
Kejadian Ryntia tenggelam siang tadi ternyata berdampak pada kesehatannya. Ryntia terlihat tidak bersemangat dan trauma.
Malam harinya Ryntia berteriak dalam mimpinya.
"Tolong.. tolooooong... " teriak Ryntia.
Ryza dan Sintia terbangun dan segera berlari ke kamar putri sulung mereka.
"Sayang bangun.. " panggil Sintia lembut mencoba menenangkan Ryntia.
Ryntia terbangun dan menangis.
"Mama aku takuuut" rengek Ryntia.
"Sudah.. sudah.. kamu hanya mimpi buruk" ucap Ryza.
"Iya sayang, anak cantik gak boleh takut. Nanti cantiknya hilang" bujuk Sintia.
"Papa.. Mama... " panggil Ryntia.
"Ada apa sayang?" tanya Ryza.
"Em... anu.. aku boleh tidak meminta sesuatu kepada Mama dan Papa untuk kado ulang tahunku" pinta Ryntia.
Sintia dan Ryza saling padang. Mereka penasaran dengan apa yang akan diucapkan putri mereka.
"Kamu mau minta apa sayang" tanya Sintia lembut sambil membelai kepala Ryntia dengan lembut.
"Fathir minta kado Ultahnya tahun ini liburan ke London. Aku juga pengen ke sana Pa, Ma. Bisa gak kita ke sana bersama mereka. Pasti seru" ucap Ryntia dengan wajah memelas.
"Sayang, ini kan masih malam, sekarang kamu tidur lagi ya. Besok aja kita bicarakan tentang permintaan kamu tadi ya" bujuk Ryza.
Ryntia hanya diam dan terlihat kecewa. Sintia mengecup lembut puncak kepala putrinya dan menarik selimut sampai menutupi tubuhnya.
"Kamu lanjut tidurnya ya dan jangan lupa baca doa dulu sebelum tidur biar gak mimpi buruk lagi" ucap Sintia.
"Iya Ma" jawab Ryza.
Ryza membaca doa dan kembali memejamkan matanya. Tak lama Ryza dan Sintia kembali ke kamar mereka. Saat hendak ke kamar mereka melewati kamar Zayn dan mengintip sebentar ke kamar putra bungsu mereke.
Untung saja Zayn tidak mendengar teriakan Kakaknya dan ikut terbangun. Dia tampak tertidur lelap tanpa terganggu sedikitpun.
Dikamar Ryza dan Sintia sebelum mereka kembali melanjutkan tidurnya.
"Tadi saat melihat rekaman CCTV di rumah Rafa, dia juga bercerita tentang keanehan sikap Rafa. Fathir kini suka melamun dan lebih pendiam. Ternyata saat mereka bertanya Fathir kangen Grandpa dan Grandmanya di London" ucap Ryza.
"Trus gimana Mas jawaban Rafa?" tanya Sintia.
"Rafa dan Keket belum bisa mengabulkan permintaan Fathir karena masih sibuk urusan kantor" jawab Ryza.
"Aku juga mulai khawatir Mas dengan keadaan Ryntia. Jangan - jangan dia juga sedang memikirkan sesuatu dengan begitu keras sehingga dia bisa tenggelam. Aku masih gak percaya kok bisa dia tenggelam. Mereka belajar berenang dari kecil dan sangat pandai berenang, kok bisa itu sampai terjadi" ungkap Sintia.
"Jadi menurut kamu bagaimana sayang?" tanya Ryza.
"Mungkin mereka memang pengen ke London Mas. Gimana kalau kita kabulkan saja permintaan mereka sebagai hadiah ulang tahun mereka. Kalau Keket dan Rafa gak bisa ke sana, kita aja yang ke sana dan bawa Fathir bersama kita" ucap Sintia.
"Aku fikirkan dulu ya yank. Aku juga lihat jadwalku terlebih dahulu di kantor. London bukannya dekat. Aku gak mau saat liburan terganggu dengan urusan kantor. Kalau semua bereskan enak liburannya" jawab Ryza.
"Iya Mas. Kamu selesaikan saja pekerjaan kamu, nanti baru kita susun rencana ke London" balas Sintia.
"Ya sudah, kita lanjut tidur yuk. Mas sudah ngantuk" ajak Ryza.
Mereka kembali melanjutkan tidurnya.
Seminggu berlalu anggota F3STER tetap melanjutkan aksinya. Fathir tetap dengan aksi irit ngomong dan melamunnya. Sedangkan Ryntia masih tetap mengigau saat tidur. Dia berteriak minta tolong.
Hal ini membuat keluarga Rafa - Catherine dan keluarga Ryza - Sintia jadi merasa khawatir.
Mereka janjian bertemu di sebuah cafe saat jumat malam.
"Raf gimana proyek kalian di Kalimantan?" tanya Ryza.
"Alhamdulillah sepertinya sebentar lagi kelar. Emangnya ada apa Ry?" tanya Rafa penasaran.
"Ryntia juga punya permintaan yang sama seperti Fathir. Dia dengar dari Fathir kalau Fathir ingin minta kado ulang tahun ke London sama kalian. Ryntia juga meminta hal yang sama. Sejak kejadian dia tenggelam di rumah kalian hampir setiap malam dia bermimpi dan teriak minta tolong. Aku jadi khawatir dengan kesahatannya" ungkap Ryza.
"Iya Raf, aku kemarin sempat cerita sama Mas Ryza bagaimana kalau kita mengabulkan permintaan mereka. Kalau kalian gak bisa ikut biar kami aja yang bawa Fathir bersama dengan kami ikut ke London" ucap Sintia.
"Kalau begitu lebih baik kita pergi bareng. Lebih ramai kan lebih seru. Nanti aku urus deh pesawatnya. Biar kita naik pesawat keluargaku saja" ujar Ryza.
"Baik Ry, aku akan urus semua urusan kantor kemudian meminta izin kepada Aby dan Disil selama satu minggu untuk pergi ke London" tegas Rafa.
"Apakah kabar ini bisa kita sampaikan kepada putra kita Mas? Aku khawatir dia semakin pendiam dan menyendiri" sambut Catherine.
"Bisa sayang. InsyaAllah kita bisa berangkat karena urusan Kalimantan tinggal sedikit lagi selesai" jawab Rafa.
"Kalau Ryntia Mas bisa aku sampaikan juga kepadanya?" tanya Sintia pada Ryza.
"Bisa sayang, belakangan ini kerjaan kantor tidak begitu padat. Aku tinggal suruh sekretaris dan staff lain untuk mengaturnya. Aku rasa Fajar dan Keysha juga tidak keberatan" jawab Ryza.
"Duh mereka pasti senang sekali mendengar kabar gembira ini" sambung Sintia senang.
Akhirnya keputusan dua keluarga sudah didapatkan dan hasilnya sangat menggembirakan. Rafa - Catherine dan Ryza - Sintia sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.
Saat makan malam Sintia menyampaikan kabar gembira kepada putri sulung mereka.
"Sayaaang... Mama dan Papa ada kabar gembira buat kamu" Sintia menyentuh tangan putri nya dengan lembut.
"Kabar gembira apa Ma, Pa?" tanya Sintia antusias.
"Papa dan Mama akan mengabulkan permintaan kamu. Saat ulang tahun kamu minggu depan kita akan terbang ke London" jawab Sintia.
"Benar Pa, Ma?" tanya Ryntia terkejut.
"Benar sayang" Ryza mengelus puncak kepala putrinya.
"Asssssiiiik... dek kita ke London" teriak Ryntia pada Zayn dan mereka berpelukan.
"Hore... Londoooon" sambut Zayn tak kalah senang.
"Terimakasih Pa, Ma" Ryntia memeluk kedua orangtuanya bergantian.
Sintia dan Ryza saling pandang dan tersenyum bahagia melihat anak - anak mereka melompat girang.
Sementara di rumah Rafa dan Catherine.
"Fathir.. makan dulu yuk, jangan di kamar aja. Besok kan libur nak. Sini main sama Daddy di luar" ajak Catherine.
Tak lama Fathir keluar kamar dengan wajah lesu dan tak semangat.
"Kok gak semangat gitu sih. Kalau kira - kira Papa bilang minggu depan kita ke London kira-kira Fathir semangat gak Mom?" sindir Rafa.
"Gak tau Dad, tanya sendiri tuh sama Fathirnya" goda Catherine.
Fathir terdiam dan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Apa Mom, Dad? Coba diulang lagi. Kalian tadi bilang apa?" tanya Fathir.
"Kata Daddy, minggu depan kita akan pergi ke London" jawab Catherine tersenyum.
"Are you serious?" tanya Fathir.
"Yes honey" jawab Catherine sambil senyum lebar.
"Yes... thanks Mom.. Dad... " Fathir tersenyum dan segera memeluk kedua orang tuanya.
Malam itu Fathir makan dengan semangat dan selalu tersenyum. Rafa dan Catherine sangat senang karena melihat putra mereka kembali ceria.
Sesampainya di kamar Fathir dan Ryntia langsung mengirimkan pesan kedalam group F3STER.
Fathir
Guys... akhirnya permintaanku di kabulkan 😁😁😁
Ryntia
Sama 😍😍😍
.
.
BERSAMBUNG