Find The KEY

Find The KEY
Ep. 273



Enam bulan kemudian Barrakh Corp membuka waterboom di hotelnya. Fajar sengaja merancang kolam renang yang di khususkan untuk balita.


Untuk meningkatkan daftar pengunjung Fajar melakukan promosi besar - besaran dengan membuat iklan yang besar untuk membantu bagian promosi.


Dan Fajar menerima ide Keysha untuk memakai anak-anak anggota Geng ERASADIS sebagai model kolam renang di waterboom hotel mereka.


Group emak - emak comingsoon sudah berganti nama menjadi emak-emak sejati sibuk masalah kostum. Jangan tanya lagi siapa yang akan menjadi perancang baju renang untuk anak-anak mereka kalau bukan Princess.


Ela sibuk mencari dan memilih bahan yang bagus dan nyaman untuk bayi-bayi mereka. Setelah Ela menemukan bahan baju renangnya baru Ela mulai menggambar pola dengan beraneka ragam bentuk baju renang yang lucu.



Jadilah aneka ragam baju renang mulai dari kepiting, lebah, bebek sampai superhero Ela rancang dengan sangat detail lengkap dengan penutup kepala mereka.


Tepat saat acara pemotretan anak-anak anggota Geng ERASADIS yang terbentuk dalam Geng baru yang bernama F3STER (Fael, Fela, Fathir, Shaby, siTha Elfa dan Ryntia) sudah siap untuk di foto.


Gak kebayang ribetnya emak-emak sejati mendandani bayi mereka, dengan bantuan para Pamud (Papa Muda) mereka bergantian mengganti pampers, baju, memberi ASI, makan dan menidurkan balita yang sudah kelelahan usai pemotretan.


Belum lagi Baby Triplet yang suka berantem rebutan mainan dan makanan. Bukan hanya makanan mereka bertiga tapi juga makanan teman-temannya yang lain.


Alhasil tujuh bayi itu nangis berjamaah dan akan diam jika Catherine menyanyikan lagu dangdut plus Disil yang berjoget pakai krecek Sitha.


Kalau sudah melihat kolaborasi Catherine dan Disil ketujuh bayi itu kompak tertawa melihat joget Disil. Dan ternyata bukan hanya mereka yang tertawa, para crew, fotografer dan pengunjung waterboom ikut tertawa melihat tingkah Catherine dan Disil.


"Mampu* deh gua. Gara-gara anak-anak hilang sudah harga diri gua sebagai wakil CEO. Naseeeb.. naseeeb... " ucap Disil.


"Apalagi aku Dis udah kayak biduan keliling" sambut Catherine.


"Gak apa-apa, nanti di kontrak suamiku untuk mengisi karaoke di Hotel. Kalian akan dipanggil sebagai bintang tamu dadakan saat acara-acara seperti ini" ujar Ela.


"Ogah aku El, mending aku ngebor minyak" tolak Disil.


"Iya pakai goyang ngebor kamu kan Dis. Aku rasa pasti minyak di dalam bumi langsung nyembur" ledek Ryza.


"Seandainya bisa Bro. Udah aku pakai Disil untuk setiap pengeboran. Lumayan hemat biaya" sambut Aby.


"Sungguh teganya.. teganya.. teganyaaa... " ujar Catherine.


Mereka tertawa bersama mendengar nyanyian Catherine.


Tak lama datang seorang pengunjung ingin meminta sesuatu pada mereka.


"Maaf Pak, Bu apakah kami bisa bertemu dengan manager dari bayi-bayi ini?" tanya seorang pria.


"Maksudnya?" tanya Fajar tidak mengerti.


"Begini Pak, kami dari tim pencari bakat untuk para model anak - anak. Kami melihat ketujuh bayi ini sangat cantik dan tampan-tampan. Kami tertarik untuk melakukan penawaran pemotretan model pakaian bayi dari brand terkenal" ucap seorang pencari bakat.


"Maksud kamu bayi-bayi kami ini ingin di kontrak menjadi model?" tanya Fajar.


"Iya kalau Bapak setuju kami akan segera membuat kontrak" jawab pencari bakat.


"Oh tidak - tidak. Masa kecil anak kami sangat berharga. Kami tidak mau membebani mereka dengan sebuah tanggung jawab pekerjaan seperti itu" tolak Fajar.


"Hey Pak, Bapak gak tau apa ya. Lima dari tujuh bayi ini adalah anak Sultan pemilik Hotel ini. Tiga dari bayi ini juga anak Raja Minyak dari Medan dan terkahir tiga dari tujuh bayi ini adalah anak dari perancang busana terkenal di London. Kamu kenal Princess?" tanya Catherine mulai emosi


"Princess, perancang busana asal Indonesia yang pensiun dari dunia catwalk London dua tahun terakhir ini?" tanya pencari bakat.


"Yup" jawab Catherine singkat.


Pencari bakat itu menelan salivanya. Sepertinya dia salah memberikan penawaran tepatnya salah menggaet calon modelnya.


Ternyata tujuh bayi ini adalah anak-anak orang hebat dan pantas saja semua bayi ini terlihat juga sangat hebat.


"Jadi pemotretan yang sedang berlangsung ini tujuaannya untuk apa Pak, Bu. Maaf?" tanya pencari bakat.


"Pemotretan mereka hanya untuk mempromosikan waterboom yang baru di buka di hotel ini. Dan hanya untuk kepentingan hotel ini saja tidak ada tujuan lain seperti ingin membuat mereka menjadi model muda" tegas Keysha.


"Ma.. maaf Pak, Bu kalau saya terlalu lancang. Silahkan lanjutkan pemotretannya Saya hanya merasa tertarik melihat tujuh bayi sehat cantik dan tampan seperti ke tujuh bayi ini" balas pencari bakat.


Sang pencari bakat segera undur diri dan pergi meninggalkan mereka semua.


"Aku udah tegang banget Ket, takut mereka bertanya siapa Princess" ujar Ela.


"Emang kenapa kalau dia bertanya seperti itu?" Catherine balik bertanya.


"Aku tidak mau identitasku sebagai Princess terbongkar. Biarlah itu tetap menjadi rahasia. Toh perlahan aku juga sudah mundur dari dunia itu. Aku ingin fokus mengurus ketiga bayiku ini" ucap Ela.


"Terkadang sombong pada orang sombong perlu El. Kamu gak lihat tadi gayanya saat pertama kali nyamperin kita. Perasaan terkenal dan sok keren" sambut Catherine.


"Di London yang lebih hebat dari dia juga sering kita temui El" sambung Catherine.


"Iya El, aku tadi juga sempat tersinggung saat dia membicarakan soal honor buat beli susu. Gak gitu kaleee, demi untuk beli susu aku mengorbankan kebebasan dan keceriaan masa kecil anakku. Masih sanggup kok aku mencari uang untuk membeli susu mereka" sambut Sintia.


"Sudah ah, udah mulai panas nih. Kita lanjut lagi pemotretannya ya. Kasihan anak-anak mulai kepanasan. Pemotretan tinggal sedikit lagi, setelah itu mereka bisa bebas berenang" ucap Ryza.


"Oke Mas yuk lanjut pemotretannya" perintah Fajar.


Pemotretan berlangsung kembali. Anak-anak sangat senang karena mereka sambil bermain air. Tujuh bayi itu sangat senang berenang dan berendam di dalam kolam renang.


Mereka tertawa kesenangan menggunakan penampung khusus bayi dengan bentuk dan penuh warna. Pemotretan model dadakan itu berlangsung sebelum tengah hari.


Setelah mereka selesai pemotretan mereka langsung menginap di hotel tersebut dengan fasilitas terbaik untuk para pemilik Hotel dan keluarganya.


Sudah lama juga mereka tidak piknik ramai-ramai seperti ini. Ketepatan waktunya pas dan sekaligus ada acara khusus mereka langsung meluangkan waktu untuk kumpul bersama dengan keluarga besar Geng ERASADIS.


Hari itu tujuh bayi ikut bekerja keras sambil bermain membantu pekerjaan orangtua mereka untuk mempromosikan waterboom yang baru di buka di hotel tersebut.


.


.


BERSAMBUNG