Find The KEY

Find The KEY
Ep. 267



Sisa waktu besuk di habiskan oleh Ditha dan Rafa untuk merangsang Catherine sadar. Semua yang menunggu giliran merasa sedikit kesal karena waktu besuk sudah habis.


Rafa dan Ditha keluar ruang ICU dengan senyum bahagia. Membuat yang sedang menunggu mereka penasaran dengan apa yang mereka lakukan di dalam. Saat Rafa dan Ditha keluar Ela yang paling duluan protes.


"Hey Rafa kalian ngapain aja sih di dalam?" tanya Ela.


"Sabar El, jangan marah. Dengerin tuh penjelasan Rafa" jawab Ditha.


"Emang ada apa Raf?" tanya Ela penasaran. Yang lain juga menunggu penjelasan Rafa.


"Tadi saat aku berdua saja sama Catherine aku bicara dengannya, aku cerita tentang Fathir. Kalian tau, tangan Catherine bergerak" ungkap Rafa.


"Oh ya Allah.. Kamu serius Raf?" tanya Ela tak percaya.


Rafa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Aku memanggil dokter dan mereka memeriksa My Cat. Katanya semua normal dan My Cat menunjukkan kemajuan yang pesat. Makanya aku keluar dan memanggil Ditha masuk. Aku suruh Ditha cerita tentang Fathir. Lagi - lagi tangan Catherine bergerak dan kali ini lebih lama dan hampir semua jarinya ikut bergerak" cerita Rafa dengan semangat.


"Alhamdulillah.... " ucap yang lainnya bersama - sama.


"Trus gimana selanjutnya?" tanya Lidya.


"Kata Dokter nanti saat jam besuk selanjutnya aku akan mencoba membawa Fathir ikut masuk ke dalam" jawab Rafa.


"Kenapa gak sekarang aja biar Keket cepat sadar" balas Ela tak sabar.


"Gak boleh dipaksa El, kasihan Keket kelelahan. Biarlah Keket istirahat dulu sampai jadwal besuk selanjutnya" jawab Ditha.


"Oh honey... ternyata alam bawah sadar kamu juga merindukan putramu" ujar Mrs. Wolter.


"Jadi gak sabar menunggu jam besuk selanjutnya" ucap Reza.


"Boleh nanti Mama yang gendong dan bawa Fathir masuk ke dalam?" kali ini Lidya yang memohon.


"Boleh Ma, Tha sementara aku minta tolong kamu kirim ASI dalam botol ya" pinta Rafa.


"Iya Raf, banyak kok persediaan ASI Sitha di kulkas. Nanti aku bawa sebagian ke sini. Kamu tenang saja, kita sudah menjadi keluarga. Catherine menjadi Ibu asuhnya Sitha sedangkan aku Ibu Susunya Fathir. Sekarang mereka bersaudara Raf" ujar Ditha.


"Iya bro.. kita saling membutuhkan" sambung Disil.


"Terimakasih Tha, Dis. Tanpa kalian aku tidak tau harus bagaimana lagi. Keysha sudah menjadi Ibu susu Baby triplet. Sedangkan Sintia baru saja melahirkan. Makanya hanya kalian lah satu - satunya harapanku" ungkap Rafa.


"Tidak masalah dan tak usah sungkan. Sebelumnya anakku juga sering mengganggu ketenangan kalian saat malam hari tapi kalian tidak pernah mengeluh. Mungkin seperti inilah cara kami membalasnya" balas Disil.


Mereka kembali ke ruang rawat inap Sintia dan Catherine.


Terlihat putri Ryza sedang digendong Cinta.


"Maaf karena terlalu sibuk aku jadi lupa ngucapin selamat atas kelahiran putri kalian" ucap Rafa sambil melihat putri Ryza.


"Tidak apa-apa Ry, kami mengerti" jawab Ryza.


"Putri yang cantik, siapa nama kamu sayang?" tanya Ryza sambil membelai pipi bayi mungil itu


"Namaku Ryntia Jelita Permana Om" jawab Cinta sambil melakonkan suara anak kecil.


"Nama yang cantik, anak cantik dan jelita putri dari Ryza dan Sintia dari keluarga Permana kan?" tanya Rafa.


"Nanti kalau sudah besar temenan ya sama anak Om. Kalian pasti akan menjadi sahabat seperti kami Mama dan Papa kalian" balas Rafa.


"Bagaimana keadaan Catherine Raf? Maaf ya aku baru tahu ceritanya karena Papa dan Mama yang baru memberi tahuku" ungkap Sintia.


"Iya Sin, aku mengerti. Itu semua pasti demi kebaikan kamu. Takut kalau belum cukup kuat mendengarkan membuat kamu shock" balas Rafa.


"Padahal waktu di mobil saat menuju ke Rumah Sakit Catherine sempat menenangkan aku. Karena pada saat itu aku sudah kontraksi sedangkan dia tidak merasakan sakit apapun walaupun ketubannya sudah lebih dahulu pecah" ungkap Sintia sambil menangis.


"Masa depan siapa yang tau Sin, tidak ada yang mengetahui apa yang akan kita hadapi di masa depan. Kita hanya bisa berencana, Allah yang menentukan semuanya. Kamu jangan banyak fikiran ya, kamu kan baru lahiran. Aku hanya minta tolong bantuan doanya untuk istriku" pinta Rafa.


"Iya Raf, semoga Catherine segera sadar dan sembuh. Biar kita bisa berkumpul lagi" balas Sintia.


"Kita makan siang dulu yuk, aku sudah memesan makanan untuk kita semua. Kemudian istirahat sebentar sambil menunggu waktu berkunjung jam empat sore" ucap August.


Semua mengambil posisi di ruang tamu yang menghubungkan dua kamar untuk pasien yang rencananya untuk Catherine dan Sintia usai melahirkan. Karena Catherine masih koma hanya Sintia saja yang menempati kamarnya sendiri.


Sedangkan kamar Catherine tadi malam masih kosong karena Rafa menunggu Catherine semalaman di depan ICU. Malam ini rencananya Mr. dan Mrs. Wolter yang sementara akan tidur di situ sedangkan Rafa akan tidur di sofa ruang tamu.


Para orangtua duduk di sofa sedangkan para anak-anaknya duduk diambal yang ada di ruang tamu. Walau suasana sedang duka karena kondisi Catherine yang masih belum sadar tapi mereka harus menjaga kesehatan masing-masing.


Bagaimanapun butuh kekuatan besar untuk menghadapi semua cobaan ini. Dengan makan tepat waktu dan memakan makanan yang bergizi setidaknya badan mereka akan mendapatkan tenaga ekstra.


"Raf tadi aku sempat pumping dan aku simpan di kulkas kamar Keket, bisa untuk kebutuhan Fathir satu hari sampai besok. Kalau masih bayi bangetkan minumnya juga belum terlalu banyak. Sedikit - sedikit tapi sering. Nanti sebelum pulang aku sempatin nyusui Fathir lagi. Besok juga aku akan kirim pakai ojek ASI untuk Fathir ke Rumah Sakit" ungkap Ditha.


"Terimakasih banyak ya Tha, aku gak tau harus bagaimana membalasnya" ujar Rafa.


"Kamu gak udah sungkan Raf, kan sudah aku bilang sekarang hubungan kita bukan hanya sahabat tapi sudah menjadi keluarga. Catherine Ibu Asuh Sitha sedang Fathir anak susuanku" jawab Ditha.


"Iya Tha" balas Rafa.


"Kamu harus kuat Raf. Harus.. demi istri dan anak kamu. Mereka sangat membutuhkan kamu" ujar Disil.


"Apapun yang kamu butuhkan jangan segan - segan untuk memintanya pada kami" tegas Aby.


"Benar, apalagi tentang kesehatan Keket. Suami aku sudah hubungi pemilik Rumah Sakit ini dan meminta pelayanan dan pengobatan terbaik untuk Catherine" ucap Ela.


"El jangan terlalu berlebihan. Aku gak bisa membalasnya" tolak Rafa.


"Hei selama enam tahun Keket sudah menjaga My Prit dengan baik di London. Saatnya kami membalas jasanya Raf" sambung Fajar.


"Aku tidak tau harus berkata apalagi. Kalian memang sahabat - sahabat terbaikku" balas Rafa.


"Sudah ada kabar dari dokter anak Raf, apakah Fathir bisa dibawa masuk ke dalam ruang ICU?" tanya Reza.


"Belum Pa, tadi kata dokter setengah jam sebelum waktu jam besuk sore ini, mereka akan kasih kabar. Agar kita bisa bersiap - siap" jawab Rafa.


"Mama juga akan mempersiapkan diri membawa Fathir kepada Catherine. Semoga membawa pengaruh dan dapat merangsang kesadaran Catherine" sambung Lidya.


"Jadi gak sabar ya menunggu sore hari" ucap Ela.


.


.


BERSAMBUNG