Find The KEY

Find The KEY
Ep. 44



"Apa ini?" ucap Disil ketika melihat sebuah buku jatuh ke lantai.


Disil membuka buku tersebut dan membacanya.


"Ternyata buku harian Ela" ucapnya sambil terus membaca.


Isinya menceritakan keseharian yang mereka jalani bersama saat masa-masa SMU. Disil tertawa membaca dan mengingat kekonyolan mereka dulu.


"Kangen kamu El" ucap Disil.


Sampai lah pada kenangan saat Rafa mengatakan bahwa dia menyukai Lisa dan Ela membantu mereka untuk berkenalan.


Disil membaca curahan hati Ela yang terluka karena diam-diam harus membantu Rafa berdekatan dengan wanita lain padahal Ela menyimpan perasaan pada Rafa.


Sampai Rafa resmi pacaran dengan Lisa dan Rafa selalu mengajak Ela turut serta setiap jalan bersama Rafa dan Lisa saat SMU dulu.


"Ya Allah... Apa ini? ternyata...." Ingatan Disil kembali ke waktu lima tahun yang lalu saat Disil mengutarakan isi hatinya pada Ela.


Malam itu Ela menolak cintanya.


Flash back on


"Bener kan El, kamu sudah suka sama seseorang?" desak Disil.


"Iya Dis" akhirnya Ela menjawab jujur.


"Siapa? Boleh aku tau namanya?" tanya Disil.


"Maaf biarlah hanya kusimpan di dalam hati. Saat ini perasaan kita sama Dis. Menyukai seseorang yang sudah menyukai orang lain. Perasaan tak berbalas" jawab Ela sedih.


Flash back off


"El... ternyata orang yang kamu sukai itu adalah Rafa?" ucap Disil lirih.


Sungguh dia tidak menyangka ataupun curiga pada sikap Ela.


"Pinter sekali kamu El menyembunyikan perasaan kamu pada kami. Kamu hanya memendamnya sendiri. Tidak ada satu pun diantara kami yang mengetahuinya" Tanpa terasa airmata Disil jatuh.


Dia sangat tau bagaimana sakitnya memendam perasaan tanpa bisa mengungkapkannya pada orang tersebut. Sama seperti yang dia alami dulu, menyukai Ela.


Tapi Disil masih lebih beruntung sempat mengutarakan isi hatinya pada Ela walaupun akhirnya Ela menolaknya. Tapi dia merasa lega. Dengan hati ikhlas dan tulus Disil menghapus perasaannya kepada Ela.


Disil berhasil menghilangkan rasa itu dan saat ini dia sudah bisa move on dari Ela. Terbukti saat ini dia sudah mencintai Ditha dan serius berhubungan ke jenjang pernikahan.


Tapi Ela... Ela menyimpan perasaannya dan menyaksikan bahkan membantu Rafa mendekati Lisa sampai Rafa resmi pacaran.


Dan yang paling sedih Ela bahkan rela menemani Rafa bertemu dan berpacaran denga Lisa.


"Elaaaaa kamu begitu kuaaaat" ucap Disil.


Tiba-tiba Disil teringat.


"Jangan-jangan ini alasan kamu kuliah ke luar negeri El. Ditha dan Sintia dulu pernah bilang kalau kamu lari, apakah lari dari Rafa. Berarti Ditha dan Sintia juga mengetahui rahasia kamu El" Disil berbicara sendiri.


kreeeeek....


"Dis kenapa kamu lama sekali ambil albumnya, ketemu gak?" tanya Aby.


Aby terkejut melihat wajah sedih Disil dan melihat ada air mata yang menetes di pipinya.


"Kamu kenapa Dis?" tanya Aby lagi.


Aby melihat Disil sedang memegang buku diary Ela.


"Kamu membacanya Dis?" bentak Aby.


"Maaf By aku tadi gak sengaja lihat buku ini jatuh, aku baca diawal, ceritanya lucu dan aku kangen Ela sampai aku keasikan dan keterusan. By... kamu tau by siapa pria yang Ela suka?" tanya Disil sedih.


Tapi saat ini Disil tau dengan sendirinya dari diary Ela yang dia baca.


Aby menganggukkan kepalanya.


"Kamu tau dan tidak berusaha membantu Ela By? Tega sekali kamu. Kakak macam apa kamu ini?" ucap Disil kesal.


"Ela tidak ingin di bantu, dia sudah menerimanya. Mungkin Rafa memang bukan untuknya. Ela ikhlas, kalau memang mereka berjodoh pasti kelak mereka akan bersatu" ungkap Aby.


"Tapi Ela terluka karenanya By. Apa kamu gak kasian sama Ela?" tanya Disil.


"Dengar Dis, aku ini kakaknya. Aku yang paling ingin dia bahagia tapi semua ini adalah keputusannya. Ela lebih memilih pergi kuliah keluar negeri untuk melupakan Rafa" jawab Aby.


"Jadi itu alasannya mengapa Ela tidak menepati janjinya untuk kuliah di universitas yang sama dengan kita walaupun beda jurusan?" tanya Disil.


"Ya itu salah satunya dan mungkin itu asalan terkuat dia kuliah disana. Dia ingin mengubur perasaannya pada Rafa. Membiarkan Rafa bersama orang yang Rafa cintai" jawab Aby.


"Tapi saat ini Rafa juga sudah sendiri By, apakah kini saatnya mereka bersatu?" tanya Disil.


Walaupun Disil sudah bisa move on dari Ela tapi dia tetap sayang kepada Ela. Sayang sebagai sahabat. Dia ingin Ela bahagia. Mungkin sudah saatnya di bahagia.


"Kita serahkan semua pada Allah Dis. Aku mohon kamu bisa sembunyikan semua ini dari Rafa. Biarlah dia tetap tidak mengetahui perasaan Ela padanya. Karena itu adalah keinginan Ela. Lagi pula itu sudah berlalu, sudah lima tahun mungkin Ela juga sudah melupakan perasaannya pada Rafa. Biarlah Allah yang mengatur semuanya" jawab Aby.


"Baiklah By kalau itu mau kamu dan juga keinginan Ela. Aku akan mendukung semua yang bisa membuat Ela bahagia" ucap Disil.


"Dan satu hal lagi Dis, jangan kasih tau Ela kalau Rafa saat ini sudah putus dengan Lisa. Biarlah Ela mengetahuinya sendiri nanti saat Ela pulang ke Indonesia" pinta Aby.


"Oke By kalau itu mau kamu. Aku tidak akan membocorkannya" ucap Disil.


"Terimakasih Dis, kamu memang sahabat yang baik. Maaf kalau dulu Ela tidak bisa membalas perasaan kamu padanya" ucap Aby.


"Kamu mengetahuinya By?" tanya Disil.


"Ela tidak pernah mengatakannya padaku. Aku tau dari sikap kamu pada Ela" balas Aby.


"Pada malam perpisahan Ela, waktu kita semua menginap di rumah kalian aku sempat mengutarakan perasaanku padanya By dan dia menolakku. Aku tanyakan padanya apakah dia menyukai pria lain? Dia mengakuinya dan bercerita bahwa kami memiliki perasaan yang sama. Menyukai orang yang tidak bisa membalas perasaan kami. Dia cerita kalau pria yang dia suka sudah memilih wanita lain yang lebih lembut dan anggum dari dia. Aku tak menyangka pria yang dia sukai itu Rafa dan wanita yang disukai Rafa dalah Lisa. Wanita lembut dan anggun tapi penuh tipu muslihat. Ternyata dia hanya memanfaatkan Rafa untuk mendekati kamu. Menurut aku dia tidak puas mendapatkan pacar seperti Rafa yang jabatannya hanya seorang asisten pribadi. Dia ingin mendapatkan yang lebih sehingga dia mencoba merayu kamu dan berusaha menjebak kamu. Untung aku dan Rafa datang di saat yang tepat. Sehingga tidak terjadi kesalah pahaman antara kita yang bisa menyebabkan rusaknya persahabatan kita yang sudah terjalin seumur hidup kita" ungkap Disil.


"Yah itulah hidup Dis, kita tidak tau apa yang terjadi di depan, kita hanya berusaha dan berdoa, semua Allah yang tentukan. Yang penting kita berada di jalan yang benar dan semoga kita tidak salah arah. Sebagai sahabat selayaknya kita saling menjaga dan mengingatkan jikalau ada sahabat kita yang salah" nasehat Aby.


"Benar By, aku sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti kalian? aku merasa akulah yang paling buruk diantara kalian semua" ucap Disil.


"Husss... kamu tidak boleh merasa begitu. Mana Disil yang selalu penuh percaya diri. Kamu itu yang paling hebat, buktinya kamu sudah berani menjalin suatu hubungan yanh serius" puji Aby.


"Itu karena kamu belum mendapatkan jalan yang pas untuk mendekati Keysha kan? Aku yakin kalau sudah ada jalannya pasti kamu juga akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan" jawab Disil.


"Kamu benar Dis, dari dulu aku sudah jatuh hati pada Keysha. Ela juga sempat menawarkan bantuan padaku untuk membantuku mendekati Keysha tapi waktu itu aku ingin fokus mengerjar cita-cita dan masa depan. Sekarang Keyshalah masa depanku Dis" ungkap Aby.


"Tenang bro, aku akan bantu kamu meraih masa depan kamu" ucap Disil memberi semangat.


.


.


BERSAMBUNG


Hai selamat pagi semua. Semoga Up aku ini membuat kalian semangat melewati hari ini ya..


Jangan minta up terus donk, hariku bukan hanya untuk ngetik isi cerita terus, aku punya kehidupan yang lain.


Nanti babangku marah kalau aku gak masak dan gak nyuci 🤣🤣🤣


Sabar ya...


Yang jelas satu hari aku usahakan up lebih dari satu bab. Oke... 😉😉