[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 210: Pilihan yang Sulit (1)



...****************...


Saat suara tawa mengerikan itu mulai bermunculan di sekitarnya, satu sosok mulai terbayang di benak Noelle.


Itu adalah seorang pria, dengan penampilan yang terlihat seperti seorang penyihir kuno dengan usia sekitar 20 tahun.


"Noir … "


Namanya meluncur keluar dari mulut Noelle, membuat beberapa orang yang tetap sadar di sana mengalihkan pandangan mereka pada Noelle, mempertanyakan apa maksudnya.


Namun, Noelle sama sekali tidak menjawab pertanyaan mereka.


Dia hanya melihat ke sekeliling, mempertegas ekspresinya. Kemudian, dia maju beberapa langkah dan menarik pedangnya.


Noelle tanpa ragu mengayunkan pedangnya, seketika menebas semua partikel yang ada di sekitar.


Setelah terjebak di labirin dan harus memaksimalkan potensi kemampuan Langen, Noelle sekarang mampu mengendalikan kekuatan itu dengan lebih baik lagi. Hasilnya, dia sekarang sudah bisa 'menebas' partikel berukuran mikro.


Semua mikroba yang ia duga sebagai familiar Noir itu seketika menghilang, bersama dengan suara tawanya yang mengerikan.


Noelle tidak berhenti, dia langsung menggunakan sihir api untuk menetralisir sekitarnya, dan di saat yang sama juga terus mencari keberadaan Noir.


Tak lama kemudian, beberapa ekor gagak muncul, dan mereka berkumpul di satu tempat, bermanifestasi menjadi suatu sosok.


Itu adalah Noir, yang senyumnya diperlebar saat ia melihat Noelle.


Pakaian penyihir kunonya berkibar saat tertiup angin, sementara beberapa gagak hitam terus terbang mengelilinginya. Keberadaannya sendiri telah membuat suasana menjadi semakin mencekam.


Tak ada satu pun dari mereka yang bergerak. Bahkan Noelle yang sudah lebih dulu memahami situasinya juga hanya bisa menggerakkan sedikit jarinya.


Noir menatap mereka satu per satu sambil tersenyum, lalu tatapannya berhenti pada Erwin.


Saat melihat Erwin, senyumnya semakin lebar, dan dia mulai tertawa.


"Jadi kau, ya … "


Ini adalah hal yang tidak pernah Boelle bayangkan sebelumnya. Dia sudah memastikan kalau Erwin tidak mengetahui apa pun tentang Erwin, tapi tak itu justru tidak berlaku bagi Noir.


Dari reaksinya, sangat jelas kalau Noir mengenal Erwin dengan cukup baik.


Sebelum mereka semua bisa mengatakan apa pun, Noir telah melanjutkan kata-katanya, "Kau sudah berkeliaran di tempat ini selama bertahun-tahun, tapi akhirnya kau akan segera keluar, ya? Harus kuakui, kau memiliki tubuh dan jiwa yang sangat kuat sehingga bisa bertahan sampai sekarang. Baiklah, aku mengakuimu."


Setelah mengatakan itu, dia membungkukkan sedikit tubuhnya seolah sedang memberikan penghormatan pada Erwin. Lalu, dia kembali berdiri dan berbalik menatap Noelle.


Noelle tertegun, tidak menyangka kalau semua akan terjadi secepat ini.


Dia awalnya sudah memprediksi kalau dia akan kembali berhadapan dengan Noir suatu saat nanti, tapi tidak pernah mengira kalau itu akan segera terjadi.


Bagaimanapun, Noelle langsung bersiap dengan senjatanya sambil menatap Noir, berusaha meyakinkan dirinya sendiri dengan semua persiapan yang sudah ia buat.


Satu-satunya yang membuatnya mampu bertindak berani seperti ini adalah karena ia sudah menetapkan keputusannya. Dia tidak ingin melibatkan Olivia ke dalam masalah ini, jadi ia harus bisa menyelesaikannya sendirian.


Tanpa mempertimbangkan siapa Noir sebenarnya, tidak dapat diragukan lagi kalau dia adalah musuh—musuh yang hanya bisa Noelle hadapi dengan mengorbankan banyak hal.


Setelah menatap Noelle untuk beberapa saat, dengusan merendahkan keluar dari Noir. Dia tersenyum sambil menyipitkan matanya yang tajam, lalu mengendalikan gumpalan asap hitam yang keluar dari tubuhnya.


Gumpalan asap hitam itu kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya, dan setelah asap itu menghilang, sosok Noir telah berubah.


Dia yang sebelumnya terlihat seperti seorang pria dewasa, kini menjadi seperti seorang remaja dengan usia 16 atau 17 tahun.


"Sejujurnya aku tidak peduli tentang ini. Tapi tidak akan adil jika aku menghadapimu dengan tubuh sejatiku. Jadi, aku mengatur agar kau hanya menghadapi wujud remajaku yang lebih lemah."


Kata-katanya secara jelas mengungkapkan kalau dia tidak perlu serius untuk menghadapi Noelle.


Noelle belum pernah menemukan lawan seperti ini. Entah itu Charlotte yang mengamuk, atau Harold yang dulu tiba-tiba muncul, dia selalu bisa mengalahkan mereka tanpa perlu mengerahkan semua kekuatannya. Tapi sekarang, dia bahkan tidak bisa berpikir untuk menahan diri.


Ketika perubahan pada tubuh Noir terjadi, Noelle mulai merasakan sesuatu yang perlahan mulai bekerja.


Itu adalah sistem saraf tubuhnya. Dia sekarang sudah bisa bergerak dengan normal tanpa kendala apa pun.


Noelle maju beberapa langkah, dan siap menyerang Noir kapan saja. Sementara Noir sendiri, dia masih diam dan terus menatapnya tanpa menghapus senyumnya.


Untuk sejenak, Noelle kembali merasakan keraguan yang kuat. Dia mulai memikirkan kembali semuanya. Bahkan dia merasa kalau sekarang belum terlambat untuk mundur.


Tapi, dengan gelengan kepala singkat, Noelle langsung menghapus semua pemikiran itu.


Dia tidak bisa mundur lagi. Ini adalah apa yang harus ia hadapi sendiri.


Noelle mengambil pose kuda-kuda, lalu tanpa ragu langsung menerjang ke arah Noir.


Bilah pedang berwarna hitam gelap itu muncul dan akan menembus tubuh Noir dengan tebasan horizontal, tapi Noir hanya menanggapinya dengan mengendalikan gumpalan asap hitam di sekelilingnya untuk menghentikan itu.


Gumpalan asap hitam berubah menjadi beberapa ekor gagak, yang kemudian menahan serangan Noelle.


Noelle tetap tidak berhenti, dia langsung mengeluarkan beberapa pedang lagi dari penyimpanan spasialnya dan mengendalikan mereka semua untuk menusuk ke arah Noir.


Namun, lagi-lagi dia gagal. Semua pedang yang ia keluarkan hanya mampu menancap di tubuh beberapa gagak, kemudian melebur menjadi partikel debu logam.


Sejauh ini, belum ada yang bisa merespon. Bahkan Norman atau Olivia sekali pun tidak bisa menggerakkan tubuh mereka. Semua orang hanya bisa terdiam tanpa bisa melakukan apa pun.


Setelah menghentikan semua serangan Noelle, Noir langsung merentangkan kedua tangannya dan tersenyum.


Asap hitam yang mengelilinginya langsung bergerak, dan menyelimuti seluruh tempat itu.


Gerbang Roh yang sebelumnya terbuka kali ini ditutup secara paksa dengan gumpalan asap hitam yang aneh itu.


Sebuah sangkar raksasa kemudian terbentuk, hampir sepenuhnya mengisolasi Noelle dan Noir dari dunia luar.


Keduanya terkurung di dalam jaring hitam berbentuk sangkar raksasa, sedangkan semua orang yang tersisa hanya bisa berdiri diam di luar.


Barulah kemudian Olivia tersadar.


"Noelle! "


Olivia berniat menyelamatkan Noelle, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Serangan yang baru saja akan ia keluarkan menjadi tidak berfungsi, seolah itu semua telah lenyap bahkan sebelum keluar dari tubuhnya.


Sebenarnya, yang lebih dulu sadar akan situasinya bukanlah Olivia, melainkan Levina yang entah bagaimana sudah membebaskan dirinya dari pengaruh aura dominasi Noir, dan berusaha mencari celah di sangkar raksasa yang Noir ciptakan.


Kemudian, satu per satu orang yang tersisa mulai tersadar. Mereka dengan bingung dan panik melihat ke dalam sangkar, melihat langsung pada pertarungan antara Noelle dan Noir yang sedang berlangsung.


Beberapa dari mereka sudah melakukan banyak hal untuk membebaskan Noelle, tapi sama seperti Olivia, semua pengaruh yang akan mereka keluarkan itu langsung menghilang sedetik sebelum itu benar-benar keluar dari tubuh mereka.


"Noelle … "


Norman mengerutkan keningnya saat kepalanya berputar mencari ide untuk membebaskan Noelle.


Sementara itu, di dalam sangkar.


Dia menyatukan Langen dan Verstand, lalu mengeluarkan sekitar 25 pedang lain dari gudang spasialnya.


Dengan kemampuan telekinesis yang diberikan Verstand padanya, Noelle bisa mengendalikan mereka semua sebagai senjata tambahan.


Pada saat yang sama, dia juga menyelimuti tubuhnya dengan berbagai macam sihir perlindungan.


Dia juga sudah mengeluarkan beberapa sihir serangan, tapi hanya ada sedikit yang efektif. Terlebih lagi, semua serangan yang efektif adalah jenis serangan yang membutuhkan waktu untuk mengeluarkannya.


Noelle melompat mundur dan mengepalkan satu tangannya yang sedang tidak memegang apa pun. Kemudian, sebuah sayatan muncul dan membuat pembuluh darah di tangannya dengan mudah terkoyak.


Darah dalam jumlah besar dimuncratkan keluar dari luka itu, lalu semua darah yang keluar dia kendalikan menjadi wujud padat.


Darahnya sekarang menjadi seperti cambuk panjang yang dipenuhi dengan duri.


Itu terbang dengan pola yang sederhana. Hanya sebuah cambukan yang liar dan tak terkendali, tapi semua serangannya dipusatkan pada satu sosok, yaitu Noir.


Noelle tidak berhenti. Selagi tangan kirinya mengendalikan cambuk, tangan kanannya yang sedang memegang pedang itu kini diangkat setinggi bahu, siap memberikan serangan tambahan kapan saja.


Kemudian, dia maju. Beberapa pedang yang tersisa di sekitarnya mengarahkan ujungnya pada Noir, tapi Noelle sendiri tahu kalau itu tidak akan berhasil.


Di saat dia hampir menyentuh Noir, Noelle segera membuang semua pedang yang melayang di sekitarnya. Kemudian, dia langsung mengeluarkan ratusan pedang lainnya pada saat yang sama.


Satu tindakan seperti itu sudah menguras energinya dalam jumlah yang cukup besar, tapi Noelle tidak peduli. Setiap pedang yang baru ia keluarkan memiliki ujung lancipnya diarahkan pada Noir sepenuhnya. Kemudian, Noelle langsung menusukkan semuanya ke depan.


Satu per satu pedang maju menembus tubuh burung gagak yang menghalangi jalur, tapi pedang lainnya terus maju menerobos seolah sama sekali tidak ada penghalang di sana.


Sebelumnya, setelah Noelle memikirkan banyak hal yang bisa ia gunakan untuk menghadapi Noir, dia sudah tahu kalau menahan diri tidak akan ada gunanya. Jadi, dia memutuskan untuk mengeluarkan semuanya.


Di saat burung gagak dan asap hitam difokuskan untuk menghentikan pedang Noelle, cambuk darah di tangan kiri Noelle telah menyelesaikan tugasnya.


Itu melilit tubuh bagian atas Noir hingga ke lehernya, lalu memanjangkan durinya hingga menembus memasuki kulit Noir.


Meskipun begitu, senyum Noir menjadi semakin lebar. Rasa sakit dari tusukan duri itu telah menjadi kesenangan untuknya.


Dia tertawa dengan keras, lalu membungkukkan tubuhnya. Kemudian, beberapa tombak padat yang terbuat dari darah keluar mencuat dari punggungnya, merobek kulit dan jubah penyihir kunonya itu.


Itu adalah hasil dari serangan Noelle. Dia telah memasukkan darahnya sendiri ke dalam tubuh Noir melalui tusukan duri sebelumnya.


Setelah tombak itu keluar, mereka semua kembali berubah bentuk dan kini menjadi sebuah kail melengkung dengan ujung yang tajam.


Noelle lanjut mengendalikan darahnya tanpa henti, seolah ia tidak ingin melewatkan kesempatan. Setelah mengubah darahnya menjadi sebuah kail, dia segera memasukkan kembali darah itu, membuatnya menancap dengan kuat di tubuh Noir.


Namun, lagi-lagi tak ada reaksi yng diharapkan keluar dari Noir. Dia hanya terus tertawa sambil menatap Noelle dengan mata yang dipenuhi kegilaan.


"Hehe … Itu menarik … "


Beberapa kata berhasil keluar dari mulutnya, tapi itu menandakan bahaya yang akan segera datang.


Dia mengangkat kembali tubuhnya dan merentangkan tangannya. Setelah itu, semua gagak hitam di sekelilingnya segera melebur menjadi gumpalan asap hitam, yang lalu disebarkan ke semua tempat.


Asap hitam yang mirip dengan gas miasma itu menyebar dengan cepat menyelimuti semua hal, termasuk yang ada di luar sangkar.


Kemudian, satu per satu orang di luar sangkar mulai terjatuh di tempat.


"Apa yang kau lakukan? " Noelle dengan waspada bertanya dan berusaha memastikan keadaan Olivia.


Noir masih tersenyum saat dia menjawab, "Jangan terlalu khawatir. Mereka baik-baik saja, aku hanya menggunakan kekuatan dan otoritasku untuk mengendalikan kabut yang mengandung sisa kekuatan Zelica. Aku yakin kau tahu apa maksudnya."


Kata-kata yang ia ucapkan itu mengandung banyak informasi yang mengejutkan bagi Noelle. Dia secara alami mengerti maksudnya.


Noir telah mengambil alih kendali sisa kekuatan dari Dewi Zelica, sehingga dia bisa mengendalikan kabut penarik mimpi itu. Terlebih lagi, dari cara dia mengatakannya, dia sama sekali tidak menggunakan sebutan kehormatan untuk menyebut nama'Nya'.


Yang artinya, Noir memiliki posisi atau otoritas yang dapat disandingkan langsung dengan seorang Dewa Ortodoks seperti Dewi Malam Zelica.


Apa yang dilakukan oleh keberadaan seperti diri'Nya' di tempat ini? Noelle secara naluri berpikir begitu.


Saat ini, ada banyak hal yang terpikirkan oleh Noelle. Dia merasa kalau dia mulai mendekati kebenaran.


"Baiklah, tidak perlu repot-repot memikirkannya. Lebih baik kau cari cara agar kau bisa selamat di sini."


Mengatakan itu, senyum di wajah Noir menjadi semakin lebar. Gumpalan asap hitam mulai berkumpul di atas kepalanya, menjadi sebuah mahkota hitam dengan banyak duri besar.


Mahkota itu melayang di atas kepalanya, dan berputar di tempat layaknya lingkaran halo malaikat.


Kemudian, dia menyatukan kembali kedua tangannya dengan satu tepukan.


Gelombang kejut dengan kekuatan yang luar biasa muncul, dan menghempaskan semua yang ada di sekitarnya. Namun, Noelle hampir tidak terpengaruh sedikit pun, dan justru bersiap untuk memberikan serangan lain.


Noelle berjongkok dan mengeluarkan beberapa pedang lagi dari penyimpanan spasialnya, dan pada saat yang sama juga meminum satu tabung darah Olivia yang ia simpan untuk dirinya sendiri.


Darah Olivia yang ia minum berhasil memulihkan banyak kekuatannya, dan kini dia siap untuk pertarungan yang lebih besar.


...****************...


Sebuah tombak hitam dengan ujung yang lancip namun tipis muncul dari gumpalan asap, dan menusuk tepat di tanah tempat Noelle sebelumnya berpijak.


Noelle sudah lebih dulu melompat mundur, dan mengendalikan beberapa pedang untuk menusuk pada Noir, tapi semua serangan itu tidak berguna karena perisai hitam yang merupakan bentuk padat dari asap hitam itu tiba-tiba muncul dan menghalangi serangannya.


Karena apa yang terjadi di alam mimpi sebelumnya, Noelle memiliki kewaspadaan yang sangat tinggi sehingga dia tidak mau mendekati Noir bahkan meski itu hanya sedikit.


Dia tidak tahu apa yang bisa Noir lakukan padanya jika dia berada pada jarak sedekat itu.


Karena dia bisa 'mencuri' sistem yang diciptakan Anastasia, maka kemungkinan besar dia bisa melakukan lebih banyak hal lagi.


Noelle yakin kalau konstruksi tubuhnya tidak begitu rumit jika dibandingkan dengan struktur raksasa yang disebut 'sistem' itu. Karena itulah, dia yakin kalau Noir bisa melakukan banyak hal padanya.


Karena berada di udara terlalu lama bisa menjadi sangat berbahaya, Noelle segera menjatuhkan tubuhnya ke tanah dengan tarikan dari gravitasi dan rantai darah yang sudah ia siapkan. Dia tidak ingin membuka celah yang begitu besar saat masih di udara.


Setelah mendarat, Noelle kembali ke posisi kuda-kudanya dan siap untuk memberikan serangan lainnya. Semua pedang yang telah ia keluarkan sebelumnya telah dikendalikan untuk secara langsung menyerang Noir, tapi sekarang semua pedang itu telah menemukan nasib yang sama, yaitu dileburkan menjadi debu logam.


Selama proses ini, Noelle telah menemukan banyak masalah.


Salah satu masalah paling aneh yang ia rasakan adalah; Noir sama sekali tidak pernah menyerang.


Sejauh ini, Noelle adalah satu-satunya orang yang menyerang secara agresif, sementara Noir hanya menerima atau menahan semua serangan itu tanpa memberikan balasan apa pun.


Tentu saja, ini adalah hal yang aneh, dan karena itulah Noelle belum berani mengeluarkan semua kartu trufnya. Dia masih harus menyembunyikan senjatanya sampai lawan bisa menghadapinya dengan serius. Jika tidak, kekalahan pasti akan langsung menjemputnya.


(Apa yang sebenarnya dia rencanakan … Ayolah, pikirkan … )


Akhirnya, setelah beberapa saat penuh dengan pemikiran yang dalam, Noelle berhasil menemukan jawabannya.


Bukan berarti Noir tidak ingin menyerangnya, tapi itu karena dia tidak bisa!


...****************...