
Pagi harinya seluruh keluarga besar sudah berkumpul di ruang makan hotel untuk sarapan pagi bersama. Keluarga Barrakh, keluarga Aditya dan para sahabat Aby dan Keysha. Para sahabat Aditya tidak ikut menginap di hotel. Mereka sudah pulang tadi malam ke rumah masing - masing.
Omar memperhatikan tingkah laku Fajar kepada Ela.
Ternyata tidak ada perubahan diantara mereka, sepertinya mereka tetap jaga jarak.
Mereka berbaur dalam meja makan yang sangat luas untuk sarapan pagi. Rencananya setelah sarapan pagi seluruh keluarga akan pulang ke rumah masing - masing, sedangkan Keysha dan Aby juga para sahabatnya akan berangkat langsung ke London siang harinya untuk honeymoon dan jalan - jalan.
Semua makan dengan santai sambil ngobrol santai.
"Pagi Kakakku dan Kakak iparku sayaaaang, gimana tadi malam kejutan dariku, oke kan?" tanya Ela sambil mengedipkan matanya ke arah Aby tanpa rasa bersalah. Ela kemudian duduk di sebelah Keysha persis di depan Fajar.
"Kamu emang paling senang ngerjain orang ya... Awas nanti kalau kamu yang nikah. Tunggu saja pembalasan dariku" jawab Aby.
"Betul By, nanti kita kolaborasi ya. Waktu aku nikah aku yakin dia juga yang punya ide seperti itu kan?" sambung Disil.
"Hahahaha tapi kalian suka kan? Harusnya kalian itu berterimakasih padaku" ucap Ela bangga.
"Cih sudah bisa ketawa, padahal tadi malam sampai nangis - nangis dan lemas tak berdaya" ejek Fajar.
"Ela nangis Nak Fajar, di mana? Kok bisa? Ela itu jarang banget lho nangis. Dia bukan anak yang cengeng" bela Alexa.
"Tadi malam kami naik lift Om, tiba - tiba lampunya mati dan liftnya berhenti" jawab Fajar.
"APA?" Teriak Aditya dan Alexa bersama - sama.
Omar, August dan Kevin saling pandang.
"Kamu tidak apa - apa sayang?" Alexa berdiri dari kursinya dan langsung memeriksa keadaan Ela dengan sangat khawatir.
"Ternyata kamu anak manja" lirik Fajar ke arah Ela dan mengejeknya.
"Maaf Nak Fajar, Ela punya trauma waktu kecil. Dia pernah terkurung di lift hotel saat kami liburan dan saat ditemukan dia dalam keadaan pingsan bersama satu anak laki - laki di dalamnya" jawab Aditya.
Fajar terdiam mendengar penjelasan Aditya.
"Akibat kejadian itu dia harus kami bawa berobat ke psikiater karena trauma berat" ungkap Aditya.
Crooot.... Tiba - tiba Omar yang sedang minum menyemburkan minumannya tepat ke wajah Kevin.
"Alaaaaadiiiin" ucap Kevin.
"Sorry Bu gak sengaja. Ternyata tehnya masih panas" jawab Omar bohong. Dia terkejut mendengar perkataan Aditya tadi.
Mati aku.. Aku udah ngerjain gadis itu sampai ke titik paling lemahnya. Batin Omar merasa sangat bersalah.
Keysha menatap ke arah Papa dan Omnya. Dia juga merasa bersalah karena bersedia membantu mereka untuk mengerjain Fajar dan Ela yang bisa berakibat fatal untuk Ela.
"Sudah Pa, aku tidak apa - apa. Itu kan kejadian lama dan aku sudah bisa segera mengatasinya. Malah aku yang harus mengucapkan terimakasih pada Fajar karena dia sudah menolong aku kemarin. Kalau tidak ada dia mungkin aku akan mengalami hal yang sama seperti dulu. Kalian mungkin menemukan aku pingsan di dalam lift" ungkap Ela.
"Terimakasih Nak Fajar kamu sudah membantu Ela tadi malam" ucap Alexa.
"Eh maaf Tante aku tidak tau alasan Ela sehingga aku mengejeknya tadi" jawab Fajar merasa bersalah.
Omar terdiam ketika Kevin dan August menatapnya.
"Jadi jam berapa kalian akan berangkat?" tanya Sheila.
"Rencana jam satu siang Ma, ya Kan Fa?" tanya Kesyha.
"Iya, Ry kamu sudah hubungi pihak penerbangan kan?" tanya Fajar kepada Ryza.
"Raf kalau kamu mau ikut pergi saja, biar Om, Dimas dan Sandy nanti yang ke Kantor" ucap Aditya.
"Tidak apa Om. Itu sudah tugas saya. Lain kali saja saya ikut jalan - jalan bersama mereka" jawab Rafa.
"Lho Nak Rafa gak ikut? Sayang lho... di sana kan bisa jalan - jalan menghilangkan penat pekerjaan. Fajar sudah mempersiapkan semua fasilitasnya di sana" ucap Jasmine.
"Gak apa - apa Tante, aku di kantor saja" jawab Rafa.
"Tenang Raf, nanti aku akan kirim foto - foto kami setiap hari ya.. Kalau mau oleh - oleh minta sama CEO dan wakil CEO kamu" jawab Ela cuek.
Rafa menatap wajah cantik Ela. Pagi - pagi saja kamu udah cantik banget El. Sayang aku gak bisa ikut kamu ke London, kalau tidak kan pasti asik banget bisa tiap hari ketemu kamu. Batin Rafa.
Akhirnya acara sarapan pagi selesai sudah. Seluruh keluarga dan para sahabat Keysha dan Aby sudah bersiap - siap hendak bubar dan pulang.
"Kalian dari hotel langsung ke bandara?" tanya Kevin.
"Iya Pa, biar tidak terlalu tergesa - gesa" jawab Aby.
"Ya sudah hati - hati. Papa titip Keysha ya" balas Kevin.
"Sudah tanggung jawabku menjaga Keysha seumur hidupku P" ungkap Aby.
"Papa senang melihat kalian bahagia, semoga rumah tangga kalian senantiasa diselimuti rasa bahagia sampai kakek nenek dan jang lupa pulangnya nanti bawakan Papa oleh - oleh" pinta Kevin.
"Papa mau oleh - oleh apa?" tanya Aby penasaran, perasaan Aby jadi tidak karuan. Ada yang mencurigakan dari tatapan mertuanya ini.
"Bawakan Papa cucu sepulang kalian dari sana" goda Kevin.
"Haaa... Papa aku kira oleh - oleh apa. InsyaAllah Pa, kalau Allah memberi kami kepercayaan itu secepatnya alangkah bahagianya hati kami" balas Aby tersenyum menyambut perkataan mertuanya.
Sheila terlihat sedang memeluk putri sulungnya.
"Hati - hati ya sayang, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Kamu harus layani dan perhatikan semua kebutuhan suami kamu. Jadilah istri yang solehah ya sayang" nasehat Sheila.
"InsyaAllah Ma aku akan selalu ingat pesan - pesan Mama" jawab Sheila.
"El ingat permintaan Papa dan Mama kemarin, kami harap kamu mau pulang untuk menemani Mama dan Papa kembali di Indonesia" ucap Aditya mengingatkan.
"Iya sayang, Mama masih kangen kamu. Mama harap kamu mau memenuhi permintaan Papa dan Mama" sambung Alexa.
"Iya Ma, secepatnya aku akan mengambil keputusan. Mudan - mudahan itu adalah keputusan yang terbaik untuk kita" jawab Ela.
Omar tanpa sengaja mendengar pembicaraan Ela dengan kedua orangtuanya.
Hemmm.. jafi gadis ceria ini diminta orangtuanya untuk kembali ke Indonesia? Itu lebih bagus, akan lebih mudah bagiku memantau perkembangan hubungan mereka. Lihatlah Fajar Papa akan buat perhitungan dengan kamu. Papa heran darah siapa yang mengalir di tubuhmu. Mengapa sampai sekarang kau tidak menyadari gadis inilah penawar penyakitmu. Batin Omar.
"Fajar ingat, secepatnya Mama ingin kamu kembali. Serahkan urusan di sana pada asisten kamu. Kamu sudah layak pulang sayang dan menggantikan posisi Papa di Kantor. Papamu sudah tua dia butuh generasi baru yang melanjutkan perusahaan" ucap Jasmine pads putranya.
"Iya Ma aku akan pulang setelah misiku selesai di sana. Mama tenang saja ya" jawab Fajar.
"Sudah berapa kali Papa katakan hentikan misimu di sana. Pulanglah segera, Papa yakin di sinilah penawarmu. Percayalah pada Papa" tegas Omar.
.
.
BERSAMBUNG