
"Apa?" Teriak mereka bersama dengan wajah penuh keterkejutan.
"Elaaaaaaa" teriak Jasmine dan Alexa yang melihat Ela pingsan diatas tempat tidur.
"Suster tolooong" teriak Fajar
Perawat segera mendekati dan memeriksa Ela. Sedangkan Fajar, Aditya dan Omar segera keluar kamar dan menuju ruangan bayi untuk memastikan kabar buruk yang baru saja mereka dengar.
"Ada apa ini? Bagaimana anak saya bisa hilang?" tanya Fajar marah.
"Maaf Pak, tadi putra - putri Bapak dibawa oleh para perawat yang bertugas untuk diganti pakaiannya sebelum dibawa pulang ke rumah. Setelah mereka berganti pakaian terjadi pertukaran jadwal jaga para perawat. Sehingga mereka ditinggalkan sebentar di ruangan bayi ini. Dan saat petugas baru hendak mengantarkan putra - putri Bapak ke kamar tiba - tiba salah satu dari anak baru sudah tidak ada di boxnya" ungkap kepala perawat.
"Anakku yang mana yang tidak ada di boxnya?" tanya Fajar panik.
"Elfa Pak" jawab perawat.
"Ya Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi" ucap Fajar.
"Kalian tidak memeriksa CCTV?" tanya Omar.
"Sudah Pak, kami melihat ada seorang wanita berpakaian perawat tetapi dia memakai masker di wajahnya sehingga kami tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya" jawab ketua perawat.
"Pa tolong kawal anak - anakku ke kamar. Biar aku ke ruang CCTV. Aku ingin melihat rekaman CCTV saat kejadian penculikan anakku" ucap Fajar kepada Papa juga dan mertuanya.
"Ya sudah, kami akan mengawal Fael dan Fela sampai ke kamar Ela" jawab Omar.
"Kamu sabar ya Fa, jangan gegabah dan emosi. Fikirkan semua dengan tenang, InsyaAllah semua ada jalan keluarnya. Percayalah" ucap Aditya.
"Iya Pa. Sus, dua anak saya yang lain segera antarkan ke kamar. Biar ke dua orang tua saya ini yang mengawal sampai ke kamar inap istri saya" perintah Fajar.
"Baik Pak" jawab kepala Perawat.
Dua perawat segera mendorong box bayi Fael dan Fela di ikuti Omar dan Aditya di belakang mereka. Sedangkan Fajar segera ke ruangan CCTV untuk melihat rekaman saat kejadian.
Tibalah Fajar di ruangan khusus untuk penyimpanan rekaman CCTV. Petugas memperlihatkan rekaman CCTV saat penculikan Elfa.
Alangkah terkejutnya Fajar saat melihat rekaman CCTV nya.
"Siap... ternyata wanita jalang itu yang melakukan semuanya" umpat Fajar.
"Bapak mengenal pelakunya?" tanya petugas.
"Saya kenal siapa pelakunya. Hampir satu tahun yang lalu dia merencankan sesuatu hal yang jahat pada aku dan istriku tapi gagal dan di lolos dari jeratan hukum. Beberapa bulan yang lalu kami bertemu kembali dengan dia dan dia mengancam akan melakukan sesuatu kepada kami tapi sampai istri saya melahirkan kami tidak pernah melihatnya lagi. Tak di sangka dia merencanakan semua ini. Lihat saja kali ini aku akan menghabisi kamu Lisa" ucap Fajar geram.
"Baik Pak, sebentar lagi polisi akan datang untuk melakukan pemeriksaan. Tolong Bapak laporkan kesaksian Bapak barusan. Agar kita bisa dengan mudah mencari keberadaan wanita yang bernama Lisa tersebut" pinta petugas.
"Baik" jawab Fajar.
"Sekitar satu jam lagi polisi akan datang Pak, Bapak bisa kembali ke kamar Istri Bapak di rawat. Nanti Bapak akan kami panggil kembali" Ucap petugas keamanan dan bagian administrasi rumah sakit.
"Kalau begitu saya kembali dulu ke ruangan istri saya" balas Fajar.
Fajar berjalan dengan terburu - buru ke kamar Ela. Sesampainya di ruangannya Fajar mendapati istrinya sedang menangis sedangkan ke dua bayinya dalam gendongan Mama dan mertuanya.
"Maaaas Elfa Maaaaaas" tangis Ela.
"Tenang sayang kamu harus kuat. Kami sudah mengetahui siapa penculiknya, sebentar lagi polisi datang dan akan melakukan pemeriksaan" jawab Fajar.
"Siapa yang menculik Elfa Fa?" tanya Omar.
"Lisa Pa" jawab Fajar.
"Apa, Lisa?" tanya Aditya dan Alexa tak percaya.
"Iya, aku melihat rekaman CCTV, walaupun dia menutupi wajahnya dengan masker dan dia menyamar memakai pakaian perawat saat menculik Elfa. Aku yakin bentuk tubuh dan gerak geriknyanya sangat mirip dengan Lisa. Ditambah beberapa bulan uang lalu kami bertemu dengan dia, dia mengancam akan melakukan pembalasan kepada kami. Membuat aku semakin yakin dialah pelakunya " ungkap Fajar.
"Berarti benar Mas apa yang aku lihat saat malam dimana Kak Keysha melahirkan. Aku melihat sosok Lisa di parkiran Rumah Sakit" sambung Ela.
"Bisa jadi sayang" jawab Fajar..
"Tapi apakah dia masih hamil Mas?" tanya Ela.
"Tidak sayang, aku melihat tubuhnya sudah langsing" jawab Fajar.
"Mungkin dia sudah melahirkan" ucap Omar
"Nanti akan aku selidiki, di rumah sakit mana dia melahirkan" sambut Fajar.
"Jangan - jangan di rumah sakit ini juga Fa. Makanya dia dengan leluasa keluar masuk rumah sakit. Sepertinya dia sudah memahami lokasi dan letak ruangan bayi di rumah sakit ini" ucap Omar.
"Bisa jadi Pa" balas Fajar.
"Kabari dulu Kakak kamu dan yang lainnya, mereka pasti membantu kamu untuk mencari Elfa" perintah Aditya.
"Baik Pa" jawab Fajar.
Fajar segera meraih ponselnya dan melakukan panggilan group untuk para lelaki.
"What's up bro? Belum pulang kalian dari rumah sakit?" tanya Ryza.
"Iya nih, aku dan Key udah sampai di rumah kamu" sambung Aby.
"Aku masih OTW sama Catherine" ucap Rafa.
"Sabar ya, aku baru mau gerak. Maklum punya anak bayi rempong kalau mau bepergian" ujar Disil.
"Ada kabar buruk" ucap Fajar.
"Apaan?" tanya yang lainnya bersamaaan.
"Saat kami akan pulang tiba-tiba perawat datang dan mengabarkan kalau Elfa hilang" jawab Fajar.
"Apaaaa?" teriak yang lain kompak.
"Serius kamu?" tanya Aby tak percaya.
"Serius By, dan saat aku melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian. Kalian tau siapa yang menculik Elfa?" jawab Fajar.
"Siapa?" tanya mereka.
"Lisa" jawab Fajar singkat.
"What???????" tanya Ryza.
"Apa Lisa?" ucap Aby.
"Lisa?" Rafa juga tak kalah terkejut mendengar nama mantan pacarnya di sebut.
"Gila mak lampir itu, minta di sembelih tuh cewek" umpat Disil.
"Bagaimana kejadiannya?" tanya Aby penasaran.
"Terjadi pertukaran perawat. Dia memanfaatkan keadaan tersebut dan dia juga melakukan penyamaran. Saat menculik Elfa dia memakai baju perawat dan memakai masker" ungkap Fajar.
"Aku yakin dia sudah merencanakan semua ini dengan matang" tebak Ryza.
"Aku rasa begitu" timpa Rafa.
"Aku masih gak percaya wanita gila itu benar - benar gila" umpat Disil.
"Apa langkah selanjutnya Fa?" tanya Aby.
"Rencananya setelah pihak polisi datang dan pihak rumah sakit membuat laporan. Aku akan membawa istri dan anak - anakku pulang ke rumah terlebih dahulu. Karena saat ini rumahlah tempat paling aman saat ini. Setelah itu baru aku akan suruh anak buahku mencari informasi dimana keberadaan Lisa. Pihak polisi juga pasti juga mencari Lisa" ungkap Fajar.
"Oke Fa, kita kumpul di rumah kamu ya, baru kita bicarakan langkah selanjutnya" jawab Ryza.
"Oke aku juga akan segera meluncur ke sana" sambung Disil.
Telepon terputus.
.
.
BERSAMBUNG