Find The KEY

Find The KEY
Ep. 250



"Astaga sudah bukaan sempurna.... " ucap dokter tersebut terkejut.


"Dooook saya udah gak tahan lagiiiii" teriak Ela.


"Iya bu, sudah bukaan sempurna. Kita mulai ya bu. Tarik nafas panjang kemudian Ibu hembuskan sambil ngeden dan tekan. Ingat kepala dan pantatnya jangan diangkat ya Bu" pesan dokter.


Ela mulai mengambil kuda - kuda.


"Kita mulai Bu, siap. Satu... Dua... tiga" intruksi dokter.


"Huf.. huuuuf... enghhhhh" Ela mulai ngeden.


Oeeek... oeeeek....


"Alhamdulillah... Babu boy Bu, Pak" teriak dokter.


Dengan siaga dokter dibantu para perawat menarik dan membersihkan anak pertama Ela dan Aby. Kemudian bersiap untuk kontraksi ke dua.


Lima menit kemudian.


"Dokter perutku mulas lagi" teriak Ela.


"Kita ulang seperti tadi ya Bu... Satu.. Dua.. Ti... " perintah Dokter.


"Ya Allaaaah... " ucap Ela.


Oeeeek... oeeeek....


"Baby Girl Pak, Bu" teriak Dokter kembali.


"Alhamdulillah anak kita sepasang yank. Kamu hebat.. Tinggal sedikit lagi kita akan melihat ketiga bayi kita" ujar Fajar memberi semangat.


Tiga menit kemudian rasa mulas Ela kembali datang.


"Ya Allaaaah... " ucap Ela.


"Ya Bu tarik nafaaaaas... ayo Bu kepalanya sudah kelihatan" ujar dokter memberi semangat.


"Huuufff... huuuuuuuuufffff..... " Ela mulai ngeden kembali.


Oeeeek... oeeeek...


"Yang terakhir baby girl lagi" ujar Dokter.


Selesai perjuangan Ela hari itu. Fajar mengecup lembut kening istrinya, dia menangis terharu.


"Terimakasih ya Allah, KAU telah mengirimkan tiga malaikat kecil dalam keluarga kecil kami. Terimakasih sayang kamu sudah kuat berjuang untuk anak kita" Fajar membelai lembut pipi istrinya.


Tiga bayi kembar itu segera dibersihkan dan di letakkan di dada Ela secara bergantian. Mereka sedang belajar untuk mencari ASI Ibunya.


Ela segera dibersihkan dokter. Dengan sangat telaten dokter menjahit dan membetulkan organ intim Ela yang robek karena proses bersalin.


Anak-anak mereka kini dimasukkan ke dalam box bayi dan dibawa ke ruangan bayi untuk di adzankan.


Fajar bersiap untuk mengadzankan ketiga anaknya. Sedangkan Ela masih tetap di ruang bersalin untuk proses pemulihan.


Dengan berurai airmata Fajar mengadzankan putra - putrinya. Sungguh mereka adalah anugerah terindah dalam hidupnya.


Tidak pernah terbayangkan olehnya Allah memberikan rezeki sekaligus tiga anak lahir dari rahim istrinya. Dengan suka cita dia menciumi satu persatu bayinya.


Setelah selesai Fajar segera keluar dan berjalan menuju ruang tunggu untuk mengabarkan kabar gembira ini kepada keluarga. Mereka pasti sudah tidak sabar menunggu di luar.


"Bagaimana Fa sudah lahir anak kamu?" tanya Jasmine tak sabar.


"Sudah Ma mereka ganteng dan cantik - cantik" Fajar memeluk Mamanya dan menangis haru.


"Alhamdulillah... Ela bagaimana?" tanya Alexa.


"Ela sehat Ma, dia sedang pemulihan. Sebentar lagi akan di pindah ke kamar rawat inap" jawab Fajar.


"Kapan kami bisa melihat anak - anak kamu?" tanya Omar tak sabar.


"Mereka ada di sana" Fajar menunjuk ke ruang bayi.


Beramai-ramai mereka menuju ruang bayi. Perawat mendorong tiga box bayi mendekat ke dinding kaca.


"Ya Allah imutnya cucuku" tangis Jasmine begitu juga Alexa.


"Pertama baby boy, kedua dan ketiga baby girl" ungkap Fajar.


Satu jam kemudian Ela sudah di pindah ke ruang rawat inap. Tidak ada yang rebutan ingin menggendong bayi karena mereka semua kebagian.


Baby boy di gendong Ela sedangkan kedua baby girl digendong kedua Omanya.


"Cantik - cantiknya cucu Oma" ucap Jasmine.


"Si kakak juga ganteng" ucap Omar tersenyum melihat cucu pertamanya.


"Selamat ya El, semoga anak - anak kamu menjadi anak - anak yang soleh dan solehah" ucap Catherine.


"Aamiin.. Terimakasih semua" jawab Ela.


Mereka dengan gemasnya bergantian menggendong tiga bayi kembar itu.


Berita Ela melahirkan segera sampai ke keluarga besar mereka yang masih berkumpul di rumah Ditha. Setelah selesai menyaksikan bayi - bayi Ela lahir dengan selamat Disil pulang diantar Aby. Karena Aby juga ingin menjemput istri dan anak mereka.


******


Keesokan harinya di ruang super VVIP tepatnya kamar Keysha dan Ditha melahirkan dua bulan yang lalu. Fajar kembali memesan kamar terbesar di Rumah Sakit itu agar muat menampung semua keluarga yang datang untuk melihat anak - anaknya.


"Sudah ada nama untuk ketiga cucu - cucu kami?" tanya Omar.


"Sudah Pa" jawab Fajar.


"Siapa nama mereka nak?" tanya Jasmine lembut.


"Si kakak namanya mirip seperti namaku. Rafael Pratama Barrakh. Artinya Putra pertama Fajar Ela dari keluarga Barrakh. Si tengah Rifela Dwi Barrakh artinya Putri kedua Fajar dan Ela dari keluarga Barrakh sedangkan si bungsu namanya Rielfa Tri Barrakh, Putri ketiga Ela dan Fajar dari keluarga Barrakh" jelas Fajar.


"Waaah hebat kalian, namanya bagus semua" puji Aditya.


"Jadi cucu Papa namanya Rafael, Rifela dan Rielfa" ulang Omar.


"Iya Pa, bisa juga dipanggil Fael, Fela dan Elfa" sambung Ela.


"Hai Felaaaaa" sapa Sintia pada si tengah.


"Dan ini Elfaaaaa" ucap Catherine pada si bungus.


"Si tampan ini namanya Fael, lihat Shaby kamu punya teman sekarang" ucap Keysha gemas melihat putra sulung Ela dan Fajar.


"Apakah ASI kamu cukup El?" tanya Alexa.


"Alhamdulillah untuk saat ini cukup Ma. Aku juga sudah mulai stok ASI. Kalau tidak cukup nanti aku akan cari donor ASI" jawab Ela.


"Bisa minta bantuan Keysha kalau gak cukup. Dari pada orang lain susah carinya mending saudara sendiri kan? Lagian kan Keysha istri dari saudara kembar kamu" ucap Jasmine.


"Iya Tante, aku gak masalah kok. Aku bersedia menjadi Ibu Susuan mereka. lihat Shaby kamu akan punya saudara susuan" sambung Keysha.


Shaby yang sudah berumur dua bulan sudah bisa tersenyum saat di ajak berinteraksi.


"Dis, kamu kok diam aja. Gak ikutan senang punya ponakan baru?" tanya Rafa.


"Hatiku masih sakit, anaknya my honey bunny sweety nyiksa aku habis - habisan kemarin" ucap Disil.


"Itu karena waktu mereka hamil kamu yang paling sering buat Ela kesal" sambung Sintia.


"Maaf ya Dis, aku sedikitpun tidak berencana balas dendam" ucap Ela merasa bersalah.


"Iya aku tau, aku cuma minta biaya perawatan rambut. Lihat nih kepalaku dah hampir botak" Disil menunjukkan kepalanya ke arah Ela.


Rafa, Aby dan Ryza senyum - senyum melihat wajah kesal Disil.


"Aku kasih kamu kartu salon di Hotel kami sesuka kamu deh. Kapan kamu mau dan sampai kapan tidak ada batasan untuk kamu. Kamu bebas nyalon" ucap Fajar.


"Weiissssh... gini nih kalau suami sultan" balas Disil semangat.


"Iya Dis, sebagai permintaan maafku. Kemarin kamu udah tersiksa banget" ujar Ela masih merasa bersalah. Mengingat kejadian kemarin aja dia serem membayangkannya. Pasti Disil tersiksa banget kemarin dia buat.


"Oke dengan senang hati aku terima tawaran kalian" Disil tersenyum ceria.


.


.


BERSAMBUNG