
Seluruh keluarga sibuk mempersiapkan acara pernikahan duo D yang akan berlangsung dua bulan lagi.
Apalagi para emak-emak rempong yang udah kalap berbelanja segala sesuatu keperluan untuk pesta pertama anak mereka. Aditya dan para sahabat sudah menganggap kalau mereka adalah keluarga besar. Jadi anak dari sahabatnya adalah anak-anak mereka juga.
Apalagi yang mau menikah ini anak dari kedua sahabat mereka jadi tambah seru acaranya. Banyak sekali rencana yang sudah mereka susun untuk acara tersebut.
Langkah awal mereka sudah mendapatkan gedung dan WO yang tepat untuk acara besar dua anak pendiri ADS Corp.
Disil dan Ditha sudah menyampaikan konsep pernikahan yang mereka inginkan kepada team WO yang akan mengurus pernikahan mereka. Tinggal urusan yang kecil-kecil yang tersisa. Pelan-pelan akan diselesaikan. Waktunya masih panjang.
Sementara kita tinggalkan dulu kehebohan para emak-emak rempong itu ya. Kita lanjut ke Aby yang sedang galau karena urusan hatinya dengan Keysha.
"Key kapan aku bisa datang ke Barrakh Corp untuk bertemu Om kamu. Kamu bilang sebaiknya aku bertemu mereka dan meminta bantuan mereka untuk membantuku mendapatkan restu Papa kamu" ucap Aby lewat telepon selularnya.
"Sorry By kemarin mereka sibuk. Kalau besok kamu bisa meluangkan waktu untuk datang ke kantorku?" tanya Keysha.
"Untuk kamu, aku sangat bisa meluangkan waktu seumur hidupku Key" jawab Aby.
Blussss... pipi Keysha langsung bersemu merah. Untung saja Aby tidak ada di hadapannya. Kalau tidak dia pasti akan merasa malu sekali terlihat seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.
"Kenapa kamu diam Key? Apa belum waktunya aku berkata begitu?" tanya Aby.
"Iya By, kamu belum mendapatkan izin bahkan bala bantuan dari kedua omku apalagi Papaku" jawab Keysha.
"Makanya aku mempertanyakan pertemuan aku dengan mereka agar secepatnya aku bisa mendapatka izin mereka dan Papa kamu" balas Aby.
"Oke, besok akan aku atur pertemuan antara kamu dengan Om Omar dan Om August. Pertemuan ini tidak boleh diketahui Papa. Bisa bahaya, nanti Papa akan mengancam mereka untuk berpihak padanya" ucap Keysha.
"Baiklah Key aku akan menunggu kabar dari kamu" sambut Aby.
Keysha segera menghampiri pamannya di ruang kerjanya. Ketepatan sekali August juga sedang ada di dalam berbincang bersama Omar.
"Om aku mau ngomong sesuatu pada Om berdua" ucap Keysha serius.
"Ada masalah Key mengenai kerjasama kita dengan ADS Corp?" tanya Omar pada Keysha.
"Tidak ada Om. Boleh aku bicara tentang hal yang lebih bersifat pribadi?" tanya Keysha.
Omar dan August menatap wajah serius Keysha. Belum pernah Keysha bertingkah seperti ini. Mereka jadi penasaran apa yang akan Keysha bicarakan.
"Boleh, silahkan saja. Kalau ada yang bisa Om bantu untuk kamu Om sangat senang sekali" jawab Omar.
"Begini Om. Ini mengenai Abyasa CEO Barrakh Corp. Beberapa hari yang lalu dia datang menemuiku untuk melamarku secara langsung" ungkap Keysha.
"Lho bukannya dia sudah punya pacar?" tanya Omar penasaran.
"Dia masig single Om" jawab Keysha.
"Lantas siapa wanita yang selalu bersamanya disetiap acara. Om sering melihat Omar membawa wanita itu diacara resmi yang menemaninya atau datang dalam acara pesta?" tanya Omar lagi.
"Itu Sintia Om sahabat Aby sejak kecil dan aku sudah mengenalnya" ungkap Keysha.
"Masalahnya adalah Papa Om. Papa yang membuat aku takut untuk menerima lamaran Aby padaku. Seperti yang Om ketahui Papa sangat protect padaku. Aku hanya bisa jalan dengan Fajar dan Ryza selebihnya tidak ada laki-laki lain yang bisa mendekatiku kecuali uruasan pekerjaan" ungkap Keysha.
Omar menarik nafas panjang dan mulai berfikir.
"Gimana Gus? Apa kamu punya ide?" tanya Omar pada sahabat plus adik iparnya itu.
"Sepertinya kita harus membantunya Mar. Kasihan Keysha kalau terus-terusan dijaga ketat Kevin seperti itu. Bisa-bisa tidak ada laki-laki yang mau mendekatinya" jawab August.
"Tapi bagaimana caranya ya? tanya Omar.
"Begini saja Key, coba kamu mulai dari sekarang pelan-pelan bercerita tentang pribadi Aby. Agar Papa kamu mengenal dan mengetahui sifat Aby. Nanti setelah dia sudah mulai terbiasa baru kamu sampaikan maksud dan tujuan Aby untuk melamar kamu" August memberi ide.
"Benar itu Key. Tapi kamu juga harus bilang ke Abyasa, suruh dia mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Papa kamu" sambung Omar.
"Kalau Papa menolak Aby secara mentah-mentah gimana Om?" tanya Keysha.
"Kamu harus bernegosiasi dengan Papa kamu. Buat Papa kamu memberikan syarat tertentu untuk bisa menerima Aby" ucap Omar.
"Iya Key dan Aby juga harus bisa memenuhi semua persyaratan yang diberi Papa kamu kalau dia memang benar-benar serius sama kamu" sambung August.
Keysha menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Duh Papa kenapa kami seribet itu sih?" ucap Keysha pada diri sendiri.
"Kamu harus memakluminya Key, itu adalah wujud kasih sayang seorang Papa kepada anak gadisnya. Nanti pada saat kamu sudah menjadi orangtua kamu pasti akan merasakannya juga. Melepas anak perempuan menikah lebih sulit ketimbang anak laki-laki. Anak perempuan akan dilepas untuk ikut bersama suaminya yang sebelumnya adalah orang asing dalam kehidupannya. Tanggung jawab yang dulu ada ditangan orangtua akan berpindah tangan pada suami. Apakah pria itu bisa menyayanginya dengan sepenuh hati, melindunginya dengan jiwa raganya dan memenuhi semua kebutuhan anaknya. Kamu tau seekor nyamuk saja yang menggigit darah anak kita, kita sangat marah. Dari kecil anak itu kita besarkan, kita jaga dan kita sayangi tanpa patas dan balas jasa jika sedikit saja kita salah memilihkan pasangan yang baik untuk hidupnya, bayangkan betapa sakitnya perasaan kita sebagai orangtua" nasehat Omar.
Keysha meneteskan airmata. Dia jadi teringat bagaimana Papanya yang sangat menyayanginya.
Maafkan aku Pa sempat kesal pada sikapmu. Batin Keysha.
"Rasa penyesalan tidak akan ada artinya. Makanya Papa kamu sangat berat melepas kamu pada pria manapun. Om yakin Kevin pasti akan bersikap bijaksana. Jika dia sudah bisa mempercayai Abyasa untuk melindungi dan menjaga kamu. Om yakin dia akan merestui hubungan kalian" sambung Omar.
"Terimakasih Om. Aku tidak menyangka begitu besar rasa sayang Papa padaku" ucap Keysha sambil terisak.
"Kamu bantu Aby untuk membuat Papa kamu percaya bahwa Aby adalah pria yang tepat untuk menjadi pendamping kamu. Aku beri semangat juga pada Aby untuk berjuang meraih restu Papa kamu" August memberi semangat.
"Pelan-pelan kami juga akan membantu kamu membuat Papa kamu bisa melihat kearah Aby. Menerima semua niat baiknya dan mudah-mudahan dia akan memberikan restunya" sambung Omar.
"Baik Om. Semua perkataan Om akan aku ingat dan jalankan. Terimakasih atas bantuan kalian berdua" ucap Keysha sambil menghapus airmatanya yang jatuh di pipi.
Papa, aku akan membuktikan bahwa Aby adalah pria yang tepat untuk berada disampingku. Menemani, melindungi dan menyayangiku sampai tua. Tekad Keysha.
.
.
BERSAMBUNG
Hai para readers boleh donk minta cangkir dan kembangnya. Agar aku bisa mimpi indah malam ini 😍😍