang Noelle menyadari betapa berharganya waktu-waktu itu.
" ……… Sialan … "
Menggumamkan itu, Noelle kemudian menutup matanya sendiri dan membiarkan rasa kantuk membuatnya tertidur.
...****************...
Matahari masih belum terbit sepenuhnya, tapi seorang pria yang tampak dalam usia pertengahan itu dengan tegap berjalan tanpa ada gangguan.
Jalanan masih cukup sepi, tapi beberapa pedagang jalanan dan unit kepolisian mulai mengisi sedikit kekosongan itu untuk beberapa tujuan yang berbeda.
Pria itu—Dolf yang memiliki rambut hitam mengkilap dengan sedikit bagian yang telah memutih—terus berjalan tanpa ragu.
Dia menyusuri gang sepi sendirian, kembali ke jalanan utama dengan jalan pintas, dan akhirnya tiba di depan sebuah bangunan.
Bangunan itu memiliki penampilan yang agak lusuh, tapi papan nama yang dengan jelas menunjukkan kalau itu adalah sebuah toko dapat dilihat terpampang di samping pintu.
Itu adalah toko barang antik, tapi palang yang tergantung di depan pintu menunjukkan kalau toko itu masih tutup.
Meskipun begitu, Dolf tanpa ragu mengetuk pintunya beberapa kali, lalu langsung masuk begitu saja.
Seketika, aroma campuran dari logam yang berkarat, dengan debu antik mulai memenuhi hidungnya, membuatnya ingin bersin sejenak.
"Old Yode! Serius, kau harus membersihkan tempat ini, atau pelanggan mungkin tidak akan datang! "
Teriakan Dolf yang tiba-tiba itu menggetarkan hampir seisi ruangan. Hingga akhirnya, seorang pria tua muncul dengan menuruni tangga dari lantai dua.
"Dasar bocah yang tidak sopan. Berapa kali aku harus mengatakan untuk jangan datang terlalu pagi … Aku masih tidur! "
Pria tua itu bernama Yode, tapi kebanyakan orang memanggilnya dengan sebutan Old Yode untuk beberapa alasan.
Dia memiliki kulit yang keriput sebagai bukti penuaan, rambut putih yang halus, mata biru kehitaman yang tajam, dan tubuh tinggi jangkung yang sama sekali tidak memperlihatkan jejak penuaan.
Dia masih mengenakan pakaian longgar, yang menunjukkan kalau dia baru saja bangun tidur. Meskipun begitu, Dolf tidak mempedulikannya dan berjalan mendekati salah satu meja.
Di meja itu, terdapat beberapa barang, namun yang menjadi perhatian Dolf bukanlah barang antik dengan banyak sejarah, melainkan sebuah jam saku berlapis perak dengan sedikit tambahan emas.
"Apa pesananku ini sudah selesai? " tanya Dolf sambil mengangkat jam saku yang masih tertutup itu.
Old Yode hening sejenak dengan wajah suram, tapi dia tetap memaksakan dirinya untuk turun dan mendekati Dolf. Kemudian, dia mengambil beberapa barang dari bawah mejanya, lalu meletakkan itu semua di hadapan Dolf.
Tentu saja Dolf tahu. Dulu, dia pernah membongkar jam saku miliknya sendiri, dan dia benar-benar terkejut saat melihat berapa banyak roda gigi yang bekerja hanya untuk menggerakkan tiga jarum kecil.
"Aku hanya perlu mencari sesuatu untuk sumber energinya. Tidak seperti semua jam yang pernah kubuat, yang satu ini sangatlah rumit sehingga batu sihir biasa tidak cocok untuk menjadi sumber energinya."
Old Yode mengangkat sebuah obeng dengan ujung kecil, lalu membuka bagian belakang pada jam. Di sana, terdapat belasan roda gigi dengan ukuran yang berbeda, saling terkait satu sama lain dan menunggu sesuatu untuk menggerakkan mereka.
Di tengah semua itu, ada satu bagian kecil yang masih kosong. Itu adalah tempat untuk meletakkan sumber energinya.
Jika itu jam biasa, maka Old Yode hanya akan memasukkan batu sihir berukuran kecil untuk menjadi sumber energinya. Namun, karena perbedaan besar ada struktur dan skala ukuran, menggunakan batu sihir tidak lagi cocok karena bisa menghancurkan fungsi roda gigi mini dengan energi yang berlebihan.
Bagaimanapun, setelah dimasukkan sebagai sumber energi, kristal sihir itu akan terus menyuplai energi dalam jumlah konstan untuk menggerakkan roda gigi.
Jumlahnya tidak bisa diatur setelah itu bergerak, karena itulah perbedaan pada kecepatan berputar akan berakinat fatal pada banyak roda gigi.
"Aku masih harus merancang ulang ruang sumber energinya. Mungkin, ini akan berhasil jika aku memberikan dua sumber energi yang berbeda."
Dolf hanya mengangguk, tanpa peduli apa maksud dari penjelasan Old Yode.
Satu-satunya yang ia pedulikan, adalah pesanannya.
"Kapan ini bisa selesai? "
"Normalnya akan memakan satu minggu. Kau bisa bayangkan sendiri bagaimana para pandai besi bisa membuat roda gigi dengan ukuran sekecil ini. Yahh, aku bisa mempertimbangkan untuk memotong waktu pengerjaannya jika kau membayar lebih."
Dolf merenung sejenak. "Jika aku meningkatkan bayarannya, kapan kau bisa menyelesaikannya? "
Old Yode menyeringai kejam. "Itu semua tergantung pada berapa banyak yang bisa kau berikan."
"Aku akan menambahkan empat Lunar untuk ini. Kapan kau bisa selesai? "
"Kau bisa mengambilnya saat siang atau sore nanti! " jawab Old Yode dengan semangat.
Dolf mendengus sejenak, lalu bersandar pada tiang penopang.
Karena waktu masih terlalu pagi, kafe bar Nautica masih tutup, dan dia juga tidak ingin datang terlalu cepat mengingat Felice mungkin sedang membersihkan tempat itu.
"Ngomong-ngomong, untuk siapa jam ini? Apa kau ingin menghadiahi seseorang? "
"Begitulah. Kami kedatangan anggota baru, dan aku berniat memberikan hadiah sebagai tanda selamat datang."
"Dan kali ini adalah jam saku, huh … Kau benar-benar suka memberikan hadiah pada anggotamu."
Old Yode tertawa keras saat dia berusaha menyambungkan sebuah rantai perak dengan bagian tertentu di jam saku.
Dolf tidak mengatakan apa pun, dan hanya menanggapi dengan senyum masam.
Kemudian, dia meraih saku mantel paritnya, dan memberikan selembar kertas dengan sebuah gambaran tangan.
Yang terpampang di kertas itu adalah sosok Noah Ashrain, yang digambar langsung oleh Dolf.
"Dia terlihat seperti ini."
Kedua tangan Old Yode yang sedang bekerja itu tiba-tiba berhenti. Dia beralih melihat potret Noah yang sebenarnya hanya lukisan tangan saja.
"Dia cukup tampan, aku yakin kalau tempat kalian akan ramai dengan pelanggan wanita nanti. Selain itu … Gambaran tanganmu masih sangat bagus seperti biasa."
Old Yode tersenyum masam, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. Rasa kantuk karena dibangunkan secara paksa sudah tidak terlihat lagi.
Dolf kembali menyimpan gambar itu, dan berbalik memunggungi Yode.
"Aku akan kembali ke bar. Kirimkan itu padaku setelah kau menyelesaikannya, aku akan membayar semuanya nanti."
Tanpa menunggu Old Yode membalasnya, Dolf telah lebih dulu pergi dan meninggalkan toko.
Old Yode, yang ditinggalkan sendirian di sana hanya bisa tersenyum masam sebagai responnya.
"Anak kurang ajar itu memang tidak pernah berubah."
...****************...
Dalam perjalanan menuju bar, Dolf tiba-tiba berhenti saat ia berada di dekat apartemen pegawai.
Dia melihat ke arah itu, dan menemukan sosok Noah sedang melakukan pull up pada sebuah tiang besi.
Di dekat tempat itu, ada beberapa barang yang merupakan perlengkapan olahraga, dan salah satunya adalah pedang kayu.
(Aku tahu dia punya pengalaman, tapi … Tidak kusangka kalau dia punya jadwal harian seperti ini … )
Bahkan tanpa diberi tahu sekali pun, Dolf tetap sadar kalau semua kegiatan itu adalah bagian dari jadwal harian Noah.
Sebagian besar alasannya didukung oleh penampakan otot tubuh Noah yang cukup padat.
Dia bergantung dan mengangkat tubuhnya sendiri dengan berpengangan pada tiang besi tanpa kesulitan. Jelas kalau dia memiliki kekuatan fisik dan stamina yang bagus.
Dolf memiliki keinginan untuk menyapanya, tapi dia dengan sopan melanjutkan perjalanan karena tidak ingin mengganggu latihan Noah.
Justru, dia semakin berharap agar jam saku pesanannya bisa diselesaikan dengan cepat.
...****************...
Sesampainya di bar, Dolf langsung disambut oleh Felice yang masih membersihkan meja pelanggan.
"Kamu datang cukup cepat hari ini, Kapten," ucap Felice tanpa menghentikan tangannya.
Dolf hanya melambaikan satu tangan sambil tersenyum sebagai respon, lalu berjalan masuk menuju ruangannya.
Setelah duduk, dia mulai memeriksa dokumen yang ada di atas meja, dan mulai menandatangi dokumen yang diperlukan.
Salah satu dokumen itu melaporkan tentang sosok Noah Ashrain, pegawai baru dari Nautica Saloon, sekaligus anggota baru dari Lunatic Order.
Dolf mulai membaca keseluruhan dokumen dengan teliti, lalu menyadari sedikit keganjilan.
(Dia berasal dari D'Cani, seorang yatim piatu yang kehilangan keluarganya karena perang sipil. Tapi … Sangat jelas kalau dia belum terbiasa dengan Republik. Aksen bicaranya juga berbeda … )
Semua itu memang terasa aneh. Namun, semakin lama Dolf memikirkannya, ia mulai merasa kalau itu semua hanyalah kebetulan.
Bagaimanapun, setelah kehilangan seluruh anggota keluarganya, Noah Ashrain tinggal di panti asuhan milik Gereja Dewi Zelica, sebelum akhirnya pergi menjadi petualang yang tidak resmi bersama beberapa orang lainnya.
(Tidak ada yang aneh di sini. Mungkin hanya perasaanku … )
Untuk masalah aksen bicara, Dolf sadar kalau Noah mungkin sudah berada di luar Republik untuk waktu yang lama, jadi dia pasti menjadi sedikit tidak terbiasa dengan tempat ini.
(Benar, tidak ada yang aneh … )
...****************...