Find The KEY

Find The KEY
Ep. 183



"Lho Raf kenapa balik lagi, dimana Keket?" tanya Aby bingung.


"Dia dah pergi" jawab Rafa.


"Pergi? Sama siapa?" tanya Keysha penasaran.


"Sama Jimmy. Jimmy datang katanya dia sudah janji sama Mr dan Mrs Wolter. Jadi dia kesini mau jemput Keket dan mereka pergi bersama" jawab Rafa.


"Jadi kamu di tinggal bro? Waaah apes banget" goda Aby.


Rafa tersenyum kecut.


"Buruan sadar Raf, aku lihat dari wajah kamu. Sebenarnya kamu kecewa banget kan?" sambung Keysha.


Aby menepuk bahu Rafa.


"Dengar nasehat aku dan Disil kemarin soal kelemahan kamu. Jangan sampai terlambat dan kamu kecewa untuk yang kedua kalinya" ucap Aby mengingatkan.


Rafa terdiam.


"Aku balik dulu ya, kan perginya gak jadi. Aku mau istirahat. Besok kita kan mau meeting pagi By" balas Rafa.


Aby tau itu cuma alasan Rafa saja, sebenarnya Rafa ingin merenung.


"Oke Bro, sampai jumpa besok" jawab Aby.


Rafa pulang ke rumahnya dan langsung masuk ke kamar. Di kamar Rafa berbaring sambil menatap langit kamarnya.


Mengapa aku selalu bingung pada perasaanku. Padahal kalau urusan lain aku tidak pernah plin plan mengambil keputusan. ujarnya dalam hati.


Rafa mengulang setiap moment saat pertama kali bertemu Catherine kemudian saat Catherine menjadi muallaf.


Semua perhatian Catherine kepadanya dan tadi wajah kecewa Catherine saat mereka tidak jadi jalan bareng.


Apakah Catherine juga memiliki perasaan kepadaku? Tuhaaaan kali ini tunjukkan aku jalan hidup dan jodohku yang sebenarnya.


Bimbing aku untuk menemukan tulang rusukku. Jika memang dia yang terbaik dekatkanlah tapi jika dia buruk untukku jauhkanlah.


Rafa mencoba memejamkan matanya dan tidur. Mungkin dengan begitu penat dalam fikirannya akan segera hilang.


******


Sementara di sebuah Restoran ternama di Jakarta. Catherine bersama kedua orangtuanya di jamu makan malam oleh Jimmy.


Terlihat Mr dan Mrs. Wolter sangat senang atas jamuan Jimmy malam ini.


"Kapan kamu balik ke London Jimmy?" tanya Mr. Wolter.


"Rabu aku balik Mr. Apakah kalian mau balik bersamaku?" Ajak Jimmy.


"Kamu pulang dengan pesawat keluarga Barrakh?" tanya Mrs. Wolter.


"Ya Mrs. Kalau kalian mau pulang bersama tidak masalah, aku malah merasa sangat senang sekali" jawab Jimmy.


"Honey lebih baik kita pulang bersama Jimmy karena aku juga tidak bisa berlama-lama di Indonesia" ucap Mr. Wolter pada istrinya.


"Apakah kamu akan ikut pulang honey?" kali ini Mrs. Wolter yang bertanya pada anaknya.


"Aku belum tau Mom, mungkin aku akan menunggu Ela pulang" jawab Catherine.


"Kamu bisa menemui mereka di London. Honeymoon mereka kan sampai akhir pekan nanti. Jadi masih ada kesempatan kamu menemuinya di London" ujar Jimmy.


"Akan aku fikirkan Mr. Jimmy" balas Catherine.


Makan malam berjalan dengan hangat karena Jimmy pintar sekali mengambil hati kedua orangtua Catherine. Sebentar saja mereka terlihat sangat akrab dan dekat. Saling bercanda santai entah membicarakan apa saja.


Setelah makan malam Jimmy kembali mengantarkan Mr dan Mrs. Wolter kembali ke Hotel.


"Apakah kalian mau besok jalan bersamaku keliling kota Jakarta?" Jimmy memberikan tawaran.


"Kalau tidak mengganggu acara kamu, kami sangat senang sekali" jawab Mr. Wolter.


"Kamu ikut Catherine?" tanya Jimmy.


"Maaf Jim, besok aku harus ke Butik Ela" jawab Catherine. Mereka sudah sepakat untuk saling memanggil nama agar terdengar akrab.


"Ya sudah kalau begitu aku sama orangtua kamu aja yang pergi" balas Jimmy.


"Kami balik dulu Mr dan Mrs. Wolter, sampai ketemu besok ya" Jimmy pamit kedapa kedua orangtua Catherine.


Jimmy dan Catherine masuk ke dalam mobil kemudian meluncur ke rumah orangtua Ela dan Aby.


Karena hari sudah malam, jalanan tidak padat lagi sehingga mereka cepat sampai di rumah Ela.


"Terimakasih Jim" ucap Catherine sambil turun dari mobil.


"Kalau kamu ada waktu luang jangan sungkan hubungi aku ya. Masih ada 3 hari lagi waktuku di Jakarta" sambung Jimmy.


"Baik nanti aku kabari ya" balas Catherine.


"Daaah Catherine, happy sweet dream" ucap Jimmy.


Catherine melambaikan tangannya ke arah Jimmy.


Saat hendak masuk ke rumah Ela tiba-tiba HP Catherine bergetar tanda pesan masuk.


Princess


Ket aku udah email sketsa beberapa gaun. Ada permintaan dari pelanggan di London. Coba kamu buat sesuai gambar nanti kamu diskusikan dengan Sintia dan Ditha. Kemudian titip ke Jimmy saat dia balik ke London ya


Keket


Ok Princess


Catherine membuka emailnya.





"Baiklah El mari kita kembali kedunia Princess" ujar Catherine tersenyum sembari masuk ke dalam rumah Ela.


"Sudah pulang Ket?" tanya Alexa.


"Sudah Ma barusan di antar Jimmy" jawab Catherine.


"Iya tadi kata Papa kamu gak jadi pergi sama Rafa tapi perginya sama Jimmy" sambung Alexa.


"Iya Ma, Jimmy udah janji duluan sama Mommy dan Daddy. Jadi aku batal pergi sama Rafa" balas Catherine.


"Padahal Mama malah berharap kamunya pergi sama Rafa siapa tau bisa lebih dekat. Rafa itu anak sahabat baik Mama dari kecil dan kamu adalah sahabatnya Ela. Mama juga sudah anggap kamu seperti anak sendiri. Siapa tau berjodoh kan lebih bagus. Dari pada kalian dapat jodoh yang lain kan sayang" ungkap Alexa.


"Ah Mama ada - ada saja" ujar Catherine malu.


"Kamu mau kan kalau Mama jodohin sama Rafa. Dia anak yang baik lho. Dari kecil dia itu penyabar banget dan rajin beribadah. Cuma dia apes dalam percintaan saja. Lama pacaran tapi akhirnya putus" sambung Alexa.


"Kalau memang jodoh kan gak akan lari kemana Ma. Aku serahkan pada Allah saja. Pada dasarnya selama dia orang baik aku gak akan nolak" tegas Catherine.


"Iya kita usaha dulu ya Ket, mudah - mudahan kalian berjodoh" ucap Alexa.


Aamiin... Batin Catherine. Catherine tersenyum lembut ke arah Alexa.


"Aku ke kamar ya Ma" balas Catherine.


"Iya sayang" jawab Alexa lembut.


Catherine masuk ke dalam kamar bersih - bersih dan berganti pakaian. Setelah itu dia kembali mengecek email yang tadi di kirim Ela.


Tiba - tiba muncul ide dibenak Catherine. Apa aku test aja ya dia. Tapi kalau gagal gimana? Ternyata aku hanya cinta sendiri. Catherine terlihat sedih.


Ah tapi yang penting usaha, aku baru baca buku biografi Rasulullah. Dia juga dulu lebih dahulu dilamar istirnya. Gak ada salahnya kalau aku coba cara seperti itu.


Kalau aku gagal mungkin selamanya aku tidak akan bertemu dia lagi. Tak apalah mungkin memang bukan dia jodohku. Batin Catherine.


Kini Catherine sudah yakin pada hatinya dan tekadnya sudah bulat untuk mencoba mengejar Rafa.


Catherine menutup layar ponselnya dan bersiap hendak tidur. Dia harus istirahat yang cukup agar besok dia lebih fresh mempersiapkan gaun yang dirancang Ela dalam waktu tiga hari untuk dibawa Jimmy ke London.


.


.


BERSAMBUNG