
"Apa, Rafa sudah putus?" tanya Ela terkejut.
Aditya dan Alexa saling menatap. Begitu juga Aby dan Keysha.
"Lho kamu belum tau El? Maaf ya sepertinya Om keceplosan ya Raf" ucap Kevin merasa bersalah karena dia melihat ada ketegangan diantara mereka.
"Ah gak apa-apa Om. Saya cuma belum memberi tau Ela saja, makanya dia terkejut" potong Rafa.
Karena suasana masih ramai Ela hanya bisa menyimpan pertanyaannya dalam hati. Biarlah nanti saja akan dia tanyakan pada Rafa.
Di samping Ela, Ryza tak henti-hentinya menatap wajah cantiknya Sintia. Wanita yang beberapa bulan ini sudah mengisi hatinya.
Sepertinya aku harus secepatnya menyampaikan isi hatiku pada Sintia. Aku tidak bisa berlama-lama memendamnya. Batin Ryza.
Pesta berlangsung sampai sore, akhirnya keluarga Barrakh pamit undur diri. Mereka sangat senang mengenal keluarga besar ADS Corp yang mempunyai banyak sahabat.
Membuat Omar, Kevin dan August mengenal arti persahabatan yang sesungguhnya. Mereka melihat kisah persahabatan Aditya dan teman-temannya sampai diturunkan kepada anak-anak mereka.
Tamu undangan juga satu persatu sudah pulang dan ruangan pesta sudah sepi hanya tinggal keluarga inti. Bahkan kini Aditya dan teman-temannya baru saja pulang.
Hanya tinggal Geng ERASADIS plus pasangan mereka masing-masing yang juga bersiap-siap hendak pulang.
"Kami pulang ya Dis" ucap Aby.
"Cepat banget bro, gak nongkrong dulu kita sampai malam" jawab Disil.
"Yakin lo Dis? Gak nyesal ngajak kami nongkrong. Entar lupa waktu lo juga yang rugi" sindir Rafa.
Disil mulai mengerti maksud sindiran teman-temannya.
"Kami kan gak mau ganggu pengantin baru. Goodluck bro semoga pom-pomnya sukses ya" ucap Ela dengan santainya.
"Apaan sih El" ucap Ditha malu.
"Secepatnya kami dapat kabar akan segera hadirnya ponakan ya" bisik Sintia.
"Pulang yuk" Ajak Aby.
"Oke" sambut Rafa.
Mereka saling berjabat tangan dan memeluk kedua pengantin baru. Aby pulang bersama Keysha, Ryza bersama Sintia dan Ela bersama Rafa.
Kini hanya tinggal pasutri yang belum genap sehari menikah.
"Kita ke atas yuk sweetheart" ajak Disil.
Sambil menggenggam tangan istrinya Disil dan Ditha melangkah menuju kamar pengantin mereka. sampailah mereka di kamar pengantin yang khusus disiapkan untuk mereka.
Dengan hiasan romantis khusus untuk pengantin baru dengan taburan bunga dan lampu yang kelap kelip menambah romantisnya kamar itu.
Ditha mulai salah tingkah. Akhirnya hari ini datang juga. Sungguh dia tidak menyangka cinta yang pada awalnya hanya dia pendam sendiri di dalam hati akhirnya bersambut dan kini semua impiannya terwujud.
Hari ini mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
"Kenapa sayang?" tanya Disil yang merasa aneh melihat sikap Ditha yang tidak biasanya.
"Ha... Nggak apa-apa Mas" ucap Ditha.
"Kamu mau mandi?" tanya Ditha.
"Iya, tapi kamu aja duluan" jawab Disil.
"Ya udah kalau begitu" ucap Ditha.
Ditha mulai membuka satu persatu hiasan jilbabnya, sampai semua terlepas. Saat hendak membuka gaunnya Disil melihat Ditha kesulitan.
Disil mendekati istrinya kemudian meraih resleting gaun pernikahan Ditha dan membantunya membukanya.
Disil memeluk tubuh Ditha dari belakang.
"Terakhir aku melihat kamu tanpa jilbab saat kita kelas 3 SMP. Waktu itu kita masih beranjak remaja. Sekarang kamu tambah cantik" puji Disil.
Ditha semakin tegang dan grogi.
"Dan aku masih belum percaya kamu sudah menjadi suamiku" ucap Ditha.
"Kamu senang kan? Cinta yang lama terpendam akhirnya berakhir indah" goda Disil.
Ditha terkejut mendengar ucapan Disil.
"Kamu kok..."
"Kenapa, kamu bingung kenapa aku akhirnya bisa tau?" tanya Disil sambil mengecup puncak kepala Ditha.
Ditha tertunduk malu dan menganggukkan kepalanya.
"Ela yang cerita" ucap Disil.
"Sudah aku duga, kapan?" tanya Ditha.
"Saat malam pertama kita ngumpul di rumah mereka saat Ela baru pulang ke Indonesia. Dia bilang sejak SMU kamu sudah menyukaiku secara diam-diam" jawab Disil.
"Iya tapi kamunya malah suka sama Ela" sindir Ditha ngambek.
"Hei jangan ngambek donk sayang. Perasaan hati kan gak bisa kita arahkan kemana sayang, dia berjalan sesuai kehendaknya bahkan sering bertolak belakang dengan akal fikiran. Tapi jodoh rahasia Allah, buktinya sekarang aku nikahnya sama kamu dan di hatiku kini cuma ada kamu. Kamu percayakan?" tanya Disil.
Ditha menganggukkan kepalanya.
"Kamu gak cemburu kan kalau aku tetap mesra bercanda dengan Ela?" tanya Disil lagi.
Ditha menggelengkan kepalanya.
Disil memeluk erat tubuh Ditha
"Aku juga Mas" jawab Ditha.
"I Love You sweetheart, always dan forever" ucap Disil.
"Love you more my husband" jawab Ditha sambil tersenyum.
Mereka saling berpelukan.
"Udahan ih, udah mau maghrib nanti ketinggalan shalatnya" Ditha mencubit pinggang Disil.
" Oke sayang, mandi dulu gih. Mas juga mau melepas semua pernak pernik baju ini" ucap Disil.
Ditha melangkah ke kamar mandi kemudian dia membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah gerah seharian memakai gaun pengantin.
Karena tegangnya tadi Ditha sampai lupa membawa baju gantinya. Akhirnya Ditha memakai bathrobenya saat keluar dari kamar mandi.
Ditha semakin salah tingkah saat Disil melirik ke arahnya.
"Aku lupa bawa baju ganti" ucap Ditha tanpa di tanya.
Disil hanya diam dan tersenyum melihat tingkah istrinya.
"Kamu mandi gih, biar aku siapkan baju kamu" ucap Ditha.
"Oke yank" sebelum Disil berlalu dia sempat mencuri ciuman di pipi Ditha. Membuat wajah Ditha merah merona. Disil tertawa melihat wajah merah istrinya.
Tak lama Disil keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Disil terkejut saat Ditha masih tetap memakai bathrobenya dengan gelisah
"Kamu belum berpakaian?" tanya Disil.
"Mereka mengerjain kita" ucap Ditha cemberut.
Disil melirik ke arah pakaian yang disiapkan istrinya. Ada baju kaos, boxer dan kain sarung untuk dia pakai shalat. Sementara istrinya hanya memegang mukena.
"Pakaian kamu mana?" tanya Disil penasaran.
"Aku sudah memakainya" jawab Ditha malu.
"Mana, coba aku lihat?" ucap Disil dengan senyum jahilnya.
"Iiih... jangan dilihat aku malu" Ditha memukul dada Disil.
Pasti Ditha memakai baju tidur yang tipis sehingga dia malu dan menutupinya dengan bathrobe. Fikir Disil yang mulai nakal.
"Ya sudah kita shalat maghrib dulu yuk" ajak Disil.
Akhirnya mereka shalat maghrib berjamaah. Setelah selesai shalat room service datang dengan membawa menu makan khusus untuk pengantin baru.
Tentu saja Ditha tidak mau melepas mukenanya karena hanya itu pakaian yang bisa menutup seluruh auratnya.
Disil menyambut pelayan hotel yang datang membawa makanan untuk mereka setelah itu membawa makanan masuk kedalam kamar mereka.
"Makan dulu yuk yank, biar kamu gak masuk angin karena pakai baju yang tipis yang kamu sembunyikan di balik bathrobe kamu" goda Disil.
Mereka makan malam romantis berdua di dalam kamar pengantin mereka. Saat mereka sedang makan malam tiba-tiba hp mereka bergetar. Disil dan Ditha sama-sama meraih hpnya dan mulai membaca.
Sintia
Selamat menikmati makan malam pasutri 😍😍
Ela
Selamat memakai gaun rancangan spektakuler dan sensasional ya Ditha sayaaaang.
Aby
Goodluck bro
Rafa
Kejutaaaan 🤣🤣
Ditha
😭😭😭
Disil
Awas kalian sudah membuat istriku nangis ya...
Tapi entah mengapa aku sangat bahagia melihat tangisannya. Makasih guys 😗😗😗
Dosa gak ya 🤣🤣 diatas 😭😭 nya
😂😂😂
Ela
Dasaaaar 🤣🤣
.
.
BERSAMBUNG
***Aku kasih bonus buat yang malam mingguan di rumah. Jangan lupa like, koment, kembang, kopi, vote dan bla..bla..bla.. 🤣🤣
banyak banget permintaannya 😍😍***