
Sejak kejadian malam itu hampir setiap malam Disil menelepon Rafa meminta agar Catherine bernyanyi untuk anaknya Sitha.
Seminggu berlalu mereka berkumpul di rumah Omar Barrakh orangtua Fajar untuk menghadiri acara syukuran tujuh bulannya kandungan Ela.
"Waaah bahaya nih, kehidupan rumah tangga kami terancam" ucap Rafa.
"Kenapa apa Raf?" tanya Ryza penasaran.
"Si Disil hampir tiap malam sekarang teleponin istriku" ungkap Rafa.
"Ngapain kamu telepon Keket Dis?" tanya Ela ingin tau.
"Sorry Raf jadi ngerepotin kalian. Habis anakku sepertinya ngefans berat sama istri kamu" jawab Disil.
"Maksud kamu?" tanya Sintia penasaran.
"Sejak acara Shaby minggu lalu, saat pulang ke rumah Sitha nangis terus tiap malam. Aku dan Ditha bingung gimana cara dieminnya. Akhirnya muncullah ideku begitu saja menelepon Rafa meminta Keket bernyanyi. Siapa tau anakku mau diam. Benar saja begitu dengar suara Catherine dia langsung diam dan tak lama tidur. Begitu juga besoknya dan akhirnya hampir tiap malam aku nelepon Rafa minta Keket nyanyi" Ungkap Disil.
"Waaah parah tuh anak kamu, ngefans berat sama Keket" sambut Aby.
"Iya ampun deh, kali ini aku menyerah dan mengaku kalah. Hanya Keket yang bisa menjinakkan anakku" ungkap Disil.
"Kayak Bom aja dijinakkan" ledek Ryza.
"Tapi gak tahan juga bro tiap malam teleponan sama kamu. Udah kayak orang pacaran aja. Tidur harus di nyanyiin" ucap Rafa.
"Emang kamu gitu pacaran Raf?" tanya Fajar tak percaya.
"Yee nggaklah, aku dan My Cat kan gak pacaran langsung lamar aja" jawab Rafa.
"Ya siapa tau setelah lamaran kalian lakuin hal itu" goda Fajar.
"Dengar suara My Cat nyanyi lagu dangdut aja pertama kali saat pesta pernikahan kami. Sebelumnya mana aku tau dia suka lagi dangdut" ungkap Rafa.
"Kayaknya Ela udah pernah cerita Mas aku suka lagu dangdut tapi waktu itu kamu kan masih sok jual mahal sama aku. Aku tinggal pulang kampung baru kamu kehilangan sampai nyusul segala" sindir Catherine.
"Hehehe... jangan ungkit - ungkit masa lalu donk yank, aku kan malu" jawab Rafa.
"Jadi apa donk solusi buat masalah anak aku? Ada usul gak? Aku kan gak enak juga tiap malam gangguin kalian?" tanya Disil pusing tujuh keliling mencari jalan keluar dari masalahnya.
"Udah gini aja, suruh Keket rekaman trus tiap malam kamu putar deh rekaman suara si Keket. Beres kan?" jawab Ela memberi saran.
"Usul kamu emang brilliant My honey bunny sweety" sambut Disil senang.
"Ehmm.. ehemm... " sindir Fajar.
"Sorry Fa, udah jadi panggilan sayangku sama Ela. Susah ngerubahnya" ungkap Disil.
Fajar hanya diam saja menanggapi ucapan Disil.
"Gimana Ket?" tanya Disil.
"Bolehlah, dari pada aku nyanyi tiap malam" jawab Catherine.
"Iya, aku sebenarnya ngerasa gak enak gangguin kalian. Tapi mau gimana lagi Sitha gak mau tidur kalau belum dengar suara kamu. Udah kayak obat tidur buat dia" ungkap Disil.
"Ya udah yank, mulai besok kamu buat rekaman lagu dangdut kamu, kalau perlu satu album sekalian biar anaknya si Bambang ini tenang kalau bisa gumoh dengar suara kamu" ucap Rafa.
"Tapi jangan mau gratis Ket" ujar Ela memprovokasi.
"Bener, mahal itu suara kamu. Apalagi kalau mintanya satu album" sambung Fajar ikutan memenasi Disil.
"Gak apa - apa, amal Jariyah" ucap Rafa.
"Ya Allah kok aku ngerasa orang termalang di dunia ya" oceh Disil.
"Akuuuu merasaaa orang termalang di duniaaaaaa" senandung Catherine.
"Ya ampuuuuu Keeeet, simpan dulu lagu untuk album perdana. Kamu jual aja ke Disil. Satu CD 500jt. Lumayan tambahan buat beli rumah" usul Sintia.
Disil langsung menelan salivanya.
"Mending aku minta CD sama penyanyi aslinya aja Sin, gak sampai 500 juta" protes Disil.
"Edisi artis bule bro.. Mahal soalnya, sengaja di datangkan dari London" sambut Ryza.
Akhirnya karena ide dari teman - temannya Catherine merekam suaranya saat menyanyi dangdut dan mengirimkannya kepada Disil.
Selain itu adalah hobby Catherine, bernyanyi dangdut dia juga senang suaranya bermanfaat untuk orang lain.
Lagian Catherine kasihan lihat Sitha yang nangis terus kalau gak dengar suaranya sebelum tidur.
Sejak saat itu kebiasaan baru Sitha sebelum tidur bisa dipastikan pemirsaaah.. punggung di belai - belai sambil mendengarkan suara Catherine bernyanyi lagi dangdut.
Lengkap semua rekaman Catherine mulai dari alamat palsu, pacar lima langkah, lagi syantik, purnama merindu dan banyak lagu dangdut lain Catherine nyanyikan.
Mulai dari yang sendu, ceria, disko bahkan nge-rap. Catherine merekamnya dengan khusyuk dan penuh percaya diri padahal hanya Sitha doank yang suka dengar siaranya. Yang lain kagak 😁
******
Dua bulan setelah kelahiran Sitha, sesuai dengan rencana mereka, Disil mengadakan syukuran kelahiran anak berbarengan dengan acara masuk rumah baru.
Disil sengaja merancang rumah idaman buat keluarga kecilnya jauh - jauh hari sebelum anaknya lahir tapi ternyata sebelum anaknya lahir rumahnya belum siap juga. Akhirnya setelah usia anaknya dua bulan baru mereka bisa pindah ke rumah mereka yang baru.
Seluruh keluarga besarnya dari keluarga Papa dan Mamanya juga mertuanya datang ke acara tersebut.
Bagitu juga dengan keluarga besar Geng ERASADIS sudah berkumpul di rumah mereka.
"El Tante lihat bentuk perut kamu sudah turun. Biasanya kalau sudah seperti itu sudah dekat waktu lahiran" ucap Sisil.
"Iya Tante tinggal nunggu hari" jawab Ela.
"Mau lahir normal atau operasi?" tanya Mitha.
"Aku pengennya normal aja deh Tante, doain ya semoga semuanya lancar" pinta Ela.
"InsyaAllah, terus berdoa dan perbanyak jalan biar jalannya terbuka dengan mudah. Kasihan Tante lihat kamu soalnya di dalam ada tiga bayi" balas Sisil khawatir.
"InsyaAllah aku kuat Tante" ujar Ela.
"Yang semangat ya El" sambut Sheila.
"Iya Tante" balas Ela singkat.
"Lho kamu mau kemana?" tanya Sintia.
"Mau ke kamar mandi, udah dekat hari gini bawaannya pengen ke kamar mandi terus. Pengen deh rasanya bawa pispot kemana-mana" ucap Ela.
"Hati - hati El, bisa sendiri?" tanya Catherine penasaran.
"Bisa, pelan - pelan. Tha dimana kamar mandinya?" tanya Ela.
"Tuh di sana El, hati - hati ya" Ditha menunjukkan arah kamar mandi kepada Ela.
Fajar yang dari jauh sering memperhatikan istrinya yang sedang hamil besar segera menyamperinya.
"Mau kemana yank?" tanya Fajar
"Kamar mandi" jawab Ela.
"Aku temani?" Fajar menawarkan diri.
"Gak usah Mas, aku bisa kok sendiri" balas Ela.
Ela berjalan pelan - pelan menuju sampai ke arah kamar mandi. Beberapa langkah sampai di kamar mandi Ela berpapasan dengan Disil.
"Mau kemana kamu?" tanya Disil yang khawatir melihat Ela berjalan dengan perut sebesar itu.
"Ke kamar mandi, perutku mules nih" jawab Ela.
Tiba-tiba saat berdekatan dengan Disil, Ela langsung menangkap Disil dan meremas tangan serta rambut Disil.
"Allahu Akbar Elaaaaa apa - apaan ini"
.
.
BERSAMBUNG