
Hari terakhir di Bandung anak - anak pada sibuk minta jalan - jalan di Trans Studio Bandung.
Para Triplet udah siap dengan kaca mata kerennya Fael dan Elfa memakai celana pendek dan baju kaos sedangkan Fela memakai gaun manis.
Fathir dan Shaby dandanannya juga gak jauh beda dengan Fael dan Elfa sedangkan Sitha dan Ryntia berdandan ala princess seperti Fela.
"Elfa kamu kok pakai baju yang seperti aku sih, kamu itu kan perempuan harusnya pakaian kamu itu seperti Fela" protes Fael.
"Biarin, aku suka pakai baju seperti ini. Nyaman dan adem gak seperti baju kak Fela gatel dan gerah" jawab Elfa.
"Kamu itu cewek bukan cowok" balas Fael kesal.
"Ya gak apa - apa donk kak, aku kan sukanya pakai baju seperti ini,sangat nyam buat lari dan manjat. Kalau pakai gaun aku gak bisa bergerak. Sebentar - sebentar pasti Mama komentar 'Elfa Mama kena jepret kamu dari bawah' kesel banget" ucap Elfa.
"Sudah donk kakaaaaak, biarin aja adiknya mau pakai baju yang dia suka sayaang" Ela menengahi.
"Tapi dia kan perempuan Ma, bukan laki - laki. Harusnya pakai baju perempuan" protes Fael.
"Bantuin Kak, dulu Kakak juga kan selalu protes kalau aku mau baju yang kembaran sama Kakak" pinta Ela kepada Aby kakak kembarnya.
"Gak apa - apa sayang, dulu uncle juga sama seperti kamu. Mama kamu suka baju kembaran dengan uncle. Nanti pelan - pelan adik kamu pasti berubah. Tuh lihat Mama kamu sekarang berubah kan? Nanti Elfa juga akan kembali menjadi wanita seutuhnya" jawab Aby membantu menjawab protes ponakannya.
"Gitu ya uncle? Kapan itu saatnya?" tanya Fael.
"Bisa lama bisa juga cepat. Kamu do'ain aja Elfa cepat sadar dan jadi feminim seperti Fela" balas Aby lembut.
"Ya Allah... rubah lah fikiran Elfa dan semoga gaun lebih nyaman dari pada celana pendek ya Allah" Fael langsung berdoa di depan semuanya.
Sontak anggota Geng ERASADIS senyum - senyum mendengar doa Fael itu.
"Tapi Pa bukannya kalau Elfa pakai baju cowok jadi membuat dia susah sendiri?" tanya Fathir kepada Rafa.
"Kenapa kamu berkata seperti itu Thir?" tanya Rafa penasaran dengan apa yang sedang di fikirkan anaknya.
"Nanti pasti anak laki-laki berfikiran kalau Elfa itu juga laki-laki sementara Elfa kan gak bisa dekat cowok selain aku, Fael dan Shaby" jawab Fathir cerdas.
"Benar tuh Elfa, ayo gimana coba kamu ngadepinnya?" tantang Disil.
"Tenang aja Uncle, langsung aku tonjok aja tuh wajah cowok itu. Pasti dia gak berani dekat - dekat aku lagi" jawab Elfa cuek.
"Sayaaang... tidak semua bisa kamu selesaikan dengan kekerasan. Kamu harus bisa menghadapi itu secara pelan - pelan. Papa dan Opa juga sama seperti kamu dulu. Bedanya Papa dan Opa gak bisa dekat sama cewek" nasehat Fajar.
"Trus kenapa sekarang Papa sudah sembuh. Papa bisa dekat sama aunty Catherine dan yang lainnya?" tanya Elfa ingin tahu.
"Karena Papa sudah ketemu dengan Mama kamu" jawab Fajar.
"Emangnya ketemu Mama saja sakit Papa bisa sembuh?" tanya Fela bingung.
"Iya, karena Mama kamu adalah penawar penyakit Papa" jawab Fajar.
"Penawar itu apa Pa?" tanya Fael.
"Penawar itu obat sayang" jawab Fajar.
"Jadi Mama yang jadi obatnya Papa sampai Papa sembuh?" tanya Elfa antusias.
"Iya benar sekali" balas Fajar.
"Kalau begitu Mama obatin aku juga donk. Masak cuma Papa aja yang disembuhin?" rengek Elfa.
Semua tersenyum mendengar permintaan Elfa.
"Gak bisa sayang. Mama hanya bisa nyembuhin Papa kalian saja. Nanti kalau kamu sudah besar kamu pasti ketemu sama penawar kamu. Dan perlahan - lahan sakit kamu akan sembuh" jawab Ela menjelaskan.
"Harus nunggu aku dewasa?" tanya Elfa.
"Iya" Ela mencubit pipi gembul Elfa.
"Lama banget, aku mau sekarang aja dewasanya" balas Elfa.
"Oo... belum waktunya sayang. Mama belum siap melihat kamu dewasa. Kamu sabar ya suatu saat kamu pasti akan dewasa" Ela memberi semangat.
"Ya sudah kalian sudah siap semua?" tanya Fajar.
"Siaaaaaap" jawab F3STER kompak.
"Ayo masuk ke mobil masing-masing, kita berangkaaaaat" teriak Ryza.
Fajar dan yang lainnya pergi meninggalkan Hotel dan menuju Trans Studio Bandung.
Setelah membeli tiket masuk mereka langsung mencari wahana permainan yang mereka inginkan.
"Mau main apa anak - anak?" tanya Fajar.
" Kami mau nonton di bioskop 4D Pa" pinta Fela.
"Berarti kita ke Supermarket Herpes 4D ya" jawab Fajar.
"Yuk... " ajak Rafa
Super Herpes 4D masih berada di dalam lokasi Studio Central. Bagi penggemar film-film Marvel, pasti sudah tidak asing dengan Iron Man, Hulk atau Spider-Man.
Di wahana ini pengunjung bisa menyaksikan Bioskop Simulator dengan teknologi 5 Dimensi pertama di dunia. Bioskop tersebut akan menampilkan aksi pada Superhero kesayangan dengan musuh-musuhnya.
F3STER sangat senang masuk ke dalam studio, mereka melihat pertunjukan dengan penuh takjub.
Setelah selesai mereka mencari wahana baru.
"Kak kita masuk ke situ yuk" Elfa menunjuk ke arah wahana Dunlop Trans Car Racing (bapalan dengan sistem keamanan yang canggih).
"Gila pilihan permainan putri kamu Fa" sindir Disil.
"Putriku yang ini kan unik bro" jawab Fajar bangga.
"Sayang umur kalian belum cukup untuk bermain di wahana itu. Nanti kalau sudah lebih besar sedikit ya" Fajar mengingatkan Elfa bahwa tidak semua permainan bisa mereka ikuti.
"Oke deh Pa" jawab Elfa.
"Mending masuk ke situ sayang" bujuk Ela.
Mereka melihat wahana dengan tulisan DUNIA ANAK yang berisikan wahana yang penuh warna dan keajaiban.
"Mau Ma.. Mau" jawab Fela.
"Yuk kita masuk, lihat di sana banyak teman - teman yang seumuran kalian" ucap Ela.
F3STER masuk ke dalam wahana itu sedangkan para orang tua hanya mengawasi mereka dari kejauhan.
Sekitar sepuluh menit mereaka berada di dalam tiba-tiba terjadi kegaduhan.
"Yank kok ada keributan di dalam, jangan - jangan putri kesayangan kamu buat ulah" ucap Ela kepada Fajar.
"Sebentar aku lihat dulu" Fajar masuk ke dalam.
Tak lama Fajar keluar lagi dengan tergesa-gesa.
"Guys F3STER buat keributan di dalam" panggil Fajar.
Sontak semua anggota Geng ERASADIS masuk mereka melihat ada seorang anak laki-laki yang sedang menangis dan dari hidungnya mengeluarkan darah.
Sedangkan Elfa sedang di pegang oleh Fela dan Fael.
"Ueeek... ueeek" Elfa merasa mual tapi untung saja tidak muntah di dalam wahana tersebut.
"Ada apa ini sayaaang?" tanya Ela terkejut melihat ketiga anaknya.
"Dia mendekati Ma, padahal aku sudah menjauh tapi dia terus mendekatiku" jawab Elfa.
Seorang wanita yang sedang berusaha mendiamkan putranya kemudian berdiri dan menatap ke arah Fajar dan Ela.
"Begini Pak Bi, putra kalian baru saja memukul wajah anak saya dan lihatlah perbuatannya ini pada anak saya" ucap Ibu dari anak yang cidera.
Saat wanita itu mengangkat wajahnya semua anggota Geng ERASADIS terkejut dan menarik anak mereka masing-masing.
"Kamu.... "
.
.
BERSAMBUNG