Find The KEY

Find The KEY
Ep. 309



Esok harinya di Indonesia. Di ruang Barrakh Corp Fajar sedang duduk berbincang dengan Papanya, Kevin, August dan Ryza.


Keysha meminta izin satu hari lagi karena dia merasa tidak enak badan. Mungkin kelelahan karena perjalanan panjang mereka kemarin pulang dari London.


Sedangkan anak - anak, untung saja mereka masih liburan sekolah. Pagi - pagi Triplet sudah sibuk minta di antar supir pergi ke rumah Opa dan Oma Barrakh. Alasan mereka, ingin mengantarkan oleh - oleh untuk Opa dan Omanya sebagai balas jasa karena berkat Opa dan Omanyalah mereka bisa pergi liburan bareng ke London.


"Ada cerita apa selama kalian di London?" tanya Omar.


"Cucu Papa membuat keributan di Toko Coklat dan Bandara" jawab Fajar.


"Siapa?" tanya Omar penasaran.


"Siapa lagi kalau bukan Elfa" jawab Fajar cepat.


"Sudah aku duga, pasti dia" sambut Kevin.


"Benar - benar Ela banget ya dia" sambung August.


"Hahaha... aku rasa lebih parah Pa" jawab Ryza.


"Oh ya?" August terkejut dan tak percaya.


"Nih coba kalian tonton video rekaman CCTV di Bandara yang dikirim Jimmy padaku tadi malam" ucap Fajar.


Fajar menghadapkan layar laptopnya ke depan Papanya, Kevin dan August. Ryza juga ikutan mendekat karena dia tidak ikut bersama Fajar saat di Bandara. Ryza bertugas untuk menjaga anak - anak yang lain dan mengawal mereka masuk ke dalam pesawat.


Kini Omar, Kevin, August dan Ryza mulai menonton video kejadian pemukulan yang dilakukan Elfa di Bandara London.


"Hahaha... cucumu benar-benar jagoan Din" ucap Kevin.


"Kevin bukankah sudah sering aku katakan jangan memanggilku 'DIN' " Protes Omar.


"Sudahlah Din terima saja kenyataannya. Kamu kan memang Aladin" jawab Kevin.


"Iya tapi masih banyak sebutan yang lain, Al misalnya" ucap Omar


"Hahaha... aku lebih suka memanggil kamu Din" goda Kevin.


"Dasar monyet... " balas Omar.


"Kalian sudah tua gak juga berubah. Aku sudah capek menjadi penengah diantara kalian berdua" ucap August.


"Kembali ke topik. Gimana Pa?" tanya Fajar.


"Hebat cucuku" puji Omar.


"Apa? Hebat? Setelah membuat onar di Bandara memukul seorang anak laki-laki sampai bibirnya berdarah Pa" protes Fajar


"Dia tidak salah Fa, putri kamu membela diri" bela Kevin.


"Betul itu" sambut August.


"Tapi dia perempuan Om, masak perempuan seperti itu tingkah lakunya" ujar Fajar


"Justru itulah makanya dia harus jadi perempuan tangguh. Coba kalau dia jadi perempuan lemah, dia pasti sudah di bully habis - habisan sama anak laki-laki itu" jawab Kevin.


"Aku malah kesal banget sama anak laki-laki itu. Anak siapa sih dia, kok kayaknya sombong banget?" tanya Omar.


"Jimmy tidak mencari informasi tentang orangtua anak itu Pa. Bisa jadi dia anak seorang bangsawan atau pengusaha kaya di London. Karena dia selalu di temani oleh pengawal kemana saja dia pergi" ungkap Fajar.


"Eh tapi ada yang aneh sama video itu?" ucap August.


"Lihat.. Elfa berapa kali berinteraksi dengan anak laki-laki itu bahkan sangat dekat. Nih lihat... " August menunjuk saat adegan lehernya di cekik anak laki-laki itu. Elfa seperti dipeluk dari belakang.


"Iya ya aku baru ingat, Elfa kan punya alergi seperti kita Fa. Mengapa dia baik - baik saja dan tidak merasa mual atau muntah?" tanya Omar seketika dia ingat akan penyakit yang dia turunkan pada anak dan cucunya.


"Nah itu dia yang semakin aku khawatirkan. Saat Elfa berkelahi dengan anak laki-laki itu di Toko Coklat. Jimmy sudah melaporkan masalah ini kepadaku. Tapi aku tidak mempermasalahkan tentang hal itu hingga sampai aku melihat secara langsung Elfa berdekatan dengan anak laki-laki itu dan kemudian aku melihat video rekaman CCTV ini. Ada ketakutan yang aku rasakan Pa" ungkap Fajar.


"Apa yang kamu takutkan Fa, itu artinya putri kamu sudah normal" jawab Kevin.


"Belum Om, Elfa masih alergi pada anak laki-laki" jawab Fajar.


"Jadi maksud kamu anak laki-laki itulah antimonya Elfa kelak?" tebak Omar.


Mereka semua saling pandang dengan fikiran masing-masing.


"Waaaah cucu kamu calon bangsawan Din" sambut Kevin.


"Bukan soal itu Om" protes Fajar


"Jadi apalagi yang kamu takutkan?" tanya Kevin.


"Om gak lihat sombongnya anak laki-laki itu?" tanya Fajar.


"Iya juga Bu, aku aja kesal banget lihat anak laki-laki itu. Masih kecil gitu udah sombong banget" jawab August.


"Pa apa ada kemungkinan dua orang yang bisa membuat alergi Elfa tidak kumat?" tanya Fajar serius.


"Kalau soal itu Papa gak tau Fa, karena penyakit kita juga langka. Papa belum pernah bertemu orang yang mempunyai penyakit sama seperti Papa kecuali Kamu dan Elfa. Dan Papa hanya menemukan satu antimo Papa yaitu Mama kamu dan kamu juga hanya menemukan satu antimo juga kan yaitu Ela. Jadi Papa rasa hanya ada satu antimo juga untuk Elfa" jawab Omar.


"Kasihan banget anakku Pa kalau dapat antimo seperti anak laki-laki itu. Anakku bisa tidak bahagia" ucap Fajar.


"Yang ada juga anak itu yang tidak bahagia Fa habis di hajar Elfa setiap hari" ucap Ryza nimbrung.


"Itu juga bisa terjadi tapi rumah tangga seperti apa yang akan mereka jalani?" tanya Fajar. Dia sangat sakit membayangkan putri kesayangannya mendapat jodoh seperti anak lat itu. Anak yang sombong dan tidak menghargai putrinya.


"Itukan karena belum saling cinta. Kalau sudah jodoh pasti saling cinta Fa. Pasti juga berubah. Sama seperti kamu dulu. Kamu lupa seberapa bencinya kamu pada Ela dan sibuk mengejar Princess di London padahal Papa sudah bulak balik bilang dia itu antimo kamu. Tapi kamu tetap tak percaya" ungkap Omar.


"Lagian ngapain juga di bahas sekarang. Elfa juga masih kecil, belum tentu juga anak laki-laki itu jodohnya Elfa. Bisa saja alergi Elfa tidak kumat karena mereka masih kecil. Atau kalau memang anak itu jodohnya Elfa bisa saja kan anak laki-laki itu berubah setelah besar" ucap August.


Fajar terdiam memikirkan apa yang barusan August katakan.


"Ingat Fa wanita baik - baik itu untuk laki-laki yang baik, begitu juga sebaliknya" nasehat Kevin.


"Iya, tapi pepatah itu tidak berlaku pada kamu. Kasihan banget Sheila dapatin mantan Casanova seperti kamu" sindir Omar.


"Jangan lihat dari sisi yang itu Bro. Lihat dari sisi hati. Allah tau hati aku ini baik makanya akhirnya aku dapatin Sheila yang juga sangat baik" ucap Kevin bangga.


"Cih kelakuan kamu di bilang baik. Aku jadi ingat ide gila kamu agar Jasmine mau menikah denganku" uceh Omar.


"Jadi kamu menyesal Din? goda Kevin.


" Berhenti memanggilku 'Din' Abuuuuuuu" teriak Omar kesal.


.


.


BERSAMBUNG