[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 247: Buntut Kejahatan



...****************...


Noelle tiba di lokasi yang Dolf sebutkan.


Tempat ini benar-benar berada tepat di tengah bangunan universitas yang besar.


Seperti yang Dolf katakan, TKP masih belum dibersihkan. Ada garis polisi yang membentang dalam aura yang luas, dan ada beberapa penjaga yang berdiri di luar itu.


Noelle berjalan mendekat, dan para penjaga di sekitar mulai waspada. Mereka menghentikan Noelle dengan mengarahkan ujung tombak ke lehernya.


"Siapa kau? "


Noelle dengan tenang menutup matanya, dan mengeluarkan sebuah pin yang merupakan emblem milik Gereja Dewi Zelica.


Setelah melihat emblem itu, penjaga di sekitar mulai tenang, dan justru memberikan hormat pada Noelle.


"Maaf karena menghentikan Anda. Apa Anda datang untuk menyelidiki tempat ini? "


"Ya," jawab Noelle singkat sambil menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, lewat sini." Penjaga itu berbalik dan membimbing Noelle melewati garis pembatas.


"Darahnya sudah cukup mengering, dan tidak banyak yang tersisa di sini. Apa Anda yakin Anda bisa menemukan sesuatu? "


Noelle tidak menjawab keraguan penjaga itu, dan justru maju mendekati genangan darah yang sudah mengering.


(Darah sungguhan. Dan jumlahnya juga cukup banyak … )


『Hehe, apa kau berharap kalau itu adalah darah palsu? 』


(Tentu saja tidak. Aku hanya ingin memastikannya. Pelaku bisa saja menggunakan darah palsu untuk memanipulasi lokasi kejadian.)


『Kau sepertinya sudah berpengalaman. Apa kau sering menghadapi ini di masa lalu? 』


( … Pikirkan urusanmu sendiri.)


Noelle menghela napas, dan tidak menjawab Noir lagi.


Dia kemudian berjongkok dan menyentuh jejak darah milik Mona.


Tidak ada yang aneh. Hanya darah biasa.


Noelle kemudian beralih melihat lantai di sekelilingnya.


Memang tidak terlalu terlihat, tapi masih ada jejak sepatu di sana. Adanya darah Mona membuat jejak sepatu itu terlihat wajar.


Pada saat itu, Noelle berusaha mengingatnya. Meskipun dia jarang bertemu dengan Mona, dan interaksinya hanya sebatas pada saat pengajuan pinjaman dana, Noelle sudah melihat berbagai detail dari wanita itu.


Salah satunya, adalah sepatu yang wanita itu kenakan.


Sangat jelas, Mona menggunakan sepatu dengan bahan kain yang kuat untuk menjaga agar jejaknya tidak tertinggal. Sementara itu, jejak yang ada di lantai, jelas berasal dari sepatu karet dengan sol yang tebal.


Ukurannya juga berbeda. Itu terlalu besar untuk disamakan dengan ukuran kaki Mona.


Namun, meskipun Noelle sudah menemukan jejak kaki pelaku, bukan berarti dia bisa menyimpulkan apa pun.


Pada masa ini, sangat sulit melakukan penyelidikan hanya dengan memanfaatkan jejak kaki.


Seolah menyadari permasalahannya, Noir dengan santai memberikan saran.


『Kau tahu? Jejak sepatu seseorang adalah bukti fisik yang nyata dan terlihat. Kau bisa menggunakan 'Dominasi' untuk memperjelas bentuknya. Setelah itu, kau bisa menggunakan 'Pencurian' untuk mengambil semua ciri-cirinya.』


(Lalu, apa yang harus kulakukan setelahnya? )


『Gunakan 'Dominasi' dan perintahkan dirimu sendiri untuk menemukan pemilik jejak itu. Sisanya, kau hanya perlu menunggu. Tubuhmu akan bergerak sendiri bahkan tanpa kau mengendalikannya. Aku tidak akan memberitahumu mekanismenya karena itu merepotkan, tapi pada intinya itu seperti yang kukatakan.』


Bukankah itu terlalu mengerikan? Noelle secara alami berpikir begitu. Ini seperti memiliki fitur auto-pilot yang akan menuntunnya ke mana pun yang dia inginkan.


Sejujurnya, Noelle menganggap itu bagus, tapi di saat yang sama dia juga takut.


Jika tubuhnya masuk ke dalam kondisi itu, apakah dia masih bisa mendapatkan kembali kendali atas tubuhnya? Sejauh ini, dia masih belum bisa mempercayai Noir.


Pada akhirnya, Noelle memutuskan untuk tidak menggunakan metode yang Noir sarankan. Itu terlalu beresiko, dan Noelle tidak ingin mengambil resiko yang terlalu besar itu.


Meskipun begitu, Noelle masih akan menggunakan 'Dominasi' untuk memperkuat jejak, dan menggunakan 'Pencurian' untuk mengambil ciri-cirinya.


Setelah 'Dominasi' dilakukan, jejak kaki yang sebelumnya hanya berupa titik debu di lantai, kini berubah menjadi lebih jelas lagi, seolah si pemilik jejak sudah berdiri di atas pasir yang tebal.


Para penjaga yang melihat ini seketika melebarkan mata mereka. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang baru saja Noelle lakukan.


Dari semua anggota kepolisian, hanya sebagian kecil yang tahu tentang 'kontrak'. Mereka yang mengetahui tentang kontrak secara alami menganggap kekuatan yang Noelle gunakan adalah kekuatan kontrak.


Itu tidak salah, karena Noelle memang membuat kontrak dengan makhluk jadi-jadian yang bernama Noir.


Tanpa mempedulikan reaksi mereka, Noelle menggunakan 'Pencurian' pada jejak itu, dan 'mencuri' semua ciri-cirinya.


Seketika, semua detail informasi mengenai jejak ini muncul di kepala Noelle.


(Pelakunya adalah laki-laki, berusia sekitar tiga puluh tujuh, atau tiga puluh delapan tahun. Ukuran kaki empat puluh delapan, tinggi sekitar seratus delapan puluh sentimeter, berat tujuh puluh empat kilogram, dengan kemungkinan bobot tambahan dari perlengkapan yang dia bawa. Dia memakai sepatu bot karet yang biasa digunakan oleh para pemburu di hutan. Luar biasa, aku sudah mendapatkan semua informasi tentang pelakunya hanya dengan mencuri ciri-ciri jejak ini? )


Itu terlalu luar biasa untuk menjadi kenyataan. Noelle bahkan tidak perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan ciri-ciri pelakunya.


Yang perlu dia lakukan sekarang, hanyalah melakukan eleminasi terhadap semua orang di sekitar area universitas, dan menemukan orang-orang dengan ciri-ciri yang serupa.


Tentu saja, akan ada banyak orang yang memiliki ciri-ciri itu, tapi Noelle bisa dengan mudah membedakannya asalkan dia melihat semua orang itu secara langsung.


Noelle menghela napas lega dan berdiri. Dia sudah selesai melakukan penyelidikan.


"Aku sudah selesai. Kalian bisa lakukan apa pun pada tempat ini nanti," ucapnya pada para penjaga saat dia keluar dari garis polisi.


"Baik! "


Setiap penjaga yang ada di sekitarnya seketika membalas dan memberikan hormat. Hal dasar yang harus dipahami oleh pihak kepolisian, adalah penyelidik dari gereja harus mendapat prioritas di TKP.


Tentu saja, dengan syarat penyelidik itu asli, dan bukan penipu yang sedang menyamar.


Noelle meninggalkan gedung universitas sambil melambaikan tangannya.


Sekarang, dia hanya perlu mengirimkan laporan mengenai hal ini pada Dolf dan Tian.


Noelle tidak berniat menyelidiki ini sendiri, karena prioritasnya saat ini adalah kasus yang sedang dihadapi oleh Felice.


Dia masih menunggu informasi mengenai Gild dari para agen kepolisian.


...****************...


Rumah Tian.


Rumah ini terletak tak jauh dari bar, tapi lokasinya benar-benar tenang, tidak seperti area di sekitar bar.


Tepat di teras pada rumah itu, ada kursi goyang yang biasa Tian gunakan untuk bersantai.


Sekarang, Tian sedang duduk di kursi goyang itu, dengan seekor kucing hitam yang berbaring di pengkuannya.


Tian dengan lembut dan hati-hati mengelus rambut hitam kucing itu, namun sesaat kemudian, kucing itu bangun, melompat ke udara kosong, dan menghilang.


Kucing itu kemudian kembali ke pangkuan Tian, dengan membawa selembar kertas yang dilipat rapih tepat di mulutnya.


Tian mengambil kertas itu, dan membaca isinya. Seketika, matanya terbuka dengan lebar.


(Dia benar-benar ahli dalam mencari informasi. Sedikit terlalu ahli. Akan berbahaya jika dia begitu terburu-buru dalam melakukan pekerjaannya … )


Komentar itu ditujukan pada seseorang yang tidak ada di sana—Noah Ashrain.


Tian benar-benar khawatir dengan Noah sekarang. Karena, dia merasa kalau Noah adalah bom waktu yang tidak stabil, sehingga bisa meledak kapan saja.


Jika ada sesuatu yang memancing emosi atau keinginannya, maka dia mungkin akan melakukan apa pun untuk mencapai hasil yang dia inginkan. Begitulah pandangan Tian terhadap Noah.


"Kau harus berhati-hati, Noah. Aku … Sudah melihat banyak anak muda sepertimu, dan kebanyakan dari mereka tidak berumur panjang."


Senyum kemudian terbentuk di wajahnya.


"Apa aku harus memberi tahu semua orang tentang ini? "


Louen dan Rita mungkin tidak masalah, tapi jika Dexter mengetahui ini, maka itu akan menjadi masalah yang sebenarnya.


Dexter tidak akan ragu mengumpulkan semua orang dengan ciri-ciri serupa di kota ini, lalu menyeleksi mereka satu per satu berdasarkan ciri-ciri yang Noah sebutkan.


Selanjutnya adalah Dolf. Sebenarnya, Tian tidak ragu tentang itu. Dia akan memberi tahu Dolf tentang ini.


"Kau benar-benar memberiku masalah yang merepotkan," ucapnya sambil tertawa kecil.


Kucing hitam di pangkuannya pun hanya menguap dan mengibaskan ekornya sambil menikmati angin malam yang menenangkan.


...****************...


Di salah satu penginapan milik Gereja Dewi Zelica.


Noelle dengan tenang memasuki salah satu kamar, dan melihat sosok yang terbaring di atas kasur.


Itu adalah Mona.


Kepalanya ditutupi perban, tapi Noelle bisa dengan jelas melihat seberapa parah luka yang dialami oleh wanita itu.


"Pendarahan pada bagian batang otak, ya … Tidak heran dia mengalami koma. Untungnya, itu tidak terlalu parah, jadi kesempatannya untuk sembuh masih cukup tinggi. Tapi … "


Dengan tingkat kecanggihan medis yang sekarang, sangat sulit untuk menyelamatkan orang yang sudah masuk ke kondisi koma.


Orang-orang masih terlalu bergantung pada sihir, bahkan untuk penyakit sekali pun.


Memang ada sihir untuk menyembuhkan penyakit, atau luka berat, tapi belum ada sihir yang bisa menyembuhkan luka, atau penyakit dalam.


"Kurasa aku memang harus melakukannya."


Noelle menghela napas pasrah, dan mengangkat tangan kanannya.


Tangannya menyentuh dahi Mona yang ditutupi perban, lalu asap hitam mulai keluar menyelimuti dua bagian tubuh yang saling bersentuhan itu.


Noelle berencana menggunakan 'Dominasi' untuk secara paksa memulihkan kondisi otak Mona yang dalam keadaan kritis.


Normalnya, tidak mungkin bagi Noelle untuk 'mendominasi' tubuh orang lain, tapi kali ini dia mendapatkan bantuan langsung dari Noir, jadi dia bisa melakukannya tanpa masalah.


Tentu saja, dia harus membayar biaya yang sesuai untuk bantuan ini. Noir tidak cukup baik untuk memberinya bantuan secara gratis.


Tak ada perubahan pada ekspresi Mona, tapi Noelle yakin kalau dia sudah memulihkan bagian-bagian yang rusak.


Noelle mengangkat kembali tangannya, dan melihat kondisi Mona.


Mona seharusnya baik-baik saja sekarang. Setelah dia bangun, dia akan kembali normal. Mungkin akan ada sakit kepala yang luar biasa saat dia bangun nanti, tapi seharusnya Mona masih bisa mentoleransi rasa sakit itu.


"Baiklah, waktunya beristirahat."


Mengatakan itu, Noelle akhirnya keluar dari kamar Mona, meninggalkan Mona yang masih tidak sadarkan diri sendirian.


...****************...


Keesokan harinya, di area kumuh yang tergabung dalam kawasan industri.


Tim yang Tian pimpin telah melakukan penyelidikan menyeluruh semenjak tiga hari terakhir, tapi masih belum menemukan apa pun yang berkaitan dengan Feran Cerces.


Namun, mereka menemukan satu hal yang menarik.


Ada kasus, yang menyatakan betapa banyaknya gelandangan dan anak yatim di daerah kumuh ini yang menghilang secara tiba-tiba.


Kasus serupa dengan yang Dexter dan Mona hadapi sebelumnya. Secara alami, ini membuat Tim Tian menjadi semakin waspada.


Anggota bantuan yang dikirimkan gereja lain juga sudah mendengar tentang apa yang terjadi pada tim Dexter dan Mona, jadi mereka agak tegang sekarang.


"Tian, menurutmu, apa yang harus kita lakukan? "


Rita bertanya untuk memastikan tujuannya. Jika bisa, ia ingin menyarankan untuk menyelidiki kasus menghilangnya para gelandangan ini. Bagaimanapun, kasus ini serupa dengan yang dihadapi oleh Dexter dan Mona, jadi mungkin ada kaitan antara keduanya.


Louen sepakat dengan Rita, dan mungkin mayoritas anggota bantuan dari gereja lain juga memiliki pendapat yang sama dengan mereka.


Dihadapkan dengan semua ini, Tian hanya menggunakan sedikit waktunya untuk merenung, sebelum akhirnya menjawab dengan pasti.


"Kita akan menyelidiki kasus ini. Kau benar, mungkin ada kaitan antara kasus yang kita hadapi, dengan kasus yang dihadapi Dexter dan Mona kemarin."


Louen dan Rita secara bersamaan mengangguk.


Tian beralih dari mereka berdua, dan menatap sekua anggota bantuan satu per satu.


"Tapi, ingatlah untuk berhati-hati. Pergilah secara berpasangan, dan jangan pernah bertindak sendirian. Jangan sampai hal yang menimpa tim Dester dan Mona menimpa kita."


"Baik! "


Semua penyelidik di timnya menjawab dengan tegas.


Tian ingin menyelesaikan misi penyelidikan ini dengan korban sesedikit mungkin. Jika bisa, dia tidak ingin ada satu pun korban di antara semua penyelidik. Tapi, jelas, itu adalah hal yang sulit untuk diwujudkan.


...****************...


Sore menjelang malam.


Tim Tian sudah melakukan penyelidikan seharian ini, dan mereka juga sudah mengumpulkan cukup banyak bukti serta jejak.


Yang menjadi masalah, kawasan kumuh dan area industri ini luasnya mencapai sepertiga kota. Itu benar-benar tempat yang luas, sehingga semua orang kesulitan mencari jejak yang pasti.


Menyelidiki gelandangan yang menghilang di kawasan kumuh nyaris sama dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Jumlah mereka terlalu banyak, dan hanya ada sedikit yang terdaftar sebagai penduduk asli.


Pada dasarnya, tidak mungkin untuk menemukan para gelandangan yang menghilang, karena itu sudah menjadi kejadian sehari-hari di sini.


Meskipun begitu, entah bagaimana tim yang Tian pimpin berhasil menemukan buntut kasus ini setelah penyelidikan seharian.


Terima kasih pada para gang dan kelompok preman yang memiliki banyak informasi tentang sekitar. Mereka bersedia memberikan semua informasi yang dibutuhkan Tim Tian setelah dibayar sedikit.


Sekarang, tim yang Tian pimpin sedang dalam perjalanan menuju lokasi yang telah mereka tandai sebagai pusat dari semua kasus ini.


Masing-masing dari mereka berlari dengan cepat, dan melompat dari satu atap ke atap lain untuk mempercepat perjalanan.


Akhirnya, mereka semua tiba di tempat yang dimaksud.


Itu adalah sebuah area pembuangan sampah yang berdekatan dengan area konstruksi yang telah ditinggalkan.


Tempat ini benar-benar bau, tapi menjadi tempat yang sempurna untuk menyembunyikan bukti kejahatan.


"Bersiaplah untuk bertarung kapan saja." Tian memberikan peringatan pada semua orang, dan memimpin mereka masuk ke salah satu bangunan tua yang sudah ditinggalkan di area itu.


Tidak ada apa-apa, tentu saja. Jika bisa ditemukan semudah ini, penjara pastinya sudah penuh dengan para kriminal mengerikan.


Berada di lokasi yang tak jauh dari Tian, kelompok pecahan yang sekarang dipimpin oleh Louen sedang menyelidiki gudang yang penuh dengan sampah.


Terlalu bau di dalam, sehingga beberapa anggota penyelidik mulai menggunakan kain yang dibasahi dengan rebusan tanaman herbal sebagai masker.


Louen mendobrak pintu dengan kekuatannya semata, lalu tanpa ragu masuk ke dalam.


Hanya ada sampah, tapi intuisi Louen mengatakan ada sesuatu yang lain di sini.


Kelompok pecahan yang dipimpin oleh Rita juga berada di tempat yang sama, dan mereka seketika mengernyitkan dahi saat melihat melihat ke sekitar.


Sekilas, tidak ada yang aneh, tapi siapa pun yang teliti pasti bisa melihatnya.


Tumpukan sampah di sana, terlihat seperti dibuat-buat, dan ditumpuk secara sengaja untuk menutupi sesuatu.


Tim inti yang dipimpin oleh Tian datang ke bangunan itu, dan merasakan hal yang sama.


Tian mengangguk pada Louen dan Rita, lalu mulai mendekat ke salah satu tumpukan sampah.


"Cobalah untuk membakar tumpukan sampah ini. Pastikan agar pembakarannya tidak bisa dideteksi dari luar."


Salah satu dari anggota bantuan mengangguk, dan berjalan mendekati Tian. Dia kemudian mengarahkan kedua tangannya ke depan, tepat pada tumpukan sampah yang dimaksud.


Seketika, kobaran api putih yang anehnya sama sekali tidak terasa panas muncul.


Meskipun tidak terasa panas, tumpukan sampah yang dilahap oleh api itu berubah menjadi tumpukan abu, bahkan meski ada banyak sampah cair di sana.


Sihir api tingkat tinggi,《Flame of Purgatory》. Jika para kesatria suci melihat ini, maka mereka mungkin akan sangat marah, karena sihir yang termasuk dalam kategori sihir suci digunakan untuk membakar sampah.


Sebenarnya, dia tidak menggunakan sihir, melainkan kekuatan dari kontraknya dengan Dewi Kesucian. Kontrak yang membuatnya dapat menggunakan sihir yang mirip dengan sihir suci.


Setelah semua sampah yang menghalangi terbakar, Tian dan yang lain akhirnya bisa melihat apa yang ada di balik tumpukan sampah itu.


Sebuah lubang besar, yang hanya ditutupi oleh lempengan logam biasa.


Louen maju dan membuang lempengan logam itu. "Ayo masuk. Jangan lupa untuk terus waspada."


Tepat setelah dia mengatakan itu, sosoknya sudah tidak terlihat lagi. Louen telah melompat masuk ke dalam lubang.


Melihat itu, satu per satu anggota tim penyelidikan masuk ke lubang untuk mengikutinya.


...****************...


Sesampainya di dasar lubang, mereka seketika dikejutkan dengan pemandangan yang ada di sana.


Mayat, mayat, dan mayat.


Hanya ada mayat di mana-mana, dan itu bertumpuk seperti sampah.


Semua mayat itu sudah dalam keadaan membusuk, dan sulit untuk dikenali.


Anggota penyelidik yang tidak terbiasa dengan pemandangan ini mulai merasa mual, dan nyaris muntah di tempat. Namun, yang lebih penting lagi, ini serupa dengan yang dihadapi oleh tim Dexter dan Mona.


" … Kita terlambat."


Suara Tian bergema, dan membuat semua orang sadar. Mereka melihat ke tengah ruangan, dan menemukan satu sosok tubuh dengan jubah Gereja Dewa Pengetahuan Gerben masih menempel di tubuhnya.


Sama seperti kondisi Liu setelah ditemukan, orang ini memiliki tubuh yang sudah mengering seolah semua nutrisi telah dikeluarkan dari tubuhnya.


"Cih–"


Louen mendecakkan lidahnya dan mendekati tubuh orang itu.


Dia sudah mati.


Setelah memastikan kondisinya, Louen mulai melihat ke sekeliling, dan mencoba menyimpulkan situasinya.


Namun, sebelum dia dapat melakukan itu, suara langkah Tian yang disertai dengan ketukan dari ujung tongkatnya bergema di seluruh ruangan.


"Para korban yang dilaporkan menghilang adalah anggota komunitas gelandangan setempat. Mereka dilaporkan menghilang setelah mendapatkan tawaran pekerjaan dari seseorang."


"Anak yatim yang dikabarkan menghilang juga dilaporkan dengan detail yang serupa. Mereka ditawarkan uang oleh seseorang, lalu tiba-tiba menghilang."


"Lokasi terakhir kali mereka terlihat adalah di sekitar area pembuangan sampah. Para korban memiliki jenis kelamin dan usia yang berbeda-beda, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang dengan usia di bawah lima puluh tahun."


"Tidak banyak yang tahu siapa yang memberi mereka tawaran, tapi salah satu gang yang memberi kita informasi sebelumnya mengatakan kalau nama orang itu adalah Moldy."


Tian berhenti berjalan, dan menoleh pada Rita.


"Buatlah laporan darurat. Kita akan mengejar orang bernama Moldy hari ini juga."


...****************...