Find The KEY

Find The KEY
Ep. 125



"Jadi pasangan aku di acara nikahan Ryza ya. Kamu bridesmaidnya aku" pinta Fajar.


"Enak aja pasanganku Rafa, titik" tolak Ela.


"Mau donk El, Rafa kan bisa sama yang lain. Kalau aku tidak. Aku kan cowok spesial" ucap Fajar.


"Spesial pakai telor maksud kamu" ledek Ela.


"Yee... emangnya nasi goreng spesial" balas Fajar.


"trus spesial apa?" tanya Ela.


"Spesial buat kamu" jawab Fajar tersenyum.


"Cih.. Pede amat" ejek Ela.


"Bukan pede El tapi begitulah kenyataannya. Hanya sama kamu aku bisa aman. Masak pasangan groomsmenku adikku terus, kan gak asik. Aku juga pengen seperti pria lain El punya pasangan orang lain bukan saudara" pinta Fajar memohon.


Ela jadi kasihan melihat Fajar. Iya juga ya, kasihan juga nih anak kemana - mana bawa pasangan malah adiknya sendiri.


"Lihat nanti deh" jawab Ela.


"Asiiik..." teriak Fajar.


"Hey aku belum jawab iya. Aku cuma bilang lihat nanti. Gitu aja senang banget" sindir Ela.


"Aku tau lihat nantinya kamu 99% artinya iya" ucap Fajar percaya diri.


"Terserah kamu lah. Capek berantam terus sama kamu" balas Ela.


Mereka melanjutkan makan baksonya. Setelah selesai makan mereka bergerak menuju pulang.


"Neng Ela kalau nikah jangan lupa atuh undang Bapak sama Ibu" ucap si Bapak.


Ela hendak bicara langsung di potong Fajar.


"Doain lancar dan secepatnya ya Pak, nanti akan kami undang" jawab Fajar sambil tersenyum.


"Kami pamit dulu" ucap Fajar setelah membayar baksonya.


"Duh ganteng banget Pak cowoknya Neng Ela. Ibu jadi pengen kembali muda" oceh si Ibu.


"Ibuuuuu" tegur Bapak Tukang Bakso.


"Hehehehe becanda Pak" jawab istrinya.


Ela dan Fajar sudah kembali ke dalam mobil dan mobil melaju menuju arah pulang.


"Pengen singgah ke suatu tempat lagi?" tanya Fajar.


"Nggak, aku mau pulang. Pengen istirahat, badanku pegal kena tendangan" jawab Ela.


"Sorry El bukan maksudku ingin menyakiti kamu tapi kalau aku mengalah kamu akan menjauhiku. Hanya itu satu - satunya jalan mendekatimu. Aku harus menang apapun itu aku harus berusaha. Termasuk untuk memenangkan hati kamu. Aku akan bersabar untuk merebut hatimu" ucap Fajar serius.


Ela terdiam, dia bingung harus berkata apa lagi. Tanpa terasa mobil sudah masuk ke dalam kompleks rumah Ela. Ternyata Rafa juga baru sampai di depan rumah Ela.


Sebelum Ela turun, Fajar sempat menahan Ela sebentar.


"Besok tunggu aku jam sepuluh ya" ucap Fajar.


Ela membuka pintu mobilnya dan keluar.


"Daah Princess, mimpi indah" teriak Fajar.


Rafa keluar dari mobilnya dan menyamperin Fajar.


"Pulang bareng Fa?" tanya Rafa.


"Iya tadi ada urusan sedikit sama Princess eh Ela trus kemaleman jadi sekalian aku antar dia pulang. Kamu baru pulang juga?" tanya Fajar balik.


"Iya, tadi waktu jalan pulang aku lihat ada makanan kesukaan Ela jadi aku beli dan antar ke sini baru aku pulang setela itu" jawab Rafa.


"Iya ya, aku lupa kalau kalian tetanggaan. Kalau begitu aku pulang dulu ya Raf. Assalamu'alaikum" ucap Fajar.


"Hati - hati bro. Wa'alaikumsalam" jawab Rafa.


Mobil Fajar berlalu dari rumah Ela, Rafa masuk ke dalam rumah Ela sambil menenteng bungkusan berisi makanan yang dia beli tadi di jalan.


"Assalamu'alaikum" Rafa mengucap salam ketika masuk ke dalam rumah Ela.


"Wa'alaikumsalam. Eh ada Rafa, baru pulang dari kantor?" tanya Aditya.


"Iya Om, Ela ada Om?" tanya Rafa.


"Ada dia juga baru pulang. Langsung aja kamu cari dia di dalam" perintah Aditya.


"Elaaaa" panggil Rafa sambil berjalan ke ruang TV.


"Bawa apa tuh?" tanya Ela penasaran.


"Nih martabak manis kesukaan kamu" jawab Fajar sambil memberikan bungkusan yang dia bawa.


"Asiiiik" ucap Ela semangat.


"Baru pulang? Sama Fajar?" tanya Rafa.


"Iya tadi ada urusan dikit sama dia. Kemalaman pulangnya sekalian mampir makan sebelum pulang" jawab Ela sambil menikmati martabak yang di bawa Rafa


Rafa duduk di ruanh TV dan makan martabak yang dia bawa sendiri.


"Eh seret nih" Rafa menunjukkan ke arah lehernya.


"Hehehe sorry lupa. Sebentar aku ambil minum ya" Ela berjalan ke arah dapur. Tak lama kemudian dia kembali dengan membawa dua gelas air di tangannya.


"Besok kita jalan yuk El" ajak Rafa.


"Sorry Raf aku ada janji sama Fajar duluan. Gak enak kalau di batalin trus pergi sama kamu" tolak Ela.


"Ya sudah kalau gitu" jawab Rafa.


"Eh Raf minggu kita jemput Keket yuk ke bandara" ajak Ela.


"Keket?" tanya Rafa bingung.


"Manager aku Catherine. Dia datang dari London mau bantuin aku buat gaun Sintia" jawab Ela.


"Oke, nanti kamu hubungi aja aku jam berapa kita pergi. Biar aku datang ke sini. Aku pulang dulu ya, udah gerah mau ganti baju" ucap Rafa.


"Makasih martabaknya ya Raf, daa.. Rafa" teriak Ela.


Ela naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya, dia segera mandi dan berganti baju.


Ela menatap jam tangan pemberian Fajar yang mereka beli di London.


Apakah tanganku sudah terikat padanya? Sejak kecil juga dia sudah menjadi penyelamatku.


Ela meraba dadanya.. Perasaan apa ini. Mengapa saat bertanding tadi jantungku tak henti - hentinya berdetak kencang, apalagi saat dia menatapku dengan tatapan matanya yang seperti ingin melihat isi hatiku.


Aku sampai bingung harus bagaimana bersikap. Dan apa yang harus aku lakukan padanya? Apakah memang sudah saatnya aku berdamai dengan dia seperti nasehat saboeum?


Tapi aku masih kesal banget setiap mengingat sikapnya dulu yang selalu merendahkanku sebagai wanita. Selalu menganggap aku ini wanita jadi - jadian.


Uuuuh pusiiiiiing..... Ela mengacak - acak rambutnya.


Derrrrt... drrrrrt..... Hp Ela bergetar tanda pesan masuk.


Pria Menyebalkan 😈


Lagi mikirin aku ya? Samaaa... aku juga 😁


My Princess 💖


Cih Pede banget Anda


Pria Menyebalkan 😈


Pasti sudah mandi, wanginya tercium sampai ke sini 😊


My Princess 💖


Garing 😠


Pria Menyebalkan 😈


Sudah tidur sana, pasti kamu capek kan karena tadi kita bertanding. Tidur yang cukup. Malam ini gak apa - apa deh gak usah mimpiin aku, biar kamu tidur nyenyak saja malam ini. Agar besok lebih fresh dan bersinar saat aku jemput kamu. Selamat malam My Princess 😘😘


My Princess 💖


🤛🤛🤛🤛


Fajar tertawa membaca pesannya. Dia tidak menyangka cinta bisa membuatnya berubah 180° seperti ini.


Entah siapa yang sudah mengajarinya sehingga dia bisa sangat ahli dalam merayu wanita seperti ini.


Tak apalah demi kamu My Princess. Segalanya akan aku lakukan agar aku bisa segera memilikimu selamanya... Ucap Fajar dalam hati.


Fajar segera meraih bantal gulingnya dan memeluknya erat, tanpa perlu waktu lama lagi matanya mulai terlelap karena tubuhnya memang membutuhkan istirahat untuk mencarger tenaganya.


.


.


BERSAMBUNG