[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 128: Tragedi lampau (2)



...****************...


Beberapa saat telah berlalu sejak para Voyager saling bertemu. Kini, Olpus berjalan sendirian menyusuri pemakaman yang dihiasi dengan kristal-kristal ungu aneh dengan sejarah yang mengerikan.


Olpus tak pernah sekali pun melupakan semua kejadian itu.


Meskipun awalnya ia menentang Ivan untuk menyebarkan virus itu di salah satu pemukiman padat, pada akhirnya ia tetap setuju karena Ivan memaksanya dengan mengatasnamakan kesetiaan.


Mereka tidak menciptakan virus itu. Mereka hanya memanfaatkannya untuk kepentingan mereka.


Asal-usul virus itu sendiri masih belum diketahui bahkan oleh Olpus, dan Olpus juga yakin kalau para Voyager yang lain juga tidak memiliki informasi tentang virus itu.


Olpus yakin kalau para atasan mengetahui sesuatu, tapi ia tidak memiliki cukup kekuasaan atau otoritas untuk mengorek informasi dari mereka.


Saat memandangi deretan makam yang diisi oleh mayat korban virus itu, Olpus mau tak mau kembali mengingat semuanya. Semua yang terjadi pada malam itu.


Awalnya, Ivan dan yang lain menurunkan virus itu untuk melakukan percobaan kecil untuk mendukung perkembangan para monster dari 'dunia bawah' yang telah menjadi peliharaan Ivan.


Namun, efektifitas virus itu melebihi apa yang mereka perkirakan.


Orang-orang yang tinggal di desa tempat mereka pertama kali menurunkan virus itu memiliki ketahanan yang sangat rendah, sehingga pada akhirnya mereka bisa dengan mudah terjangkit oleh virus itu.


Virus dengan cepat berkembang dan menyebar. Dari yang sebelumnya hanya menginfeksi suatu desa kecil dengan populasi kurang dari 60 orang, menjadi wabah mematikan yang telah menyebar hampir ke pinggiran negara-negara besar yang mengelilingi desa itu.


Namun, suatu hal tak terduga terjadi.


Ada satu orang yang berhasil selamat dari virus itu. Virus itu sudah menjangkit tubuhnya lebih dari 48 jam. Meskipun begitu, dia tidak mati. Kristal ungu kehitaman juga sudah tumbuh di beberapa bagian tubuhnya, tapi hanya sebatas itu. Sama sekali tidak ada organnya yang berubah menjadi kristal.


Awalnya, Olpus dan yang lain menganggap kalau orang itu memiliki ketahanan yang lebih tinggi dari semua korban sebelumnya, tapi mereka segera menghapus asumsi itu ketika melihat kemampuan baru yang dimiliki orang itu.


Ini adalah hasil yang sangat tak terduga bagi mereka. Mereka tidak pernah mengira kalau orang yang berhasil selamat dari virus itu akan mengembangkan kemampuan baru sesuai dengan kode genetik yang mereka miliki.


Karena terlalu senang dengan hasil percobaan itu, Ivan lalu mencoba meningkatkan penyebaran virus ke kota lain di negara tempat desa itu berada.


Dan hasilnya, semua sia-sia.


Semua orang yang terjangkit langsung mati dalam keadaan mengkristal setelah 48 jam.


Setelah itu, mereka membuat kesimpulan kalau kasus yang terjadi pada orang yang berhasil selamat itu adalah kasus dengan persentase yang sangat rendah.


"Tapi, jika persentasenya memang rendah, itu artinya ada kemungkinan kalau akan ada yang selamat lagi jika kita semakin memperluas penyerabarannya, 'kan? "


Itu adalah apa yang Ivan katakan pada Olpus saat ia sudah mulai menyerah dengan praktek mengerikan ini.


Apa yang Ivan ucapkan memang tidak salah. Jika mereka memperhatikan perbandingan antara jumlah yang mati, dan jumlah yang selamat, mereka akan menemukan tingkat perbandingan dengan persentase selamat yang sangat kecil.


Tapi, Mereka tidak bisa meningkatkan penyebaran virus itu lebih jauh lagi. Karena, pihak-pihak dari negara lain mulai bergerak begitu mereka memperhatikan virus itu.


Jika penyebaran itu diteruskan dengan sengaja, tim penyelidik yang dikirim dari berbagai negara akan mengendus keberadaan para Voyager yang menjadi dalang di balik semua ini.


Karena itulah, para Voyager hanya bisa membiarkan virus itu menyebar dengan sendirinya.


Dan di sanalah orang yang berhasil selamat dari virus itu akan menggantikan mereka untuk menyebarkan virus itu.


Salah satu Voyager memiliki kemampuan cuci otak yang luar biasa, jadi mereka memanfaatkan kemampuan itu untuk mencuci otak orang yang berhasil selamat. Mereka menyebut orang itu sebagai 'Subjek A'.


Mereka menanamkan tugas penting ke dalam otak Subjek A, dan membiarkannya bebas agar ia bisa melakukan tugasnya sendiri.


Hasilnya, Subjek A menciptakan sebuah sekte aneh yang menganjurkan bunuh diri pada penganutnya. Ini sedikit melenceng dari apa yang para Voyager rencanakan, tapi itu tidak masalah. Asalkan tujuan utama mereka terpenuhi, sedikit penyimpangan seharusnya tidak masalah.


Sekte yang dijalankan oleh Subjek A berhasil mendapatkan kedudukan yang tinggi di kerajaan tempat ia tinggal, dan dia juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap para bangsawan yang terlibat dalam parlemen.


Sampai pada puncaknya, Subjek A harus ditahan di penjara karena berbagai pelanggaran. Cukup sulit untuk menangkap Subjek A, tapi para penyelidik gabungan antara Kerajaan Nothernos, dengan Kekaisaran Alacrylia berhasil mengendus keberadaannya entah bagaimana.


Tapi, itu sudah terlambat. Virus itu sudah menyebar dan menginfeksi hampir ke seluruh populasi kerajaan tempat sekte Subjek A berkuasa.


Dikarenakan penyebaran virus yang sudah menyeluruh, baik pihak Kerajaan Nothernos, maupun Kekaisaran Alacrylia, harus mengambil suatu keputusan yang pahit.


Itu adalah Genosida.


Keputusan itu adalah kejadian yang sudah benar-benar melenceng dari jalur yang telah diprediksi oleh Olpus dan Voyager yang lain, tapi mereka tidak bisa melakukan apa pun untuk menghentikan itu.


Jika mereka memaksa untuk menghentikan aksi genosida antara kedua belah pihak, maka keberadaan mereka akan terungkap, dan semua yang mereka lakukan selama ini akan sia-sia.


Karena itulah, Olpus dan Voyager tidak melakukan apa pun.


Dalam genosida itu, lebih dari 6000 penduduk tewas. Bahkan, di antara para korban itu, ada penduduk yang sama sekali tidak pernah terjangkit oleh virus. Meskipun begitu, mereka tetap dibunuh secara membabi-buta oleh para eksekutor yang telah dikirim oleh kedua pihak.


Para Voyager tidak keberatan dengan itu, karena itu bukan urusan mereka. Kecuali untuk satu orang, itu adalah Olpus.


Olpus yang secara langsung menyaksikan banyaknya orang yang mati dalam genosida itu seketika membuat keputusan.


Ia harus menghentikannya. Meskipun ia termasuk dalam kelompok yang menurunkan virus itu pertama kali, ia tidak begitu kejam sehingga tega menyaksikan banyak orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan virus itu, tewas terbunuh dalam genosida.


Kemudian, Olpus melakukan berbagai hal untuk menghentikan aksi genosida itu. Tentu saja, secara diam-diam.


Satu-satunya cara untuk menghentikan masalah berantai adalah dengan 'menghapus' sumber dan semua penyalurnya.


Olpus kemudian mendatangi tempat Subjek A ditahan, dan meningkatkan dosis Apocalypse Virus yang ada di dalam tubuhnya. Dengan begitu, bahkan Subjek A sekali pun tidak akan sanggup untuk menahan peningkatan yang tiba-tiba dari virus itu.


Dan seperti yang ia perkirakan, Subjek A seketika tewas dalam keadaan mengkristal. Tentu saja, setelah ia membenturkan kepalanya sendiri berkali-kali ke dinding.


Olpus tidak mengerti tujuan Subjek A membenturkan kepalanya ke dinding, tapi ia mengabaikan detail tidak penting itu dan segera meninggalkan ruang tahanan, dan kembali ke tempat rekan-rekannya berada.


Akhirnya, virus itu berhasil dihilangkan tanpa harus mempublikasikan keberadaan para Voyager. Semua berkat kepanikan yang melanda. Berkat itu, Olpus bisa melakukan semua hal di balik layar dengan tenang.


Dan ini sedikit ironis, tapi berkat aksi genosida yang berlangsung, tindakan Olpus menjadi semakin tidak terlihat.


Jika ia menghapus semua virus saat genosida berlangsung, maka tidak akan ada yang curiga tentang virus yang tiba-tiba saja menghilang.


Yang membuat Olpus sedikit terkejut, Subjek A sama sekali tidak mendapatkan tuduhan atas penyebaran virus itu. Yang artinya, semua orang di kedua pihak sama sekali tidak tahu tentang kenyataan kalau Subjek A yang menyebarkan virus itu.


Pada akhirnya, semua telah terjadi. Olpus tak dapat melakukan apa pun untuk merubahnya.


Pemakaman tempat ia berdiri saat ini, adalah makam yang dibuat khusus untuk para korban genosida yang dilakukan pada hari itu.


Genosida itu memang menjadi tindakan yang sangat disesalinya, tapi berkat tragedi itulah ia dan Voyager yang lain bisa menjalankan rencana mereka dengan mulus akhir-akhir ini.


Earl Eisen adalah salah satu eksekutor yang dikirim untuk melakukan proses genosida saat itu. Itu sudah cukup untuk menciptakan banyak rasa dendam terhadapnya.


Alasan mengapa kota Eisen diserang baru-baru ini juga tak luput dari kejadian masa lalu. Orang-orang yang melakukan penyerangan itu, adalah orang-orang yang memiliki dendam yang mendalam terhadap dirinya.


Kebanyakan dari mereka adalah keluarga korban yang saat tragedi itu sedang berlangsung, berada di tempat lain, dan sisanya adalah kelompok orang-orang yang menuntut 'keadilan' untuk para korban yang dibunuh secara membabi-buta itu.


Terneth adalah satu dari kedua kelompok itu. Voyager memahami potensinya, dan akhirnya mereka memanipulasinya dari balik layar agar Terneth bertindak seperti yang mereka inginkan.


Hasilnya, sukses besar. Terneth yang telah dimanipulasi tampak sangat percaya diri dengan kemampuan yang dia miliki. Dia meningkatkan jumlah 'bawahan'nya, dan membuat semua orang melakukan apa yang ia perintahkan.


Semua dilakukan guna membalaskan dendamnya terhadap Earl yang selama ini hidup dengan nyaman di atas prestasi yang mengerikan.


Meskipun pada akhirnya para Voyager harus mengungkap keberadaan mereka sedikit, itu adalah harga yang cukup untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Terneth mungkin beranggapan kalau ia telah memanipulasi Voyager sesuai dengan yang ia inginkan. Tapi, kenyataannya justru sebaliknya.


Terneth adalah boneka malang yang sesungguhnya. Dimanfaatkan karena rasa dendam yang ia miliki, adalah hal yang sangat bodoh yang dapat Olpus pikirkan.


(Emosi manusia memang mengerikan … )


Hanya dengan satu emosi negatif yang mendalam, seorang manusia dapat melakukan tindakan yang sangat menyimpang dari jalan hidupnya.


Seperti yang Olpus pikirkan, emosi manusia memang hal yang sangat mengerikan karena dapat menjadi bahan bakar untuk sesuatu yang lebih besar.


Sambil memikirkan betapa ironisnya semua itu, Olpus dalam keheningan yang hanya ditemani oleh suara siulan angin itu menutup matanya sambil merasakan hawa keberadaan seseorang mendekat.


"Akhirnya kau datang, ya? Leo."


"Kenapa kau memanggilku ke sini, Olpus?


Olpus tersenyum. " Ada sesuatu yang sangat penting yang ingin kubicarakan denganmu. Bisakah aku minta waktumu sebentar? "


"Begitu, ya? Kalau begitu tidak masalah. Ngomong-ngomong, apa aku membuatmu menunggu lama? "


"Ya. Sangat lama sampai-sampai aku bisa melakukan kilas balik yang panjang itu."


Leonardo memiringkan kepalanya, jelas tidak mengerti dengan apa yang Olpus katakan.


"Yahh, lupakan itu. Seperti yang kukatakan tadi, ada sesuatu yang sangat penting yang harus kubicarakan denganmu."


"Dan? Tentang apa itu? "


Olpus menarik napas sejenak, lalu menatap Leonardo dengan pandangan prihatin. Ia sudah mempersiapkan diri untuk apa yang akan Leonardo lakukan selanjutnya ketika ia memberitahu tentang Lucia pada Leonardo.


Leonardo yang melihat keseriusan Olpus itu mau tak mau jadi ikut terbawa. Ia mempersiapkan dirinya untuk mendengar apa yang akan Olpus katakan.


"Ini tentang Lucia. Sebenarnya, beberapa saat yang lalu Lucia telah berkhianat dan keluar dari kelompok."


" … Eh? "


Butuh beberapa saat sampai Leonardo bisa mengerti apa yang Olpus katakan.


"T-tunggu … Itu tidak mungkin, 'kan? Pasti ada kesalahan! "


(Sudah kuduga akan seperti ini … )


Olpus hanya bisa menghela napas pasrah karena reaksi yang diberikan Leonardo sama persis seperti apa yang ia perkirakan.


Leonardo menunjukkan wajah ketakutan yang sangat jelas, sementara tubuhnya gemetar saat ia menatap Olpus dengan pandangan tidak percaya.


"Aku tahu kalau kau tidak akan mempercayai ini. Tapi, ini adalah kenyataannya. Lucia sudah berkhianat dan meninggalkan kita."


Olpus kemudian mengulurkan tangannya dan menunjukkan lempengan logam yang Leonardo kenali sebagai alat perekam.


Alat perekam itu memancadkan cahaya samar untuk beberapa saat, lalu memunculkan layar mengambang di udara.


Yang terpampang pada layar itu adalah Lucia yang sama yang dihadapi Olpus sebelumnya. Kain hitam yang biasa menutupi kedua matanya terbuka, dan sebuah topeng hitam dengan corak emas terlampir di pinggangnya.


Di sana, Lucia tampak berbicara pada Olpus. Leonardo mendengarkan semua percakapan itu tanpa melewatkan satu kata pun. Meskipun begitu, ia masih tidak mau mempercayainya.


"Aku tahu apa yang kau rasakan, Leo. Ditinggalkan oleh seseorang yang sangat dekat denganmu, itu pasti menyakitkan. Tapi, kau tidak boleh menjadikan itu sebagai alasan untuk mundur."


Kepala Leonardo tertunduk. Dia tanpa mengatakan apa pun hanya menatap tanah dengan bingung.


Kemudian, dia mengangkat kepalanya dan berbicara pada Olpus.


"Kalau begitu, aku akan menyusulnya! "


"Tidak, kau tidak boleh."


Olpus dengan cepat menolak.


"Kenapa?! "


Cahaya hilang dari mata Olpus. Dia menatap Leonardo dengan dingin dan wajah tanpa emosi. Meskipun kuat, Leonardo tetaplah seseorang dengan fisik dan mental anak-anak. Secara alami, ia merasa takut dengan tekanan yang dipancarkan Olpus.


"Tidak seperti Lucia yang hanya menjalin hubungan kerja sama dengan kami, kau masih terikat kontrak."


Olpus kemudian melirik leher Leonardo. Di bagian itu, terdapat sebuah tato hitam aneh yang mengganggu penampilannya sebagai anak-anak.


Leonardo secara refleks langsung menggerakkan tangannya untuk menutupi tato itu.


"Karena itulah. Sampai kau menyelesaikan kontrak yang kau buat dengan kami, kau tidak boleh pergi seenaknya. Kau harus tetap bersama kami sampai semua tugasmu selesai. Jika kau tidak mematuhi kontrak itu, kau tahu apa yang akan terjadi, 'kan? "


Tentu Leonardo tahu itu. Ia sudah terikat oleh kontrak itu selama kurang lebih dua tahun, dan selama itu pula ia mulai terbiasa dengannya.


Tato itu adalah simbol yang terbentuk setelah Leonardo menjalin kontrak khusus dengan Olpus. Berkat itu, ia mendapatkan peningkatan kekuatan yang cukup drastis. Namun, itu juga mengikat kebebasannya akan sesuatu.


Jika Leonardo memberontak atau melakukan tindakan yang dapat dianggap mengkhianati Olpus, maka tato itu akan secara otomatis mengalirkan sihir ke kepalanya, dan langsung membakar otaknya seperti gelombang panas yang dipancarkan oven.


Leonardo tahu itu. Tapi, keinginannya untuk segera pergi dan menyusul Lucia lebih besar dari kepeduliannya terhadap nyawanya sendiri.


"Leo. Aku tahu apa yang kau pikirkan. Jangan lakukan itu. Jika kau pergi, kau hanya akan membuat usaha yang Lucia lakukan menjadi sia-sia."


" … Usaha? "


Setelah mendengar itu, entah mengapa Leonardo menjadi sedikit lebih tenang. Ia menatap Olpus dan secara tersirat memintanya untuk melanjutkan.


"Kau mungkin sudah menebaknya. Lucia melakukan semua ini bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untukmu. Jika kau pergi dan mati sekarang, maka semua yang ia lakukan akan sia-sia."


Meskipun memiliki penampilan publik yang cenderung dingin dan tak berperasaan, nyatanya, Olpus adalah seseorang yang sangat memperhatikan bawahannya.


Ia memang tak menunjukkan kepedulian itu secara langsung, itu juga karena rekan-rekannya yang selalu mengawasi gerak-geriknya. Tapi, Olpus akan melakukan apa pun agar apa yang dilakukan oleh bawahannya tidak akan sia-sia.


Olpus sendiri memang tidak mau mengakuinya, tapi dia sebenarnya adalah orang yang cukup bertanggung jawab. Jika ada seseorang menitipkan sesuatu padanya, maka ia akan menjaga itu dengan sepenuh hati sampai orang itu kembali untuk mengambil 'barang'nya kembali.


Lucia secara tidak langsung mengatakan kalau ia akan menitipkan Leonardo padanya, dan Olpus menerima peran itu. Jadi, Olpus kini memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap Leonardo. Lebih dari sebelumnya.


"Aku mengerti dengan keinginanmu untuk segera menyusulnya. Tapi, kau tidak bisa melakukan itu. Setidaknya, tidak untuk sekarang."


"Eh? "


Leonardo mengangkat wajahnya dan menatap Olpus dengan terkejut.


"A-apa maksudmu? "


"Dengar. Aku bukanlah orang yang baik sehingga tidak layak untuk kau jadikan contoh. Tapi, aku tetaplah pemimpinmu. Aku tidak bisa membiarkan bawahanku terus menerus tenggelam dalam keterpurukan karena ketidakmampuanku dalam membantu masalah kalian. Karena itu, aku akan memberimu kesempatan, Leo."


" … Kesempatan? "


"Benar. Aku akan memberimu kesempatan untuk bisa bebas dan mengejar Lucia begitu waktunya tiba. Sampai saat itu tiba, berlatihlah hingga kau menjadi semakin kuat, dan buktikan kalau kau layak untuk melepaskan diri dari belenggu kontrak yang terbentuk di antara kita."


" ……… "


Leonardo tak mengatakan apa pun untuk menjawabnya. Ia hanya menatap dan mendengarkan setiap kata yang Olpus katakan.


"Ini mungkin sulit untukmu. Tapi, kau tetap harus bersabar. Lucia tidak akan pernah jauh darimu. Aku bisa jamin itu. Tidak peduli berapa lama itu berlangsung, aku yakin kalau kau masih memiliki kesempatan untuk mengejar Lucia."


Olpus mengatakan itu dengan penuh keyakinan bukannya tanpa alasan. Ia tahu kalau Lucia tidak akan mati dengan mudah, karena itu ia yakin kalau Lucia memiliki banyak waktu sampai Leonardo akhirnya cukup kuat untuk mengejarnya.


"Dan saat kau bertemu dengannya lagi, buat dia terkejut dengan perubahanmu. Kejutkan dia dengan kekuatan yang kau miliki. Buat dia mengakuimu, dan jangan biarkan dia melindungimu lagi. Itu adalah hal yang harus kau lakukan, Leo."


" ……… "


Leonardo terdiam. Dia merasa masih terlalu muda untuk memahami kata-kata berat yang Olpus ucapkan. Meskipun begitu, ia mengerti sebagian besar maksudnya. Karena itu, Leonardo akan mengikuti apa yang Olpus katakan dan memutuskan untuk menunggu hingga waktunya tiba.


Leonardo tersenyum dan mengepalkan kedua tangannya dengan penuh semangat. Olpus benar-benar terkejut dengan kekuatan mentalnya yang dapat beradaptasi dengan mudah hanya dalam beberapa menit.


"Kalau begitu … Aku akan menunggu sampai saat itu tiba! Aku akan menjadi kuat agar Lucia tidak menganggapku anak-anak lagi! Kau benar, Olpus! Lucia pasti akan menungguku! "


Olpus sangat menyadari potensi yang dimiliki Leonardo. Jika Olpus bisa mengembangkan Leonardo menuju titik batas potensinya, maka Leonardo pastilah akan menjadi orang yang sangat kuat, melebihi kekuatan yang ia miliki sekarang.


Itu adalah hal yang bagus. Melihat bawahannya tumbuh dan menjadi sangat kuat adalah hal yang membahagiakan bagi Olpus. Sekaligus, akan menjadi hal yang menyedihkan karena rekan-rekannya yang lain pastilah tidak akan tinggal diam ketika melihat bawahannya memiliki kekuatan sangat besar.


Bahkan sampai saat ini Olpus masih menyimpan banyak rahasia yang tidak diketahui oleh rekan-rekannya. Ia sudah bersumpah untuk menjaga rahasia itu sampai akhir hidupnya.


Tentu ia sedikit merasa bersalah ketika harus merahasiakan banyak hal dari orang-orang yang mempercayainya, tapi ia tak bisa membiarkan rahasia itu bocor.


Semua rahasia yang ia miliki. Tentang masa lalunya, kebenaran yang ia ketahui, kepercayaan, keyakinan, dan berbagai hal kejam yang harus dilakukan untuk menciptakan seorang 'Leonardo Ozwal'.


...****************...