
Fajar tersenyum memandang wajah kesal Ela.
"Apa natap - natap" ucap Ela ketus.
"Duuh istri aku ngambek" goda Fajar.
Ela diam dan mendekapkapkan kedua tangannya ke dada.
"Jangan ketus ah sama suaminya, dosa lho.. " Rayu Fajar.
"Maaas aku lapar" ucap Ela manja.
"Baiklah sayang, aku mandi dulu ya setelah itu baru kita lihat di dapur makanan apa yang bisa kita santap siang ini. Kamu masih sabar kan?" tanya Fajar
Ela menganggukkan kepalanya.
"Istri yang solehah, Mas aja sabar banget mau menyantap kamu" goda Fajar sambil membelai kepala istrinya.
"Maaaas" Ela hendak menyerang Fajar dengan cubitannya untung Fajar langsung siaga, dia langsung lari ke kamar mandi.
"Sabar ya sayang habis ini kita akan saling santap" teriak Fajar dari kamar mandi.
"Bodoooo" jawab Ela kesal.
Ela berjalan meninggalkan kamar mereka dan segera menuju dapur yang terletak di sudut Villa ini.
Ela membuka kulkas dan benar saja dia mendapati kulkas sudah penuh dengan stok bahan makanan untuk semingu.
Tapi semuanya bahan makanan, tidak ada makanan jadi yang bisa langsung di makan.
Ela melihat ada roti dan bahan burger, tiba - tiba dia mempunyai ide. Tidak ada salahnya berbakti kepada suami. Saat ini adalah kesempatan pertama dia mendapat pahala untuk melayani suaminya.
Ela mengeluarkan semua bahan makanan untuk membuat burger. Roti, daging, telur, mayones, saos, selada, tomat dan tambahan lainnya.
Lebih baik aku menyiapkan makan siang untuk aku dan suamiku daripada harus menunggu Mas Fajar selesai mandi. Biatin Ela.
Elan pun mulai beratraksi di dapur, tapi namanya juga Ela yang sembrono dan selalu bermasalah di dapur.
Bukan Ela namanya kalau bisa sukses berhasil melakukan eksperimen di dapur. Itu sudah sangat terkenal diantara keluarga dan teman-temannya. Dan Fajar sudah pernah mendengarnya dari Keysha bahkan Fajar sudah pernah menyaksikannya sendiri di rumahnya saat Ela membantu Mamanya membuat Cake.
Bahkan moment itu sudah dia abadikan di dalam ponselnya.
Fajar keluar dari kamar dengan menggunakan boxer dan kaos dalam. Hanya itu yang disediakan istrinya di atas tempat tidur.
Alangkah terkejutnya El melihat dapur berantakan dan penuh asap.
"Sayaaaaang" panggil Fajar.
Ela terlihat acak - acakan penuh percikan saos dan mayones di rambut dan wajahnya juga Ela yang tadi wangi kini berubah menjadi bau amis karena telur yang pecah di meja dapur.
"Maaaf Mas berantakan tadi waktu aku memasak dagingnya apinya kebesaran jadi yah gitu deh gagal. Pas mau balik daging eh telurnya gak sengaja ke senggol, pecah deh" ungkap Ela.
"Sayaaaang mending kamu mandi lagi gih, biar aku aja yang masak ya" pinta Fajar lembut agar istrinya tidak tersinggung.
"Emangnya kamu bisa?" tanya Ela penasaran.
"Bisa donk, aku kan dulu tinggal sendiri juga di London jadi sering masak sendiri di apartemen. Dah gitu sepertinya keahlian Mama memasak sedikit menurun kepadaku" jawab Fajar sambil tersenyum.
"Kamu kok bisa melakukan semuanya sih Mas, aku yang perempuan saja gak bisa" ucap Ela sadar atas sikap cerobohnya.
"Semua orang punya kelebihan masing-masing sayang. Kelebihan aku mungkin disitu, kamu juga punya kelebihan kok" balas Fajar.
"Apa?" tanya Ela penasaran.
"Berantakin dapur sampai seperti kapal pecah begini" goda Fajar.
"Ah Maaaas" ucap Ela kesal.
"Eits... jangan ngambek ya nanti wajah cantik istriku hilang. Mending kamu mandi lagi yang bersih dan wangi ya, biar aku suka nyium kamu" perintah Fajar.
"Modus kamu Mas" balas Ela.
Fajar tertawa mendengar jawaban istrinya. Ela segera meninggalkan Fajar dan kembali ke kamar untuk mandi. Sedangkan Fajar dengan sabarnya membersihkan dapur yang sudah di berantakin Ela kemudian melanjutkan masakan yang tadi ingin dibuat Ela.
Sepertinya istriku harus les privat sama Mama nih biar pinter masak, tapi gimana dengan sifat sembrononya ya? Kalau soal itu pasti lebih sulit karena memang itulah sifat Ela. Batin Fajar.
Fajar sadar akan sangat sulit merubah sifat seseorang yang memang sudah dimiliki dari sejak kecil tapi dia yakin perlahan - lahan istrinya pasti akan berubah.
Istrinya adalah wanita yang baik yang tau tugas dan kewajibannya. Buktinya tadi dia sudah berniat untuk menyiapkan makan siang ini untuk mereka.
Tak lama kemudian Ela kembali ke dapur, kali ini dia sudah wangi dan segar karena sudah selesai mandi untuk yang kedua kali siang ini.
"Nah gitu donk, istri Mas udah wangi. Jadi makin cinta" puji Fajar.
"Udah siap Mas makanan kita?" tanya Ela yang keluar menggunakan bathrobe.
"Sudah, yuk kita makan" ajak Fajar.
"Maaf ya Mas dapurnya kamu yang beresin jadinya, kenapa gak tunggu aku aja tadi?" tanya Ela.
"Gak apa - apa sayang. Biar kamu gak kelelahan" jawab Fajar.
"Tapi aku gak lelah kok Mas" sambut Ela.
"Sebentar lagi kan akan.. " ujar Fajar sambil tersenyum.
"Ih Mas ini, aku memang gak lelah tapi ngantuk" elak Ela karena dia malu.
"Ya udah habis ini kita shalat dan tidur" balas Fajar masih sambil tersenyum.
Mereka menikmati menu makan siang burger spesial buatan El Fa, karena tadi burgernya sudah setengah jalan di kerjakan Ela kemudian dilanjutkan oleh Fajar.
Setelah selesai makan, Ela mencuci piring dan peralatan dapur yang kotor. Fajar berjalan menuju ruang TV kemudian menghidupkan TV sambil mengecek email di hpnya.
"Katanya mau shalat?" tanya Ela mengingatkan.
"Nunggu kamu, biar kita shalat berjamaah" jawab Fajar.
"Ya udah yuk kita shalat" ajak Ela.
Mereka masuk ke dalam kamar, mengambil wudhu dan shalat dzuhur berjamaah.
Setelah selesai shalat Fajar berbaring ke atas tempat tidur dan memejamkan matanya.
Fiuuuh.. untung dia tidur, rasanya tegang banget kalau berduaan dengannya di dalam kamar dalam keadaan sadar. Batin Ela sambil melipat mukenanya.
Ela bingung apakah dia harus tetap memakai bathrobe saat tidur tapi rasanya tidak mungkin.
Ah sudahlah aku pakai saja lingerie ini, toh Mas Fajar juga sudah tidur kelihatannya. Ucapnya dalam hati.
Ela memilih salah satu lingerie yang dia anggap paling tertutup di dalam kopernya kemudian dia memakainya. Setelah menarik nafas panjang akhirnya Ela berjalan mendekati ranjang dan perlahan naik ke atas tempat tidur dengan sangat hati-hati takut Fajar terbangun.
Ela berbaring menghadap suaminya, dia susuri secara detail wajah tampan suaminya yang sedang tertidur.
"Kamu memang sangat tampan Mas" ujarnya pelan.
"Aku tau" jawab Fajar kemudian.
Ela sangat terkejut mendengar jawaban suaminya.
"Lho kamu belum tidur?" tanya Ela cepat.
"Awalnya aku mau tidur tapi tiba-tiba ada bidadari yang sedang menatapku mendamba. Rasanya tidak baik kalau kesempatan ini tidak aku manfaatkan sebaik mungkin" jawab Fajar sambil memegang lembut wajah istrinya dengan kedua tangannya.
Jantung Ela berpacu dengan kencang. Apakah ini saatnya? tanyanya dalam hati.
Ela tidak bisa berbuat apa-apa, tidak mungkin dia mengelak ataupun menolak. Ini adalah hak suaminya dan sudah sepantasnyalah dia melayani suaminya dengan sebaik mungkin mengingat sudah sehari penuh mereka menikah.
"Bolehkah?" tanya Fajar memberi isyarat.
Ela menganggukkan kepalanya malu.
Fajar mendekatkan wajahnya ke arah Ela kemudian dia membisikkan doa ke telinga istrinya sebelum mengecup bibir Ela dengan lembut.
Semua berjalan dengan indah dan penuh kelembutan. Penyatuan sepasang pasutri yang telah sah menikah sehari yang lalu.
Keduanya sama-sama mendamba dengan bahagia. Bersama mencapai kenikmatan duniawi yang penuh dengan keberkahan.
Semoga segera tercipta benih-benih bukti cinta mereka dan menjadikannya menjadi anak - anak yang soleh dan solehah. Aamiin...
.
.
BERSAMBUNG