Find The KEY

Find The KEY
Ep. 114



"Kamu.... kamu.. Kamu Princess?" tanya Fajar.


"APA ??" sambut Ditha, Disil, Sintia, Keysha dan Ryza terkejut sedangkan Rafa terlihat semakin bingung karena dia tidak tau kejadian yang terjadi di London.


"Apaan sih, karena jatuh saat pingsan tadi sepertinya otak kamu korslet nih" elak Ela.


"Tidak.. aku tidak salah. Aku melihat lukisan itu, lukisan itu yang dibawa Princess saat tabrakan denganku" ucap Fajar sambil menunjuk lukisan seorang wanita yang memegang topeng. Lukisan wanita miterius.


Ryza dan Keysha saling pandang, mereka tidak menyangka Ela lah Princess yang selama ini Fajar cari.


Aku sudah curiga dengan lukisan misterius itu saat pertama kami melihatnya di ruangan Sintia. Lukisan dan Princess sama - sama misterius. Batin Keysha.


Apa? Berarti Princess sang designer terkenal di London itu adalah Ela? Dan Ela merahasiakan berita besar ini dari kami. Waaah parah nih anak, minta di gebukin rame - rame nih. Batin Disil, Ditha dan Sintia.


"Hei cowok pendendam lukisan seperti itu banyak di London" Ela masih belum ngaku.


"Tidak.. aku sudah mencari informasi mengenai lukisan itu di London, itu lukisan Michael teman kamu sesama pelukis kan? Aku sudah menemuinya tapi dia tidak mau memberikan informasi mengenai Princess karena kamu tidak mengizinkannya" ungkap Fajar.


"Ooh jadi kamu cowok yang datang kepada Michael ingin meminta data pribadiku?" tanya Ela tanpa sadar.


Omar, Kevin dan August tersenyum saling pandang. Rencana Trio Ambisi berhasil mengerjai anak tengil dan anak bodoh ini.


"Naaah ngaku kamu kan? Fakta selanjutnya kamu kuliah di London jurusan Design Fashion, melangsungkan pagelaran terakhir di TBF Hotel karena kamu ingin melakukan perpisahan dan pulang ke negeri asal kamu Indonesia. Fakta terakhir yang tidak bisa kamu elakkan lagi hanya pada kamu alergiku tidak kumat. Nih buktinya aku tidak merasakan reaksi apapun saat menyentuh kamu" Fajar duduk dan memegang tangan Ela.


"Sembarangan, aku tidak percaya" Ela menarik tangannya.


"Nih aku buktikan sekali lagi biar kamu percaya ya" Fajar berdiri mendekati Sintia.


"Maaf Ryza. Sintia boleh aku menyentuh tangan kamu?" pinta Fajar.


Sintia mengulurkan tangannya dan Fajar menyambut uluran tangan Sintia. Walaupun hal ini menyakitkan tapi tak apalah asalkan Ela percaya.


Perlahan wajah Fajar kembali pucat dan gejolak itu datang lagi. Dia segera berlari ke kamar mandi di ruangan Ela.


Ueeeek.... ueeeeek....


Semua yang ada di ruangan Ela menyaksikan kejadian tersebut. Anggota geng ERASADIS terpelongo tak percaya tapi itu nyata menyaksikan keanehan penyakit yang di alami Fajar.


Mereka saling pandang seolah bertanya 'Apa yang sedang terjadi saat ini?' Tetapi tak ada satu pun yang berani mengeluarkan suaranya. Mereka hanya diam sambil melihat apa yang terjadi di dalam ruangan ini.


Setelah rasa mual hilang Fajar kembali keluar dari kamar mandi dan melangkah mendekati Ela lagi.


"Sekarang kamu percayakan?" ucap Fajar meyakinkan Ela.


"Nah terus kalau aku percaya kamu mau apa?" tantang Ela.


"Izinkan aku melamar kamu. Kamu satu - satunya wanita penawar rasa sakitku. Kamu adalah penyembuh alergiku El. Maaf selama ini aku tidak menyadari keberadaan kamu. Padahal kamu sangat dekat denganku. Sudah satu tahun aku mencari informasi mengenai Princess tapi aku tidak menemukannya. Hari ini aku baru menyadari semuanya. Kamulah Princess dan kamu lah penyembuh alergiku. Menikahlah denganku" pinta Fajar sambil menatap ke manik mata Ela dengan sangat dalam.


"Enak saja main lamar - lamar anak orang. Aku tidak sudi menikah dengan kamu" tolak Ela.


Semua yang menyaksikan lamaran dadakan Fajar kepada Ela dibuat terkejut. Mereka sibuk dengan fikiran mereka masing - masing.


Gile berani banget nih anak melamar Ela di depan kami semua. Batin Disil.


Berani banget kamu lamar Ela seperti itu di hadapan aku saudara kembarnya. Batin Aby.


So sweetnya Fajar melamar Ela di depan semuanya. Batin Sintia dan Ditha.


Akhirnya Lampu Aladin menemukan antimonya. Batin Ryza dan Keysha.


Beraninya anak tengil ini menolak lamaran Lampu Aladin di hadapan Aladin sendiri. Batin Kevin dan August.


Apa Ela di lamar? Dihadapan semua orang ini??? Waaah gak bisa.. Aku cinta pertama Ela dan aku juga mencintainya. Langkahi dulu mayatku. Umpat Rafa dalam hati.


"El.. aku yakin kamu adalah tulang rusukku. Karena sedari kecil Papa menanamkan keyakinan itu padaku. Saat nanti aku sudah besar aku akan menemukan seorang wanita yang hanya tercipta untukku. Hanya dengan wanita itu alergiku tidak kambuh dan perlahan wanita itu juga yang akan menjadi penyembuhku. Wanita itu adalah kamu El. Aku sangat yakin kamulah penawar rasa sakitku" ucap Fajar tulus.


"Maaf Fa.. aku tidak mempunyai perasaan apapun pada kamu. Aku tidak bisa menerima lamaran kamu secepat dan seperti ini. Maaf semua aku tidak bisa..." Ela menyambar tasnya yang ada di atas meja kerjanya dan berlari meninggalkan ruang kerjanya, meninggalkan semua.


"Elaaaaa" panggil Fajar. Fajar tidak menyangka Ela atau Princess akan lari lagi dari hidupnya.


"Biarkan Fa.. " cegah Aby


"Biarkan Ela menenangkan dirinya. Aku rasa dia sangat terkejut mendengar perkataan kamu tadi. Itu sangat tiba - tiba baginya. Begitu juga dengan kami. Kami baru mendengar semua penjelasan kamu mengenai penyakit kamu tadi. Kami sama sekali tidak menyangka kamu mempunyai penyakit seperti itu?" ungkap Aby.


"Maaf By. Satu tahun yang lalu di London aku bertemu dengan Princess dalam peragaan busana di TBF Hotel. Seperti yang kita saksikan bersama - sama di London, seperti itulah tampilan Princess. Dia memakai topeng untuk menutupi sebagian wajahnya sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya secara jelas. Dia hanya memegang lukisan itu. Aku sudah mencari informasi mengenai lukisan itu tapi data Princess tidak aku dapatkan. Sampai saat kalian pulang dari London aku mendapatkan alamat manager Princess dan aku menemuinya. Dia yang memberikan alamat Butik ini kepadaku, makanya aku datang kemari. Tapi aku tidak menyangka Ela mengerjaiku. Dia berpura - pura menyuruh orang lain untuk bergaya seperti Princess sehingga aku mempercayainya. Tapi tubuhku langsung bereaksi dan menolaknya By. Hanya Princess aslilah alergiku tidak kumat dan beruntungnya aku dibawa ke ruangan ini dan bisa melihat lukisan itu. Aku baru menyadarinya ternyata Ela lah Princess yang selama ini aku cari" ungkap Fajar.


"Aku mengerti Fa apa yang kamu alami tapi tolong jangan paksa Ela untuk menerima lamaran kamu seperti tadi. Ela bukan wanita yang lemah. Kalau dia tidak suka dia akan melawan sekuat tenaganya. Semakin kamu memaksanya dia akan semakin keras menolak kamu. Hadapi dia dengan perlahan dan kamu harus bersabar. Aku yakin perlahan lahan keyakinan Ela akan berubah. Aku tidak bisa pastikan, mudah - mudahan dia bisa menerima alasan kamu. Soal jodoh semua adalah rahasia Allah" nasehat Aby.


"Nah sekarang kamu sudah baikan kan? Kamu juga sudah menemukan Princess yang kamu cari - cari itu. Sejak awal Papa sudah bilang antimo kamu adalah Ela, Papa sudah beberapa kali melihat interkasi kamu dengan Ela. Alergi kamu tidak pernah kambuh. Saat kamu tanding taekwondo dengan Ela waktu di SMU. Pertandingan taekwondo saat Aby ingin melamar Keysha dan saat kalian terjebak di lift. Kalian berduaan di dalam lift dan berpelukan kan? Kamu membantunya melawan traumanya terjebak di dalam lift" ungkap Omar.


Sontak semuanya terkejut mendengar perkataan Omar.


"Papa kok bisa tau?" tanya Fajar.


"Om kok tau???" tanya yang lainnya.


.


.


BERSAMBUNG