Find The KEY

Find The KEY
Ep. 222



Sepulang dari rumah sakit Catherine terlihat tidak bersemangat dan lebih banyak diam. Hal ini membuat Rafa suaminya bertanya-tanya apa yang sedang di fikirkan istrinya tersebut.


"Kamu kenapa yank, dari tadi kok diam aja?" tanya Rafa.


"Gak ada Mas, biasa aja" jawab Catherine cuek.


"Biasa aja kok jutek gitu wajahnya?" tanya Raga lagi.


Catherine membuang wajahnya ke arah jendela sampingnya. Entah mengapa dia merasa sedih sekali mendengar berita Sintia hamil.


Bukan sedih karena Sintia hamil tapi dia ingat kini hanya tinggal dirinya yang belum juga hamil diantara teman - temannya.


Walau pernikahannya baru seumur jagung tapi Catherine sangat berharap bisa segera menyusul teman - temannya.


Tanpa dia sadari air matanya mengalir jatuh ke pipi.


"Yank... " panggil Rafa.


Catherine diam dan mengabaikan panggilan Rafa. Rafa merasa ada yang tidak beres dengan istrinya saat ini. Dia segera menepikan mobilnya ke tepian jalan.


"Yank, kamu kenapa?" tanya Rafa lembut.


Catherine masih diam.


"Yaaaank... " Rafa menarik tangan istrinya, kini wajah Catherine terlihat jelas.


"Kamu nangis? Kenapa yank, ada yang salah denganku? Apa aku berbuat salah pada kamu sehingga kamu sedih?" tanya Rafa.


"Nggak Mas, kamu gak salah. Aku.. aku.. hanya terlalu baper. Aku ingin hamil seperti teman - teman yang lain" akhirnya Catherine mengungkapkan perasaannya.


"Oalaah yank, aku kira ada apa sampai kamu nangis kejer seperti ini" ucap Rafa lega.


"Maaas ini bukan hal simple, aku sangat sedih karena teman - teman yang lain sudah hamil sedangkan aku belum" balas Catherine.


"Kita baru satu bulan yank menikahnya. Nikmati aja dulu masa - masa pacaran kita setelah menikah" hibur Rafa.


"Tapi aku pengen hamil" rengek Catherine.


Sungguh tingkah manja dan cengeng Catherine baru kali ini Rafa lihat, dia tidak menyangka istrinya bisa juga bertingkah seperti ini.


Dia kira selama ini istrinya ini sama sablengnya seperti Ela ternyata istrinya lebih perasa hatinya, lebih melow dan sedih sampai nangis seperti ini.


"Cup.. cup.. cup.. udahan ya nangisnya. Mau Mas beliin permen?" tawar Rafa.


"Emangnya aku anak kecil di kasi permen langsung diam" jawab Catherine.


"Terus kamu maunya apa?" tanya Rafa.


"Aku mau ke London honeymoon biar bisa hamil" jawab Catherine.


"Yank.. cuti aku tahun ini sudah habis. Aku cuti ke London kemarin terus cuti honeymoon dan sebelumnya aku juga sudah cuti karena ada acara keluarga. Jadi gak bisa ambil cuti lagi. Lagian kasihan Abg dan Disil kalau di tinggal. Mereka lagi repot ngurusin istri mereka yang sedang hamil ngidam ini itu. Di kantor aku yang paling sering siapkan berkah untuk rapat dan pertemuan. Kamu tolong mengerti ya, pleaseeeee.... tahun depan kita ke London, okey" bujuk Rafa.


"Tapi Mas aku pengennya sekarang" rengek Catherine lagi.


"Kamu pengen pulang ke London?" tanya Rafa lembut.


Catherine menganggukkan wajahnya.


"Kangen Mommy dan Daddy ya" tanya Rafa lagi.


Catherine kembali menganggukkan wajahnya.


"Aku gak ngelarang kamu pergi kok, kalau kamu mau pergi gak apa - apa, aku gak keberatan tapi aku gak bisa ikut. Kamu sendiri aja ya yang pulang ketemu Mom and Dad" ucap Rafa penuh kasih sayang.


"Aku mau ke sananya sama kamu. Gak mau pergi sendiri" jawab Catherine.


"Kalau bareng aku tahun depan yank, kan udah aku jelaskan tadi. Aku gak bisa cuti lagi tahun ini" ulang Rafa.


"Udahan ya nangisnya.. beneran nih aku beliin permen. Mau?" goda Rafa.


"Gak mau permen, maunya Es krim" balas Catherine.


"Uuuh.. istriku lagi manja banget hari ini" Rafa mencubit hidung istrinya yang mancung.


"Ya sudah kita mampir ke mini market ya untuk beli es krim kamu" sambung Rafa.


"Asiiik, makasih Masku sayang" ucap Catherine.


"Sama - sama My Cat. Love You" balas Rafa.


"Me too" jawab Catherine.


Rafa menjalankan kembali mobilnya kemudian sampai mini market dekat apartemen mereka Rafa singgah sebentar membeli es krim permintaan istri tercintanya.


Catherine mengambil es krim yang tadi di simpan Rafa di lemari es.


"Yank sudah malam, besok aja minum es krim nya" ucap Rafa mengingatkan.


"Aku pengen sekarang Mas" jawab Catherine.


"Nanti kamu flu lho, malam - malam minum es" ucap Rafa.


"Yang lebih dingin dari sini aja udah sering aku rasakan. Kalau musim salju lebih dingin lagi Mas udaranya. Ini cuma icip es krim doank" balas Catherine.


"Terserah kamu deh yank, asalkan kamu senang" balas Rafa.


Catherine langsung menyantap es krimnya.


"Aku ke kamar ya, mau cek email dulu sebelum tidur. Siapa tau ada yang penting buat besok" ucap Rafa.


Catherine hanya menjawab dengan jempolnya.


Rafa masuk ke kamarnya dan naik ke atas tempat tidur, duduk bersandarkan dinding tempat tidurnya. Sambil membuka layar ponselnya untuk mengecek email.


Tak lama Catherine menyusulnya ke kamar dan masuk ke kamar mandi untuk menggosok giginya.


Setelah keluar dari kamar mandi Catherine menyusul Rafa naik ke atas tempat tidur. Dia berbaring di dekat Rafa sambil memeluk pinggang suaminya erat.


Istriku kok aneh banget malam ini, dia kelihatan lebih manja. Kenapa ya? Apa dia sedang masa PMS? Tanya Rafa dalam hati.


"Maaas" panggil Catherine.


"Hemmm..." jawab Rafa singkat.


"iissh.. jawabnya cuma itu doank" ucap Catherine kesal.


"Ada apa yank?" tanya Rafa.


"Mmmm... anu, aku... aku... " ucap Catherine malu - malu.


"Aku kenapa hem... Kamu mau apa?" Rafa meletakkan layar ponselnya dan ikut berbaring disamping istrinya.


Dipeluknya erat tubuh istrinya. Catherine terlihat sangat bahagia.


"Kamu mau apa sayang?" tanya Rafa lagi sambil mengecup kening istrinya.


"Mmm... anu Mas" ucap Catherine lagi.


"Apa sih dari tadi anu.. anu.. mulu.. " balas Rafa.


"Itu lho, mau cepat - cepat punya bayi" jawab Catherine.


Rafa tersenyum melihat tingkah malu - malu istrinya. Dia mengerti maksud dari perkataan Catherine tapi sebelumnya dia ingin menggoda istrinya itu terlebih dahulu.


Kesempatan langka nih istrinya minta pom pom duluan. Fikirnya.


"Trus... gimana caranya biar cepat punya bayi?" tanyanya pura - pura gak ngerti kode keras istrinya.


"Iya di buat donk Mas, di adon dan di produksi" jawab Catherine spontan.


"Gimana cara ngadon dan memproduksinya" goda Rafa lagi.


"iiiiih Mas pura - pura gak tau" ucap Catherine kesal.


"Bener Mas emang gak tau dan gak ngerti. Gimana ya cara ngadon bayi?" goda Rafa.


"Udah ah malas deh jadinya" tolak Catherine.


"Eh Mas ingat sekarang" potong Rafa sebelum istrinya ngambek.


"Gini kan... Di raba" Rafa meraba bibir istrinya lembut dengan jarinya.


"Di jilaaat... " Rafa mulai menggoda bibir istrinya.


"Truuuus di celupin" Rafa kemudian melanjutkan serangannya.


Jadilah malam ini berubah menjadi malam yang panas untuk Rafa dan Catherine, semoga usaha mereka membuahkan hasil dan segera menyusul teman - temannya.


.


.


BERSAMBUNG