Find The KEY

Find The KEY
Ep. 39



Jam lima sore baik Disil ataupun Rafa sudah bersiap hendak pulang.


"Mau kemana kalian? kok sudah beres-beres?" tanya Aby penasaran melihat tingkah dua sahabatnya itu.


"Mau ke Butik" jawab Disil.


"Kamu juga Raf?" tanya Aby pada Rafa.


"Iya" jawab Rafa singkat.


"Kalau Disil aku sih aku percaya, kerjaan dia kan cuma gangguin para wanita saja. Emang udah jadi hobby dia ngerecokin Ditha dan Sintia. Tapi kamu, ngapain kamu ngikut sama si Disil?" tanya Aby curiga.


"Kami janjian mau video call sama Ela. Kangen" jawab Rafa.


"Trus kalian pergi bareng gitu? Tega banget ninggalin Bos kalian sendiri di sini ya" Aby pura-pura membentak bawahannya itu.


"Eh lu pikir gua takut lu bentak gitu, udah habis juga jam kerja" balas Disil.


"Gak bisa, aku gak terima" cegah Aby.


"Jadi mau lu apa heh? mau duel, sini gua ladenin" Disil pura-pura ingin membuka jasnya.


"Sinting nih anak, gua kepret jadi tempe lo" umpat Aby kesal lihat tingkah Disil.


"Sorry bro kami gak bilang sama kamu duluan" Rafa menengahi.


"Aku gak terima. Aku harus ikut. Emangnya kalian saja yang kangen Ela. Aku juga kangen. Aku kan soulmatenya" ucap Aby.


"Ya elaaah By aku kira beneran tadi kamu sama Disil mau berantem. Aku juga heran si Disil kok tumben berani nantangin kamu duel secara dia gak bisa beladiri" jawab Rafa lega.


"Hahaha... kamu aja yang tegang duluan Raf, kelihatan kamu kurang piknik" sindir Disil.


"Ya udah Bro siap-siap gih biar kami tunggu di mobil" ucap Rafa.


"Eits... tidak bisa. Tungguin donk, anak buah gak boleh membantah perintah atasan" sambar Aby.


"Ya udah cepetan Bapak buah beres-beresnya. Anak buah siap menunggu" balas Disil.


Rafa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di ADS Butik dan langsung naik ke lantai empat dimana ruangan Ditha dan Sintia berada.


"Lho tumben kalian datang rame-rame, ngapain? Perasaan kami tidak sedang terima anak panti asuhan" sapa Sintia yang kaget melihat ketiga sahabatnya datang ke Butik mereka.


"Tadi aku udah janjian sama Ela mau video call Sin, trus si Disil mau ikutan. Eh gak nyangka dua kamfreet ini juga ikutan" sambung Ditha.


"Asem lu Tha, lelaki tamfan gini dibilang kamfreet" ucap Aby.


"Kamfreet itu sejenis makanan ringan ya?" tanya Disil.


"Bukan Dis, pewangi lemari" jawab Rafa.


"Itu kamper" balas Disil.


"Hahahaha... kalian ini dasar" Sintia tertawa lebar, lucu melihat tingkah teman-temannya.


"Udah lama ya kita gak ngumpul santai gini. Kangen juga" ucap Ditha.


"Apa, kamu kangen aku?" goda Disil.


"Ih apaaan sih" elak Ditha. Dia sengaja melototkan matanya ngasi kode buat Disil untuk jaga sikapnya. Ditha takut teman-temannya yang laim curiga.


"Udah.. udah... becanda mulu. Shalat dulu yuk, udah maghrib" ajak Rafa.


Mereka berjalan menuju mushalla dan shalat maghrib berjamaah.


Setelah selesai maghrib mereka berkumpul di ruang kerja Ditha.


"Tha pesan makanan gih, aku dah laper" perintah Aby.


"Bapak CEO ya yang traktir?" todong Ditha.


"Bereeees" jawab Aby.


"Aseeek" Sorak Ditha.


Ditha meraih hpnya dan memesan makanan secara online.


"Mau makan apa guys?" tanya Ditha.


"Aku nasgor aja" jawab Rafa.


"Samain aja deh semua Tha. Aku rasa semua setuju biar cepat datangnya. Udah laper nih" sambung Sintia.


"Tha tambah ayam goreng ya plus telur" pinta Disil.


"Oke, aku pesan ya" ucap Ditha.


Ditha langsung memesan nasi goreng dari rumah makanan langganan mereka lengkap dengan pesanan Disil.


Sambil menunggu makanan datang mereka mulai mempersiapkan peralatan untuk Video Call.


TV di ruang kerja Ditha adalah android TV. Disil sudah mengconectkan hpnya ke TV diruang kerja Ditha.


"Guys... siap-siap udah tersambung nih" teriak Disil.


Mereka langsung ambil posisi mendekat dan melihat ke TV. Tidak menunggu lama panggilan telephone pun tersambung.


"Assalamu'alaikum" sapa Ela.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka berjamaah.


"My honey bunny sweety... ?" teriak Disil.


"Hei hai Disiiiil. Waaaah rame ya rupanya. Kalian kok gak ngabari aku kalau mau VC rame-rame. Kalau tau kan aku berdandan dulu menyambut kalian. Lihat nih aku lagi kucel" ucap Ela sambil memperlihatkan tangannya penuh dengan cat warna dan kuas.


"Kucel.. kucel tapi kamu tetap cantik kok my honey bunny sweety" goda Disil.


"Belum tobat dia rupanya Tha, masih suka gombal receh" ucap Ela.


"Iya udah akut El, susah disembuhin. Di diemin ajalah entar juga sadar sendiri" jawab Ditha.


"Hay Kak Aby.... aku kangen kakak muach... muach..." teriak Ela sambil memberikan kecupan pada hpnya.


"Elaaaa jauh kan bibir kamu dari Hp, gede banget tau El lubang hidung kamu" Teriak Sintia.


"Hehehehe... sorry kebawa perasaan sama kakak tamfanku. Hay Sintia, hay Ditha dan hay Rafa. Apa kabar kalian semua?" tanya Ela.


"Alhamdulillah baik" jawab mereka.


"Kamu lagi ngapain El?" tanya Ditha.


"Seperti yang kalian lihat aku sedang melukis" jawab Ela. Ela memperlihatkan hasil lukisan dan tangannya yang kotor dengan cat warna.


"Enak banget ya hidup kamu disana?" tanya Sintia.


"Ya iya donk, tugas aku disini ya cuma itu, ya gak Kak Aby? Kata Kak Aby aku harus bahagia disini. Jadi ya begini kerja aku disini, melakukan sesuatu yang membuat aku bahagia" jawab Ela.


Aby mengangkat jempolnya.


Rafa memperhatikan wajah bahagia Ela yang terlihat semakin cantik. Entah mengapa ada nyeri terasa di dadanya.


Kamu makin cantik aja El, aku kangen saat-saat bersama kita. Main gitar bersama dan tanding di Dojang. Batin Rafa.


"Duuh udah lama banget ya gak VC rame-rame gini. Kangen banget sama kalian" ucap Ela dengan wajah sendu.


"Halaaah palsu, kalau kangen pulang donk. Ini gak, malah betah banget disana" Teriak Disil.


"Iya El aku kangen bertarung sama kamu" ucap Rafa.


"Wah kalau sekarang aku pasti kalah sama kamu Raf, disini aku jarang banget latihan" jawab Ela.


"Aku sih curiganya kamu dapat cowok bule disana" Oceh Disil.


"Ih kamu kok tau sih Dis, orangnya keren banget kalah kalian semua" jawab Ela.


"Ternyata suka barang interlokal kamu ya" balas Disil.


"Hahaha... yoi bro, barangnya guedeee" tawa Ela.


"Husss.. masih ada anak dibawah umur" ucap Rafa.


"El pulang donk, kami kangen kamu" pinta Ditha.


"Aku akan pulang kalau salah satu dari kalian nikah" jawab Ela.


"Bener El?" Desak Disil.


Ditha refleks langsung mencubit pinggang Disil.


"Awww... sayang sakit lho" jawab Disil tak sengaja.


Sontak tiga temannya yang lain melihat kearah Ditha dan Disil.


"Sayang........?"


.


.


BERSAMBUNG


Selamat Pagi readers... lumayanlah ya terobati rindunya sama Ela.


Sabar ya.. belum waktunya Ela pulang 😊