[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 44: Aku tidak tahu apa yang harus ditulis di sini



...****************...


"Uwaahh … Ini benar-benar ramai"


"Nn … Lagipula … Ini hari terakhir"


"Ughh … Berisik"


Noelle, Olivia dan Charlotte berkomentar secara berurutan ketika mereka melihat kerumunan penonton yang menyoraki mereka dari luar.


Charlotte bukanlah seseorang yang menyukai keramaian. Bukannya dia tidak suka, hanya saja dia akan lebih senang berada di tempat yang sepi dimana hanya ada dirinya sendirian.


Mungkin itulah yang orang-orang sebut dengan kepribadian introvert.


Begitu juga dengan Noelle dan Olivia, mereka tidak terlalu menyukai keramaian, namun setidaknya mereka bertiga masih bisa beradaptasi dengan situasi itu, hanya saja, bertahan di keramaian adalah hal yang cukup melelahkan.


Mereka bertiga merasa stamina mereka lebih cepat terkuras saat mereka berada di tengah keramaian, terutama ketika mereka menjadi sorotan perhatian.


Tapi mereka harus bertahan, karena bagaimanapun, ini adalah dunia lain. Ini tidak seperti bumi dimana mereka bebas menjadi seseorang yang tertutup tanpa harus mengkhawatirkan banyak hal.


Meskipun begitu, setidaknya mereka bertiga cukup ahli dalam bersosialisasi, itu mungkin karena di kehidupan sebelumnya, mereka bertiga adalah sosok yang cukup dikenal baik oleh guru, maupun murid di sekolah.


『Baiklah semuanya! Apakah kalian siap untuk turnamen hari terakhir?!』


Suara komentator dengan jelas disampaikan pada semua orang di arena dan kursi penonton.


Arena penuh dengan suasana tegang, namun tidak menghentikan para penonton untuk bersorak keras dan menyemangati peserta yang ikut bertarung di arena.


Setelah babak kualifikasi di hari sebelumnya, kini jumlah peserta benar-benar sudah berkurang drastis.


Yang awalnya berjumlah 300 orang, kini hanya tersisa 50 orang terkuat. Diantara mereka yang ada di arena, beberapa memiliki ekspresi kebanggaan dan percaya diri yang sangat jelas di wajahnya, namun juga ada yang memiliki ekspresi kegugupan saat tangan mereka menggenggam erat senjata mereka, dan beberapa diantaranya hanya diam tanpa ekspresi kesulitan apapun, benar-benar hanya berdiri dengan tenang sambil mengamati sekelilingnya.


Kelompok Noelle adalah kelompok yang paling menonjol dari semua orang di sana. Bagaimanapun, mereka bertiga adalah orang-orang yang disebut sebagai kandidat terkuat untuk menjadi pemenang. Dan meskipun begitu, Charlotte dengan jelas menunjukkan kegugupannya dengan senyuman canggung.


Dia tidak seperti Noelle dan Olivia yang mendapatkan kekuatannya sabagai hasil latihan keras, dia hanyalah pemula yang mendapatkan kemenangan dengan bantuan senjata yang kuat.


(Aku akan memastikan untuk meminta mereka berdua melatihku nanti … )


Charlotte berpikir begitu ketika dia merasakan kegugupannya hampir mencapai puncak.


Noelle memperhatikan itu dan hanya tersenyum kecut. Dia sendiri sudah terbiasa dengan menjadi pusat perhatian, tapi dia tidak akan bisa menyangkal jika seseorang mengatakan kalau dirinya saat ini sedang gugup.


(………!)


Noelle memperhatikan sekelilingnya dengan tenang, namun dia segera berkedut setelahnya. Itu karena di salah satu kursi penonton, ada seorang gadis cantik yang tersenyum padanya.


Gadis itu memiliki rambut dan mata hitam yang sangat gelap, dia adalah anggota Abyss clanman yang ditemui Noelle semalam, Chloe Vanpille.


(Apa yang dilakukan gadis itu di sini?!)


Gadis itu baru saja dilepaskan oleh Noelle setelah dirinya diculik oleh kelompok tertentu, tapi dia justru dengan santainya berkeliling kota dan menonton turnamen di colosseum.


Terlebih lagi, Chloe adalah target dari Lindsey, Lindsey pasti akan merasa curiga karena ia tidak mendapatkan kabar apapun dari kelompok penculik itu, lagipula, sejak awal Noelle lah yang mendapatkan surat itu lebih dulu, jadi surat itu tidak pernah sampai pada Lindsey.


Ketika Noelle dengan panik memikirkan apa yang harus ia lakukan, Noelle bisa merasakan tatapan yang menusuk berasal dari samping.


Itu adalah Olivia yang menatapnya dengan mata dingin dan kosong. Mata Olivia melirik Chloe sejenak, lalu dia kembali menatap Noelle.


(Sial … )


Tatapan itu menyiratkan pesan 'Jelaskan padaku nanti', seperti itu.


Noelle mengutuk Chloe di dalam pikirannya sementara Chloe hanya menontonnya dari jauh dengan senyum polos.


『Baiklah! Semua peserta sudah siap?!』


Sekali lagi suara komentator disiarkan dengan sangat jelas menggunakan sihir angin.


『Kalau begitu, biarkan pertarungannya dimulai!!!』


Ketika komentator mengungumkan itu, penonton menjadi semakin ribut, ledakan kecil yang sudah disiapkan untuk aba-aba telah ditembakkan, dan suara para penonton menggetarkan arena.


Namun tidak begitu yang terjadi di arena. Meskipun para penonton sangat ribut, tidak ada satupun peserta yang bergerak.


Beberapa sudah menyiapkan kuda-kuda ketika mereka mencengkram senjata mereka dengan erat.


Dan sisanya saling mewaspadai peserta yang lain.


(Sepertinya tidak ada yang mau bergerak huh … Haruskah aku berinisiatif memulainya … ?)


Noelle mengamati semua peserta dan menyimpulkan kalau tidak akan ada yang bergerak di antara mereka.


(Sepertinya aku harus bergerak lebih dulu huh … )


Menghela nafas sejenak, Noelle kemudian menggerakkan tangannya dan mengeluarkan beberapa pedang dari ruang kosong.


Noelle mengeluarkan lima pedang dan mulai mengendalikan semua pedang itu untuk mengelilinginya seperti satelit.


Tindakannya itu memancing semua mata peserta lainnya untuk menatapnya dengan tegang.


Itu wajar, lagipula Noelle telah memenangkan semua pertandingan yang dia ikuti dalam 2 hari terakhir ini dengan sangat mudah.


Jadi tidak heran jika mereka menyimpulkan kalau Noelle adalah lawan yang kuat.


Noelle mengendalikan semua pedang itu dan segera mengambil ancang-ancang untuk bertarung.


Ketika Noelle melakukan gerakan bersiap itu, semua peserta sontak menyiapkan senjata mereka, namun itu percuma.


Hanya dalam satu kedipan mata, Noelle tiba-tiba muncul di hadapan salah satu peserta, dan menendang perut orang itu.


Peserta yang mendapatkan tendangan lutut di perutnya oleh Noelle itu langsung terpental ke belakang dan menabrak dinding dengan keras, mengeluarkan semua udara dari paru-parunya.


『Whooaa!! A-apa?! Peserta Noelle memulai serangan dengan tendangan telak!!』


Semua peserta hanya menatap Noelle dalam diam, hanya ketika komentator itu bersorak lah mereka kembali ke kesadaran mereka dan langsung menyiapkan senjata mereka untuk menghabisi lawan yang ada di sekitar.


Begitu pula dengan Olivia dan Charlotte, Olivia langsung bergerak maju dengan memanfaatkan kekuatan dan kecepatannya, lalu menusukkan rapiernya pada perisai yang digunakan pria di depannya.


Tentu saja, pria dengan perisai itu langsung terpental mundur dan menabrak dinding hingga pingsan.


Sedangkan Charlotte tetap diam, namun menggerakkan tangannya untuk mengendalikan Centipede dan menyerang semua orang yang ada di jangkauannya.


Centipede milik Charlotte meliuk-liuk di udara dan menebas satu-persatu orang yang ada di lintasannya.


Melihat situasi sudah cukup memanas, Noelle tersenyum kecil dan kembali mengambil ancang-ancang.


Dia menyatukan kedua pedangnya dengan menggunakan skill 《Sword Manipulation》, sebuah pedang panjang dengan penampilan aneh muncul di tangan kanannya.


"《Blood Edge : Type 1》"


Begitu dia menggumamkan nama skill, sebuah pedang merah darah mulai terbentuk di tangannya yang lain.


Noelle melompat maju menuju target selanjutnya dan bersiap menebas dengan pedang darah di tangannya, membuat targetnya langsung menyiapkan pedangnya sendiri untuk menangkis itu.


Namun begitu pedang mereka akan berbenturan, pedang darah Noelle berubah menjadi cairan, lalu membeku membentuk pedang lagi setelah melewati pedang lawan.


Itu terjadi begitu cepat sehingga lawannya tidak sempat menghindar, tapi Noelle mengubah gerakannya dan memastikan untuk menyerang lawannya itu hanya dengan sisi datar pedang sehingga lawannya langsung terpental jauh dengan leher yang membengkok.


(Satu lawan telah tersingkir~)


Noelle dengan riang memikirkan itu dan berniat melanjutkan ke target selanjutnya, namun ketika dia hendak melakukan itu,


(……!)


Naluri bertarung yang telah dia asah selama bertahun-tahun membunyikan alarm keras. Noelle pun sontak melihat ke langit, tepat beberapa puluh meter di atas kepalanya, muncul sebuah kilatan yang terasa membutakan mata.


Noelle hampir secara naluriah mengendalikan semua senjatanya dan membuat semua pedang itu berkumpul di atas kepalanya, membentuk sebuah jarum yang mengarah ke atas.


Dan seketika, petir yang sangat hebat menyambar tepat di ujung pedang yang berada di atas kepalanya.


Petir itu sangatlah besar, suaranya yang seolah membelah udara dan bisa membuat telinga seseorang menjadi tuli sejenak, serta gelombang kejut yang akan menghempaskan segala yang ada di sekitar targetnya.


Bahkan pedang yang dikumpulkan Noelle dan membentuk jarum itu sudah meleleh dengan bekas kemerahan di setiap sisinya.


"Whoa! Kau berhasil bertahan tanpa luka! "


Kesunyian memenuhi arena dan bangku penonton saat melihat pemandangan itu, namun suasana yang membeku itu langsung meleleh dalam sekejap ketika suara laki-laki yang tampak terkejut dari belakang Noelle.


(Pria dengan sta○d … Cryll Light huh … Dia memiliki 'Sword Geist' kemampuan untuk mengendalikan petir … )


Pelaku dibalik petir hebat itu adalah seorang laki-laki yang memiliki salah satu dari 'Star Series' yang diceritakan Anastasia pada Noelle.


"Hebat! Bagaimana kau bisa menghindari petirku?! Hey, beritahu aku caranya! "


Cryll dengan senyum cerah terus berbicara saat dia menatap Noelle dengan mata berbinar. Melihat itu, Noelle hanya mampu mengerutkan dahinya dan memberikan pandangan jijik pada Cryll.


Alasan Noelle bisa menghindari petir besar itu tentu saja karena kumpulan pedang yang ia susun barusan.


Dengan begitu, petir yang ditembakkan Cryll tidak akan pernah menyentuh Noelle, melainkan ditangkap kumpulan pedang itu dan dialihkan ke tanah.


Singkatnya, Noelle meniru fungsi tiang penangkal petir.


Meskipun tidak akan ada masalah jika dia terkena serangan itu secara langsung karena lukanya akan langsung sembuh, dan dia juga tidak akan merasakan sakit.


Tapi jika dia menunjukkan itu, itu hanya akan menjadi kecurigaan yang akan merepotkannya di masa depan.


Noelle menghela nafas singkat saat dia dengan tenang memikirkan itu, namun dia diganggu oleh kutu yang kebetulan lewat.


"Ahaha brengsek! Kau lengah! Tunduk lah pada tuanmu yang agung ini— Bufuuhh—"


"Bacot, minggir sana"


Seorang pria berteriak keras saat ia mengayunkan senjatanya pada Noelle, namun Noelle hanya menatapnya dengan jengkel dan menendang perut pria itu.


Pria yang mendapatkan tendangan kecil dari Noelle itu langsung terlempar ke belakang dan menabrak dinding hingga dinding itu retak, bagian putih dari mata pria itu juga terlihat dengan jelas ketika kesadaran langsung menghilang dari pikirannya.


Meskipun tanpa penguatan tubuh, hanya dengan tendangan kecil dari Noelle yang memiliki spesifikasi tubuh vampir, itu sudah terasa seperti tertabrak sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi.


Kebanyakan orang cenderung menggunakan sihir penguatan tubuh tanpa mereka sadari, begitu pula dengan pria yang baru saja menerima tendangan dari Noelle. Dia sudah menggunakan penguatan tubuhnya, tapi Noelle dengan mudah mengabaikan itu dan memberinya tendangan fatal.


Namun, Noelle dan Olivia tidak pernah menggunakan penguatan tubuh mereka, spesifikasi tubuh mereka sudah sangat kuat bahkan tanpa menggunakan itu.


Melihat tubuh pria yang dia tendang tadi telah terjatuh, Noelle kembali menghela nafas dan melihat kelima pedang yang dia korbankan untuk menjadi penangkal petir.


(Sepertinya sudah tidak bisa kugunakan huh … )


Mengatakan itu di pikirannya, Noelle membuang kelima pedang yang sudah meleleh itu, dan mengambil lima pedang baru dari spatial storagenya.


Batas kendalinya saat ini adalah lima pedang jika ia harus mengendalikannya sendiri-sendiri, namun Noelle bisa mengendalikan lebih banyak lagi jika ia mengelompokkan beberapa pedang sekaligus dan menjadikan satu pedang sebagai pemimpinnya. Hanya saja, pedang yang dikelompokkan itu akan memiliki gerakan yang sama persis dengan pedang pemimpin.


Itu adalah batas kemampuannya saat ini. Bagaimanapun, kemampuan psychokinesis yang diberikan 'Verstand' padanya menggunakan kekuatan pikiran untuk mengendalikan kekuatan itu.


Semakin banyak yang ia kendalikan secara langsung, maka akan semakin besar pula beban pada pikirannya.


Noelle selesai mempersiapkan pedangnya, selama itu juga Cryll hanya menontonnya dengan senyum cerah.


(Bolehkah aku menghajar orang ini … ?)


Noelle semakin jengkel dengan senyumnya itu, jadi dia langsung menendang tanah sekuat mungkin dan muncul di hadapan Cryll bahkan kurang dari satu kedipan mata.


Kemunculannya yang tiba-tiba itu membuat Cryll sontak melebarkan matanya, Noelle tidak akan melewatkan kesempatan itu dan menggerakkan kedua tangannya untuk menyerang Cryll dengan tebasan silang.


( … ?!)


Sebelum Noelle sempat menghunuskan pedangnya pada Cryll, namun serangan Noelle itu telah berhenti dengan kurang dari beberapa detik.


Cryll menangkis serangan itu dengan satu pedang di tangannya dan satu pedang lain dipegang oleh 'Sword Geist' di belakangnya.


(Dia bisa menggunakan tangannya sendiri sekaligus tangan Sword Geist di belakangnya … Ini merepotkan … )


Noelle tersenyum kecut saat ia memberikan pandangan jengkel pada Cryll, tapi dia segera melompat mundur dan kembali menyiapkan pedangnya untuk menghadapi Cryll.


Sementara Noelle dan Cryll saling bersilangan pedang, ada Charlotte yang mengerutkan dahinya saat ia terus mengayunkan 'Centipede' dan menyingkirkan semua yang ada di jalurnya.


(Aahhh … Mereka terlalu banyak! Aku tidak bisa melawan mereka semua sekaligus!)


Saat ini ia sedang dikelilingi oleh banyak peserta sekaligus, tapi dia hanya mengayunkan pedang cambuknya untuk menyingkirkan mereka.


Awalnya itu bekerja dengan baik, namun lama-kelamaan, Charlotte semakin kehabisan stamina untuk mengayunkan pedang cambuk yang memiliki bobot besar itu.


(Apakah ada cara untuk menyingkirkan mereka semua sekaligus?! Noelle sedang berhadapan dengan laki-laki bernama Cryll itu di sana, dan Olivia … Sepertinya dia tidak memiliki kesulitan apapun)


Charlotte mengalihkan pandangannya dan melihat Noelle yang sedang betarung sengit dengan Cryll.


Dan ketika dia mengalihkan pandangannya ke sisi lain, dia melihat Olivia yang dikelilingi banyak pria yang bersujud padanya.


Pria-pria itu bersujud di hadapan Olivia dengan keadaan hampir tanpa busana. Semua senjata telah dilucuti dari tubuh mereka, dan mereka hanya bersujud dengan wajah kesenangan yang menjijikkan.


Olivia sendiri memiliki ekspresi sombong seperti ratu bajak laut yang telah menaklukkan tujuh samudra.


( … Lupakan Olivia … Bagaimana aku harus menyingkirkan orang-orang ini? )


Ia dengan wajah tidak senang memikirkan berbagai cara untuk menyingkirkan semua lawannya sekaligus sambil membagi konsentrasinya untuk mengayunkan Centipede.


(Ahh ada … Tidak, tunggu … Apakah aku bisa menggunakan itu? Aku belum pernah menggunakannya sih … Tapi sekarang aku memiliki kapasitas mana yang lebih besar dari sebelumnya kan? Ini baik-baik saja kan?!)


Charlotte sudah memikirkan suatu cara untuk menyingkirkan semua lawannya, namun dia ragu untuk melakukan itu.


Bagaimanapun, serangan yang ia pikirkan akan mengkonsumsi banyak kekuatan sihir untuk mengaktifkannya, wajar jika ia merasa ragu.


Namun Charlotte yang sekarang adalah seorang 'Fallen-Angel', jadi kualitas fisik dan sihirnya seharusnya jauh lebih baik daripada saat ia masih menjadi manusia.


Saat ia dengan serius memikirkan itu, dia akhirnya membuat keputusan.


(Sepertinya tidak ada cara lain … Huh … )


Begitu dia membayangkan sihir yang akan ia gunakan, sebuah lingkaran sihir besar muncul di atas kepalanya.


Charlotte menuangkan setiap kekuatan sihir yang ia miliki pada lingkaran sihir itu, keringat membanjiri wajahnya saat ia memfokuskan pikirannya untuk membentuk sihir yang belum pernah ia gunakan sebelumnya.


Untuk membentuk dan menggunakan suatu sihir, dibutuhkan visualisasi yang jelas dan kuat dari pengguna, dan Charlotte sama sekali belum pernah menggunakan mantra ini sebelumnya, jadi dia agak kesulitan untuk membentuk lingkaran sihir-nya.


"《Tidal Wave》"


Begitu visual yang jelas telah muncul di benaknya, Charlotte segera menggumamkan mantra sihir-nya.


Lingkaran sihir kebiruan yang sebelumnya berputar statis, kini mempercepat putarannya dan,


Menembakkan semburan air yang sangat besar dan membanjiri arena dalam sekejap.


"Tunggu— Charl kau idiot! "


Noelle dengan panik berteriak padanya, tapi Charlotte tidak mendengar dan justru membentuk penghalang untuk melindungi dirinya sendiri dari tsunami yang dia buat. Orang-orang yang tadi menyerangnya kini telah hanyut terbawa air.


"《Bloody Paving》!"


Noelle dengan panik melompat dan membentuk pijakan di udara tepat di bawah kakinya dengan manipulasi darah.


Pijakan darah itu melayang di udara dengan Noelle yang berdiri di atasnya.


(Serius?! Dia benar-benar idiot! )


Noelle dengan panik mencela Charlotte di pikirannya saat matanya berkeliaran mencari Olivia.


(Sepertinya Olivia tidak memiliki masalah)


Di ujung pandangannya, dia bisa melihat Olivia yang berdiri di gunungan es yang dia buat saat dia dengan dingin menatap Charlotte.


(Kenapa mereka menatapku begitu?! Bukankah aku sudah menyingkirkan mereka dengan baik?! Seharusnya mereka lebih memujiku!)


Dia memikirkan itu di kepalanya, namun dia segera menyadari kesalahan yang ia buat.


"Hehe, aku tidak tahu siapa kau, tapi terimakasih atas bantuannya! "


Cryll dengan senyum sembrono berteriak saat dia mengayunkan tangannya dengan kuat.


Dan seketika, petir menyambar arena … Lebih tepatnya menyambar air yang membanjiri arena.


Air adalah konduktor yang sangat baik untuk listrik, prinsip itu tidak berubah bahkan di dunia lain.


Jadi, jika Charlotte membanjiri arena dengan air dan Cryll mengeluarkan petirnya dengan Swors Geist, apa yang akan terjadi?


Tentu saja, pertanyaan itu adalah pertanyaan yang bahkan bisa dijawab oleh anak sekolah dasar.


Begitu petir Cryll menyambar, arena yang dibanjiri air itu langsung menyala terang dan menghanguskan semua orang yang ikut terbawa oleh air.


Tentu saja, Noelle, Olivia dan Charlotte adalah pengecualian karena mereka sudah melindungi diri mereka lebih dulu, dan Cryll memiliki kekuasaan yang penuh terhadap petir yang ia kendalikan, jadi ia juga aman.


"A—ahaha aku tidak sengaja"


"Sudah percuma untuk mengelak sekarang Charl"


"Charl … Kau bodoh"


"Ugh"


Charlotte yang mendapatkan penghinaan dari Noelle dan Charlotte langsung menundukkan kepalanya dengan senyum canggung.


(Bagus sekali … Sekarang aku jadi ingin makan sup … Akan kuminta Olivia untuk membuatkannya nanti)


Di arena yang dibanjiri air yang mendidih karena sambaran petir dan tumpukan mayat(?) yang mengapung, Noelle justru dikuasai rasa lapar karena ia tidak sempat sarapan pagi tadi.


...****************...