
Jam setengah delapan malam seluruh keluarga dan tamu sudah mulai berdatangan di Hall lantai dasar Hotel.
Pengantin baru beserta keluarga inti dan diiringi oleh para bridesmaid dan groomsmen memasuki ruangan pesta.
Sintia dengan gaun indahnya berjalan bergandengan tangan dengan Ryza. Senyum terpancar dari wajah mereka di hari bahagia ini. Di belakangnya ada August dan Oryza, Satria dan Cinta, Auza dan Shakira sebagai keluarga inti. Ada Keysha dan Aby, Ditha dan Disil, Catherine dan Rafa dan terakhir Ela dan Fajar sebagai bridesmaid dan groomsmen.
Mereka berjalan bergandengan tangan mengiringi pasangan pengantin yang tengah berbahagia, mengantarkan mereka sampai ke atas pelaminan. Setelah itu kedua orang tua duduk di sisi kanan kiri pengantin sedangkan para bridesmaid dan groomsmen kembali ke meja yang khusus untuk mereka.
Acara berlangsung dengan sangat meriah, para tamu saling bercengkrama dan menikmati hidangan yang disajikan dalam pesta tersebut.
Ryza terus menggenggam lembut tangan istrinya.
"Kamu bahagia sayang?" tanya Ryza.
"Aku bahagia Mas" jawab Sintia sambil tersenyu.
"Aku yang lebih bahagia malam ini karena sudah memperistri wanita cantik di sebelahku ini" goda Ryza.
"Kamu bisa aja Mas, aku juga sangat bahagia mempunyai suami seperti kamu" puji Sintia.
"Kamu tau gak, sejak pertemuan kita pertama yang tidak di sengaja saat kamu menunggu Aby di loby hotel ini malam itu, aku sudah jatuh hati padamu. Entah mengapa hatiki berkata 'Aku harus mendapatkan hati wanita cantik itu'. Dan malam ini semua impian aku terwujud" ungkap Ryza.
"Terimakasih Mas kamu sudah memilih aku sebagai pendamping hidup kamu. Aku merasa menjadi wanita yang sangat istimewa kamu perlakukan seperti ini" balas Sintia.
"Kamu memang istimewa di hatiku sayang" ujar Ryza.
Acara berlangsung dengan meriah, lampu yang gemerlap di tambah dengan musik yang menghibur para tamu undangan.
Pembawa acara yang sudah menjadi langganan keluarga mereka tetap setia memimpin acara mulai dari akad sampai resepsi malam ini.
"Lagi - lagi permintaan dari kedua mempelai, dimintakan kepada Mbak Ela untuk menyumbangkan sebuah lagu. Ayo Mbak Ela maju donk, kami sudah kangen dengar suara emas Mbak. Nih udah disiapin gitar khusus buat Mbak" ucap Pembawa acara.
"Ayo sayang maju, Papa juga udah kangen lihat kamu nyanyi" teriak Aditya.
"Maju El, aku juga pengen lihat kamu nyanyi lagi" sambut Fajar yang duduk di dekat Ela.
Ela berdiri dan berjalan menuju pentas.
"Terimakasih si Masnya yang doyan banget manggil aku ke atas pentas, gak takut pekerjaannya aku rebut. Entar aku lho yang di kontrak buat gantiin Mas" canda Ela.
"Ah si Mbak bisa aja" kekeh Pembawa acara.
"Oke aku akan menyanyikan sebuah lagu yang lagi ngehits saat ini. Judulnya Mencari Cinta, asiknya dinyanyikan duet nih karena penyanyi aslinya juga duet yaitu BCL dan Ariel Noah. Ada kira - kira yang bersedia bernyanyi denganku?" ucap Ela kepada para penonton.
Fajar langsung berdiri menawarkan diri, Rafa yang tak jauh jaraknya dari Fajar juga ingin berdiri tapi dia kalah cepat. Para teman - teman dan keluarga lebih dulu melihat Fajar berdiri sehingga mereka langsung meneriaki nama Fajar.
"Fajar... Fajar.. " teriak Disil, Ditha, Aby dan Keysha. Shakira dan Auza yang tak percaya kakak mereka yang selama ini terkenal pendiam dan jaim mau bernyanyi bersama Ela terlihat sangat terkejut dan teriak histeris.
"Ow.. Kak Fajar so sweeet..." teriak mereka.
"Gila Din anak kamu benar - benar bucin sampai gak tau malu gitu" ledek Kevin.
"Biarin saja, aku juga penasaran sama suaranya. Selama ini aku tidak pernah mendengar dia bersenandung" jawab Omar.
"Mas itu beneran anak kita? Aku gak percaya Mas" sambung Jasmine tak percaya.
Ela juga sama terkejutnya, awalnya tadi dia cuma bercanda. Dia hanya memberikan kata pembuka sebelum dia bernyanyi ternyata Fajar berdiri dan menyanggupi tawarannya untuk duet bersamanya.
"Waaah ada yang mau ikut nyanyi bareng Mbak" sambut Pembawa Acara.
"Mas ganteng dari Barrakh Corp rupanya" ucap pembawa acara yang menebak Fajar dari keluarga Barrakh Corp karena wajah Fajar rada mirip dengan Ryza.
Fajar berbisik ke dekat Ela.
"Aku gak bisa bermain gitar, kamu yang memetik gitar aku temani kamu bernyanyi ya" ucap Fajar.
"Okey" jawab Ela.
Ela duduk di kursi yang telah di sediakan WO sambil memegang gitar. Musik mulai terdengar dan melantun merdu. Mereka bernyanyi bersama.
Aku mencari cinta
Di tempat yang tidak biasa
Tepat di antara luka
Dan kesunyian tak mereda
Telah ku temukan dia
Memelukku dalam sepinya
Dan ku mencintainya
Dalam ruang yang telah terbatas
Hanya senandung jiwa
Hanya rasa yang seluruhnya
Aku mencintainya
Menjaganya dalam rahasia
Cinta ini menutup mataku
Menggenggam nafasku
Membelengguku
Katakan padaku ini tak benar
Tinggalkan aku cinta
Meski luka kian merebak
Meski duri merajam
Bunga itu tetap mengembang
Cinta ini memeluk jiwaku
Menggenggam nafasku
Membelengguku
Katakan padaku ini tak benar
Cinta ini mendekap tubuhku
Katakan hatiku
Katakan itu
Katakan padaku ini tak benar
Aku mencari cinta…
Aku mencari cinta...
"Keren banget Kak Fajar dan Mbak Ela" sambung Auza.
Rafa terlihat sedang mengepal erat tangannya.
Sial, aku kalah cepat dari Fajar. Ucap Rafa kesal.
Alexa dan Aditya saling pandang. Mereka melihat putrinya bernyanyi dengan pria lain. Biasanya Ela selalu bersama Aby, Rafa atau Disil.
Kecurigaan pasutri ini semakin bertambah karena akhir - akhir ini mereka memang sering melihat Fajar datang ke rumah dan juga pergi bersama Ela.
Apakah putri mereka sudah melupakan cinta pertamanya kepada Rafa yang sejak dulu mereka ketahui. Bahkan putrinya itu sempat terluka dan lari jauh ke London.
Semua sangat takjub dengan penampilan mereka berdua sehingga tak ingin momment ini segara berlalu.
Shakira dan Auza berteriak.
"Lagi.. lagi.. satu lagu lagiiii" teriak mereka.
"Bagaimana Mbak, Mas apakah kalian bersedia? Para penonton sepertinya terpesona dengan penampilan kalian?" tanya Pembawa Acara.
"Gimana Fa, aku lagi ngeblank nih. Ada usul?" tanya Ela.
"Mmm.. kamu tau lagu Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi?" tanya Fajar.
"Sepertinya aku bisa" jawab Ela.
"Ya sudah kita nyanyi lagu itu pakai gitar ya" ucap Fajar.
"Oke sebentar ya, aku ambil nada dulu" jawab Ela.
Ela mulai memetik gitarnya lagi dan Fajar pun bernyanyi.
ketika ku mendengar bahwa
kini kau tak lagi dengannya
dalam benakku timbul tanya
masihkah ada dia di hatimu
bertahta atau ini saat bagiku
untuk singgah di hatimu
namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi
meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa
ada yang berbeda di antara kita
dan tak mungkin ku melewatkanmu
hanya karena diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
kini ku tak lagi dengannya
sudah tak ada lagi rasa
antara aku dengan dia (dengan dia)
siapkah kau bertahta di hatiku, adinda
karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku
namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi oooh
meski bibir ini tak berkata
bukan berarti ku tak merasa
ada yang berbeda di antara kita
dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
diriku tak mampu untuk bicara
bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
pikirlah saja dulu hingga tiada ragu
agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
pikirlah saja dulu hingga tiada ragu
agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu oooh siapkah kau tuk jatuh cinta lagi
meski bibir ini tak berkata
bukan berarti ku tak merasa
ada yang berbeda di antara kita
dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
diriku tak mampu untuk bicara
bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
meski bibir ini tak berkata
bukan berarti ku tak merasa
ada yang berbeda di antara kita
dan tak mungkin ku melewatkanmu
hanya karena
diriku tak mampu untuk bicara
bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
bila kau jatuh cinta, katakanlah,
jangan buang sia-sia bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia
siapkah kau tuk jatuh cinta lagi.
Sontak para tamu memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Ela dan Fajar.
.
.
BERSAMBUNG