![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Kerja bagus~"
Suara Noelle yang ceria terdengar jelas saat ia menyapa Charlotte yang sedang duduk di kursi perawatan.
Charlotte tidak menjawab dan hanya menatapnya dengan cemberut, sama seperti Olivia yang duduk di sampingnya.
Melihat itu, Noelle hanya tersenyum masam sambil melihat-lihat sekelilingnya.
"Cukup ramai disini~", kata Noelle sambil tercengang.
"Begitulah … Banyak yang terluka kali ini, jadi tim medis bekerja sangat keras"
Charlotte merespon Noelle saat matanya berkeliaran memperhatikan sekelilingnya.
"Dan kau pikir … Salah siapa itu~? "
Mendengar respon dari Charlotte, Noelle langsung tersenyum menggoda saat dia menatap Charlotte.
Begiru dia mendengar kata-kata Noelle, Charlotte langsung mengalihkan wajahnya saat wajahnya memerah karena malu.
Ia tahu kalau Noelle hanya mempermainkannya, tapi tetap saja, kesalahan yang ia lakukan di arena tadi adalah murni salahnya sendiri.
"I-ini bukan salahku … Ini salah mereka yang terlalu lemah karena langsung mendidih hanya dengan siraman kecil"
"Skala penyalahanmu terlalu besar! Minta maaf pada mereka yang kulitnya melepuh karena ulahmu! "
Noelle mulai menatap Charlotte dengan pandangan ngeri ketika Charlotte membuat alasan dengan melemparkan semua kesalahannya pada peserta lain.
Namun percakapan santai itu langsung berhenti ketika Olivia bergumam.
"Noelle … Gadis itu … "
"Hmm? "
Olivia menatapnya dengan wajah mengantuknya yang biasa, tapi ada sedikit keseriusan di tatapannya yang sayu itu.
"Ahhh … Aku akan menjelaskannya nanti, untuk sekarang—"
"Bukan itu"
Noelle tidak sempat menyelesaikan kata-katanya karena Olivia langsung menyela, Noelle langsung menatapnya, tapi Olivia hanya menunjuk ke ujung ruangan.
"Aku baru saja melihat gadis itu dibawa oleh beberapa orang", Kata Olivia sambil menatap Noelle.
"Eh? "
Begitu Olivia mengatakannya, Noelle langsung melihat ke arah yang ditunjuk jari Olivia.
Disana terlihat seorang gadis berambut hitam yang sedang pingsan dan dibawa oleh beberapa orang dengan jubah dan topeng.
Orang-orang dengan jubah itu memiliki kehadiran yang sangat tipis sehingga tidak ada yang menyadari mereka. Bahkan Noelle dan Charlotte baru menyadari keberadaan mereka setelah diberitahukan oleh Olivia.
"Siapa dia? ", tanya Charlotte sambil memiringkan kepalanya.
"Namanya Chloe Vanpille, aku akan menjelaskan detailnya nanti, tapi … Singkatnya dia adalah orang yang diculik oleh Lindsey, dan aku menyelamatkannya semalam"
Noelle mulai menjelaskan saat dia melihat kelompok itu menghilang.
"Eh? Bukankah itu berarti kita harus menyelamatkannya lagi? "
Charlotte mulai berbicara dengan panik saat dia menatap Noelle, namun Noelle hanya meletakkan tangannya di dagu dan berpikir sambil bergumam pada dirinya sendiri.
"Tidak … Lebih baik biarkan saja … Ini akan membantu pekerjaan menjadi lebih cepat"
"Eh? "
Charlotte semakin bingung dengan kata-kata Noelle, begitu juga Olivia. Namun Olivia segera mengerti maksud Noelle karena dia langsung menganggukan kepalanya.
"Dengar, gadis itu … Chloe adalah korban penculikan, dan aku sudah menyelamatkannya semalam"
"Ya … "
"Dia adalah korban penculikan, tapi dia bukan budak … Jadi Lindsey tidak bisa berbuat apa-apa jika perbuatannya terungkap"
"Eh? "
Charlotte semakin tidak mengerti, Noelle hanya mengabaikannya dan terus menjelaskan.
"Tentu saja Lindsey itu akan menyembunyikan keberadaan Chloe dari publik … Dan ada juga kemungkinan dia akan menjadikan Chloe sebagai budak, tapi tetap saja … Chloe tidak akan memiliki identitas resmi sebagai budak"
"………"
"Jika kenyataan bahwa dia menculik warga sipil terungkap, citranya akan semakin memburuk di mata bangsawan besar lain … Meskipun dia memiliki sifat yang buruk, dia tetaplah bangsawan, jadi dia harus mengumpulkan banyak koneksi penting … Dan acara penutupan malam ini adalah kesempatannya untuk melakukan itu"
"………"
"Yahh, meskipun Lindsey menjadikan Chloe sebagai budak … Chloe tidak akan menuruti kata-katanya, dia justru hanya akan melihatku sebagai tuannya"
"Eh? Kenapa? "
Charlotte bertanya-tanya saat Noelle mulai menunjukkan senyum licik saat matanya menyipit.
"Meskipun Lindsey menanamkan kontrak budak pada Chloe, itu tidak akan berhasil, karena … Aku sudah menjadikan Chloe sebagai Vampir dengan darahku … Dengan begitu, Chloe telah menjadi bloodkin-ku … Dan bloodkin tidak akan bisa membantah tuannya", kata Noelle saat dia tersenyum keji.
Noelle dengan mudahnya memanfaatkan dan mengorbankan apapun atau siapapun demi mencapai tujuannya, itu adalah hal yang menakutkan dari dirinya, bahkan Charlotte sendiri menatap Noelle dengan pandangan ngeri.
Meskipun Charlotte sudah membuang sisi dirinya yang naif seperti anak-anak, dia masih tidak ingin melibatkan orang lain dalam masalahnya.
Tidak seperti Noelle yang memancing orang lain untuk bertindak sebagai umpan dan memanfaatkannya untuk mencapai tujuannya, Charlotte hanyalah seorang gadis dengan pemikiran layaknya manusia biasa.
Apakah itu karena pengaruh keluarganya yang diisi oleh orang-orang licik, atau dia mendapatkan sifat itu sejak reinkarnasi, atau bahkan dia memang sudah seperti itu sejak awal … Charlotte terus bertanya-tanya orang seperti apa Noelle itu.
Bagaimanapun, dia merasa semakin jauh dari Noelle dan Olivia. Dia merasa seperti seekor tikus yang dikelilingi oleh banyak hewan besar lainnya.
...****************...
Itu adalah aula yang luas dan mewah. Aula itu dipenuhi oleh orang-orang kelas atas dengan pakaian yang mewah dan aura yang mendominasi.
Orang-orang itu terus berbincang-bincang satu sama lain sambil meneguk wine di tangan mereka.
Dari tingkah laku dan penampilan mereka, siapapun bisa menjelaskan kalau mereka semua adalah bangsawan, atau orang-orang kalangan atas yang memiliki hak kehidupan yang lebih besar daripada rakyat jelata.
Dan di tengah semua itu, ada satu orang yang jelas-jelas dalam suasana hati yang buruk.
(Kenapa anak itu selalu menggangguku)
Dia adalah anggota keluarga besar Lindsey, saat ini dia sedang meneguk wine-nya dengan cemberut.
Di sekelilingnya ada beberapa orang yang saling mengobrol dengan senyum canggung ketika Lindsey mulai berjalan.
Meskipun sifatnya buruk, dia tetap lah seseorang dari keluarga bangsawan besar, jadi ada banyak bangsawan kecil yang ingin membentuk suatu koneksi dengannya, namun mereka tidak bisa mengganggu Lindsey yang sedang dalam suasana hati buruk itu.
(Bagaimana anak itu bisa menemukan target kami? Apa mungkin … Tidak! Aku yakin ini hanya kebetulan! Anak itu selalu pergi setiap malam, pengintai yang kukirim untuk memata-matai-nya mengatakan itu ! )
Dia sempat gelisah sejenak, namun dia segera menghilangkan kekhawatirannya itu ketika dia memikirkan gadis yang baru saja dia tangkap.
(Kegagalan untuk membunuh putri Margrave Suiren memang cukup merugikan, tapi untungnya kami sudah menemukan gadis itu … Abyss Clanman terakhir … Aku penasaran bagaimana dia bisa bertahan hidup selama ini … )
Dia merasakan kesenangan yang tak terkira ketika ia memikirkan targetnya adalah satu-satunya orang yang tersisa dari klan yang telah punah.
Dia sendiri memiliki berbagai macam pertanyaan bagaimana gadis itu bisa selamat sampai saat ini, namun dia hanya mengabaikan detail kecil dan bergembira atas keberhasilannya.
Dia tersenyum menjijikkan ketika ia memikirkan, itu namun kemudian sebuah suara bergema di aula dan mendiamkan semua orang yang ada di dalamnya.
"Tuan rumah, Margrave Suiren telah tiba! ", Teriak seorang prajurit yang menjaga pintu masuk aula.
Pintu terbuka dan menampilkan seorang pria dengan usia sekitar 40-an, meskipun umurnya sudah cukup tua, dia menampilkan aura yang kuat dan seolah mendominasi semua orang di aula.
Keheningan memenuhi udara, beberapa orang menelan ludahnya karena gugup, dan beberapa orang lagi memiliki mata berbinar karena melihat 'kesempatan'.
Margrave Suiren cukup terkenal di kalangan bangsawan karena eksploitasi-nya dalam bidang militer sehingga ia mendapatkan kehormatan untuk menjaga wilayah di perbatasan Kerajaan.
Dengan wajah tegas, rambut yang masih mempertahankan warna biru lapis lazuli yang indah, dan bekas luka besar di wajahnya.
Margrave Suiren terus berjalan menyusuri aula dan naik ke podium, dia melihat sekeliling ruangan dan semua orang telah menatapnya dalam diam.
Setelah memastikan ruangan telah tenang, Margrave Suiren membuka mulutnya untuk berbicara, namun—
"Ahhh, tunggu sebentar~"
Sebuah suara yang terdengar riang itu bergema di aula yang penuh dengan orang.
Semua orang di aula mencari-cari dimana sumber suara itu, tapi mereka tidak menemukannya.
Beberapa prajurit yang mengawal pesta langsung mengelilingi Margrave Suiren untuk melindunginya, namun kemudian, sebuah asap hitam tiba-tiba muncul dan mulai berkumpul di tengah aula.
"Siapa?! "
Seorang prajurit yang menjadi pengawal di pesta itu langsung berteriak sambil menusukkan tombaknya pada asap hitam itu, namun asap hitam itu tidak terpengaruh dan hanya tersebar sedikit karena angin dari tusukan tombak.
Merasa kalau serangannya tidak berpengaruh, prajurit itu langsung menarik tombaknya kembali dan memasang penghalang untuk melindungi semua orang di aula dan mengunci asap hitam itu di penghalang.
"Kuhuhu~ Apa kau pikir itu cukup untuk menahanku? "
Asap hitam itu mulai berkumpul dan membentuk wujud seorang manusia.
Orang yang muncul dari kabut itu menggunakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, namun semua orang disana sangat yakin kalau orang yang muncul dari kabut hitam tadi adalah seorang laki-laki berdasarkan suaranya yang ringan namun keras.
Laki-laki itu memiliki rambut putih seputih salju yang benar-benar menonjol dari jubahnya yang hitam pekat, dan topeng hitam yang hanya menutupi matanya.
Sebenarnya itu adalah Noelle, namun tidak ada yang menyadari itu karena efek penghalang pengenalan dari topengnya.
Jika saja Noelle melepaskan topeng itu, maka semua orang di aula pasti akan mengenalnya, namun Noelle memiliki alasan untuk tidak melepaskannya.
"Siapa kau?! "
Pria yang memasang penghalang untuk mengurung Noelle langsung berteriak ketika dia muncul, namun Noelle hanya tersenyum dan mengangkat tangannya dan menyentuh penghalang yang mengurungnya itu.
"Nahh tahan sebentar … Aku datang ke sini karena aku memiliki urusan dengan babi di sana itu", Kata Noelle sambil menunjuk Lindsey dengan tangannya yang lain.
"A-apa?! "
Lindsey berteriak, namun Noelle mengabaikannya dan menekan tangannya yang menyentuh penghalang itu. Dan seketika, penghalang itu hancur.
"A-apa?! "
Prajurit yang memasang penghalang itu langsung menyerukan suaranya karena terkejut, namun dia segera memulihkan ketenangannya dan mengarahkan tombaknya pada Noelle lagi.
"Tahan! "
Suara Margrave Suiren bergema di ruangan dan menahan prajurit itu dari posisinya.
Semua orang di aula terkejut dengan perintahnya, namun Margrave Suiren hanya dengan tenang berjalan ke arah Noelle.
"Tu-tuan! Dia berbahaya! "
Seorang pengawal yang melindunginya tadi berteriak, namun Margrave Suiren tetap mengabaikannya dan menatap mata Noelle yang ditutupi topeng itu.
Begitu dia berbicara, Noelle langsung tersenyum cerah dan muncul di hadapan Margrave Suiren hanya dengan satu kedipan, namun Margrave Suiren hanya dengan tenang berdiri seolah tak terpengaruh dengan kecepatannya.
"Yahhh, kau tahu … Babi kecil itu … Telah menculik rekanku, jadi aku datang untuk mengambilnya kembali~"
"A-apa maksudmu?! "
Lindsey mulai berteriak dengan wajah memerah karena marah, namun dia segera menyadari identitas orang di depannya sebagai Noelle.
"K-kau?! Mughh—"
Dia mulai berbicara lagi, tapi Noelle langsung muncul di hadapannya dan menutup mulutnya dengan paksa menggunakan daging ayam yang Noelle ambil dari meja prasmanan.
"Kau diam sebentar oke~? "
Meskipun dia tersenyum, tapi suasana yang dia keluarkan adalah amarah murni.
"Nahh, daripada itu … Selain dia menculik rekanku, dia juga berniat membunuh putri kesayanganmu loh, Margrave Suiren~"
Begitu Noelle mengatakannya, semua orang yang ada di aula langsung terdiam. Mereka semua sudah tahu tentang insiden penyerangan putri Margrave, namun mereka tidak tahu siapa dalangnya.
"A-apa maksudmu"
Margrave Suiren juga langsung melebarkan matanya terkejut dan tubuhnya bergetar saat dia terus bergumam.
Margrave Suiren dengan tubuh gemetar langsung menatap Lindsey yang terkapar di lantai.
(Benar-benar mudah … Dia terlalu menyayangi putrinya huh~)
Noelle hanya tersenyum kecil ketika melihat Margrave Suiren yang seorang 'Daughter-con' itu.
"H-hey, apa itu benar? Orang ini yang mencoba membunuh putriku? "
Dia bertanya pada Noelle dengan suara gemetar, Noelle hanya tersenyum lebar dan tertawa.
"Ahaha, tentu saja kau tidak akan percaya semudah itu ya! Kalau begitu, akan kutunjukkan buktinya! "
Noelle memebentangkan tangannya sambil tersenyum lebar dan mengeluarkan lusinan kertas dari balik jubahnya.
Kertas-kertas itu dengan bebas berterbangan di ruangan dan mulai berkumpul di sekitar Margrave Suiren.
Tidak butuh waktu lama bagi Margrave Suiren untuk membaca semua isi surat-surat tersebut.
"Bukan hanya percobaan pembunuhan terhadap putrimu, aku juga mengumpulkan semua bukti transaksi ilegal yang babi itu lakukan di wilayahmu, oh Margrave Suiren yang Agung~"
Setelah Margrave Suiren membaca semua surat itu, tubuhnya langsung gemetar dengan amarah dan niat membunuh yang kuat langsung keluar dari tubuhnya.
Dia dengan penuh kebencian menatap Lindsey yang pingsan di lantai, dan sebuah pedang besar muncul di hadapannya dari udara kosong.
Margrave Suiren mengambil pedang itu dan langsung berlari pada Lindsey dengan membawa pedang itu di tangannya.
"Beraninya kau … Beraninya kau … Brengseeeekkk!!! "
Dia dengan penuh amarah mengayunkan pedangnya itu untuk membunuh Lindsey dengan satu ayunan vertikal.
"Wow wow bung … Sungguh niat membunuh yang luar biasa, tapi aku ingin kau menahan diri untuk saat ini~"
Tepat sebelum bilah pedang itu mencapai kepala Lindsey, Noelle muncul dan menahan pedang itu dengan jarinya.
Mengabaikan kenyataan kalau pedang itu terlihat sangat berat, Margrave Suiren dan Noelle dengan mudah mengangkat pedang besar itu.
"Menyingkir! Aku akan membunuh bajingan ini! "
"Nah, sebaiknya kau tenang dulu … Karena babi ini juga targetku lho~"
Menghadapi Margrave Suiren yang penuh amarah itu, Noelle masih tetap tenang seolah ia tidak terpengaruh sedikitpun oleh niat membunuh Margrave yang kuat.
"Tu-tuan … Sebaiknya anda tenang dulu"
"Bruce … "
Margrave Suiren mulai kembali tenang begitu seorang pria tua yang tampak tegas itu mulai menghentikannya.
(Bruce … Sepertinya Margrave sangat mempercayai orang ini … Tapi sangat disayangkan … )
"Haahhh … Baiklah, aku sudah tenang … Jadi, apa yang ingin kau lakukan pada bajingan itu? Pria bertopeng sialan? "
Margrave Suiren kemudian menarik pedangnya kembali dan pedang itu langsung menghilang di udara kosong. Dia kemudian bertanya pada Noelle dengan hinaan kecil.
Mengabaikan hinaan Margrave Suiren yang dilontarkan padanya, Noelle hanya tersenyum dan berbicara dengan nada santai.
"Yahh … Aku sudah mengetahui dimana lokasi rekanku yang dia culik, tapi aku datang ke sini untuk menghajarnya~"
Begitu Margrave Suiren mendengar kata-kata Noelle, dia menutup matanya untuk beberapa saat dan lanjut berbicara.
"Kalau begitu, kita akan mengundur persidangannya karena aku sedang mengadakan pesta penutupan di sini … Bagaimana aku harus menghubungimu saat itu? "
Margrave Suiren menatap Noelle dengan matanya yang tajam, namun Noelle hanya tersenyum sambil terus mengabaikan amarahnya.
Noelle berpikir sejenak, kemudian dia mengeluarkan bola kristal kecil dari sakunya.
"Kalau begitu, kau bisa menggunakan ini", Kata Noelle sambil menyerahkan kristal itu.
"Apa ini? "
"Semacam alat pemberi sinyal, kau hanya perlu memecahkannya dan sinyal itu akan langsung terkirim padaku"
"Alat sihir ya … "
Margrave Suiren bergumam dengan nada tertarik sambil memperhatikan bola kristal itu, kemudian dia kembali menatap Noelle.
"Baiklah, aku akan menghubungimu begitu sidangnya akan dimulai … Kalian! Masukkan bajingan itu ke dalam sel sekarang juga! "
Margrave Suiren kemudian berteriak pada para bawahannya yang menjaga pesta, para bawahannya itu menjawab dengan panik, namun masih menjalankan perintah Margrave tanpa masalah.
"Kuhuhu~ Sepertinya semua sudah diselesaikan dengan baik … Seperti yang diharapkan dari Margrave~ Kalau begitu … Aku akan pergi untuk sekarang~"
Noelle membungkuk pada Margrave Suiren dan tubuhnya kembali menjadi asap hitam yang langsung menghilang ke udara kosong meninggalkan semua orang yang dalam keadaan terkejut itu.
Dengan begitu pesta penutupan dilanjutkan tanpa masalah.
...****************...
Itu adalah sebuah ruangan yang sangat gelap.
Saat ini adalah tengah malam, tidak ada suara apapun dari luar ruangan, semua orang telah tertidur dari aktivitas yang melelahkan.
Pesta penutupan telah selesai beberapa jam yang lalu, dan ruangan telah dibersihkan, kini hanya ada seorang pria tua di ruangan itu.
Pria tua itu memiliki wajah yang tegas dan kilatan tajam di matanya seperti yang ia miliki di pesta penutupan tadi, namun saat ini ia sedang bersujud dengan penuh keringat menghadapi sosok yang tidak terlihat di depannya.
Dia adalah Bruce, kepala pelayan di Margrave Suiren, namun saat ini ia dalam keadaan yang menyedihkan.
"Kuhuhu~ Seperti dugaanku, kau juga terlibat"
Menghadapi Bruce yang bersujud dengan penuh ketakutan itu, kumpulan asap hitam muncul dan membentuk suatu wujud di hadapannya.
Itu adalah Noelle, masih dengan jubah dan topeng yang menutupi matanya.
"Ahh~ Aku ingin tahu bagaimana reaksi Margrave Suiren jika dia mengetahui kalau pelayan yang paling ia percayai justru terlibat dalam rencana pembunuhan putrinya~ Benarkan, Bruce … Atau aku harus memanggilmu 'mata-mata Republik' … ? "
Mendengar kata-kata Noelle, Bruce semakin bergetar dan berkeringat dingin di punggunya, namun Noelle justru tersenyum saat melihatnya seperti itu.
Benar, Bruce adalah anggota mata-mata dari Republik.
Republik memiliki unit mata-mata yang mereka sebut 'Heat Mist', dan Bruce adalah salah satu anggotanya.
Noelle sendiri baru mengetahui itu sebelum dia menjalankan rencanananya kemarin siang saat ia menyelidiki dokumen-dokumen di mansion besar keluarga Suiren.
Dokumen tentang Bruce benar-benar tersembunyi di kamarnya, namun Noelle masih menemukannya entah bagaimana.
Noelle juga baru mengetahui kalau Bruce terlibat dalam rencana percobaan pembunuhan putri Margrave.
Itu tentu saja karena rencana Bruce benar-benar bersih. Dia tidak meninggalkan sedikitpun jejak dalam rencananya.
Noelle mengetahui itu juga karena murni kebetulan, saat itu ia menyelinap ke kamar Bruce dan melihat Bruce sedang berkomunikasi dengan alat sihir.
Bruce sedang berbicara dengan seseorang tentang kegagalan rencana mereka dalam membunuh putri.
Dia memanipulasi Lindsey dan menjadikannya kambing hitam untuk rencananya dalam membunuh putri Margrave.
Singkatnya, Lindsey hanyalah boneka yang dikendalikan pelaku yang sesungguhnya, Bruce dan Republik.
"Ahh~ Aku mendapatkan banyak sekali fakta mengejutkan~ Aku ingin tahu apa yang harus kulakukan~"
Bruce terus gemetar seperti hewan kecil saat Noelle terus mengintimidasinya.
"Ahh ya! "
Noelle menjentikkan jarinya dan tersenyum jahat pada Bruce, kemudian dia berbicara.
"Kalau tidak salah … Kau memiliki istri dan anak perempuan yang sangat kau sayangi kan? Dan anakmu juga sedang mengandung anak pertamanya~"
"Tidak … Kumohon … Apapun selain mereka … "
Bruce mulai memohon dengan meneteskan air mata saat Noelle dengan senyum jahat mulai menggunakan keluarganya untuk menyudutkannya.
Noelle hanya mengabaikan rintihannya dan memperdalam senyumannya yang seperti iblis.
" Dan juga … Meskipun itu agak jauh … Aku melihat ada desa Orc yang baru saja dibangun dalam perjalanan ke sini~ Dan mereka sepertinya kekurangan betina untuk mempertahankan populasi mereka~"
Noelle berhenti tersenyum saat ia memandang rendah Bruce yang bersujud di kakinya sambil terisak.
"Kumohon … Jangan apa-apakan mereka … Aku akan melakukan apapun … Jangan sentuh mereka … "
Bruce terus menangis begitu ia memikirkan keluarganya. Pekerjaan Bruce sebagai agen intelijen Republik bahkan tidak diketahui oleh keluarganya sendiri. Semua orang di keluarganya baik itu istri, anak, maupun menantunya selalu berpikir kalau dia adalah kepala pelayan Margrave.
Noelle kembali membelah bibirnya seperti bulan sabit ketika melihat Bruce menangis terisak, dia menundukkan wajahnya dan menarik rambut Bruce untuk menatapnya dari dekat.
"Baiklah~ Aku tidak akan menyentuh mereka~ Tapi kau tahu apa yang harus kau lakukan kan? "
Suara Noelle begitu dingin saat ia mengancam Bruce, dan Bruce hanya dengan lemah mengangguk tanpa perlawanan apapun.
Meskipun matanya ditutupi topeng hitam itu, Bruce sangat menyadari kalau ia tak akan bisa mengalahkan Noelle dalam pertarungan.
Dia adalah anggota mata-mata yang diutus langsung oleh Republik, jadi ia sudah mendapatkan banyak pelatihan untuk bertarung, namun dia tidak akan bisa mengalahkan Noelle yang bahkan mampu menghentikan pedang Margrave hanya dengan jarinya.
"Kuhuhu~ Bagus~ Kau adalah anjing Republik yang patuh~ Kalau begitu, kau akan melakukan tugasmu seperti biasanya dan akan bekerja untukku saat aku memerintahkanmu oke~"
"Ya … "
Bruce dengan lemah mengangguk, kemudian Noelle melepaskan tangannya dan tubuh Bruce dengan lemah jatuh ke tanah.
"Baiklah~ Urusanku di sini sudah selesai … Aku akan pergi sekarang, dan jangan lupakan kata-kataku oke~"
Mengatakan itu, Noelle langsung berubah menjadi asap hitam dan menghilang ke udara kosong seperti yang terjadi di pesta tadi.