
"Mamaaaa... " teriak Fajar dan Ela bersamaan dari dalam kamar mandi.
Jasmine dan Alexa berlari mendekat ke arah kamar mandi.
Tak lama Fajar dan Ela keluar dengan membawa hasil dari test kehamilan mereka.
"Alhamdulillah... selamat ya untuk kalian berdua. Akhirnya sebentar lagi kalian akan menjadi orang-tua" ucap Alexa.
"Sebentar Mama telepon Papa dulu ya" sambut Jasmine.
Jasmine meraih hpnya dan menghubungi suaminya.
"Mas cepatan ke kamar Fajar, cepaaaat" Jasmine langsung mematikan panggilannya.
"Biar Papa semakin penasaran" ujarnya saat Ela dan Fajar menatapnya.
"Ayo duduk El kamu harus istirahat gak boleh capek - capek" perintah Jasmine.
Tak lama kemudian Omar, Aditya, Keysha, Aby dan Shakira sudah sampai di kamar Fajar dan Ela.
"Wah datangnya rombongan" ucap Jasmine bahagia.
"Habis telepon kamu seperti itu membuat kami semua khawatir" jawab Omar.
"Nih lihat" Jasmine menyerahkan alat test kehamilan Ela kepada Omar.
"Apa ini maksudnya?" tanya Omar bingung.
"Selamat jadi Opa Maaaas" jawab Jasmine tersenyum.
"Apa, beneran?" tanya Omar tak percaya.
"Benar donk Pa, sebentar lagi aku akan menjadi seorang Papa" jawab Fajar bangga.
"Alhamdulillah... " sambut Omar dan yang lainnya.
"Selamat ya Ela, Fajar" ucap Omar disusul oleh Aditya dan yang lainnya.
"Kak Ela aku akan jadi Onty donk sebentar lagi" teriak Shakira.
"Kalau jadi Onti jangan judes - judes ya, nanti aku ganti panggilan kamu jadi Onta" balas Fajar.
"Aaah Kakaaaaak" teriak Shakira.
Semua tertawa mendengar canda dua bersaudara itu.
Jam empat sore di kamar RaKet.
"Udah siap semua yank?" tanya Rafa.
"Sudah Mas" jawab Catherine.
Dengan bantuan pelayan Hotel membawakan koper mereka sampai ke bawah, Rafa dan Catherine berjalan keluar dari kamar mereka menuju Hall Hotel untuk menyamperi seluruh keluarga mereka dan berpamitan.
"Pa, Ma, Mom dan Daddy kami pergi dulu ya" ucap Rafa.
"Iya kalian hati - hati ya" jawab Reza.
"Honey besok Mommy dan Daddy pulang ke London ya. Maaf kami tidak bisa menunggu kalian pulang dari Bali. Pekerjaan Daddy sudah menunggu" ucap Mrs. Wolter pada putri dan menantunya.
"Iya Mom, Mommy dan Daddy hati - hati ya. Dan baik - baik di sana" Catherine memeluk kedua orangtuanya, rasanya sangat berat berpisah tapi begitulah kehidupan tak selamanya kita akan selalu berada di dekat orangtua.
"Kalau Mommy dan Daddy ada waktu datang ke Indonesia lagi ya, biar kita jalan - jalan bareng ke Bali. Kami juga akan usahakan pulang ke London begitu ada waktu yang pas" ujar Rafa.
"Iya honey.. nikmati honeymoon kalian ya" ujar Mr. Wolter.
"Dan semoga kalian segera menyusul Keysha, Ditha dan Ela" sambut Lidya.
"Ela? Ela juga sudaaah?" tanya Rafa.
"Iya barusan dia test dan Alhamdulillah Ela hamil. Saat ini dia sedang istirahat di kamarnya karena pusing dan mual" jawab Lidya.
"Alhamdulillah... " ujar Catherine dan Rafa bersama - sama.
"Sudah - sudah berangkat sana nanti kalian terlambat" perintah Reza.
"Kami pergi ya Ma" ucap Rafa kemudian pasangan Raket memeluk keluarganya sebelum berpisah dan meninggalkan Hotel tempat acara pernikahan mereka berlangsung.
Kini Rafa dan Catherine sudah naik diatas mobil dan sedang dalam perjalanan menuju Bandara.
"Wah gak nyangka Mas Ela dan Fajar tokcer. Hukuman mereka di London ternyata membuahkan hasil" ucap Catherine.
"Semoga kita juga sama seperti mereka ya, honeymoon ke Balinya juga membuahkan hasil satu bulan ke depan" bisik Rafa ke telinga istrinya.
Catherine terdiam dan menunduk malu.
"Istriku malu - malu. Pipinya jadi semakin merah" goda Rafa.
"Kamu Maaaaas" balas Catherine.
Jam lima sore mereka terbang dari Jakarta ke Bali. Sesampainya di Bandara Internasional Ngurah RaRa Bali mereka langsung di jemput oleh supir Hotel tempat mereka menginap.
Honeymoon mereka benar - benar spesial dengan pelayanan terbaik yang diberikan pihak Hotel. Maklum Hotel tempat mereka menginap adalah Hotel keluarga Barrakh.
"Aku sudah gak sabar Mas" teriak Catherine senang.
"Sabar yank, Mas aja masih sabar. Sebentar lagi kita sampai hotel" goda Rafa.
"Maksud aku.. aku sudah gak sabar pengen jalan - jalan di Bali. Tempat ini adalah impian aku dari dulu" jawab Catherine malu.
"Iya jalan - jalannya kita mulai besok. Malam ini kita mulai dengan yang manis-manis ya" ujar Rafa sambil tersenyum lembut kepada istrinya.
Mobilpun sampai di Hotel tempat mereka menginap. Dengan bantuan pelayan Hotel mereka di giring sampai kamar yang sudah di pesan Ela khusus untuk mereka.
Rafa dan Catherine masuk ke dalam kamar mereka dan langsung berkeliling kamar untuk memeriksa keadaan kamar mereka.
"Waaaaah keren banget kamarnya Mas, berasa tidur di kapal selam dan tidur di dalam akuarium besar di tengah laut" puji Catherine.
Catherine berjalan ke balkon luar dan dia kembali terkagum-kagum dengan kamar yang disediakan Ela dan Fajar.
"Kolam renang private Mas, Ela ngerti banget kalau aku suka berenang dan gak bisa lagi sembarangan berenang di pantai atau kolam renang" sambung Catherine.
"Alhamdulillah... Allah sayang banget sama kita sampai kirim sahabat sableng istri Sultan seperti ini bisa memfasilitasi honeymoon kita dengan mewah seperti ini yank" ucap Rafa.
"Nanti kita pulang ingatkan aku ya untuk beli oleh-oleh khusus buat mereka sebagai ucapan terimakasih kita" ungkap Catherine.
"Ya sudah kamu bersih - bersih gih, kita shalat Maghrib sekaligus Isya di jamak. Tadi kan waktu maghrib kita di pesawat" perintah Rafa.
"Iya Mas" Ela segera beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu kemudian dia keluar dengan menggunakan bathrobes berwarna biru.
Ela benar-benar sahabat terbaik, sampai hal - hal kecil saja dia perhatikan. Puji Catherine.
Catherine memang pecinta warna biru sehingga semua pernak pernik di hotel ini berwarna biru.
Catherine juga melihat di atas nakas dekat tempat tidur sudah tersedia mukena berwarna biru muda.
"Siapa yang letakin mukena ini di sini Mas?" tanya Catherine penasaran.
"Gak tau, mungkin memang sudah pelayanan dari pihak hotel yank. Sebentar ya aku mandi dulu. Kamu tunggu ya" jawab Rafa.
Sepuluh menit kemudian Rafa keluar kamar mandi dengan lilitan handuk biru mudah di pinggangnya. Dada dan perutnya yang kekar dan rata membuat pemandangan Catherine terlihat semakin indah.
"Nih Mas baju shalat dan kain shalat juga sudah disediain bahkan pakaian dalam juga lho Mas. Kok perasaanku gak enak ya" ucap Catherine sambil terlihat sedang berfikir.
"Husss... jangan suudzhon yank, mereka sudah baik sama kita. Gak mungkin bertindak macam - macam. Lagian saat ini Ela sedang mabuk hamil muda. Kasihan, doain yang baik - baik aja" bantah Rafa.
Mereka shalat Maghrib dan Isya dijamak secara berjamaah. Setelah selesai shalat Catherine melipat sajadahnya. Masih tetap memakai mukenanya Catherine membuka lemari hotel dan mencari keberadaan kopernya.
"Lho Mas koper kita mana?" tanya Catherine yang tak kunjung menemukan koper mereka.
Rafa juga ikutan mencari koper mereka di dalam kamar, tiba-tiba bell kamar berbunyi.
Ting.. Tong..
"Siapa?" tanya Rafa dari balik pintu.
"Room service Pak" ucap pelayan Hotel.
Rafa membuka pintu kamar kemudian melihat pelayan mengantarkan sebuah bungkusan dibalut kertas kado.
"Dari siapa?" tanya Rafa.
"Di sini dikatakan dari Ibu Ariella Putri Gunadi dan Fajar Pratama Barrakh Pak" jawab pelayan hotel.
"Terimakasih" balas Rafa.
Rafa menutup pintu dan membawa kado yang di bawa pelayan hotel tadi.
"Apa itu Mas?" tanya Catherine penasaran.
"Kado dari Ela dan Fajar" jawab Rafa.
"Aneh Mas, ngapain mereka kasih kita kado lagi? Bukannya apa yang mereka berikan sudah lebih dari cukup untuk sebuah kado. Beneran deh Mas perasaanku semakin tidak enak" ucap Catherine.
Rafa mulai membuka kado Ela. Alangkah terkejutnya mereka menemukan baju lingerie bulu - bulu yang aneh bentuknya.
"Ya Allah Mas, ini kan lingerie yang kami beli di London. Ela bilang dia membelinya untuk dipakai di depan suaminya ternyata.... " ucap Catherine terpotong.
Rafa mengangkat boxer bermotif corak kulit macan.
"Ya Ampun anak itu.... " sambung Rafa.
Tiba-tiba selembar kertas jatuh, Rafa meraihnya dan mereka membacanya bersama.
Dear RaKet..
Malam ini pakai pakaian ini ya, besok baru petugas akan mengantarkan koper kalian. Kami masih berbaik hati memberikan waktu hanya satu malam kepada kalian untuk anget - angetan. Bayangkan kami seminggu di kerjain seperti ini di London.
Awas kalau kalian tidak memakainya, CCTV secara otomatis menggunakan sensor yang kami tanam di pakaian kalian. Kalau kalian tidak memakainya CCTV akan merekam pertunjukan kalian malam ini.
Ayo pilih mana? Gak pakai pakaian itu besok film kalian akan beredar atau pakai pakaian itu dan nikmatilah malam indah kalian.
Selamat malam pertama sahabatku. Ssssttt... jangan lupa baca doa ya 😘😘😘
Tertanda
Ela yang cuantik 🥰
Rafa dan Catherine saling pandang.
"ELAAAAAAA..... "
.
.
BERSAMBUNG