
"Selamat ya Raf, Keket" ucap Fajar.
"Terimakasih Fa" jawab Rafa.
"Selamat Raf, Catherine" ucap Jimmy sambil menggandeng seorang wanita.
"Terimakasih Jim, siapa yang kamu gandeng?" tanya Rafa penasaran.
"My girlfriend" jawab Jimmy.
"Kamu sudah punya pacar? Jadi apa maksud kamu sebelumnya bahkan sampai ngajak aku bertanding?" tanya Rafa terkejut sekaligus bingung.
"Semua adalah rencana Ny. Bos" jawab Jimmy.
"Ela?" Rafa sangat terkejut sambil melirik Ela sementara yang punya nama malah tersenyum tanpa dosa.
"Siapa suruh jadi cowok lelet. Buat aku gregetan pengen timpuk kamu. Untung si Keket tanpa sengaja ambil keputusan balik ke London, makin lancar jadinya rencanaku hahaha" jawab Ela bangga karena dia telah berhasil mempersatukan kedua sahabat baiknya itu.
"Maksudnya apa El?" tanya Catherine bingung.
"Nih Si Jimmy aku suruh manas - manasin Rafa biar dia sadar sama perasaannya pada kamu. Berhasil dia terbakar api cemburu bahkan kemarin Rafa dan Jimmy bertarung di Dojang untuk dapetin kamu. Baru si Rafa dengan sekuat tenaga berusaha mengalahkan Jimmy untuk mendapatkan kamu. Nanti aku tunjukin sama kamu videonya ya" ungkap Ela.
"Benar Raf?" tanya Catherine tak percaya.
Rafa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Sorry bro aku dan istriku sudah mengerjain kamu tapi bener juga sih kalau gak di gituin kamu gak akan bergerak selalu diam di tempat. Untung si Keket pulang ke London, baru kamu kepanasan takut di tinggal" sambung Fajar.
"Tidak apa, malah aku harusnya berterimakasih sama kalian. Berkat kalian akhirnya aku sadar siapa wanita yang harus aku perjuangkan dalam hidupku" jawab Rafa.
"Nah Ryza dan Keysha sorry ya aku perpanjang cuti beberapa hari lagi. Kami mau bantuin Rafa lamar si Keket ke ortunya, setelah selesai urusan disini baru kami balik" tegas Fajar.
"Kalian dengar kan Tha, Sin, suamiku ngomong apa barusan. Berarti aku juga pulangnya di tunda mau bantuin Rafa" sambung Ela.
"Hei.. enak sekali kalian. Gak bisa" ucap Ryza.
"Eits.. lupa ya aku nih siapa" balas Fajar.
"Anak Sultan mah bebas Ry, sudah iyakan aja asal pulang bawa oleh-oleh. Kalau gak awas kamu" ancam Keysha.
"Bener tuh Key, kami juga minta oleh - oleh sama kamu El. Awas kalau nggak" ancam Ditha dan Sintia.
"Dan kamu Raf, tidak ada istilah perpanjang cuti ya. Cuti kamu tetap satu minggu sampai Rabu depan. Kamis kamu harus kembali kerja" tegas Aby.
"Kalau gak siap - siap deh di pecat" sambung Disil.
"Jangan takut Raf, kalau kamu di pecat dari ADS Corp bisa langsung lompat ke Barrakh Corp, ya kan yank" bela Ela.
Fajar terkejut, sepertinya istrinya ini tidak main - main.
"Iyakan aja deh dari pada gak dapat jatah" jawab Fajar
Sontak Aby, Ryza dan Disil tertawa.
"Udah ya guys kami mau lanjut makan malam romantis. Lanjut tidurnya gih. Goodnight... " ucap Ela sambil mematikan hpnya.
Untung saja besok hari minggu jadi teman - temannya tidak keberatan kalau waktu tidur mereka di ganggu oleh pasangan sableng yang baru saja mereka kasih julukannya untuk Ela dan Fajar.
"Kenalkan pacar aku Cath, Bella" ucap Jimmy.
"Catherine.. "
"Bella"
Dua wanita bule saling berjabat tangan.
"Selamat atas lamaran kamu" sambung Bella.
"Terimakasih Bel" balas Catherine.
"Nah sekarang kita kembali ke meja kita masing-masing, Okey? Biar kita gak ganggu pasangan yang lagi berbunga - bunga ini" ajak Fajar.
"Padahal aku pengen makan bareng mereka maaaas" bujuk Ela.
"No sayang, jangan ganggu moment bersejarah mereka. Biarkan mereka menikmati makan makan malam romantis mereka. Kita kembali ke meja kita di sana ya" tegas Fajar.
"Ya sudah kalau begitu, selamat makan Raket" ucap Ela.
Ela, Fajar, Jimmy dan Bella kembali ke meja mereka yang letaknya tak jauh dari tempat Rafa dan Catherine.
Meja mereka juga ada di tepi pantai dengan hiasan lilin dan obor sebagai penerangnya. Bedanya di meja mereka tidak ada taburan bunga dan mejanya lebih besar untuk tempat makan mereka berempat.
Kini tinggal Rafa dan Catherine berdua yang duduk di meja khusus buat mereka. Para pelayan datang menyajikan makanan khusus untuk mereka malam ini.
"Raf boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Catherine.
"Boleh, kamu mau tanya apa padaku?" Rafa balik bertanya.
"Sejak kapan kamu mempunyai perasaan padaku? Kamu melakukan semua ini apakah karena takut mmm... sendirian diantara teman - teman kamu yang lainnya yang semuanya sudah menikah?" tanya Catherine ragu.
"Sebenarnya aku mulai sering memperhatikan kamu sejak kamu memutuskan menjadi muallaf. Aku kagum pada keberanian kamu yang dengan tegas bisa menentukan sikap ingin mengambil jalan hidup yang sangat berat dalam hidup kamu. Kamu terlihat sangat yakin pada keputusan kamu. Kemudian aku memperhatikan kamu ketika membantu Ela menyiapkan gaun pernikahannya. Aku melihat kamu sangat telaten, sabar dan cekatan. Aku suka sifat kamu. Kamu baik, lembut tapi sekaligus garang. Seperti yang aku bilang saat melamar kamu tadi. Kamu bisa berubah menjadi garang ketika membela kebenaran. Aku sudah melihatnya ketika kamu melawan Lisa. Tanpa ada rasa takut kamu lawan dia walau itu bukan di negara kamu. Awalnya semua adalah rasa kagumku pada kamu. Tapi yah maaf.. memang mungkin itu kelemahanku terlalu lambat mengambil keputusan masalah hati. Terlalu banyak yang aku pertimbangkan dan aku selalu terlambat menyadari perasaanku. Sampai Aby meneleponku malam itu, mengatakan kalau kamu balik ke London dan tidak akan kembali. Aku buru - buru membaca surat yang kamu berikan. Padahal pesan kamu dibaca sebelum tidur tapi karena aku penasaran akhirnya surat kamu aku baca dan saat itu aku sangat takut kehilangan kamu. Aku sadar ternyata perasaan kita sama. Aku langsung bergegas menuju Bandara tapi sayangnya aku terlambat lima menit, pesawat sudah terbang. Aku seperti orang gila di Bandara. Mencari tiket dan secepatnya ingin menyusul kamu ke London. Sesampainya di London aku lupa kalau aku tidak mengetahui alamat rumah kamu. Aku tanya Ela dan dia memberikannya. Tapi sesampainya di sana aku kecewa Jimmy masih ada di rumah kamu dan aku kira dia memang benar - benar saingan aku. Dia mengajak aku untuk bertarung mendapatkan kamu. Aku menerima ajakannya dan berlatih keras, makanya aku tidak pernah datang lagi ke rumah kamu. Sampai pada tadi pagi aku menang melawan Jimmy dan mereka membantu aku menyiapkan semua ini demi untuk melamar kamu" ungkap Rafa panjang.
Rafa menggenggam tangan Catherine dan menatapnya lembut.
"Sekarang kita di sini dengan perasaan yang sama. Mari kita satukan perasaan kita dan kita wujudkan dalam suatu hubungan yang halal. Maukah kamu kuajak tinggal di Indonesia? Walau mungkin kehidupan di sana tak seindah dan semewah di sini tapi aku berjanji akan membahagiakan kamu" ikrar Rafa.
"Aku mau Rafa" kembali Catherine meneteskan air mata bahagia.
.
.
BERSAMBUNG