
Ke esokan harinya di rumah orangtua Ela
"Assalamu'alaikum Ma" ucap Ela ketika dia memasuki rumah orangtuanya.
"Wa'alaikumsalam sayaaang" jawab Alexa sambil menyambut kedatangan anak bungsunya bersama suaminya.
Mereka saling berpelukan.
"Kak Aby dan Kak Keysha mana Ma?" tanya Ela sambil mencari keberadaan kakak dan kakak iparnya.
"Mereka sedang main ke rumah orangtuanya Keysha" jawab Alexa.
"Ooooh" balas Ela.
"Bagaimana kehamilan kamu?" tanya Alexa.
"Alhamdulillah sangat nikmat Ma. Laper terus" jawab Ela.
"Namanya kamu hamil kembar sayang. Apalagi tiga, Mama aja dulu hamil kamu dan Aby sering merasa lapar" balas Alexa.
"Tapi kesalnya pagi harinya semua isi perutku habis terkuras" ucap Ela sedih.
"Sabar sayang... kan gak selamanya seperti itu. Itulah sebabnya sebutan ibu.. ibu.. ibu.. baru ayah di sebut. Ibu tiga kali dan ayah sekali. Perjuangan ibu lebih berat dari pada ayah. Ibu mengandung, melahirkan dan membesarkan" ungkap Alexa.
Ela mendengarkan dengan seksama.
"Maaaa aku pengen makan soto medan buatan Mamaaaa" pinta Ela manja.
"Ma... kabulin tuh permintaan anak kamu" perintah Aditya.
"Iya Pa, tadi kan sebelum Ela kemari dia udah nelpon Mama duluan. Jadi sudah Mama masakin permintaannya" jawab Alexa.
"Yuk kita ke dapur siapain makan malam kita" Alexa mengajak Ela ke dapur.
Sedangkan Aditya dan Fajar duduk santai di ruang keluarga.
"Gimana perkembangan kehamilan Ela, apakah banyak permintaannya?" tanya Aditya.
"Biasa Pa, paling seputar makanan. Kalau malam nafsu makannya lebih kuat mungkin karena malam mualnya sudah hilang dan mulai enak makan. Tapi yah gitu Pa kalau pagi semuanya di muntahin" jawab Fajar.
"Kamu harus sabar ya menghadapi wanita hamil. Biasanya malah suka minta yang aneh - aneh" balas Aditya.
"Sejauh ini masih normal kok Pa permintaan Ela dan alhamdulillah bisa dipenuhi semuanya" sambung Fajar.
"Gimana perusahaan kamu?" Aditya bertanya.
"Alhamdulillah tidak ada masalah yang berat. Cuma rada sibuk Pa karena Ryza masih cuti ke London" jawab Fajar.
"Iya ya Papa lupa kalau mereka sedang honeymoon juga. Berapa lama mereka di sana?" sambung Aditya.
"Seminggu Pa, hari sabtu atau minggu mereka pulang ke Indonesia. Mereka honeymoon sekalian aku dan Ela suruh medical checkup" balas Fajar.
"Medical checkup untuk apa?" tanya Aditya penasaran.
"Ela bilang Sintia resah karena dulu Mamanya juga lama hamil. Jadi Sintianya ikutan galau takut nasibnya akan sama dengan Mamanya. Apalagi teman - temannya semua dah pada hamil semakin tambah galau dia" ungkap Fajar.
"Kalau itu memeng benar, Mamanya dulu lama hamilnya. Tapi kan bisa saja nasib mereka berbeda" balas Aditya.
"Itu juga yang kami bilang ke Ryza tapi supaya lebih lega kami suruh aja mereka honeymoon sekalian periksa kesehatan di sana. Mudah - mudahan dalam waktu dekat ada kabar gembira" sambung Fajar.
"Aamiin. Mudah - mudahan usaha mereka membuahkan hasil. Papa yakin Satria dan Cinta pasti sangat senang mendapatkan cucu" ucap Aditya.
"Iya Pa" balas Fajar.
"Pa, Mas.. makan yuk. Aku udah laper banget nih" ajak Ela dari arah dapur.
"Iya sayang... " jawab Fajar.
"Yuk Fa, kita ke dapur makan soto medan buatan Mama kamu" ajak Aditya.
Mereka segera menyusul istrinya ke dapur untuk menikmati makan malam bersama di rumah orangtua Ela.
Karena hal ini adalah permintaan Ela dari tadi pagi sebelum mereka masing-masing berangkat kerja.
Fajar berjanji akan memenuhi permintaan istinya malam ini. Dan sejak tadi pagi juga Ela sudah mengabari Mamanya kalau dia ingin makan soto medan buatan Mamanya.
Tentu saja Alexa dengan senang hati membuatkan menu makanan permintaan anaknya yang sedang hamil muda itu.
Jadilah malam ini mereka makan malam bersama sambil ngobrol dan bercanda.
********
Di London
Ryza dan Sintia pergi ke Rumah Sakit terbesar di London. Mereka menjalani pemeriksaan menyeluruh bukan hanya bagian organ reproduksi saja.
Sambil menunggu Sintia di periksa Ryza menunggunya di depan ruangan pemeriksaan. Ryza mengirimkan pesan kepada Ela.
Ryza
Alhamdulillah El, Sintia mau aku ajak medical checkup di sini. Saat ini kami sama - sama melakukan pemeriksaan. Biar adil kami berdua diperiksa.
Ela
Ryza
Mohon doa teman - teman semua ya. Apapun hasilnya aku akan tetap mencintai Sintia.
Ela
Aku pegang janji kamu. Omongan kamu sudah aku screenshot dan akan ku simpan sebaik mungkin. Awas kalau kemudian hari kamu macem-macem aku giling junior kamu jadi daging bakso π€¬
Ryza
Serem amat ancamannya π
Ela
Iya donk, Sintia itu kan sahabat aku. Kamu juga sepupunya suamiku. Kalau kamu berbuat hal yang buruk pada Ela aku laporin sama suami dan mertua aku. Biar sekalian kamu di hapus di keluarga Barrakh
Ryza
Hahaha pakai deking. Bawa - bawa suami dan mertua kamu. Gak sekalian lapor sama RT, RW, Lurah dan antek - anteknya π€£π€£
Ela
Gak perlu. Satu lawan satu aja. Kamu kan belum pernah tanding lawan aku. Belum pernah ngerasain tendangan tanpa perasaan π‘
Ryza
Ada ya jurusan tendangan tanpa perasaan π
Ela
Ada khusus buat kamu. Tak patahin habis itu di mutilasi masukkan ke mesin penggilingan dan kujadikan bakso untuk makanan buaya.
Ryza
Ada gitu buaya doyan makan bakso? ππ
Ela
RYZAAAAAA πΏπΏπΏ
Ryza
π€£π€£π€£π€£π€£
Ryza tertawa membaca pesan dari Ela. Memang tuh anak selalu bisa mencairkan suasana. Padahal tadi Ryza udah tegang banget menunggu istrinya pemeriksaan.
Aku akan menerima kamu apa adanya sayang. Percayalah cintaku bukan karena sesuatu tapi hanya karena kamu. Batin Ryza berucap tegas pada diri sendiri.
Tak lama Sintia keluar dari ruang pemeriksaan.
"Gimana sayang, capek?" tanya Ryza.
"Nggak kok Mas" jawab Sintia.
"Kita jalan dan cari makanan yuk. Aku laper" ajak Ryza.
"Lho hasil pemeriksaannya?" tanya Sintia.
"Hasilnya besok sayang. Besok kita ke sini lagi untuk mendengarkan penjelasan dokter tentang hasil pemeriksaan kita" ucap Ryza.
Sintia dan Ryza keluar dari Rumah Sakit dan mencari makanan halal di London. Setelah makan siang mereka sekalian jalan - jalan keliling kota London.
"Maaaas" panggil Sintia ketika mereka di dalam mobil.
"Ya... " jawab Ryza lembut.
"Aku takut" ucap Sintia.
"Kenapa takut sayang, aku aja gak takut, karena aku yakin kamu tidak akan meninggalkanku. Ya kan?" tanya Ryza.
"Iya aku tidak akan meninggalkan kamu Mas apapun yang terjadi" jawab Sintia.
"Lantas kenapa kamu malah takut? Kalau terjadi hal yang sama aku juga tidak akan meninggalkan kamu sayang" ungkap Ryza.
"Terimakasih ya Mas" ucap Sintia.
"Kamu tenang ya, semuanya kita hadapi bersama - sama. Sekarang kita makan dulu dan lupakan semuanya. Jangan terlalu di fikirin" jawab Ryza.
Ryza memarkirkan mobilnya di sebuah rumah makan di London.
.
.
BERSAMBUNG