
"Jadi gimana Michael, apakah aku bisa tau informasi tentangnya?" tanya Fajar tidak sabar.
"Maaf Fajar, wanita itu melarang aku untuk memberikan informasi apapun tentang dia, termasuk namanya. Dia sangat menjaga privasinya" jawab Michael.
"Ayolah Michael.. aku sangat membutuhkan informasi tentang dia. Dia sangat penting untuk masa depanku" desak Fajar.
"Dengan sangat menyesal aku katakan, aku tidak bisa memenuhi permintaan kamu. Temanku itu tidak mau diganggu urusan pribadinya. Dia benar - benar tidak mau kau mengetahui sedikit saja tentang dia" tolak Michael dengan wajah penyesalan.
"Oh Tuhaaaan. Mengapa sulit sekali mendapatkan informasi tentang kamu. Kemana aku harus mencarimu?" Fajar berbicara sendiri.
"Kamu sudah dapat informasi penting tadi. Kan aku sudah bilang kalau dia adalah orang Indonesia. Kalau memang dia penting untuk masa depan kamu, carilah dia dengan informasi yang sedikit itu. Aku doakan semoga kau bisa mendapatkan informasi lebih tentangnya dan semoga akhirnya kalian bisa bertemu" balas Michael.
Sepertinya Fajar tidak tau lagi bagaimana caranya membujuk pria yang ada di hadapannya untuk membocorkan infromasi tentang wanita yang sedang ia cari itu.
Dengan pasrah Fajar pamit kepada Michael.
"Baiklah Michael, kalau begitu aku pamit dulu. Terimakasih atas bantuan kamu, semoga dengan informasi yang kamu katakan padaku tadi bisa membawaku untuk menemukan wanita itu" ujar Fajar
"Semoga" jawab Michael ramah sambil tersenyum
Fajar keluar dari rumah Michael dengan perasaan putus asa. Jalannya kembali buntu, kemana dia harus mencari wanita itu di Indonesia.
Apakah dia harus mencari ke pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke berjejer pulau - pulau.
Gunung tinggi kulalui, sungai musi kuseberangi, topan badai kuhadapi, demi cintaku yang suci. Bolaaaaaa....
(Ini asli authornya yang nyanyi 🤣🤣).
Fajar masuk kedalam mobilnya dan langsung melaju ke kantornya.
Sementara di apartemen Ela.
"Siapa El?" tanya Catherine.
"Michael" jawab Ela singkat.
"Ngapain dia telepon kamu?" tanya Catherine penasaran.
"Katanya ada seorang pria yang datang kerumahnya untuk menanyakan informasi tentang aku" jawab Ela.
"Aneh, ngapain dia ke rumah Michael? Gak ada hubungannya kan?" tanya Catherine penasaran.
"Katanya cowok itu melihat aku membawa lukisan Michael yang aku minta itu. Aku tidak ingat pernah bertemu dengan seorang pria. Aku rasa kejadian itu pasti saat pagelaran busana. Karena kata Michael pria itu tidak bisa melihat wajahku. Aku kan selalu pakai topeng Cath kalau sedang pagelaran busana dan dia juga tidak tau namaku karena aku memakai nama panggung" ungkap Ela.
"Kamu sih sok musterius, nama dan wajah di sembunyiin" sindir Catherine.
"Ya justru karena itu aku selamat saat seperti ini. Coba kalau cowok itu punya niat yang tidak baik padaku pasti dengan mudahnya dia menemukan informasi tentang aku. Atau mungkin saat ini juga dia sudah menemukanku" balas Ela.
"Kamu kan bisa beladiri El" sambut Catherine.
"Tapi di sini bukan Indonesia Cath, aku tidak punya kerabat di sini. Dan juga aku tidak mau keluargaku di Indonesia sana mengkhawatirkanku" jawab Ela.
"Ada aku di sini yang akan selalu membantu dan mendukung kamu" ucap Catherine.
"Thanks Cath" balas Ela.
"Hampir finish, model sudah di hubungi, pakaian -pakaian juga sudah hampir selesai semua" Jawab Catherine.
"Dimana lokasinya?" tanya Ela.
"Seperti biasa di TBF Hotel" balas Catherine.
"Duh kakak dan teman - temanku menginap di sana Cath, gimana nih?" tanya Ela panik.
"Ya bagus kan? kamu sekaliam tunjukin ke mereka kalau kamu hebat di London ini" ucap Catherine.
"Aku gak mau Cath, mereka mikirnya di London ini aku cuma senang - senang aja, kuliah trus sekarang sekedar design - design baju gitu - gitulah dan aku menikmati hidup di sini melukis, jalan - jalan dan lain - lain" ungkap Ela.
"Kamu itu aneh El, biasanya orang itu ingin dikenal dan terkenal. Kamu malah menyembunyikan identitas kamu pada keluarga, sahabat dan orang - orang" ucap Catherine.
"Aku kan memang luar biasa" balas Ela dengan pedenya.
"Nah tuh sadar" sambut Catherine.
"Biarlah keluarga dan teman - teman mengenalku sebagai anak yang suka bercanda dan sedikit gila Cath. Aku sudah senang dengan itu semua. Tidak ada yang patut dibanggakan karena semua hanya titipan. Aku tidak mau menjadi orang yang sombong, gila pujian dari orang - orang. Biarlah aku menjadi diri sendiri dan apa adanya" ungkap Ela.
"Kamu memang sangat luar biasa, aku salut dengan kamu" puji Catherine.
"Mudah - mudahan mereka ada planning malam itu ya, jalan - jalan keluar" ucap Ela.
"Sudahlah El, jangan di fikirkan. Kamu kan pakai topeng, aku yakin mereka tidak akan mengenali kamu" sambut Catherine.
"Baiklah, sekarang bantu aku masukkan barang - barangku ke dalam koper ya. Aku akan pulang ke Indonesia bersama Kakak dan teman - temanku Cath. Lumayankan gratis ongkos pesawat hehehe" Canda Ela.
"Udah kaya juga sok merendah El, lagian tanpa uang kamu, keluarga kamu juga sudah kaya dari sononya" sindir Catherine.
"Aaah itu kan uang mereka, hasil jerih payah mereka biarlah mereka pergunakan sekuka mereka gak usah mikirin apa yang akan di tinggalkan buat anak - anak. Apa yang aku punya biarlah berasal dari apa yang aku cari. Sejak SMU aku sudah mandiri Cath, membuka toko pakaian kecil - kecilan bersama teman - temanku. Syukurnya toko kecil itu sekarang sudah berganti menjadi Butik dan Alhamdulillah sudah sangat berkembang. Sekarang Butik kami punya banyak pelanggan" Ela bercerita.
"Itu semua berkat kamu kan, semua pakaian di Butik itu rancangan kamu" ucap Catherine.
"Tapi kan aku gak kerja sendirian Cath, itu semua berkat teman - temanku. Mereka yang mengelola Butik itu dengan sangat baik sehingga bisa sampai sekarang. Aku hanya di belakang layar" elak Ela.
"Tapi kamu punya peranan penting Elaaa, tanpa kamu Butik itu tidak ada apa - apanya. Tanpa design kamu tidak ada yang bisa dijual di sana. Sehebat apapun mereka mencari pelanggan kalau tidak ada barangnya sama saja kan gak ada artinya" tegas Cathrine.
"Tapi aku juga tanpa mereka tidak ada artinya Cath, kami satu kesatuan. Salinf bantu membantu. Aku yang merancang mereka yang memasarkan. Klop kan?" jawab Ela.
"Kamu memang temanku yang baik. Tidak pernah merasa tinggi hati dan sombong. Aku bangga memiliki teman seperti kamu" puji Catherine.
"Terimakasih atas pujian kamu freeeeen" balas Ela.
Mereka kemudian saling membantu memasukkan barang - barang Ela ke dalam koper. Untung Kakak dan para sahabatnya pulang naik pesawat keluarga Barrakh jadi Ela bisa membawa banyak barang untuk kepulangannya ke Indonesia.
Pasti Papa dan Mamanya sangat senang menyambut kepulangannya nanti.
.
.
BERSAMBUNG