Find The KEY

Find The KEY
Ep. 146



"Kamu... kenapa gak bersuara? Rasain kan, untung aja tadi gak aku tendang" ucap Ela.


"Sorry.. aku mau buat kejutan. Tadi habis dari Bandara aku langsung datang ke rumah kamu tapi kata Papa dan Mama kamu, kamu melukis ke taman belakang hotel. Kok pergi sendirian? Kita kan udah janji kalau mau ke sini bareng - bareng?" tanya Fajar


Jantung Ela berdetak sangat kencang dan sangat sulit sekali untuk bisa menormalkannya kembali.


"Kok diam aja?" tanya Fajar lagi.


"Aku masih sangat terkejut. Sampai jantungku berdetak kencang ni" jawab Ela.


"Mana, coba aku pegang?" goda Fajar.


"Enak aja belum muhrim" tolak Ela tapi wajahnya bersemu merah.


"Wajah kamu lucu, penuh warna. Ada warna merah di pipi kamu" ledek Fajar.


"Enak aja. Mana ada coba" elak Ela.


"Ada warna hijau, kuning, pink, biru" ucap Fajar lagi.


"Masak? Serius?" tanya Ela tak percaya.


Fajar mengambil hpnya kemudian memotret Ela pakai hp. Setelah itu hasilnya dia perlihatkan pada Ela. Langsung Ela terkejut menyadari wajahnya yang penuh dengan warna cat.


"Aaaah wajahku penuh noda. Hapus.. hapus fotonya" pinta Ela.


"Gak mau, biar jadi kenang - kenangan. Nanti akan aku tunjukkan pada anak - anak kita. Gini lho wajah Mama kalian kalau lagi serius melukis" goda Fajar.


"Aaaah Fajaaaaaar" teriak Ela malu.


"Mau kan?" tiba - tiba Fajar berubah jadi serius.


Sontak jantung Ela berhenti berdetak untuk sesaat.


"Mau apa?" tanya Ela pura - pura.


"Mau jadi Ibu dari anak - anakku?" tanya Fajar serius.


Ela langsung terdiam. Jantungnya seperti mau copot mendengar pertanyaan Fajar. Apakah ini artinya dia melamar aku lagi? Batin Ela.


"Eeeel" panggil Fajar.


"Ha.. apa?" tanya Ela terkejut.


"Kamu mau kan jadi Ibu anak - anakku?" ulang Fajar lagi.


"Harus sekarang jawabnya?" Ela balik bertanya.


"Yah kalau kamu belum siap gak apa - apa, besok juga boleh jawabnya" jawab Fajar.


"Tapi aku dan Rafa..." Ela sengaja menggantung ucapannya.


"Hanya sahabatan aja kan?" potong Fajar. Tatapan mata Fajar benar - benar menusuk sampai ke relung hati Ela.


Ya Tuhan aku nggak kuaaaat. Batin Ela.


"Kamu kok tau?" tanya Ela.


"Mata - mata aku banyak" jawab Fajar.


"Ryza dan Keysha?" tanya Ela lagi.


"Nggak" balas Fajar.


"Jadi siapa donk?" Ela penasaran.


"Keket" jawab Fajar singkat sambil tersenyum menang.


"Kekeeeeet, kok bisa?" ucap Ela tak percaya.


"Ya bisa donk, emangnya kamu aja sohibnya. Aku juga sekarang udah jadi sohibnya lho" ujar Fajar.


"Awas saja nanti si Keket di rumah" umpat Ela.


"Jadi mau jawab sekarang apa nanti?" Fajar mengulang pertanyaannya.


"Mmm.. tapi mau di jawab nanti pasti jawabannya juga sama. Yes kan?" goda Fajar.


"Ih sok kepedean" elak Ela.


"Gak pede sih cuma kasihan ada cewek yang nangis - nangis ngejar aku sampai ke bandara. Trus kangen berat makanya datang ke taman ini. Alasannya sih untuk melukis tapi aslinya mau mengenang kebersamaan denganku pastinya" Fajar berusaha terus menggoda Ela lagi.


"Aaaaah pasti Keket lagi tuh yang bocorin" jawab Ela malu. Wajahnya sampai merah merona.


"Ya udah kalau gak mau jujur. Aku balik lagi nih ke London" ancam Fajar.


"Eits.. jangan.. jangan..." cegah Ela.


"Mmm... iya deh. Aku mau" jawab Ela malu - malu.


"Mau apa?" goda Fajar pura - pura serius.


"Mmm... mau jadi Ibu dari anak - anak kamu" jawab Ela sambil tertunduk malu.


"Ih aku gak dengar jelas" Fajar mengorek - ngorek daun telinganya.


"Aaah Fajar aku kan malu" elak Ela.


"Oke.. oke.. boleh di ulang sekali lagi?" tanya Fajar kembali.


"Dan tolong lebih kuat sedikit. Biar angsa yang ada di danau itu mendengar jawaban kamu. Biar mereka bisa ngelihat, bukan mereka aja yang bisa mesra - mesraan berdua tapi kita juga bisa" ungkap Fajar.


Ela menarik nafas panjang.


"Aku mau menjadi Ibu dari anak - anak kamu" ucap Ela setengah berteriak.


"Alhamdulillaaaaaaaaah" ucap Aditya, Alexa, Omar, Jasmine, Aby, Keysha, Keket, Rafa, Disil, Ditha, Sintia dan Ryza bersamaan setelah mereka keluar dari persembunyian mereka.


"Papa, Mama, Om, Tante, Kakak dan kalian semuaaaa... kok bisa ada di sini?" tanya Ela terkejut dan bingung.


"Mau melihat kamu di lamar Fajar untuk yang kedua kalinya sayang dan kami menunggu jawaban kamu" jawab Alexa bahagia.


"Untung kamu jawab mau El. Kirain bakal ada penolakan jilid dua" sambut Omar


"Kali ini seratus persen aku yakin di terima Pa" jawab Fajar percaya diri.


"Jadi Ariella Putri Gunadi will you merry me?" tanya Fajar sambil mengeluarkan sebuah cincin yang berada dalam kotak kecil yang baru saja dia keluarkan dari kantong celananya.


Dengan mata berkaca - kaca Ela menatap dalam ke manik mata Fajar kemudian dia menjawab.


"Yes, I will" jawab Ela yakin.


Fajar kemudian memasangkan cincin ke jari manis tangan sebelah kiri Ela.


Disambut dengan tepuk tangan meriah dari kedua orangtua Ela dan Fajar juga para sahabat mereka.


"Waaaah bakal akan ada lagi nih pesta pernikahan selanjutnya" ujar Jasmine.


"Selamat ya sayang akhirnya kamu menemukan antimo kamu" ucap Jasmine.


"Selamat, Papa bangga mempunyai anak yang berani seperti kamu" puji Omar pada putranya.


"Selamat sayang, ternyata anak Papa sudah besar. Baru saja di lamar orang dan sebentar lagi akan di bawa suaminya pergi" ujar Aditya.


"Iya Pa. Terimakasih" balas Ela dan Fajar.


"Waah akhirnya kita besanan juga Dit, nanti malam keluarga kami akan datang ke rumah kamu untuk melamar Ela secara resmi" ucap Omar kepada Aditya.


"Silahkan, kami akan menunggu kedatangan kalian dengan senang hati" jawab Aditya.


"Ela selamat ya. Akhirnya lamaran Fajar kamu terima juga" ucap Keysha.


"Makasih Kak Key" jawab Ela.


"Elaaa" panggil Catherine.


"Gak mau. Aku gak temenan sama kamu lagi. Kamu sudah berkhianat menjadi sahabat Fajar" ucap Ela pada Catherine.


Fajar tertawa melihat Ela ngambek sama Catherine.


"Jangan ngambek donk Princess ini kan demi kebahagiaan kamu. Aku kasihan lihat kamu seminggu ini sedih, murung terus sering melamun" balas Catherine.


"Tapi kamu bocorin semua apa yang aku lakukan di sini sama kamu" ucap Ela.


"Habis Fajar ngancam mau deportasi aku ke London" sambut Catherine.


"Terus kamu percaya gitu aja?" tanya Ela gak percaya.


"Enggak sih, tapi dia iming - imingi aku jalan - jalan ke Bali. Kamu kan tau Beb.. aku pengen banget ke sono" jawab Catherine tanpa rasa bersalah.


"Ah sahabat matre bisa di beli dengan uang" ucap Ela masih kesal.


Yang lain tertawa dan lega melihat acara lamaran Fajar yang dadakan ternyata berhasil.


.


.


BERSAMBUNG


Hai Readers... semangat pagi. Hari ini semoga lancar ya puasanya bagi yang menjalankan. Dan buat yang tidak, semoga kita semua senantiasa di beri kesehatan. Aamiin..


Kalau gak bisa mudik udah stay at home aja sambil nungguin up novel aku 😍😍