Find The KEY

Find The KEY
Ep. 92



"Yuk Sin kita masuk ke kamar. Aku sudah ngantuk" Ela langsung menarik tangan Sintia menuju ke kamar mereka.


Bukan karena takut perang dengan cowok pendendam itu tapi dia gak enak melihat tatapan Kakaknya Aby yang memberi kode kepada Ela untuk segera menghilang.


Fajar menatap kepergian Ela dengan perasaan kesal. Bisa - bisanya dia percaya dengan perkataan wanita jadi - jadian itu dan alangkah malunya dia ketika dengan rasa penasaran dia bertanya langsung kepada Ela siapa orang yang dimaksud Ela dalam kata - katanya.


Ternyata wanita jadi - jadian itu sudah berhasil mengerjainya. Awas kamu ya.... umpat Fajar dalam hati.


Malam semakin larut, semua sudah masuk ke kamar masing - masing untuk istirahat.


Jam delapan pagi Ela tergesa - gesa mengetuk pintu kamar Aby dan Keysha.


Tok... tok..


"Siapa yank?" tanya Aby pada istrinya.


"Ela Mas" jawab Keysha sambil membuka pintu kamar mereka.


"Masuk El" ucap Keysha pada Ela.


"Kak Aby aku mau bicara sebentar. Maaf mengganggu pasutri yang lagi ayang - ayangan hehehe" kekeh Ela.


Aby dan Keysha duduk di sofa tepat di depan El.


"Ada apa El, sepertinya kamu terburu - buru?" tanya Aby.


"Kak ini mengenai permintaan Papa, Mama dan Kak sebelum kakak menikah kemarin. Tentang kepulangan aku ke Indonesia. Aku sudah mengambil keputusan dan aku memutuskan untuk ikut pulang bersama kalian nanti ke Indonesia" ungkap Ela.


"Alhamdulillah. Terimakasih dek, kamu mau mengabulkan permintaan kami. Kakak harap kamu bisa menemani Papa dan Mama di rumah. Kasihan mereka kesepian karena Kakak sudah menikah dan akan pindah ke apartemen kami" jawab Aby.


"Tapi kak ada aku harus menyiapkan semua urusan dan kontrak kerjaku di sini. Maaf aku tidak bisa menemani kalian jalan - jalan di sini. Tapi aku janji setelah urusanku selesai secepatnya aku akan pergi menemui kalian" ucap Ela.


"Iya tidak apa, kamu selesaikan semua urusan kamu di sini agar kita bisa sama - sama pulang ke Indonesia ya" balas Aby.


"Terimakasih Kak. Maaf ya Kakak ipar aku harus balik ke apartemenku. Aku tidak bisa menemani kalian honeymoon. Padahal aku yang memberi ide pada kalian untuk honeymoon ke sini" ucap Ela dengan perasaan bersalah.


"Gak apa - apa Ela, aku ngerti kok. Aku turut senang kamu bisa ikut pulang bersama kami nanti ke Indonesia. Sekarang kamu selesaikan urusan kamu ya.. Nanti kalau sudah selesai secepatnya menyusul kami jalan - jalan" jawab Keysha ramah.


"Kalau begitu aku balik ke apartemenku ya, aku mau menghubungi managerku dulu biar dia bisa mengurus semua kontrak kerjaku. Salam sama teman - teman ya Kak dan sampaikan maafku pada mereka, aku tidak bisa ikut bersama kalian" Ela berdiri dan segera meninggalkan kamar Aby dan Keysha kemudian meninggalkan hotel dan pulang ke apartemennya dengan menaiki taxi.


Saat sarapan pagi bersama di ruang makan hotel para sahabatnya sibuk mencari keberadaan Ela.


"Ela mana Sin?" tanya Ditha.


"Aku gak tau Tha, saat aku bangun dia sudah gak ada di kamar. Aku kira dia sedang main ke kamar Aby dan Keysha" jawab Sintia.


"Ela pulang ke apartemennya. Ada yang mau dia urus. Tadi dia titip salam dan minta maaf pada semuanya kalau dia tidak bisa pergi bersama kita" jawab Aby.


"Yaaah gak asik donk gak ada Ela" balas Disil tak bersemangat.


"Aku juga ingin membicarakan itu Key, Ry dan teman - teman yang lain. Sepertinya aku tidak bisa ikut jalan bersama kalian. Tapi jangan khawatir aku sudah menyiapkan semua yang kalian butuhkan. Aku tetap akan menservice kalian di London ini" ucap Fajar.


"Lho kok tiba- tiba Fa?" tanya Ryza.


"Sorry bro ada acara mendadak. Pagelaran busana yang akan diadakan dalam minggunya di aula hotel. Designernya minta diselenggarakan secepatnya. Aku tidak bisa menyerahkannya hanya kepada asisten. Aku harus terjun langsung agar semua berjalan lancar dan maksimal" jawab Fajar.


"Yaaah gak asik donk Fa, gimana Mas?" tanya Keysha.


"Ya mau gimana lagi sayang, gak mungkin kita paksa Fajar kan? Dia kan punya kesibukan yang lebih penting. Ya sudahlah kita jalan - jalan berenam saja tanpa Ela dan Fajar" jawab Aby.


"Eh iya Ry, lokasi dan kelengkapan untuk fhoto prewed yang kamu pinta juga sudah aku siapkan. Sukses ya" ujar Fajar.


"Nanti kamu bisa membayarnya" jawab Fajar sambil tersenyum.


"Dengan segenap jiwaku My Men" canda Ryza.


Mereka tertawa bersama.


Akhirnya Aby dan teman - temannya berjalan - jalan mengelilingi kota London tanpa Ela dan Fajar. Fasilitas mobil dan lainya sudah dipersiapkan oleh Fajar.


Mereka tinggal terima bersih dan enjoy di dalam perjalanan. Momment ini di pergunakan Ryza untuk fhoto prewed pernikahan mereka yang sebentar lagi akan di selenggarakan.


Walau kedua orangtua mereka belum bertemu langsung untuk membicarakan hari sakral dalam hubungan mereka tapi Ryza sangat yakin kalau orangtua Sintia akan memberi izin kepadanya untuk menikahi Sintia.


Hari ini mereka berencana untuk pergi ke Kew Gardens. Dengan menaiki mobil yang telah di sediakan Fajar mereka meluncur ke sana.


Di Kew Gardens mereka bisa melihat tanaman di dalam rumah kaca. Begitu banyak bunga - bunga yang mekar dengan indahnya penuh dengan warna warni.



Ryza mengabadikan tempat itu. Dengan bantuan teman - temannya mereka mengambil foti prewed ala liburan.


"Cantik sekali ya Ry. Bunga - bunganya indah penuh warna" puji Sintia.


"Iya seperti kamu" ucap Ryza.


"Appain sih?" balas Sintia malu.


"Kamu suka?" tanya Ryza balik.


"Suka.. aku suka banget di sini" jawab sintia senang.


"Samaaa. Aku juga suka banget kamu di sini" goda Ryza.


"Iiiiih Ryzaaaa" balas Sintia semakin malu.


"Tau gak Sin, dulu setiap ke sini aku selalu membayangkan suatu saat nanti aku akan bawa kekasih hatiku datang ke sini. Berbagi indahnya pemandangan ini, pasti romantis. Ternyata semua impian aku terkabul, aku bisa kemari bersama kamu. Kelak nanti kita ke sini lagi ya bersama anak - anak kita. Kamu mau?" tanya Ryza serius.


Sintia hanya menganggukkan kepalanya karena malu menjawab pertanyaan Ryza.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Sin kamu mau menjadi Ibu dari anak - anakku nanti" ucsp Ryza tulus.


Wajah Sintia semakin bersemu merah karena malu tetapi sangat bahagia. Dia sendiri tidak menyangka bisa datang ke tempat seromantis ini bersama lelaki yang InsyaAllah akan menjadi imam dalam masa depannya.


"Nanti malam aku akan menunjukkan pada kamh sesuatu yang tak kalah romantisnya. Kamu jangan terkejut ya.. Kamu tinggal menikmati saja. Aku akan berbuat yang terbaik yang aku bisa" janji Ryza.


"Terimakasih juga Ry kamu sudah membawa aku ke sini. Aku sangat bahagia" balas Sintia.


"Ayo yang mau nikah cooming soon pose yang romantis biar kita abadikan kenangan kalian berdua" ucap Disil.


Ryza dan Sintia langsung bergaya bak foto model dan memberikan senyum terbaik mereka. Sungguh hari yang sangat cerah dan bahagia.


Sebahagia Aby, Keysha, Disil, Ditha, Ryza dan Sintia yang telah menemukan tambatan hatinya.


.


.


BERSAMBUNG