Find The KEY

Find The KEY
Ep. 192



"Selamat Raf kamu menang" Jimmy mengulurkan tangannya ke arah Rafa.


"Kamu juga hebat, aku sangat kewalahan mengalahkan kamu" balas Rafa sambil menyambut uluran tangan Jimmy.


"Sesuai kesepakatan kita aku akan mundur dan tidak akan mengejar Cathy lagi" tegas Jimmy.


"Terimakasih Jim. Tapi apakah aku bisa meminta sedikit bantuan kamu?" pinta Rafa.


"Bisa, apapun itu aku akan membantu kamu" balas Jimmy.


Rafa mengutarakan semua rencananya nanti malam.


"Aku akan menyiapkan semua yang kamu inginkan. Aku akan membuat kenangan itu tidak akan pernah kamu lupakan bersama Cathy" tegas Jimmy.


"Sekali lagi terimakasih Jim" jawab Rafa.


Fajar dan Ela yang sudah berdamai berjalan mendekati Rafa dan Jimmy.


"Selamat ya Raf kamu menang" ucap Fajar.


"Terimakasih Fa, Ela" balas Rafa.


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Ela.


"Aku sudah membicarakannya dengan Jimmy dan dia mau membantu aku. Malam ini aku akan melamar Keket" tegas Rafa.


"Good" jawab Fajar cepat.


"Waaaah semoga berhasil" sambung Ela senang. Ela maju hendak mendekati Rafa, sontak ditahan Fajar karena dia tidak mau kejadian tadi terulang lagi. Ela dan Rafa berpelukan didepan matanya.


Ela sadar posisinya saat ini sudah menjadi sorang istri, gak mungkin bisa sembarangan lagi pelak peluk Rafa ataupun sahabat laki - lakinya yang lain.


"Sorry" ucap Ela kembali.


"Kalau begitu Raf, kami ikut ya dalam acara kalian nanti malam" pinta Ela.


"Ah nanti kamu malah ganggu" tolak Rafa.


"Yaaaah Rafaa gak asik. Kamu dan Keket kan sahabat aku" jawab Ela.


"Asal kamu janji gak ganggu" ancam Rafa.


"Kalau dia ganggu aku yang akan bekap dia langsung Raf" ujar Fajar.


"Aku gak percaya, kalian itu sudah saling menularkan. Gak ada yg bisa dipercaya. Sama - sama sableng dua - duanya" sindir Rafa.


"Namanya sudah sehati Raf" bela Fajar.


"Kalau begitu kita ke TBF Hotel sekarang, Bos dan istri juga akan menginap di sana kan malam ini?" tanya Jimmy.


"Iya Jim, aku dan Ela akan tidur di sana malam ini" jawab Fajar.


Akhirnya mereka berempat keluar dari Dojang dan menuju TBF Hotel dengan mengendarai mobil Jimmy.


"Aku bersih - bersih dan ganti baju dulu ya" pamit Rafa sesampainya mereka di TBF Hotel.


"Oke Raf" balas Fajar.


Rafa kembali ke kamarnya sedangkan Fajar membawa Ela ke kamar khusus untuk Fajar kalau dia menginap di Hotel ini.


Fajar membuka pintu kamar pribadinya di Hotel ini dengan menggunakan kartu khusus yang hanya dimiliki Fajar.


Begitu masuk Ela langsung berdecak kagum melihat kemewahan Royal Panthouse di TBF hotel yang terletak di lantai paling atas Hotel ini.


"Waaaaah bagus sekali kamarnya Mas. Pemandangannya indah sekali" ucap Ela takjub.



Pemandangan nya langsung menghadap ke laut. Ruangannya sangat besar terdapat dua sofa yang sangat besar di dalamnya.


Ela berjalan menuju kamar mereka.



Kamarnya juga tak kalah mewah, ada balkon di depan kamar yang langsung mengharap ke laut. Ela memeriksa kamar mandinya.



Terdapat bathup yang besar dihiasi lilin aromaterapi. Kalau sedang berendam di dalam bathup bisa sambil menikmati pemandangan laut.


Terakhir Ela keluar menuju balkon pemandangannya lebih indah lagi.



Terdapat tempat berjemur, gazebo mini dengan ranjang yang empuk untuk mereka tiduran sambil menikmati pemandangan laut, juga ada kolam renang disudut yang kalau dari jauh dipandang seperti berbatasan dengan air laut padahal laut jauh berada di bawah kamar tersebut.


Fajar memeluk istrinya dari belakang.


"Kamu suka?" tanya Fajar.


"Suka Mas, suka sekali. Dulu waktu aku menginap di sini saat Kak Aby dan Kak Keysha honeymoon aku kok gak tidur di kamar mewah seperti ini ya" tanya Ela polos.


"Eh iya ya Mas, aku lupa" jawab Ela.


"Lagian kamar ini hanya untuk aku saat aku tinggal di sini dulu dan kalau aku datang ke sini. Atau saat orangtuaku kemari mereka juga bisa tinggal di sini" ungkap Fajar.


"Ada berapa kamar yang sama seperti ini Mas?" tanya Ela.


"Hanya ada satu yang seluas ini sayang dan di Royal penthouse ini terdapat satu kamar utama dan tiga kamar pendampinh, kamar ini juga berada di lantai paling atas. Lima lantai di bawah kita juga kamarnya hampir sama seperti ini hanya saja ukurannya lebih kecil. Karena tiap lantai di bagi menjadi dua kamar besar" Fajar menjelaskan.


"Kamar Aby dan Keysha juga Disil dan Ditha kemarin letaknya di bawah sayang. Ryza juga kamarnya ada di bawah karena keluarga kami masing-masing punya kamar di Hotel ini. Kamu dan Sintia kan kemarin masih belum menikah jadi ditempatkan di kamar yang lebih kecil" Fajar menjelaskan.


"Apalagi waktu itu kamu benci banget sama aku, jadi so pasti kamarku gak ada istimewanya, ya kan?" sindir Ela.


"Ya gitu deeeeh" jawab Fajar jujur sambil mempererat pelukannya.


"Di kamar ini nanti kita mengakhiri honeymoon kita sebelum besok pulang ke Indonesia dan di kamar ini juga aku dengan suka rela dan pasrah menerima hukuman kamu nanti malam" bisik Fajar.


"Ih Mas mesuuum" jawab Ela kemudian dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Fajar.


"Aku mau ngubungin Keket dulu ya Mas" ucap Ela.


"Ngapain kamu ngubungi dia, biar aja nanti Rafa yang menjemputnya" jawab Fajar.


"Kan nanti malam Rafa mau buat kejutan jadi aku harus bantu duo sohib aku" ucap Ela.


Ela meraih hpnya kemudian mencari nama Rafa terlebih dahulu.


"Halo Raf udah selesai mandi?" tanya Ela.


"Sudah, ada apa manten baru?" tanya Rafa.


"Aku telepon Keket ya, aku bilang aku undang dia ke TBF Hotel untuk makan malam berempat. Terus nanti aku bilang kamu yang jemput dia ke rumahnya. Biar surprise gituuu" jawab Ela memberi ide.


"Boleh juga tuh El, kejutan kamu. Jadi saat aku jemput dia kalian ya yang siapain tempatnya seromantis mungkin" balas Rafa.


"Beres bro" jawab Ela cepat.


"Oke setuju" ucap Rafa.


"Ya udah kalau begitu aku telepon Keket dulu ya, jemput dia jam enam. Oke?" tanya Ela.


"Siap" balas Rafa.


Setelah menutup teleponnya Ela melanjutkan untuk menghubungi Catherine.


"Hai Ket" sapa Ela.


"Hai pengantin baru, gimana rasanya jadi seorang istri?" tanya Catherine.


"Luaaar biasaaaa nikmaaaat" jawab Ela tegas.


"Dasar sableng" umpat Catherine.


"Ket besok kan aku udah harus balik ke Indonesia, nanti malam kita makan malam berempat yuk. Aku, Mas Fajar, Rafa dan Kamu" ajak Ela.


"Boleh, dimana dan jam berapa?" tanya Catherine.


"Di TBF Hotel jam enam. Kamu siap - siap ya, nanti Rafa yang jemput" perintah Ela.


"Emangnya kamu sudah bebas? Bukannya di hukum sampai besok?" tanya Catherine penasaran.


"Sudah bebas sejak tadi pagi waktu aku mau lihat Rafa bertan... " mulut Ela langsung dibekap Fajar.


"Ssssttt rahasia" bisik Fajar.


Ela mengangguk mengerti, hampir saja dia keceplosan.


"Mau lihat Rafa ngapain El?" tanya Catherine penasaran.


"Rafa kan lagi di London jadi kami nemenin dia jalan - jalan. Kasihan dia sendirian di sini gak ada yang temani. Kamu sih bukannya mau jadi guide dia selama di London.


" Habis dia gak ada hubungi aku" jawab Catherine.


"Kan bisa kamu yang menawarkan diri. Dia kan gak kenal siapa - siapa di sini kecuali kamu" oceh Ela.


"Malas ah, si Rafa aneh, waktu tiba di London langsung datang ke rumahku tapi setelah itu dia menghilang gak ada kabar sama sekali" ucap Catherine.


"Duh ngareeeep yaaaa. Cieee... jatuh cinta sepertinya sobat aku" goda Ela.


"Apa sih El" elak Catherine.


"Ya udah kamu siap - siap ya. Jam enam teng Rafa sampai rumah kamu dan kita makan malam. Okee?" ajak Ela.


"Oke Princess" jawab Catherine mengakhiri.


.


.


BERSAMBUNG