
"Mmmmm... tapi janji ya jangan bilang siapa-siapa? aku malu" ucap Ditha.
"Yaelah udah orang kedua baru bicara janji. Harusnya tuh aku orang yang pertama bilang begitu sama kalian. Kamu mah udah terlambat" balas Ela.
"Yup.. betul" sorak Sintia.
Sekarang Ela dan Sintia menatap ke arah Ditha.
"Aa.. akuuuu... aku suka sama Disil" ucap Ditha malu-malu.
"Apaaaa? serius lo Tha?" tanya Sintia.
"Iya, gimana ceritanya kamu suka sama playboy cap biawak bin buaya itu?" sambung Ela.
"Dia kan cuma suka godain cewek aja El aslinya juga sampai sekarang dia belum punya pacar. Lagian Disil sepertinya suka sama kamu" jawab Ditha sedih.
"Tapi aku kan gak suka dia" sambut Ela.
"Betul... betul... betul..." ucap Sintia.
"Udah kayak ipin upin lo Sin" ledek Ela.
"Maksud aku betul tuh, Ela kan sukanya sama Rafa" Sintia membenahi perkataannya.
"Iya sih tapi tetap aja Disil sukanya sama kamu bukan sama aku" ucap Ditha sedih.
"Huh kenapa ribet banget ya urusan hati?" tanya Sintia.
"Kamu semangat donk Tha curi perhatian Disil, aku kan nanti akan pergi jauh dan lama. Raih kesempatan kamu mudah-mudahan perasaan kamu berbalas" Ela memberi semangat.
"Betul.. betul.. betul..." sambung Sintia.
"Ah kamu dari tadi betul betul aja taunya" umpat Ela pada Sintia.
"Hehehehe..." Sintia tersenyum malu-malu.
"Apa aku bisa El? aku kan bukan kamu. Disil sukanya cewek seperti kamu. Mana dia mau lirik cewek seperti aku ini" ucap Ditha.
"Hey siapa yang nyuruh kamu berubah menjadi aku. Kamu harus jadi diri kamu sendiri. Buatlah Disil menyukai kamu apa adanya, bukan sebagai pelarian" Ela memberi semangat.
"Hebat kamu El, dari tadi nasehat kamu sangat bijaksana" puji Sintia.
"Nih aku kasih tau ya, menarik perhatian cowok itu gak harus berlagak murahan dan merayu seperti kebanyakan cewek zaman sekarang. Sampai mereka gak menghargai dirinya sendiri. Makanya sekarang banyak pelakor" ucap Ela.
"Betoool" sambut Sintia.
"Kamu kasih perhatian tulus dan harus sabar. Kuncinya terakhir ya ikhlas. Kalau kamu sudah berusaha ternyata dia bukan jodoh kamu, kamu siap menerima dan melepasnya. Jangan memaksakan kehendak dengan berbuat jalan pintas, menjebak atau main dukun" ungkap Ela.
"Betol" Sintia bersorak
"Ih serem banget omongan kamu El" sambut Ditha.
"Yang penting kamu berusaha dan terus berdoa, kalau memang jodoh kembali lagi Tha, gak akan ada seorangpun yang dapat mencegahnya. Tapi setidaknya usaha kamu itu halal" ucap Ela.
"Betol" timpa Sintia
"Emang ada usaha yang gak halal El?" tanya Ditha.
"Ya adalah kebanyakan sekarang cewek-cewek suka cara gak halal. Contohnya pelakor, memang ujungnya menikah yang artinya mereka berjodoh tapi caranya salah, memaksa dan merebut hak orang lain. Itu menurut aku ya... Jadinya gak berkah, seringnya para pelakor itu hidupnya gak tenang. Mereka akan terus dihantui rasa bersalah dan yang paling besar adalah rasa takut kehilangan karena dia juga dulunya ngerebut pasti akan takut direbut lagi sama orang lain" Ela menjelaskan panjang lebar.
"Betoooool" sambut Sintia.
"Iiiiih Sintia ngerusak aja. Aku lagi dengerin ceramah Mamah Dedeh ni" ucap Ditha.
"Sekarang kamu semangat ya dan jadilah diri kamu sendiri. Ingat pesan aku tadi pikat dan ikat hati Disil dengan cara yang terhormat" nasehat Ela.
"Oke Bos" jawab Ditha semangat.
"Nah sekarang giliran kamu Sin?" tagih Ela.
"Betooool" gantian Ditha yang nyebut kata itu.
"Aku suka sama Putra ketua klub basket sekolah kita" jawab Sintia.
"Yup" jawab Sintia.
"Keren juga tuh badannya juga bagus karena suka olahraga. Yah sebelas dua belaslah dari Kak Aby, Rafa dan Disil" ucap Ela.
"Tapi aku baru suka doank El, belum sedalam itu perasaan aku padanya. Kamu kan tau aku anak tunggal, Papaku sangat protek padaku, apalagi mungkin dulu papa mantan casanova seperti Om Dimas jadi dia takut aku korban lelaki seperti mereka. Aku sering diwanti-wanti jangan pacaran dulu, entar kalau sudah nemu yang cocok langsung aja nikah" jelas Sintia.
"Sebenarnya enakan seperti itu ada satu kejutan dalam suatu hubungan. Lama pacaran juga gak menjamin hubungan langgeng kok. Papa Mama aku contohnya mereka gak pakai pacar-pacaran bahkan dulunya mereka musuhan sering berantem eh rupanya saling jatuh cinta. Untung Opa Oma ku di Medan punya siasat jitu menyatukan mereka berdua langsung dalam ikatan pernikahan. Gak pake kata lama-lama dan pacaran. Alhamdulillah sampai sekarang mereka masih sangat mesra. Aku mempunyai impian seperti hubungan mereka. Semoga kelak aku menemukan lelaki yang tepat" doa Ela.
"Semoga kita semua menemukan jodoh yang tepat dan baik ya, mencintai dan menyayangi kita sepenuh hati" doa Ditha.
"Betol... eh Aaamiiiin" sambut Sintia.
Tok.. tok... tok...
"Mbak Ela, Mbak Ditha dan Mbak Sintia dipanggil nyonya dibawah, sarapan pagi" ucap Bi Siti dari luar kamar.
"Mas Aby, Mas Rafa dan Mas Disil banguuuun" ucap Bi Siti di depa kamar dua anak kembar majikannya itu.
"Iya bi" teriak Ela dan teman-temannya dari kamar.
"Bangun yuk, kita sarapan" ajak Ela.
"Tapi belum mandi El" ucap Ditha dan Sintia.
"Udaaaah santai aja gak ada yang tau, cuma kita bertiga lagian tadi pas shalat subuh kan udah gosok gigi. Ni juga hari libur gak mau kemana-mana" balas Ela.
"Iiih kamu mah jorok" ejek Ditha dan Sintia yang memang lebih feninim dari pada Ela.
"Sekali-sekali gak masalah tuh, daki kalian gak akan numpuk. Aku yakin lihat kulit kalian, kalian itu rajin luluran kan? aku aja yang cuma mandi ala bebek gak repot kayak kalian" ledek Ela.
"Elu itu mah, cewek jadi-jadian. Kalau kami cewek tulen ini" jawab Ditha.
"Aah udaaah ayok ah" Ela menarik tangan kedua sahabatnya.
Sesampainya di depan pintu kamar kakak kembarnya Ela pun mengedor pintu untuk membangunkan para anak cowok.
Tok..tok..tok...
"Kebakaraaaan... kebakaraaaaan... Kak Aby, Rafa, Disil kebakaraaaan. Lariiiiiiii" teriak Ela sambil menggedor pintu kamar Aby dengan sangat kuat.
Tak lama kemudian terdengar suara ribut dari dalam kamar kakak kembarnya.
"Bangun By, Raf ada kebakaran" teriak Disil yang terkejut mendengar suara teriakan Ela diselingi dengan suara pintu yang diketuk nyaring.
"Ssst... kalian lihat baik-baik ya dan rekam gimana reaksi wajah mereka saat keluar" ucap Ela pada dua sahabatnya yang lain.
"Kebakaraaaaan... cepat keluar" teriak Ela.
Tok..tok..tok...
"Cepat lari Aby Rafa teriak Disil dari dalam kamar.
"Aku hitung ya satu, dua ... tiga.." bisik Ela diluar
Gubrak.... $#!#£¥%÷€£×¥₩×
Aby, Rafa dan Disil jatuh tepat di depan pintu kamar karena terburu-buru lari sampai lupa buka pintu kamar alhasil mereka menabrak pintu dan jatuh kelantai.
Sontak Ela membuka pintu kamar dari luar dan tertawa. Ditha yang menyaksikan kejadian itu ikut tertawa terpingkal-pingkal. Sementara Sintia mengabadikan moment itu dalam sebuah rekaman video.
"Hahahahahahah" tawa Ela keras.
"Elaaaaaaaaaa" teriak Aby, Rafa dan Disil berbarengan.
.
.
BERSAMBUNG