
Seperti pesan Fajar, Jimmy naik kembali ke lantai paling atas dan menemui Ela.
"Ada apa kamu datang lagi, mengapa Fajar tidak menghubungi saya?" tanya Ela bingung.
"Maaf Nona tadi Bos berpesan kalau dia akan memenuhi janjinya pada Mamanya dan juga Mama Nona. Bos bilang kalian akan bertemu setelah proses ijab kabul" jawab Jimmy.
"Aku juga tadi berfikiran seperti itu, syukurlah kalau Fajar membatalkan niatnya. Nih aku kembalikan Hp kamu" ujar Ela.
Ela menyerahkan Hp Jimmy kembali.
"Oh iya Jim aku bisa minta tolong sesuatu gak pada kamu?" tanya Ela.
"Minta tolong apa Nona, sebisa mungkin saya akan menolong Nona" jawab Jimmy.
"Ini bukan tentang saya ataupun Fajar, tapi ini adalah rahasia kita. Aku tidak mau ada orang lain yang tau" pinta Ela.
"Mengapa terlalu banyak rahasia Anda dan Bos Nona?" tanya Jimmy penasaran.
"Ah kamu terlalu banyak pertanyaan Jimmy, lakukan saja apa yang aku pinta" protes Ela.
Yaaah Bos dan Nona ini sama saja, pantesan mereka berjodoh. Batin Jimmy
"Jadi begini..... " Ela menjelaskan kepada Jimmy apa yang ingin dia mintai pertolongan Jimmy.
"Mengerti?" tanya Ela.
"Saya mengerti Nona, siap saya akan membantu Nona" jawab Jimmy.
"Bagus, kamu emang pinter tidak percuma Fajar menjadikan kamu asisten pribadinya" puji Ela.
"Tapi bagaimana kalau saya terjebak pada rencana Nona?" tanya Jimmy khawatir.
"Kamu tidak boleh memakai perasaan kamu. Ini tugas buat kamu" tegas Ela.
"Baik Nona, akan saya laksanakan. Apakah Bos boleh mengetahui kerjasama kita ini?" tanya Jimmy.
"Boleh, tapi hanya dia yang tau. Yang lainnya gak ada yang boleh tau" jawab Ela.
"Oke Nona, kalau begitu saya permisi turun dulu sebelum yang lain curiga dan mencari keberadaan saya" balas Jimmy.
"Silahkan" ucap Ela.
Jimmy kembali ke lantai dasar dan menemui Fajar.
"Gimana Jim?" tanya Fajar tidak sabar.
"Beres Bos Hp saya sudah saya ambil dan saya mendapat tugas baru dari Nona" jawab Jimmy.
"Tugas? Tugas apa?" Fajar penasaran.
Jimmy membisikkan ke telinga Fajar agar tidak ada yang mendengar rencana Ela. Fajar mengerti apa maksud dari permintaan calon istrinya.
"Benar itu apa yang dilakukan My Princess. Kamu harus membantu untuk mensukseskan rencana My Princess agar hidup kami tenang" ucap Fajar.
Makan malam berlanjut dengan saling berbincang-bincang sesama keluarga besar.
"Hai nak Jimmy, apakah kamu sering ke Indonesia?" tanya Mr. Wolter ketika Jimmy duduk dekat mereka.
"Lumayan sering Mr. Wolter. Saya sering menemani Tuan Fajar kalau ada pekerjaan ataupun keperluan di Indonesia" jawab Jimmy.
"Sudah lama kamu bekerja dengan keluarga Barrakh?" tanya Mr. Wolter.
"Sudah tiga tahun Mr. Wolter" jawab Jimmy sigap.
"Wah sudah cukup lama juga ya, sepertinya kamu betah dan sangat dekat dengan keluarga mereka" puji Dari Catherine.
"Mereka keluarga yang ramah, hangat dan kekeluargaan" balas Jimmy.
"Iya, itu sangat kelihatan. Btw kapan kamu akan kembali ke London?" tanya Mr. Wolter.
"Setelah pekerjaan saya disini selesai Mr. Wolter" jawab Jimmy.
"Jangan terlalu sibuk bekerja anak muda, nikmatilah liburanmu dan masa mudamu. Waktu berlalu dengan cepat jangan kau sia - siakan" nasehat Dadnya Catherine.
"Akan saya ingat itu Mr. Wolter" balas Jimmy.
Sementara Mrs. Wolter dari tadi memperhatikan gerak - gerik anak tunggalnya. Ada sesuatu kebiasaan yang aneh menurutnya.
Beberapa kali Catherine terlihat melirik ke arah anak muda yang Mrs. Wolter ingat adalah sahabat Ela. Lelaki itu yang kemarin menemani Catherine menjemputnya di Bandara.
Apakah Catherine menyukai anak muda itu? Dia memang terlihat baik, gagah dan tampan. Aku tidak masalah kalau memang benar Catherine mempunyai perasaan padanya tapi aku rasa hanya putriku saja yang mempunyai perasaan seperti itu sedangkan pria itu bersikap biasa saja bahkan terkesan dingin dengan Catherine.
Sepertinya aku harus memastikan perasaan Catherine dan aku akan mencoba membantunya. Batin Mrs. Wolter.
Setelah selesai acara makan malam bersama seluruh keluarga besar menginap di hotel keluarga Barrakh.
Ini adalah pesta termegah karena yang menikah adalah CEO Barrakh Corp. Seluruh keluarga besar Ela dari Papa dan Mamanya di Medan juga sudah berdatangan.
Para keluarga sahabat Papa dan Mamanya juga para sahabat Ela dan Fajar ikut menginap di hotel.
Persiapan akad nikah dan resepsi besok sudah bisa dibilang sempurna karena hanya tinggal menunggu hari berganti saja.
Fajar terlebih dahulu dipersilahkan untuk istirahat dengan alasan pengantin tidak boleh begadang. Besok bisa gak fokus saat ijab kabul.
Kini tinggal anggota Gengs ERASADIS minus Ela yang tinggal di ruang yang tadi disulap menjadi ruang makan keluarga.
"Jadi gimana By, kamu sudah tau kemana Ela dan Fajar honeymoon?" tanya Disil.
Fajar menggelengkan kepalanya.
"Sorry bro aku tidak tau, sepertinya mereka gak jadi honeymoon karena aku lihat Ela santai-santai saja" jawab Aby.
"Fajar gimana Ry?" tanya Keysha.
"Dia juga tidak ada cerita apapun tentang rencana honeymoonnya dan dia juga santai di kantor. Tidak ada tanda - tanda bahwa dia akan libur ataupun cuti" ungkap Ryza.
"Baik, kalau begitu kita kerjain mereka di kamar hotel aja" Disil memberi ide.
"Ini kan hotel keluarga kalian, jadi aku rasa sangat diperlukan andil kamu di sini Ry" sambung Disil.
"Tapi gimana cara ngerjain mereka? kalian punya ide?" tanya Aby.
"Mmm... sepertinya aku ada ide nih" jawab Catherine.
"Apaan Ket?" tanya Sintia Mewakili yang lainnya.
"Gimana kalau bajunya Ela kita sembunyiin?" Ucap Catherine.
"Itu harus, kami semua dia perlakukan seperti itu. Tapi itu sudah biasa, dia menggantinya dengan lingerie" jawab Sintia.
"Mmm... kalau begitu untuk mereka kita tidak akan kasih mereka sehelai pakaian" ucap Ditha.
"Trus gimana mereka kalau mau shalat?" tanya Keysha.
"Kita letakin aja kain sarung dan baju kaos untuk Fajar sedangkan Ela hanya mukena doank" sambung Catherine.
"Boleh juga tuh" balas Disil.
"Kasihan donk Mas mereka kedinginan?" tanya Ditha.
"Gak akan kedinginan yank, kamu gak ingat malam pertama kita. Baju malah menjadi penghalang" jawab Disil.
"Ih Mas ini buka aib aja" potong Ditha.
"Gak usah malu Tha, semua juga ngalamin seperti itu kecuali Rafa dan Keket di sini. Nah kalau kalian berjodoh pasti malam ini akan kalian ingat. Hitung - hitung nambah ilmu" goda Disil.
"Ada aja kamu ya Dis, sekarang yang dibahas Ela jangan nyerempet ke aku donk" protes Rafa.
"Siapa tau kalian berjodoh, jodoh itu rahasia Allah. Tidak ada yang tau pada akhirnya Keketlah tulang rusuk kamu" sambung Disil.
"Udah ah fokus ke Ela dan Fajar aja" elak Rafa.
"Jadi Ry kamu minta salah satu petugas hotel mengambil koper mereka di kamar setelah itu meletakkan beberapa kebutuhan mereka seperti sarung dan mukena" ucap Disil.
"Setuju? atau ada ide lain?" tanya Catherine.
"Setuju. Perintah dilaksanakan" tegas Ryza.
Akhirnya mereka bubar menuju kamar masing-masing.