Find The KEY

Find The KEY
Ep. 262



"Oh ya Allaah Kekeeeeet" teriak Lidya dan Ela saat mendengar perkataan Rafa.


"Jadi kamu mau ke mana?" tanya Aby.


"Aku mau ke ruangan administrasi untuk menandatangani surat persetujuan tindakan operasi" ungkap Rafa.


"Ya sudah Rafa cepat kesana agar Keket dan bayi kamu bisa terselamatkan" ucap Aby.


Rafa berjalan ke ruangan administrasi di dampingi Reza dan Lidya. Saat ini Rafa sangat membutuhkan dukungan. Pasti dia sangat sedih saat ini.


"El cepat hubungi Mommy" perintah Aby.


"Eh iya Kak, Mommy dan Daddy harus segera datang" jawab Ela.


Ela meraih ponselnya dan mencari nama Mommy dan Daddy Catherine.


"Hallo honey, apakah Catherine sudah melahirkan?" tanya Mrs. Wolter.


"Belum Mom. Ada yang harus aku sampaikan kepada Mommy" ucap Ela.


"Apa itu honey, katakanlah. Apakah Catherine baik - baik saja?" tanya Mrs. Wolter terdengar sangat khawatir.


"Begini Mom, tekanan darah Keket naik dan dia harus segera di operasi. Rafa sedang mengurus administrasi. Aku mewakili Rafa menyampaikan berita ini. Takut Rafa lupa mengabari Mommy" jawab Ela.


"Terimakasih honey. Kami akan mencari pesawat yang paling dekat waktu keberangkatannya. Tolong jaga Catherine untuk mommy sayaaaang" pinta Mrs. Wolter sedih.


"Pasti Mommy, dia adalah sahabat baikku" jawab Ela sambil meneteskan air matanya.


Telepon terputus, Ela melihat Rafa berjalan dengan gontai tanpa semangat.


"Hey Rafa.. kamu harus kuat agar istri dan anak kamu bisa melihat kamu adalah pria yang tangguh" ucap Ela memberi semangat.


"Terimakasih El" jawab Rafa pelan.


Dokter keluar dari ruang bersalin.


"Bagaimana istri saya Dok?" tanya Rafa dengan sedih.


"Istri Bapak akan kami pindahkan ke ruang operasi dan segera di bius, dalam keadaan seperti ini lebih aman kalau istri bapak kami bius total" ungkap Dokter.


"Tolong istri dan anak saya Dok, lakukan yang terbaik" pinta Rafa. Tanpa sadar airmata Rafa jatuh. Dia tidak siap kehilangan istri dan anaknya.


"Baik Pak" jawab Dokter.


Catherine segera di pindahkan ke ruang operasi. Kondisinya semakin lemah. Dokter segera mempersiapkan operasi dan membius total Catherine.


Operasi di jadwalkan akan berlangsung selama satu jam. Rafa beserta keluarga dan teman-temannya menunggu di ruang tunggu di depan ruang operasi.


Rombongan terbagi dua, keluarga Ryza dan Sintia menunggu di depan ruang bersalin Ryza.


Tak lama Aditya, Alexa dan Keysha sampai di Rumah Sakit.


"Bagaiamana keadaan Catherine?" tanya Alexa.


Bagaimana di Indonesia keluarga Ela adalah keluarga terdekat Catherine. Mommy dan Daddy Catherine menitipkan putri mereka kepada Aditya dan Alexa.


Sama seperti dulu saat Ela di London, kedua orangtua Ela juga menitipkan Ela kepada Mommy dan Daddy Catherine.


"Operasi masih berjalan Ma" jawab Ela.


Aditya menghampiri Rafa.


"Raf, kamu harus kuat" ucap Aditya memberi semangat.


"Catherine pasti kuat, dia wanita yang kuat. Tante yakin dia bisa melalui semua ini" sambung Alexa.


Rafa tertunduk dan terus melantunkan doa untuk istri dan anaknya.


Sementara di ruang bersalin Sintia.


"Maaaaas perutku sakit sekali... " rintih Sinta.


"Iya sayang, kamu sabar ya. Sebentar lagi kita akan bertemu anak kita" jawab Ryza memberi semangat.


"Sebentar ya bu, saya periksa dulu" ucap Dokter.


Dokter melakukan pemeriksaan pada Sintia.


"Sudah bukaan sempurna Bu, kita mulai ya. Silahkan tarik nafas panjang setelah itu Ibu hembuskan sambil Ibu tekan dan ngeden ya" intruksi dokter.


Sintia mulai mengambil nafas.


"Yuk bu kita mulai, satu..... dua.... " perintah dokter.


"Huuufft... huuuuuuuf... enghhhhhhhh"... Sintia mulai mengeran.


" Oeeeeek.... oeeeeek.... " terdengar suara tangisan bayi.


"Alhamdulillah anak Bapak Ibu perempuan" teriak dokter.


"Alhamdulillah" ujar mereka.


"Terimakasih sayaaaang, kamu sudah berusaha keras melahirkan anak kita. Terimakasih... " Ryza mengecup kening istrinya.


Bayi mereka langsung di berikan kepada Sintia dan dokter mulai membenahi bagian bawah Sintia.


Dengan perlahan-lahan putri kecil mereka mulai mencari susu Sintia.


"Lihat sayang putri kita pintar sekali" ucap Ryza yang mulai gemas melihat bayinya.


Sintia tersenyum lemah karena dia masih lelah usai melahirkan bayinya.


"Sayang Mamaaaaa" Sintia membelai lembut punggung bayinya yang tertutup kain.


"Sini Bu, bayinya kami bersihkan setelah itu Bapak bisa mengadzankannya di ruang bayi" ucap Perawat.


"Oh silahkan Sus" ucap Ryza.


Perawat mengambil bayu mungil Ryza dan Sintia dan membersihkannya setelah itu memasukkannya ke dalam box dan membawanya ke ruangan bayi.


"Bapak sudah bisa mengadzankan putri Bapak" ujar Perawat.


"Iya Sus, terimakasih" jawab Ryza.


Ryza berjalan ke ruangan bayi untuk mengadzankan putrinya kemudian dia mencium lembut pipi bayi mungilnya yang gembul itu.


Tanpa terasa air matanya mengalir. Sungguh anugerah Allah yang sangat besar untuk keluarga kecilnya, dia dan istrinya di beri amanah untuk membesarkan dan mendidik bayi kecilnya.


"Terima kasih ya Allah atas nikmat yang KAU berikan pada keluarga kami" ujarnya pelan sambil menatap lembut putrinya dengan penuh kasih sayang.


Kemudian Ryza keluar, menemui keluarganya dan memberi tau kabar gembira ini pada mereka.


"Ryza gimana nak, istri kamu sudah melahirkan?" tanya Oryza.


"Sudah Ma, Alhamdulillah" jawab Ryza.


"Gimana keadaan Sintia dan bayi kalian?" tanya Cinta yang terlihat sangat khawatir.


"Mereka berdua baik - baik saja. Sintia sedang pemulihan. Sebentar lagi akan di pindah ke kamar rawat inap" jawab Ryza pada mertuanya.


"Alhamdulillah ya Allah syukurlah" Cinta terlihat sangat lega.


"Kemana yang lain Ma?" tanya Ryza penasaran.


"Yang lainnya sedang menunggu di ruang operasi" jawab Satria.


"Operasi? Siapa yang di operasi?" tanya Ryza.


"Keket nak, saat hampir melahirkan tekanan darahnya naik dan sangat membahayakan dirinya dan bayinya. Dokter mengambil jalan operasi untuk menyelamatkan mereka" ungkap Cinta.


"Berita ini jangan kamu kasih tau Sintia dulu. Dia kan masih lemah. Takut jadi fikiran. Gimanapun Catherine itu kan teman kalian" nasehat August.


"Iya Pa" balas Ryza.


"Sampai lupa, cucu kami perempuan atau laki-laki?" Satria bertanya.


"Alhamdulillah bidadari Pa" balas Ryza tersenyum bahagia.


"Perempuan sayaaang?" tanya Oryza meyakinkan.


"Iya Ma, yuk kita lihat di ruang bayi" ajak Ryza.


Mereka segera berjalan menuju ruang bayi yang tertutup dinding kaca. Seorang perawat membawa box bayi mendekat ke arah Ryza, orangtua dan mertuanya yang melihat dari luar.


"Ya ampuuun gembulnya pipi cucu kita Mbak... " ucap Oryza.


"Iya... sabar ya sayaaang.. Sebentar lagi Oma akan gendong kamu" balas Cinta.


***


Lampu di ruang operasi telah mati, tandanya operasi telah selesai. Tak lama seorang Dokter keluar dari ruang operasi.


Rafa langsung berdiri dan setengah berlari mengejar Dokter tersebut.


"Gimana Dok operasi istri saya?" tanya Rafa khawatir.


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan berhasil. Anak anda laki-laki" jawab Dokter.


"Alhamdulillah.. Gimana keadaan istri saya?" tanya Rafa.


"Istri anda masih belum sadar.... " ungkap dokter.


"Maksudnya ????? "....


.


.


BERSAMBUNG