Find The KEY

Find The KEY
Ep. 102



"Sudah.. sudah.. sudah siang, mending kita cari makan biar kepala kalian dingin" ucap Aby menengahi Ela dan Fajar.


Pusing juga melihat dua orang ini bertengkar terus. Batin Aby.


"Kalian sudah selesai berbelanja?" tanya Fajar.


"Sudah" jawab Aby sambil melirik ke arah teman - temannya yang lain.


"Oke kalau begitu kita makan di Sahara Grill" ajak Fajar.


Mereka keluar dari toko dan kembali menuju mobil. Setelah semua sudah masuk mobil meluncur menuju arah Restourant halal yang dimaksud.


Sahara Grill terletak di jalan Hanworth London, restoran ini menyediakan hidangan aneka steak yang menggugah selera. Fajar membawa mereka ke restourant halal ini untuk makan siang yang lezat.


Suasana restourant juga sangat nyaman terlihat banyak sekali lampu gantung dan sangat berkelas.



Fajar dan rombongan mencoba memilih menu makanan. Aby dan teman - temannya mulai membuka daftar menu.


Aby dan Keysha duduk bersebelahan di depan mereka Disil dan Ditha sedangkan di samping Keysha ada Sintia dan Ela dan di depan Ela ada Fajar dan Ryza.


"Asiiiik ada es krim" ucap Ela ceria.


"Selain kamu wanita jadi - jadian ternyata kamu juga seperti anak - anak. Baru lihat gambar es krim saja sudah bahagia dan lompat - lompat kesenangan" sindir Fajar.


"Biarin yang penting aku suka. Aku pilih steak ini" jawab Ela cuek.



"Samain aja El, aku juga mau. Tapi minumnya orange jus aja" ucap Sintia.


Pelayan mencatat pesanan makanan mereka kemudian segera memperisapkannya.


"Waaah gak terasa ya sudah satu minggu kita di sini. Nanti malam kita sudah pulang ke Indonesia" ucap Sintia.


"Kamu belum puas di sini?" tanya Ela.


"Belum El tapi kami juga kan gak bisa lama - lama di sini. Butik siapa yang urus" jawab Sintia sedih.


"Yah kalau kamu pulang belakangan kan bisa ada babang tamfan Ryza yang nemani kamu di sini. Ya gak?" ucap Ela sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Ryza.


"Eh bisa kena sembelih Papa aku. Belum muhrim" sambung Sintia.


"Ya sudah setelah pulang dari sini buruan di halalin biar bisa bulan madu ke sini lagi" balas Ela.


Ryza tersenyum mendengar perkataan Ela.


"Dari tadi aku perhatiin kamu jam tangan baru ya El. Bagus banget jamnya" ucap Sintia.


"Lho kog bisa sama persis sama Fajar? Kamu juga jam baru Fa?" tanya Ryza penasaran.


Aby dan yang lainnya menatap Ela dan Fajar bergantian.


"Eh iya nih sama persis, seperti jam couple" timpa Sintia sambil memegang tangan Ela.


"Iya tuh cowok pendendam itu yang beliin. Tadinya aku mau beli satu aja tapi gak bisa harus di beli dua - duanya. Eh dia mau beli juga ya udah kami bagi dua" ungkap Ela.


"Enak aja bagi dua, aku yang beliin ya. Aku kasihan lihat kamu gak sanggup beli. Wajah kamu udah mupeng banget sampai ileran" ejek Fajar.


"Haaaaalaaaah kalian dari tadi berantem melulu bosan lihatnya. Eh gak taunya diam - diam udah beli jam tangan couple" sindir Keysha.


"Betul itu, nanti diam - diam juga udah saling suka" sambut Disil.


Fajar dan Ela saling tatap, tiba - tiba mereka malu mendengar ledekan dari teman - teman mereka. Karena mereka tertangkap basah membeli jam tangan couple.


"Sial, tau gitu mending gak aku terima jam yang kamu belikan ini" oceh Ela.


"Pake kata menyesal, sudah gak bilang terimakasih lagi. Dasar cewek jadi - jadian" umpat Fajar.


"Ngapain aku bilang terimakasih kamu juga gak khusus kok kasih aku. Kan karena syaratnya emang harus beli sepasang makanya kamu beli. Dari pada kasih orang lain ya udah aku ambil" jawab Ela.


"Banyak banget alasan kamu" sambut Fajar.


"Kalau kalian bertengkar terus aku nikahkan baru tau" potong Aby.


"Betul aku mau jadi saksinya" sambut Ryza.


"Biar aku yang jadi tuan kadinya" sambung Disil.


"Husss pantang. Ucapan adalah doa" potong Sintia.


"Bukan Sin, takutnya benci jadi cinta" timpa Ditha.


Fajar dan Ela terdiam takut apa yang dikatakan teman - temannya menjadi nyata.


Tak lama pelayan datang membawa pesanan mereka. Mereka mulai menyantap makanan yang mereka pesan.


Setelah selesai makan baru pelayan mengeluarkan dessert. Ela terlihat sangat antusias ketika es krim coklat pesanannya datang.


"Emmmmm manis" ucapnya setelah suapan pertama.


"Huh benar - benar seperti anak kecil" ejek Fajar.


"Biarin" jawab Ela cuek.


"Hei cewek jadi - jadian lihat tuh mulut kamu belepotan" ucap Fajar.


Tapi Ela tidak perduli dia tetap asik menikmati es krimnya sampai suapan terakhir.


Fajar terus menatap Ela yang sedang menikmati es krimnya.


"Ih nih anak makannya jorok banget" Fajar gak tahan melihat pemandangan di depannya tanpa sadar Fajar mengambil tisu dan melap bibir Ela yang terkena es krim.


Keysha dan Ryza yang melihat kejadian itu sangat terkejut. Gak biasanya Fajar bertingkah seperti ini. Mereka saling tatap tapi tidak mengeluarkan kata - kata.


"Apa sih?" tanya Ela.


"Kalau makan itu yang anggun dikit jangan bar - bar gitu kayak cowok. Dasar cewek jadi - jadian" ejek Fajar.


Ela mengambil tisu dan mengelap bibirnya.


Duh ada apa denganku, mengapa aku jadi terus - terusan memperhatikan cewek jadi - jadian ini. Habis dia jorok banget gak ada malu - malunya makan sampai kotor seperti itu. Mana ada wanita yang makan seperti ini. Batin Fajar.


Apa sih cowok pendendam ini lihatin aku terus. Apa gak pernah lihat orang makan seperti aku? Biasa aja kaleee... Es krim kan emang hidangan terenak di dunia. Ucap Ela dalam hati.


Setelah selesai menikmati makanan mereka akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat di hotel sebelum berangkat ke bandara.


Ela bermain di kamar kakaknya, membantu Keysha membereskan barang - barang karena sebentar lagi mereka akan pulang.


"Barang - barang kamu sudah beres semua?" tanya Aby.


"Sudah kak, aku sudah pesan sama temanku. Nanti malam semua akan diantar ke Bandara" jawab Ela.


"Lho Ela ikut pulang lagi?" tanya Keysha bingung.


"Iya kak, pulang untuk selamanya" jawab Ela.


"Maksudnya?" Keysha balik bertanya.


"Aku pulang dan kembali menetap di Indonesia, menjaga Papa dan Mama setelah kalian menikah dan akan pindah dari rumah Papa dan Mama" ungkap Ela.


"Kok tiba - tiba? Sebelumnya kamu tidak kasi tau aku El? Apa kamu gak percaya padaku?" tanya Keysha.


"Sorry Kakak Ipar, aku juga baru memutuskan ketika kembali lagi ke London. Aku sibuk membereskan semua pekerjaan aku di sini. Setelah semua selesai baru aku packing semua barang aku" jawab Ela.


"Bagus donk, jadi rame kalau ada kamu" sambut Keysha.


"Nah sudah selesai kan? Aku balik ke kamar ya" pinta Ela.


"Makasih El. Iya kamu istirahat gih, nanti malam kita akan perjalanan jauh" balas Keysha.


Ela pergi meninggalkan kamar kakaknya. Keysha langsung meraih hpnya dan mengirim pesan pada seseorang.


Ela ikut pulang ke Indonesia dan dia akan menetap selamanya di Indonesia.


.


.


BERSAMBUNG


Selamat malam, aku up terakhir untuk hari ini ya... Semoga dapat menghibur kalian. Jangan penasaran ya karena penasaran itu berat. Hampir sama dengan rindu buat gak bisa tidur 🤣🤣


Biar author aja yang menanggungnya 🤗🤗


Â