
"Kamu di sini juga?" Ela melihat balik ke belakang, ternyata Fajar yang bertanya ke padanya.
Weisss cepat banget dia sampai di sini. Benar kata si Om Bos 1 pagi - pagi dia sudah meluncur. Ucap Ela dalam hati.
"Kenapa kamu tanya begitu?" Ela balik bertanya.
"Ini Butik siapa? Apakah ada hubungannya dengan ADS Corp?" tanya Fajar penasaran.
"Gak ada. ini Butik aku, Ditha dan Sintia" jawab Ela.
"Ooo jadi ADS butik itu kepanjangan dari Aku, Ditha dan Sintia?" tanya Fajar pura - pura bodoh.
"Eh GM palsu tuh otak dipergunain sedikitlah. Masak di pendam bobok melulu. ADS - Ariella, Ditha dan Sintia" jawab Ela kesal.
"Aku lupa kalau nama kamu Ariella, ingatnya El wanita jadi - jadian. Ariella nama yang cantik gak sesuai dengan orangnya yang urakan" ejek Fajar.
"Suka - suka gue donk. Ngapain kamu ke sini?" tanya Ela.
"Aku mau bertemu seseorang" jawab Fajar.
"Siapa, Ditha? atau Sintia?" tanya Ela pura - pura tidak tau.
"Aku mau bertemu Princess" jawab Fajar.
"Princess apaan? gak ada yang namanya Princess di sini" elak Ela.
"Kamu gak usah pura - pura El, aku yakin kamu ada hubungannya dengan My Princess. Kamu kan dari London juga, kuliah di design fashion kan? Pasti kenal sama My Princess designer terkenal di London" desak Fajar.
My Princess? Uueeeek mual aku. Batin Ela.
"Beneran aku gak kenal" Ela masih bersikeras.
"Ayolah El bantu aku kali ini saja. Hitung - hitung balas budi kamu karena aku telah membantu kamu waktu kita terjebak di lift. Aku mendapatkan alamat butik ini dari Catherine managernya Princess. Dia menyuruhku datang ke Butik ini untuk menanyakan keberadaan Princess sekaligus bertemu dengan My Princess" ungkap Fajar.
Waaah Catherine nih biang kerok yang ngasi tau alamat aku di sini. Awas kamu ya keket. Umpat Ela dalam hati.
"Hemmmmm... baiklah. Setelah aku membantu kamu tidak ada lagi hutang budi diantara kita, Oke?" ucap Ela.
"Oke aku setuju" jawab Fajar cepat.
"Ya sudah kita masuk dulu" ajak Ela.
Ela dan Fajar masuk ke dalam ADS Butik.
"Kamu tunggu di sini, aku naik dulu mau letakin tas. Nanti aku samperin kamu lagi sekalian jelasin semuanya. Okey?" ucap Ela.
"Oke El. Terimakasih kamu sudah mau bekerjasama dengan baik" ucap Fajar tulus.
Heeeh kamu gak tau aku lebih dulu kerjasama dengan Papa kamu. Kamu gak garcep siiih. Kalah sama Om - Om tua itu. Ucap Ela dalam hati.
Fajar duduk di sofa yang ada di lantai satu, menunggu Ela dengan hati yang berdebar. Sedangkan Ela naik ke lantai empat menuju ruangannya dan mempersiapkan kejutan untuknya.
Sementara di lantai dasar.
"Lho Fajar kamu pulang ke Indonesia?" tanya Sintia yang baru masuk ke Butik bersamaan dengan Ditha.
"Kapan kamu datang?" sambung Ditha.
"Aku nyampe Jakarta senin malam" jawab Fajar.
"Trus kamu ngapain di sini? Gak mungkin kan kamu mau pesan gaun?" tanya Sintia penasaran.
"Aku menunggu Ela, dia lagi ke atas. Katanya sebentar lagi dia akan turun" jawab Fajar.
Tak lama Ela sudah keluar dari lift.
"El Fajar udah nungguin kamu tuh. Kasian kelamaan dia nunggu" ucap Ditha.
"Baru sebentar kok, tadi aku ke atas ngantar tas dan barang - barang aku" jawab Ela.
"Ya udah kami ke atas dulu. Kami tinggal ya Fa" Sintia pamit kepada Fajar.
"Iya silahkan" sambut Fajar.
Kini hanya tinggal Fajar dan Ela yang duduk di sofa.
"Jadi gimana El, apakah aku bisa bertemu Princess?" tanya Fajar langsung. Dia terlihat sungguh tidak sabaran.
"Kenapa sih kamu cari - cari Princess? Emang apa artinya dia bagi kamu sampai kamu bela - belain pulang ke Indonesia untuk ketemu dia?" tanya Ela penasaran.
"Dia sangat penting untuk masa depanku El. Hidupku tergantung dengan dia" jawab Fajar.
Oww.. yah hebat benar aku bisa menduduki posisi penting dalam hidup kamu. Ucap Ela dalam hati.
"Sepenting itukah dia?" tanya Ela penasaran.
"Nanti kalau aku sudah bertemu dia, aku janji aku akan cerita semuanya pada kamu" jawab Fajar.
"Baiklah" balas Ela.
"Nah sekarang tolong kasih tau aku siapa Princess?" desak Fajar.
"Temanku" jawab Ela.
"Kalau Princess itu teman kamu mengapa Sintia dan Ditha tidak mengenalinya saat peragaan busana di London?" tanya Fajar curiga.
"Karena mereka tidak mengenalnya" jawab Ela.
"Dimana dia sekarang?" desak Fajar.
"Di atas" jawab Ela cepat.
"Ayolah El, kamu bilang Princess ada di atas, masak Sintia dan Ditha gak kenal dan gak tau kalau Princess di sini?' tanya Fajar merasa aneh.
"Karena dia tidak mau memperkenalkan dirinya sebagai Princess. Itu privasinya dan aku harus menghargainya" jawab Ela.
"Ya sudah, terserah kamu deh mau bilang apa. Yang penting aku ingin bertemu dengannya. Tolong antarkan aku bertemu dengannya" pinta Fajar dengan wajah memelas.
"Mmmm... Baiklah. Kalau begitu kamu siap - siap. Kita ke atas ya" ajak Ela.
Jantung Fajar berdetak tidak karuan, hal ini sudah dia nanti - nantikan selama satu tahun.
Reaksi bagaimana nanti yang harus aku tunjukkan jika berhadapan langsung dengan My Princess? Apakah aku bisa memeluknya? atau.. ah bertemu dan bisa berjabat tangan dengannya saja sudah sangat luar biasa. Ucap Fajar dalam hati.
Mereka masuk ke dalam lift menuju lantai empat. Sesampainya di lantai teratas Ela mempersilahkan Fajar masuk ke ruang ganti. Di ruangan tersebut terdapat banyak sekali kaca.
"Tunggu di sini ya sebentar lagi Princess akan muncul di balik tirai itu. Kamu duduk santai saja dulu di sofa" perintah Ela.
"Iya El, sekali lagi terimakasih ya kamu sudah mau membantu aku" ucap Fajar.
"Aku cuma bayar hutang budi aku pada kamu. Setelah ini tidak ada lagi hutang diantara kita" balas Ela.
"Baik" sambut Fajar.
"Siap - siap ya... Princess keluarlah...." perintah Ela. Ela menekan remot untuk membuka tirai di ruang ganti pakaian.
Tirai ruang ganti terbuka perlahan menampilkan seorang wanita yang sedang berdiri dengan anggunnya. Wanita tersebut memakai topeng di wajahnya. Persis seperti Princess yang memang di cari - cari Fajar selama ini.
Wajah tegang terlihat sangat jelas di wajah Fajar. Tidak biasanya Ela melihat wajah kaku dan grogi dari pria ini, biasanya wajahnya selalu membuat kesal Ela.
Fajar berdiri dan melangkah ke arah Princess. Sementara Ela tersenyum di belakang Fajar.
Rasain kamu cowok pendendam, terimalah balasan dariku. Emang enak dikerjain. Hahahah.... Ela tertawa dalam hati.
"My Princess.... aku sudah lama mencarimu kemana - mana, akhirnya kita bertemu juga" ucap Fajar sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Princess.
Princess menyambut uluran tangan Fajar, Fajar menarik tangan wanita itu dan menciumnya seperti gaya seorang pangeran yang mencium tangan sang putri.
Tiba - tiba gejolak itu datang, wajah pucat dan keringat keluar dari sekujur tubuh Fajar.
Tidak... tidak... mengapa ini bisa terjadi. Apa yang aku rasakan ini. Ooooh Tuhan, aku tidak tahan lagi.
Ueeeeeeeeek.... ueeeeeek...
.
.
BERSAMBUNG
Pagi readers... yang dinanti - nantikan sudah hadir. Selamat menikmati, semoga kalian suka ya.
Mana kembang setamannya?? Aku mau berkebun nih mumpung weekend 🤣🤣