
"Mamaaaaa" Ela keluar kamar mandi sambil berteriak
"Kamu kenapa El teriak - teriak?" tanya Disil.
"Mamaaaa.. aku telat juga" jawab Ela.
"Trus?" tanya Fajar yang penasaran.
"Hasilnya begini?" Ela menunjukkan hasil testpack dia sama Mamanya.
"Garis dua juga Ma" ucap Aby.
"Ela kamu hamil?" tanya Alexa.
Ela menggelengkan kepalanya.
"Lalu mengapa hasilnya positif Elaaaaa?" tanya Papa mulai emosi.
Ela panik dan bingung, dia tertunduk dan airmatanya mulai mengalir. Sontak yang lain diam karena terkejut.
"Tenang.. tenang.. dulu Om" ucap Fajar.
"Tadi waktu diapotik kamu bilang kamu masih suci?" tanya Fajar.
Ela menganggukkan kepalanya tapi tetap dalam keadaan menundukkan wajahnya.
"Trus gimana caranya hasilnya bisa seperti ini?" tanya Fajar dengan sabar.
"Aku ke kamar mandi trus pipis ya udah. Aku celup ke wadah itu dan aku test. Itu hasilnya" ungkap Ela.
"Hasilnya positif Ela. Siapa yang hamilin kamu?" tanya Aditya dengan nada yang agak tinggi.
Ela tetap menggelengkan kepalanya dan menunduk.
"Jadi kenapa bisa seperti ini hasilnya?" tanya Aby serius.
"Tunggu.. tunggu.. sepertinya ada yang salah di sini" ucap Fajar.
Fajar sangat percaya kalau Ela tidak hamil karena waktu di apotik Ela bilang sudah biasa kalau dia stres datang bulannya bisa telat tapi kenapa hasilnya jadi positif, itu yang membuat Fajar tidak mengerti.
"Coba di reka ulang. Kamu pipis?" ucap Fajar.
Ela menganggukkan kepalanya.
"Trus pipisnya kamu tampung?" tanya Fajar.
Ela langsung melotot menatap wajah Fajar.
"Ya ampuuuun aku lupa nampungnya" jawab Ela.
"Trus itu pipis siapa yang kamu pakai Ela?" tanya Fajar mulai mengerti.
"Pipis Ditha yang terakhir melakukan test?" tanya Disil.
"Iya" jawab Ela polos.
"Ya Allaaaaah nih anak buat orang jantungan aja" Aby langsung menjitak kepala adiknya itu sangkin kesalnya.
"Elaaaaaaaa" teriak yang lain karena lega, tadi mereka sempat tegang mendengar dan melihat hasil test Ela.
Fajar tersenyum melihat kelakuan calon istrinya.
"Mama sudah lemas Elaaa. Mama kira...." ucap Alexa.
"Papa juga sebenarnya yakin Ma, Ela tidak akan berbuat sesuatu yang akan mengecewakan kita tapi mengapa hasilnya positif" sambung Aditya.
"Dasar Ela biang kerok. Selalu buat keributan" ucap Rafa.
"Hehehehe.... maaf semua. Aku panik karena aku juga telat. Waktu aku tanya Ditha telat aku tiba - tiba khawatir makanya aku buru - buru masuk kamar mandi. Sangkin khawatir dan paniknya aku sampai lupa nampung pipisku" ungkap Ela.
"Ya ampun yank.. kamu gak kesal lihat tingkah Ela kan?" tanya Disil pada Ditha.
"Nggak Mas, emang kenapa?" tanya Ditha bingung.
"Aku takut kalau kamu kesal nanti calon anak kita seperti dia gilanya" jawab Disil.
"Hebat kamu El, kamu sudah berhasil ngeprank kita semua" puji Catherine.
"Iya sekalian dia sendiri kena prank juga sampai panik dan nangis gitu" sambut Sintia.
"Ela memang gokil hahahaha" ucap Ryza.
"Sudah.. sudah... Pokoknya selamat buat yang positif hari ini kecuali Ela ya. Jaga calon anak kalian baik - baik. Makan yang bergizi dan secepatnya periksakan ke dokter kandungan ya" ucap Aditya.
"Iya Pa" jawab Aby dan Keysha.
"Iya Om" jawab Ditha dan Disil.
"Sintia belum di priksa?" tanya Catherine.
"Lagian kami juga nikahnya baru seminggu" sambung Ryza.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya Om, Tante, kami mau segera pulang. Pengen ngabari Papa Mama dan Papa Mama Mertua kabar gembira ini" ucap Disil.
"Iya segera kamu kabari Dimas dan Sandy secepatnya. Mereka pasti sangat senang mendengar berita ini sekalian ingatkan nanti malam datang ke sini. Om takut mereka lupa" ucap Aditya.
"Kami juga pulang ya Om, Tante. Nanti malam kami datang lagi ke sini" ucap Ryza.
"Iya, kalian hati - hati ya" balas Alexa.
"Saya juga pulang dulu ya Om, Tante. Mau bantuin Papa Mama mempersiapkan keperluan untuk nanti malam dibawa ke sini" pamit Fajar.
"Hati - hati ya Fa" jawab Aditya dan Alexa.
Ela mengantar Fajar sampai ke mobil.
"My Princess ada yang kelupaan tadi" ucap Fajar.
"Apaan?" tanya Ela bingung.
"Foto wajah kamu waktu panik dan nangis. Kamu lucu.. Tapi semua sudah tersimpan di memory otakku" Ucap Fajar sambil menunjuk kepalanya.
"Fajaaaaar" teriak Ela kesal.
"Seandainya tadi kamu beneran positif sekalipun aku tidak akan goyah untuk menikahi kamu. Tapi aku yakin kamu tidak akan berbuat seperti itu. Aku sangat percaya pada kamu" ungkap Fajar.
"Terimakasih Fa" jawab Ela.
"Dah Princess sampai ketemu nanti malam ya, dandan yang cantik di hari penting kita" ucap Fajar.
Ela tersenyum dan menganggukkan wajahnya. Kemudian Fajar segera berlalu.
"El aku pulang dulu ya, nanti malam aku datang lagi" ucap Rafa.
"Jangan lama ya, rumah kamu kan paling dekat" balas Ela.
"Seeep" Rafa mengacungkan jempolnya dan berjalan menuju rumahnya yang tidak jauh dari rumah Ela.
Di kediaman rumah Omar Barrakh.
"Kok lama baliknya Fa?" tanya Jasmine.
"Mama kyak gak pernah muda aja. Baru selesailah kangen - kangenannya sama si antimo" sambut Omar.
"Ada accident sedikit tadi Pa Ma di rumah Ela" Jawab Fajar.
"Accident apa Fa?" tanya Jasmine penasaran.
"Tadi Keysha mual - mual dan sudah telat datang bulan. Jadi aku dan Ela beli testpack. Keysha di test hasilnya positif, trus Ditha juga di test hasilnya positif karena rupanya dia juga telat datang bulan. Eeeh si Ela gara - gara dia juga telat datang bulan malah ikut - ikutan test" ungkap Fajar.
"Lucu calon mantu kita Pa" jawab Jasmine.
"Trus apa hasilnya?" tanya Omar penasaran.
"Positif juga" jawab Fajar sengaja menggantung cerita.
"Lho kok bisa?" Omar dan Jasmine sangat terkejut.
"Si Ela panik trus dia masuk ke kamar mandi untuk pipis tapi sangkin paniknya dia lupa nampung pipisnya. Dia malah pakai pipisnya si Ditha ya hasilnya jadi positiflah" jawab Fajar
"Hahahaha... calon istri kamu lucu Fa, dari pertama kenal Papa suka lihat tingkahnya. Anaknya rada gokil tapi sopan dan berprestasi" puji Omar.
"Ya ampun si Ela ada - ada aja" ucap Jasmine sambil tersenyum mendengar cerita Fajar.
"Semua yang dengar udah panik Ma, Pa tapi aku tanya dia lagi lebih detail sama Ela. Baru Ela ingat kalau dia lupa nampung pipisnya" Fajar tersenyum mengingat tingkah lucu Princessnya.
"Ya paniklah. Mama juga kalau jadi Mamanya Ela pasti panik. Anak gadis belum nikah kok udah hamil" jawab Jasmine.
"Ya sudah ya Pa, Ma, aku ke kamar dulu istirahat sebentar" pamit Fajar.
"Iya sayang dari London kamu belum ada istirahat. Ya sudah tidur dulu sana biar wajah kamu fresh waktu lamaran. Masak mau nikah wajahnya kucel" sindir Jasmine.
Fajar beranjak menuju kamarnya.
"Calon mantu kita memang gadis ajaib ya Mas" ucap Jasmine setelah Fajar pergi.
"Aku sudah gak sabar menikahkan mereka yank biar rumah kita rame karena ada gadis gokil itu" balas Omar.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers selamat berbuka ya... Semoga bab yang ini bisa menghibur kalian 😍😍