Find The KEY

Find The KEY
Ep. 11



Gak terasa sudah seminggu mereka sibuk berlatih dan belajar bersama dirumah Aby dan Ela. Hari ini mereka akan mengikuti perlombaan cerdas tangkas antar sekolah.


Pagi-pagi sekali mereka sudah bangun dan shalat berjamaah di pimpin Rafa. Walau mereka anak Geng tapi shalat gak boleh tinggal. Itulah prinsip mereka.


Mereka berdoa agar perlombaan hari ini lancar dan dapat dilalui dengan baik. Semoga mereka bisa menang membawa nama sekolah mereka.


Sampailah mereka dilokasi perlombaan. Guru pembimbing sudah menunggu mereka dengan sangat resah. Alasannya karena mereka satu mobil. Jadi kalau macet sangat jelas utusan dari sekolah mereka tidak ada. Mau tim utama atau cadangan tidak akan ada gunanya.


"Duh kalian buat Bapak sakit perut aja. Kenapa perginya harus satu mobil sih?" tanya Guru Pembimbing.


"Yeh si Bapak, kami berangkat dari tempat yang sama. Ngapain juga beda mobil Pak. Kan penghematan ini satu mobil berenam" jawab Disil.


"Iya tapi kalau satu orang aja telat, telat semuanya" balas si Bapak


"Tenang Pak, tadi saya udah ngebut. Semua lampu lalu lintas sudah disulap jadi hijau" tawa Disil bangga.


"Ada-ada saja kamu. Ayo masuk semua" perintah Guru Pembimbing.


Aby and the geng beserta guru pembimbing segera memasuki ruang perlombaan. Sebelum perlombaan dimulai terlebih dahulu diadakan pembukaan acara cerdas tangkas antar SMU.


Mereka mengambil tempat yang telah disediakan.


"By bukannya itu cewek yang di Dojang?" tanya Rafa pada Aby tetapi Ela juga mendengar.


"Iya aku yakin dia cewek yang sama" jawab Aby.


"Ikut juga rupanya dia ya. Dari sekolah mana sih?" tanya Disil.


"Ssst... jangan ribut" ucap Ela kesal. Entah mengapa dia kesal melihat kakak kembar dan Rafa sibuk memperhatikan wanita itu.


"Tenang say.. aku masih padamu" bisik Disil.


Ela cuma mengangkat bibirnya kesal mendengar ucapan Disil.


"El tuh cowok yang bertanding dengan kamu kemarin kan di Dojang?" tanya Ditha.


"Eh iya, cowok pendendam itu" Ela baru memperhatikan cowok yang duduk di dekat wanita yang dilirik Aby dan Rafa.


"Dia liatin kamu terus" bisik Sintia.


"Masih gak terima kali kalau aku yang menang. Cih gak gentle, kalau kalah ya terima aja dengan ikhlas. Kalau masih penasaran ayo tanding lagi. Aku gak takut" ucap Ela kesal.


"Ehem... kalian dari tadi gak bisa diam" Guru pembimbing memberi peringatan.


Akhirnya mereka semua kembali diam. Mulutnya saja yang diam tapi mata tetap lirak lirik. Acara pembukaan telah selesai, tibalah perlombaan cerdas tangkas.


Tiga sekolah maju ke babak penyisihan. Termasuk sekolah dari wanita yang tadi Aby, Rafa dan Disil bicarakan.


Aby and the geng menyaksikan babak penyisihan pertama untuk mengetahui kualitas lawan mereka. Setelah selesai penyisihan pertama, giliran sekolah mereka yang maju.


"Ternyata mereka dari SMU XYZ" ucap Rafa.


"Sst... denger nama mereka" Aby memberi perintah.


"Namanya Keysha By" balas Rafa.


"Sepertinya kalian memperhatikan cewek itu terus. Kalian naksir?" tanya Ela penasaran.


"Ha... ah enggak, siapa juga yang naksir. Disil kali?" elak Rafa.


"Iya nih si Disil yang naksir" sambut Aby.


"Enak aja aku dari tadi diam aja kok. Kalian yang sibuk kasak kusuk dari tadi. Kalau ada honey bunny sweety ku disamping mana aku mau lirik cewek lain" elak Disil.


"iiiisssh... kamu" sambut Ela kesal.


"Kalau naksir bilang aja. Biar kami bantu kalian kenalan" ucap Ditha tiba-tiba.


"Iya By, nanti kami bisa kok cari-cari info buat kalian. Sekalian kenalan sama dua cowok yang ada disampingnya" sambung Sintia.


"Ih kalian, gak cowok gak cewek sama aja kecentilan dari tadi" sindir Ela kesal.


"Kita mau lomba bukan tepe-tepe" ucapnya lagi.


"Iya Bu Guru" jawab Ditha dan Sintia barengan.


"Sepertinya mereka lawan yang berat. Nilai mereka tinggi tuh" ucap Rafa.


"Kita harus menang di babak penyisihan, agar kita bisa ketemu tim mereka di babak selanjutnya" ujar Aby.


Babak penyisihan pertama selesai dengan dimenangkan dari perwakilan SMU XYZ.


Tibalah babak penyisihan kedua. Tim Utama dari SMU XXX bersiap-siap. Aby, Ela dan Rafa segera maju mengambil posisi.


Aby berada di tengah sebagai ketua Tim. Babak penyisihan kedua segera dimulai. Soal demi soal mereka jawab satu persatu dengan benar. Skot mereka tinggi dan jauh dengan tim lawan.


Babak penyisihan kedua berhasil mereka menangkan. Mereka akan lanjut ke babak berikutnya. Babak semi final yang terdiri dari sembilan Tim dari sembilan sekolah.


Kalau mereka menang dalam babak semi final mereka akan maju ke babak final.


Setelah selesai perlombaan pertama mereka, Aby dan teman-temannya bisa beristirahat sejenak ditemani guru pembimbing. Mereka duduk di kantin dan minum sebentar.


"Sst... sst.. tuh mereka" lirik Rafa pada Aby.


"Ehm.. kalian dari SMU XYZ ya, yang kemarin tanding di Dojang kan?" sapa Aby kepada lawan tandingnya kemarin saat pertandingan persahabatan antara dua Dojang.


"Eh iya ketemu lagi kita ya... Senang bertemu kalian lagi" jawab pria itu


"Kenalkan aku Ryza, ini Fajar dan Keysha" Mereka memperkenalkan diri.


"Saya Aby, ini teman-teman saya Rafa, Disil, Ela, Ditha dan Sintia" balas Aby.


Mereka kemudian saling berkenalan dan berjabat tangan.


"Kami balik dulu ya, sebentar lagi giliran kami yang maju" ucap Pria yang bernama Ryza.


Mereka pun kembali masuk kedalam ruang perlombaan.


Sementara Aby and the geng masih duduk di kantin.


"Tuh benar kan cowok itu masih dendam sama aku. Dia masih gak mau berjabat tangan" ucap Ela.


"Ih bukan sama kamu aja El, sama kami juga" sambut Ditha.


"Cowok aneh" ucap Ela.


Rafa dan Aby saling berbisik.


"Cantik dari dekat. Kalian yakin gak naksir?" tanya Disil.


"Cantik sih tapi dia selalu diapit dua temannya itu kemana-kemana. Jangan-jangan salah satu dari mereka pacarnya" jawab Rafa


"Huuusss... sebentar lagi kita mau tanding. Gak usah mikir yang macem-macem dulu. Fokus bro..." Aby mengingatkan.


"Yuk anak-anak kita balik ke dalam. Sebentar lagi babak semi final akan dimulai" ajak Guru Pembimbing.


Mereka kemudian berjalan menuju ruang perlombaan.


Babak semifinal pertama dimulai, dimana para utusan SMU XYZ bertanding.


Pertandingan semakin seru dan menegangkan. Para pendukung mulai memberikan semangat.


"Ayo Keysha... kami bisa" teriak Disil.


Keysha yang saat itu sedang bertanding menjadi malu karena teriakan Disil. Rafa dan Aby tercengang melihat tingkah Disil yang tiba-tiba berteriak memanggil nama calon tim rival mereka.


"Kenapa tiba-tiba kamu memihak dan meneriakkan nama mereka?" tanya Ditha.


"Biar mereka menang, kalau mereka menang aku yakin sekolah kita akan bertemu dengan mereka di babak final" ucap Disil.


"Aneh.. kalau mereka menang kita akan menghadapi lawan yang berat" sambung Sintia.


"Aku yakin Aby, Rafa dan Ela bisa melawan mereka" jawab Disil dengan percaya dirinya.


"Awas kalau ada udang dibalik bakwan ya... alasannya aja itu padahal emang mau caper (cari perhatian)" sindir Ela.


"Sekalian Hon... habis kamu jual mahal sih" balas Disil.


"Dasar" cibir Ela.


Ela masih tetap melirik kearah kakaknya Aby dan Rafa yang masih saja asik menatap wajah wanita yang bernama Keysha itu.


.


.


BERSAMBUNG