
Fajar segera berlari ke kamar mandi dan muntah di toilet apartemen Catherine. Catherine menyusul Fajar ke toilet.
"Jangan mendekat... Tolong jangan mendekat" ucap Fajar lemas.
Fajar mengangkat tangannya ke arah Catherine meminta Catherine untuk tetap menjaga jarak dengannya.
Alangkah terkejutnya Catherine saat mengetahui dan melihat jelas ternyata apa yang barusan Fajar katakan adalah benar.
Setelah puas mengeluarkan isi perutnya dan menenangkan perutnya Fajar keluar dari kamar mandi.
Fajar duduk di sofa yang jaraknya jauh dari Catherine. Dengan wajah yang masih terlihat pucat dan lemas Fajar kembali mengajak Catherine berbicara.
"Kamu sudah lihat nyatakan penyakit saya. Apakah kamu percaya?" tanya Fajar mencoba meyakinkan Catherine.
"Sorry Sir, sekarang aku percaya. Tapi..." ucap Catherinte terhenti.
"Pleaseeee... bantu aku. Aku yakin dialah wanita masa depanku. Aku sudah mencari informasi mengenai lukisan yang dia pegang tetapi tetap gagal. Pria yang melukis lukisan yang di bawa Princess tidak mau memberikan informasi tentang Princess. Dia hanya mengatakan bahwa Princess berasal dari Indonesia sama seperti saya" ungkap Fajar.
"Jadi kamu pria yang menanyakan informasi Princess kepada Michael?" tanya Catherine tak percaya.
"Iya, aku menemuinya sekitar sebulan yang lalu tetapi dia tidak mau memberikan informasi mengenai Princess setelah menelepon Princess langsung" jawab Fajar.
Terlihat Catherine sedang berfikir keras.
"Tolonglah Catherine, sudah satu tahun aku mencarinya baru kali ini semua semakin mendekat kepadanya. Hanya kamu lah harapanku satu - satunya" ucap Fajar memohon.
"Tadi kamu bilang kamu juga berasal dari Indonesia?" tanya Catherine.
"Iya, aku berasal dari Indonesia. Aku lahir di sana tapi kuliah di sini dan melanjutkan usaha keluargaku mengelola TBF Hotel" jawab Fajar semangat.
"Apa jaminan kamu kalau kamu tidak berbohong?" tanya Catherine ragu.
"Apa aku harus membuat sebuah surat pernyataan?" Fajar balik bertanya.
"Tidak.. tidak... aku percaya. Tapi maaf aku tidak bisa mengatakan langsung kepada kamu siapa Princess sebenarnya. Aku hanya bisa memberikan sebuah alamat di Jakarta. Kamu bisa mencari informasi langsung di sana. Aku yakin kalau kamu bisa meyakinkan orang yang kamu temui di sana aku rasa kamu pasti akan mengetahui siapa Princess sebenarnya. Karena hanya dia yang berhak mengatakannya. Kembalilah ke Jakarta Sir, disana kamu akan menemukan wanita yang kamu cari" ungkap Catherine.
"Hah.. aku kira aku langsung bisa mengetahui siapa Princess sebenarnya tapi ternyata harus menjalani teka teki lagi" jawab Fajar lemah.
"Hei.. bukannya kamu bilang Princess adalah wanita impian kamu? Bukankah sebuah impian harus diraih dengan kerja keras? Harusnya kamu semangat Sir" sindir Catherine.
"Iya maaf... dan terimakasih kamu sudah memberikan informasi yang sangat berarti kepada saya. Kalau boleh tau apakah Princess masih ada di London saat ini?" tanya Fajar untuk yang terakhir kali.
"Tidak, dia sudah kembali ke Indonesia kemarin. Sesuai dengan peragaan busana dia sabtu kemarin Princess mengadakan acara perpisahannya karena dia akan pulang kembali ke negara asalnya untuk selamanya. Kalaupun dia datang lagi ke London hanya sekedar berkunjung ataupun menghadiri undangan peragaan busana" jawab Catherine.
"Sekali lagi terimakasih Catherine, ini kartu nama saya. Jika kamu membutuhkan sesuatu di TBF Hotel jangan segan - segan menghubungi saya" Fajar menyerahkan kartu namanya di atas meja.
"Dan ini alamat yang harus kamu cari di Jakarta. Goodluck Sir, semoga kamu berhasil menamukan wanita impian kamu untuk masa depan. Aku percaya kalau memang niat kamu tulus untuk mencarinya Tuhan pasti akan mempertemukan kalian" ucap Catherine sambil menyerahkan sebuah alamat kepada Fajar.
Fajar menerima lembar kertas yang berisi sebuah alamat. Sepertinya dia pernah mendengar alamat ini tapi dimana ya? Fikirnya keras.
Akhirnya Fajar kemudian undur diri dan segera keluar dari apartemen Catherine. Kemudian dia langsung menuju kantornya.
Sesampainya di kantor Fajar langsung memanggil asistennya.
"Jimmy siapkan semua berkas yang perlu saya tanda tangani. Hari ini saya akan lembur, besok saya akan kembali ke Indonesia. Tolong kamu urus sementara ini TBF Hotel sampai waktu yang belum bisa saya tentukan. Papa meminta saya pulang dan juga ada sesuatu yang harus saya kejar di sana" perintah Fajar.
Hari ini Fajar dan Jimmy bekerja lembur menyiapkan semua berkas - berkas penting. Rencananya besok pagi Fajar akan terbang ke Indonesia.
Fajar bekerja sampai larut malam. Karena hatinya sedang gembira rasa lelah dan ngantuk hilang sudah. Entah energi dari mana dia sangat semangat menjalani hari ini padahal tadi pagi dia sudah muntah - muntah karena di sentuh Catherine manager Princess.
Jam satu dini hari pekerjaannya selesai. Fajar kembali ke apartemen untuk beristirahat. Besok jam delapan pagi supir akan menjemputnya ke Bandara dan Fajar akan langsung terbang ke kampung halamannya.
Setelah selesai berganti baju dan membersihkan tubuhnya Fajar langsung terlelap dalam mimpi indahnya. Dia sudah sangat tidak sabar menanti hari esok.
Jam delapak pagi Fajar sudah dijemput supir ke apartemen. Mobil melaju menuju Bandara.
Sebelum berangkat Fajar menyempatkan diri mengirim pesan kepada Papanya.
Lampu Aladin
Pa, pagi ini aku berangkat dari London menuju Jakarta. Aku sudah menemukan keberadaan antimoku. Secepatnya aku akan membawanya kehadapan Papa dan Mama.
King Barrakh
Bagus, Papa juga tidak sabar menantikan hal itu. Kita lihat ucapan Papa yang benar atau kehaluan kamu yang nyata.
Lampu Aladin
Semua nyata Pa, Papa bisa tanyakan semuanya pada Ryza dan Keysha. Mereka sudah melihat wanita itu. Ternyata dia orang Indonesia dan saat ini dia sudah kembali ke Indonesia. Makanya aku pulang untuk mencarinya.
King Barrakh
Jadi kamu pulang untuk dia, bukan untuk Papa dan keluarga kamu?
Lampu Aladin
Maaf Pa, aku pulang untuk semuanya. Aku janji kalau aku benar - benar sudah menemukannya. Aku akan menetap di Indonesia dan menuruti semua permintaan Papa selama ini.
King Barrakh
Jangan berjanji tapi buktikan semua apa yang kamu katakan.
Setelah menutup layar hpnya Fajar memanggil pramugari yang bekerja di pesawat pribadi keluarga Barrakh.
Fajar meminta disiapkan makanan untuk sarapan paginya. Pagi ini Fajar sarapan pagi di pesawat karena dia berangkat terburu - buru dan tak mau telat sampai Bandara sampai melupakan sarapan pagi.
Pesawat berangkat jam sembilan, dengan hati yang berdebar Fajar tak henti - hentinya mengeluarkan senyuman dari bibirnya.
Hatinya sangat senang sekali membayangkan sebentar lagi dia akan bertemu dengan Princess.
Lihatlah Princess aku akan segera menemukanmu dan membuka semua rahasiamu. Aku akan membuat kamu benar - benar menjadi Princess di hatiku. Karena kamulah satu - satunya wanita yang selama ini aku cari.
Kamu tercipta hanya untukku. Aku percaya itu, kamu adalah tulanh rusukku yang telah lama terpisah. Sudah saatnya kita bertemu. Batin Fajar.
.
.
BERSAMBUNG