
"Kalau begitu mungkin kami akan datang bersilaturahmi kerumah Bapak minggu depan. Kami akan melamar Keysha secara resmi" ucap Aditya. Tidak enak rasanya melamar anak gadis orang ditempat latihan taekwondo seperti ini.
"Baik Pak Aditya, dengan senang hati kami akan menunggu kedatangan kalian" jawab Kevin ramah.
Kevin dan Aditya saling berjabat tangan dan berpelukan.
"Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga besar" ucap Kevin.
"Iya, senang bertemu anda" sambut Aditya
"Panggil nama saya saja agar terdengar lebih akrab dan santai. Saya usia kita juga tidak jauh beda" jawab Kevin.
"Kalau begitu kami pamit undur diri. Hari sudah semakin sore" ungkap Aditya.
"Silahkan" jawab Kevin.
Dua keluarga besar sapa dan berjabat tangan kemudian pulang ke rumah masing-masing.
"Key aku pulang dulu ya" ucap Aby pada Keysha.
"Cieee... kak Aby. Akhirnya ketemu juga kunci kehidupannya. Salam kenal kakak ipar. Kenalkan aku Ela adik kembarnya Kak Aby" Ela menjabat tangan Keysha ramah.
"Keysha" jawab Keysha.
"Tunggu telepon aku ya nanti malam, aku dan teman-teman mau plonco Ela dulu, udah lama gak pulang. Harus diajar nih anak biar ingat kampung halaman" ucap Aby.
"Iya By, aku tunggu" jawab Keysha malu-malu.
"Duuuh co cweeet..." goda Ela.
"Kok aku yang deg..degan ya kak" bisik Ela pada Aby.
"Dasar.." Aby merangkul tubuh adik kembarnya.
Akhirnya keluarga Aby pamit dan masuk ke dalam mobil mereka masing-masing. Para orangtua langsung pulang kerumah mereka. Tapi tidak dengan Geng ERASADIS.
Disil, Ditha dan Sintia naik ke mobil Disil sedangkan Rafa, Aby dan Ela naik ke mobil Aby.
"Kamu naik apa tadi dari rumah El?" tanya Aby.
"Diantar supir Kak. Kita mau kemana nih?" Ela balik bertanya.
"Kamu maunya kemana?" Rafa balik bertanya. Rafa sangat senang melihat Ela kembali. Serasa seperti dulu lagi mereka selalu jalan bertiga.
Bulak balik Rafa melirik Ela yang duduk di belakang dari kaca spion mobil.
"Mmm.. aku pengen makan bakso, kangen. Masih ada gak ya tukang bakso langganan kita dulu?" tanya Ela.
"Masih, sesekali kami juga masih suka makan bakso di situ. Kamu mau makan bakso di situ?" tanya Rafa semangat.
"Mau donk. Gimana kak?" tanya Ela.
"Apa sih yang nggak buat kamu. Kamu kan udah bantuin kakak hari ini" puji Aby.
"Habis aku kesal banget lihat dia kak. Sebenarnya aku dari rumah belum begitu yakin akan bertanding tapi aku siap-siap aja pakai baju ini. Eh gitu nyampe Dojang aku lihat cowok itu. Ternyata dia cowok pendendam yang dulu ya? Aku sempat lupa wajahnya. Kemarin waktu pulang ke Indonesia gak sengaja tabrakan sama dia di bandara. Anaknya ngeselin banget, lihat aku kayak jijik gitu. Gak sadar apa aku ini makhluk tuhan yang paling sexseh..." ungkap Ela.
"Perasaan kamu" potong Aby.
"Yah siapa juga kak yang bakal muji kalau bukan diri sendiri" balas Ela.
"Trus?" tanya Rafa penasaran.
"Nah pas baru masuk Dojang aku perhatiin tuh cowok ternyata cowok yang sama, seketika darah militerku naik. Makanya aku tantangin dia. Biar dia kembali merasakan tendangan mautku" jawab Ela bangga.
"Btw kamu rajin latihan di Lodon El?" tanya Rafa.
"Sebenarnya sudah jarang sih tapi waktu dua minggu yang lalu Kak Aby cerita mau tanding taekwondo hari ini. Jadi aku ikutan mempersiapkan siapa tau tenagaku sangat dibutuhkan. Terbuktikan, gak sia-sia aku latihan ekstra selama dua minggu. Puas banget bisa buat cowok pendendam itu KO" ungkap Ela.
"Kamu emang keren El. Tendangan kamu masih sekuat dulu" puji Rafa.
"Siapa dulu. Elaaaaa" ucap Ela.
Tak lama mobil sudah sampai di warung bakso langganan mereka.
Aby and the geng masuk dan duduk di meja favourite mereka. Alangkah terkejutnya Bapak penjual bakso beserta istrinya melihat kedatangan Geng ERASADIS formasi lengkap.
"Bapak, Ibu... kangen deh sama kalian" peluk Ela.
Begitulah kebiasaan Ela, anaknya ramah dan baik. Siapa saja tanpa pandang bulu, baik bulu yang lebat ataupun bulu yang tandus akan disamperin.
"Kapan datangnya Neng Ela?" tanya si Istri.
"Kemarin Bu. Bapak Ibu sehat?" tanya Ela ceria.
"Alhamdulillah sehat. Udah lama ya Neng gak pulang. Bapak kira hampir tujuh tahun gak pulang Neng akan berubah" ucap si tukang bakso.
"Berubah gimana Pak. Seperti power ranger atau kura-kura ninja?" tanya Ela.
"Berubah jadi bule lah Neng" jawab Tukang Bakso.
Yang lain pada ketawa dengar ocehan Bapak Tukang Bakso.
"Mana bisa berubah dia Pak. Wong dia punya darah Batak kog berubah jadi Bulek. Kecuali dia kawin sama PakLek baru dipanggil Bulek" ucap Disil.
"Hahahaha... bisa aja lu" sambut Ela.
"Cerita donk kapan kamu pulang?" tanya Sintia.
"Benar, aku kirim pesan dari beberapa hari yang lalu gak dibalas-balas sama dia" sambut Ditha.
"Kamu emang beneran kangen aku atau karena takut gaun pengantin kamu gak siap?" goda Ela.
"Ya kangen kamulah" jawab Ditha.
"Ya udah kalau gitu aku batalin aja ya buat gaun kamu. Aku mau nostalgila keliling kota mengenang kenangan dulu" oceh Ela.
"Yeeee... jangan donk, masak gaunku mau dibatalin? Jarang-jarang dapat rancangan gratis dari perancang terkenal se internasional" puji Ditha.
"Eh El tapi aku kok gak pernah dengan nama kamu disetiap peragaan busana di luar negeri?" tanya Sintia penasaran.
"Aku males pakai nama asli. Biar aja aku rahasiain data pribadiku biar terkesan gimana gitu.. Orang-orang pada penasaran" jawab Ela.
"Ide kamu emang selalu gila dari dulu" ledek Disil.
"Kalau gak punya ide spektakuler bukan Ela namanya" ucap Ela bangga.
"Trus kenapa kamu datang terlambat tadi? Waktu aku kerumah kamu jemput Aby, aku gak lihat tanda-tanda kepulangan kamu?" tanya Rafa penasaran.
"Ini gara-gara Kak Aby nih, gak bangunin aku. Papa Mama juga pergi gitu aja. Lupa apa sama anak gadisnya yang sexseh ini" ucap Ela dengan wajah pura-pura sedih.
"Ye... habis kamu tidur kayak kebo. Udah bulak balik kakak bangunin gak sadar juga, ya udah kakak tinggal" jawab Aby.
"Namanya jetlag kak. Mataku masih kebalik" jawab Ela cuek.
"Trus kenapa kamu gak ngabarin aku. Biar aku jemput kamu my honey bunny sweety?????" tanya Disil.
"Kamu itu sebentar lagi akan menikah, aku bukan your honey bunny sweety lagi. Ada Ditha tuh" sindir Ela.
"Kamu itu tetap akan menjadi my honey bunny sweety karena dari dulu sudah itu panggilan kesayangan aku buat kamu. Kalau Ditha itu My sweetheart, My everything" jawab Disil.
"Cieeee.... romantisnya yang mau nikah. Jadi gak sabar pengen lihat Kak Aby nikah" ucap Ela.
"Lah kenapa dengan aku. Gak nyambung tauk, harusnya kamu ucap itu jadi gak sabar pengen segera nikah" jawab Aby.
"Nah tu... kan sebentar lagi Kak Aby emang mau nikah" potong Ela.
"Dasar kamu ya" Aby memeluk Ela dan menyentil jidat adik kembarnya itu.
"Ampun.. ampun kak..." jawab Ela.
Semua tertawa melihat kemesraan dua bersaudara itu.
.
.
BERSAMBUNG