Find The KEY

Find The KEY
Ep. 271



Siang harinya suasana rumah sakit kembali ramai. Semua anggota Gengs ERASADIS sudah berkumpul. Mereka sengaja meminta hari ini karena hari ini adalah hari libur.


Biar para orangtua mereka yang berkunjung besok, karena mereka tidak bekerja. Sedangkan Aby, Disil dan Fajar besok sudah masuk kantor.


Berhubung Catherine belum bisa terlalu banyak menerima tamu. Jadi tamu untuk membesuk dibatasi oleh Rafa. Menjaga kondisi Catherine agar tetap stabil dan tidak kelelahan.


"Kekeeeeeet aku merindukanmu" teriak Ela begitu masuk ke kamar ruang inap Catherine.


"El jangan terlalu ribut, Fathir sedang tidur" cegah Rafa.


"Sorry Rafa, aku terlalu senang bertemu Catherine" jawab Ela.


Ela memeluk erat Catherine dan menangis.


"Keket sayang, aku sangat takut kehilangan kamu. Kamu adalah asisten terbaik aku" ucap Ela sambil menangis.


"Yaaaah aku kira arti si Keket lebih dari itu El, ternyata cuma asisten saja" sindir Disil.


"Ya gak lah Bambaaaang aku kan cuma bercanda. Keket kan soulmateku di London" ungkap Ela.


Catherine membalas pelukan Ela dan tersenyum mendengar candaan Ela dan Disil.


Terimakasih Tuhaaan... aku benar-benar masih hidup. Ucapnya dalam hati karena terlalu senang melihat teman - temannya.


"Kekeeeet" Ditha juga memeluk Catherine sambil menangis.


"Terimakasih ya Tha, Mas Rafa bilang kamu adalah Ibu susu Fathir. Terimakasih kamu sudah mau menolong kami dan mendonorkan ASI kamu untuk putraku" ucap Catherine.


"Tidak masalah Ket, kamu juga kan sudah menjadi Ibu asuh Sitha. Kamu rela kami ganggu hanya karena Sitha menangis dan tidak mau tidur sebelum mendengar kamu bernyanyi dangdut" balas Ditha.


"Ket kalau sekarang kamu nyanyi dangdut udah kuat belum?" tanya Disil usil.


"Hey Bambang dia masih belum pulih. Ada - ada saja anak satu ini" Ela memukul bahu Disil.


"Awww... sakit my honey bunny sweety" balas Disil.


"Keeeet, senang melihat kamu sudah sadar dan tersenyum seperti ini" Keysha gantian memeluk Catherine.


"Terimakasih Key dan terimakasih semuanya teman - teman. Aku tidak tau bagaimana hidup kami tanpa kalian" balas Catherine.


"Itulah gunanya teman Ket. Kalau cuma nyusahin doank kayak si Bambang ini ogah aku" sambut Ela.


"Yang ada juga kami El yang nyusahin si Fajar" balas Disil.


"Ya wajar donk dia kan suami aku. Kalau nyusahin kamu itu baru jahara" ucap Ela.


Suasana semakin hangat karena ada dua makhluk penganggu dan pemangsa ini. Dua - duanya tidak ada yang mau mengalah, dan itu mereka mulai sejak terlahir ke dunia ini.


"Sudah.. sudah.. kalian berdua ini dari dulu gak pernah akur, gak malu sama anak" ucap Aby mengingatkan.


"Ngapain malu By, wong anaknya juga belum ngerti ya gak El" ucap Disil.


"Yoi Bro" Ela dan Disil bertos ria.


"Ya elaaaah giliran di nasehatin malah kompak mereka ngelawan" ujar Aby sambil menggelengkan kepalanya.


"Ket, nih aku bawain bubur ayam yang di dekat taman komplek rumah. Kamu kan suka banget bubur ayam di situ" ucap Keysha sambil membawa beberapa bungkus bubur ayam.


"Kamu kok tau Key?" tanya Catherine penasaran.


"Nih si Sableng yang minta dibawain" Aby menyentil kepala adik kembarnya.


"Kalau aku yang beli ke sana kan kejauhan kak. Mending nitip sama Kakak sekalian keluar" balas Ela.


"Makasih Key, By" ucap Catherine.


"Aku nggak? kan aku yang punya inisiatif beli bubur" Ela pura- pura ngambek.


"Tapi kami yang beli. Ya terimakasihnya untuk kami donk" sambar Aby.


Catherine tersenyum melihat wajah sahabat baiknya itu manyun.


"Makasih banyak Princess" ujar Catherine sambil tersenyum.


"You're welcome Catnya Rafa" balas Ela.


"Dan ini ASI untuk Fathir ya, aku masukin ke kulkas aja ya langsung" ucap Ditha.


"Kamu bawa apa Dis. Semua bawain sesuatu kamu malah nggak" sindir Ela.


"Lah kamu juga gak bawa apa-apa" balas Disil.


"Kan tadi aku udah bilang aku mau bawa bubur ayam tapi karena jauh titip sama Kak Aby. Sama aja kan, yang penting aku punya niat bawa sesuatu" jawab Ela.


"Aku juga bawa sesuatu" ucap Disil.


"Apa coba?" tanya Ela penasaran.


"Bawain pabrik susunya si Fathir, bawaan aku lebih gede. Iri kan weeeeek" ledek Disil.


"Dasar bambang bangga amat bawa pabrik susu" ejek Ela.


"Ya Allah dua anak ini, gak lihat tempat berantem melulu. Keket baru sembuh jangan kalian kotori mata dan fikirannya dengan kata-kata unfaedah kalian" Aby kembali mengingatkan.


"Sengaja kak biar Keket gak tegang, dua hari sudah tegang kita semua dibuat si Keket. Tapi Alhamdulillah semua sudah bisa kita lalui" jawab Ela.


"Iya By, kan kata-kata kami juga gak jorok-jorok amat. Malah lebih steril dari pada sampah. Kami cuma bilang pabrik susu dan bubur ayam. Ya kan El" ucap Disil.


"Yoi Bro" mereka kembali bertos ria.


"Sayaaaaang ini di letakin dimana?" Fajar datang dengan membawa beberapa kado untuk Fathir.


"Apaan tuh Fa?" tanya Disil.


"Ini bawaanku, bukan seperti kamu bambang. Bisanya cuma bawain pabrik susu. Padahal pabrik susu juga bisa jalan sendiri" sindir Ela.


Fajar membawa bantal untuk menyusui dan pompa ASI untuk Catherine agar dia lebih mudah menyusui Fathir nanti.


"Cih cuma segitu, aku juga bisa bawa" sindir Disil.


"Ini cuma untuk keperluan Catherine saat ini, kado lainnya nanti saat Catherine dan Fathir udah bisa pulang" balas Ela.


"El aku kangen si kembar" ucap Catherine.


"Sorry Ket, mereka aku tinggal. Gak baik bawa mereka ke rumah sakit. Lagian kalau bawa mereka bertiga ke Rumah Sakit repot Ket. Nih aku tunjukin foto mereka aja ya sama kamu. Kemarin mereka baru aku fotoin" ucap Ela semangat.



Ela menunjukkan foto bayi kembarnya.


"Ih cantik banget Fela dan Elfa pakai bandana bunga, Fael juga enak banget di peluk dua adiknya" ucap Catherine senang.


"Nanti kalau kamu sudah sembuh dan boleh pulang, aku pasti bawa mereka ke apartemen kamu" ujar Ela.


"Sepertinya kami akan tinggal di rumah keluargaku El. Tadi malam sudah kami rundingkan dengan Papa, Mama, Mommy dan Daddy. Catherine kan belum pulih betul dan tidak boleh kelelahan. Kalau kami tinggal di rumah orangtuaku ada Mama yang bisa bantuin jagain Fathir" ungkap Rafa.


"Wah bener itu Raf, kasihan kalau Catherine yang ngurus Fathir sendiri. Dia kan masih harus check up rutin kan ke dokter?" tanya Aby.


"Iya makanya Mama yang nyaranin kami untuk pindah" jawab Rafa.


"Asiiik.. jadi nanti kalau aku main ke rumah Mama bisa sekalian jenguk Shaby dan Fathir donk. Pasti Fael senang ketemu mereka" ucap Ela.


"Sintia kapan bisa pulang Ry?" tanya Keysha.


"InsyaAllah besok" jawab Ryza.


"Gak apa - apa ya Ket, kamu tinggal sendirian. Walau kita masuk Rumah Sakitnya bareng tapi aku pulang duluan. Jangan kecil hati ya Ket dan tetap semangat" ucap Sintia memberi semangat.


"Iya Sin gak apa - apa. Aku terima dengan ikhlas semua ini. Allah pasti kasih cobaan karena aku bisa melaluinya" jawab Catherine.


"Aamiin.. kamu emang kuat Ket, salut aku lihat kamu. Satu hari saja keluar dari ruang ICU pemulihan kamu maju pesat" puji Sintia.


"Alhamdulillah berkat doa kalian semua. Terimakasih ya kalian sudah sangat peduli pada kami" ucap Catherine.


"Kita kan bukan hanya sekedar sahabat Ket, tapi sudah menjadi saudara. Semoga kelak anak-anak kita juga seperti kita ya. Jadi semakin besar keluarganya. Kan seru" sambung Ela.


"Aamiin... " semua mengaminkan ucapan dan doa Ela.


.


.


BERSAMBUNG