Find The KEY

Find The KEY
Ep. 50



Keysha mulai menjalankan misinya untuk mendekatkan dan mengenalkan Aby dengan Papanya Kevin.


"Pa, aku dan Abyasa ingin bertemu Papa untuk bertukar fikiran dan meminta ide pada Papa tentang proyek kita yang sedang berjalan. Papa kan lebih ahli di dunia bisnis. Sementara Abyasa latar belakangnya adalah anak teknik. Dia hanya bisa tentang rancangan proyek saja" ucap Keysha pada satu pagi.


"Boleh. Kapan kalian datang berdiskusi dengan Papa?" tanya Kevin tanpa menaruh rasa curiga.


"Mungkin sebentar lagi dia akan datang" jawab Keysha.


Tak lama pintu ruang kerja Kevin di ketuk.


Tok..tok..tok..


"Permisi Pak, diluar ada tamu dari ADS Corp datang ingin menemui Bapak" ucap Sekretaris Kevin.


"Persilahkan masuk" jawab Kevin.


Beberapa menit kemudian Aby masuk kedalam ruangan Kevin.


"Selamat Pagi Pak" sapa Aby sembari menjabat tangan Kevin.


"Selamat Pagi Abyasa" jawab Kevin dan menyambut tangan Aby.


"Silahkan duduk" perintah Kevin.


Aby, Keysha dan Kevin duduk di sofa ruang kerja Kevin.


"Kata Keysha ada yang ingin kamu tanyakan pada saya mengenai proyek kerjasama perusahaan kita?" tanya Kevin.


"Iya Pak, begini....." Aby menceritakan tentang rancangan proyek yang dia susun bersama Keysha secara detail.


Terlihat Kevin dengan antusias mendengarkan penjelasan Aby.


Pemuda yang cerdas dan pekerja keras, sayang kamu sudah punya pasangan kalau tidak aku ingin sekali menjodohkan kamu dengan putriku. Apalagi sepertinya kamu playboy juga. Masak pacar sahabat sendiri di embat juga. Ucap Kevin dalam hati.


"Jadi bagaimana Pak. Apakah Bapak setuju dengan rancangan yang kami susun bersama Keysha?" tanya Aby.


"Bagus saya menyukai rancangan kalian. Kita tinggal mengumpulkan dana dan kepercayaan pihak lain yang ingin turut serta berinvestasi dalam proyek ini. Dan proyek ini banyak resiko untuk para pekerja. Saya harap kamu lebih mengutamakan keselamatan para pekerja kita. Saya tidak mau terjadi sesuatu pada mereka. Bagaimana pun pekerja lapangan adalah keluarga kita dalam perusahaan ini. Hargailah kerja keras dan usaha mereka dilapangan sana. Tanpa mereka proyek ini tidak akan berjalan" nasehat Kevin pada Aby.


Satu jam sudah Aby, Keysha dan Kevin berdiskusi mengenai proyek kerjasama perusahaan mereka. Kevin sering memuji Aby dalam hati atas kecerdasannya dalam menjalankan proyek ini.


Pantas saja dalam usia muda anak ini sudah bisa menjadi CEO dan perusahaannya sangat baik perkembangannya di bawah ke pemimpinannya. Puji Kevin dalam hati.


"Pada dasarnya saya sangat menyetujui semua gagasan kalian. Tinggal jalankan proyek ini sesuai dengan rancangan yang kalian susun. Perhitungkan juga kemungkinan buruk yang terjadi. Dalam berbisnis kita juga harus memikirkan resiko yang akan kita hadapi. Tidak ada pekerjaan yang berjalan dengan mulus semua pasti ada halangan dan rintangannya" ucap Kevin.


"Baik Pak, kalau begitu saya undur diri dulu Pak. Karena siang nanti ada pertemuan dengan client di kantor saya" ujar Aby.


"Silahkan Abyasa" jawab Kevin.


"Terimakasih atas saran dan masukan dari Bapak, saya akan mengingat dan mempertimbangkan semua nasehat yang Bapak katakan. Senang bertemu dengan Bapak. Lain waktu saya harap jika kami mendapatkan kendala sudi kiranya Bapak memberikan masukan kepada kami" ucap Aby.


"Dengan senang hati saya akan membantu. Senang berbincang dengan kamu" balas Kevin.


Aby menjabat tangan Kevin dengan erat.


Aku harap saat ijab kabul nanti aku bisa menggenggam tangan Bapak seperti ini penuh dengan keyakinan untuk menikahi anak Bapak dan aku harap saat itu restu Bapak mengawali lembaran baru dalam pernikahan kami Pak Kevin. Batin Aby.


Aby pamit dan pergi meninggalkan Keyhsa dan Papanya di ruang kerja Kevin. Saat berpamitan Aby memberikan kode kepada Keysha bahwa langkah awal mereka menuju restu Kevin berjalan dengan baik.


Kini mereka akan maju ke tahap berikutnya. Tentu saja kali ini Keysha yang akan lebih banyak bertindak.


"Bagaimana menurut Papa mengenai CEO ADS Corp itu?" tanya Keysha tanpa memberikan sedikitpun ekspresi. Dia takut Papanya curiga ada maksud tertentu Keysha bertanya padanya.


"Dia pemuda yang cerdas pantas saja semuda usianya dia sudah menjadi CEO yang bisa dikatakan berhasil dan sukses" jawab Kevin.


"Bagaimana dengan gagasan yang dia uraikan tadi pada Papa?" tanya Keysha lagi. Dia sengaja tidak menanyakan hal yang bersifat pribadi.


"Papa suka. Semua sangat jelas dan transparan. Papa rasa dia pria yang jujur" puji Kevin.


"Berarti tepat donk keputusan Om Omar untuk menjalin kerjasama dengan perusahaannya?" tanya Keysha lagi.


"Mmm... benar Omar memang telah mengambil keputusan yang tepat. Papa yakin proyek ini akan berjalan dengan sangat baik dan menguntungkan kerjasama perusahaan kita" jawab Kevin tegas.


"Bagaimana penilaian kamu tentang ke pribadiannya? Kalian kan sudah sering bertemu?" tanya Kevin.


Deg.... tiba-tiba jantung Keysha terasa berhenti berdetak. Apa maksud Papanya mengajukan pertanyaan seperti itu. Apakah Papanya menaruh curiga atas hubungannya dengan Aby.


"Menurutku dia pria yang baik, jujur dan bertanggung jawab" jawab Keysha tegas tanpa keraguan dan tanpa ekspresi. Bahaya kalau Papanya sempat melihat sedikit saja ekspresi dari wajah Papanya.


Papanya ini seorang pria yang sangat bisa membaca wajah dan hati seorang wanita. Mungkin talenta dia sebagai mantan casanova yang melatihnya menjadi sepintar itu.


Tapi kali ini Keysha berusaha mengalahkan kelihaian Papanya dalam membaca mimik wajah. Keysha berusaha menjawab pertanyaan Papanya dengan wajah datar dan tidak menunjukkan sedikitpun ketertarikan pada Aby.


Bagus sepertinya kamu memang tidak menaruh hati kepada pemuda itu. Papa tidak mau kamu terluka sayang. Karena kamu tidak tau, diluar itu semua dia mempunyai nyali seorang buaya yang lapar mendapatkan mangsa segara seperti kamu sayang. Kamu sangay cantik dan baik untuk pria playboy seperti dia. Papa tidak ingin hati kamu terjebak bujuk rayu pemuda itu. Batin Kevin.


"Sesering apa kamu bertemu dengannya dan sedekat apa kamu mengenalnya?" tanya Kevin.


Pertanyaannya semakin menjurus ke masalah yang lebih pribadi. Keysha belum ingin Papanya mengetahui isi hatinya.


"Tidak terlalu sering Pa, paling kalau ketemu ya bahas soal pekerjaan. Dan kami juga tidak sedekat itu. Kami hanya membahas tentang proyek kerjasama perusahaan tidak lebih" jawab Keysha tegas.


"Papa dengar dia sudah punya pasangan?" tanya Kevin.


"Aku tidak ikut campur urusan pribadinya Pa, tapi aku kenal dekat dengan wanita yang selalu bersamanya disetiap acara. Wanita itu adalah sahabatnya dari kecil. Dia memiliki Butik dan aku adalah langganan tetap di Butik tersebut. Malah aku sudah sangat kenal dekat dengan wanita itu" jawab Keysha.


Mudah-mudahan jawaban aku ini dapat diterima Papa dengan baik. Doa Keysha.


"Ow yah? Apa kamu yakin dia bukan pacarnya?" tanya Kevin penasaran.


"Yakin Pa, wanita itu sendiri yang bilang padaku" jawab Keysha.


"Kalau begitu apa dia punya hubungan khusus ya dengan pacar sahabatnya?" tanya Kevin.


"Aku gak mengerti dengan apa yang Papa tanyakan?" tanya Keysha bingung.


"Papa pernah melihat dia dan pacar sahabatnya sedang berpelukan di tempat yang sepi saat acara ulang tahun Papa kemarin" ucap Kevin.


"Apa??????"


.


.


BERSAMBUNG


Selamat pagi readers.. kopi mana kopi...?


jangan lupa kopinya ya