
"Raf kamu masih ingat cewek yang bernama Keysha yang dulu pas kita SMU lihat pas tanding di Dojang?" tanya Aby pada Rafa.
"Cewek cantik yang ikut cerdas tangkas waktu kita SMU By?" Rafa balik bertanya.
"Yank kamu kog cerita cewek cantik sih" tanya Lisa dengan gaya manja dan cemburu pada Rafa.
"Sorry yank, kami lagi membahas cewek yang dulu sempat di taksir Aby. Tapi karena kami beda sekolah gak pernah ketemu dan gak tau keberadaannya" jawab Rafa pada Lisa pacarnya.
"Emang kenapa By, kamu kok tiba-tiba cerita tentang dia?" tanya Rafa penasaran.
"Aku tadi gak sengaja ketemu dia pas ke toilet dan setelah dari toilet aku sempat berbincang dengan para pejabat Barrakh Corp. Nah dia datang menghampiri kami, ternyata dia anak dari salah satu pejabat di perusahaan ini" jawab Aby.
"Wah mantap itu By, jadi kali ini kamu punya kesempatan untuk mendekatinya" ucap Rafa memberi semangat.
"Ide kamu bagus juga Raf, sepertinya sudah tiba waktuku untuk mencari tahu dan mendekatinya" jawab Aby tegas.
"Freeen udah malam, kita pulang yuks, kasian nih para gadis pulangnya kemalaman" ajak Disil.
"Iya By pulang yuk, kami kayak gak tau aja Papa aku. Walau aku udah setua ini tetap aja dia anggap masih anak-anak. Gak boleh pulang terlalu malam, walau aku perginya sama kamu" sambung Sintia.
"Ya sudah kita pulang yuk" jawab Aby.
Aby and the geng berpamitan kepada para pejabat Barrakh Corp kemudian mereka keluar dari gedung itu menuju mobil mereka masing-masing.
"Kamu tunggu di loby aja Sin, biar aku yang ke mobil. Kasihan kamu jalan terlalu jauh. Tadi kan kita parkirnya kejauhan" ucap Aby pada Sintia.
"Oke By, aku tunggu kamu disini aja ya, lagian kakiku udah lecet nih" jawab Sintia.
Aby berjalan menuju parkiran meninggalkan Sintia sendiri di loby. Sedangkan Disil dan Rafa sudah pulang bersama pasangan mereka masing-masing.
Sintia berdiri di depan loby menunggu Aby mengambil mobilnya di parkiran.
"Wanita cantik berdiri sendirian disini bahaya lho, apa kamu gak takut?" tiba-tiba ada seorang pria yang menyapa Sintia.
Sontak Sintia terkejut dan memang merasa takut menunggu Aby sendirian, apalagi dengan keberadaan pria asing yang baru saja menyapanya, membuat Sintia semakin takut jadinya.
Sintia memegang erat tas yang ada di genggamannya. Kalau pria ini berbuat macam-macam dia sudah bersiap-siap berteriak dan memukul pria ini memakai tas tentengnya. Karena hanya inilah satu-satu senjatanya malam ini.
Sintia hanya diam, tidak menanggapi sapaan pria asing yang mendekatinya. Dia memang terlihat sedang ketakutan.
"Maaf kalau perkataanku membuat kamu ketakutan. Kamu mengapa berdiri sendirian disini, ada yang bisa saya bantu?" tanya pria itu ramah.
"Mmm.. gak ada. Saya sedang menunggu teman saya yang lagi mengambil mobilnya di parkiran" jawab Sintia masih dalam keadaan ketakutan.
"Baiklah, kalau begitu saya akan temani kamu disini" balas pria itu.
"Oh gak usah, saya berani kok nunggu sendirian" tolak Sintia.
"Kamu pasti salah satu tamu undangan Barrakh Corp? saya bekerja di perusahaan itu. Saya merasa bertanggung jawab untuk menemani kamu di sini. Saya tidak mau terjadi sesuatu yang buruk dengan kamu di sini karena menghadiri pesta ulang tahun perusahaan kami" ucap pria itu ramah.
Sintia masih tetap waspada takut kalau ini hanya trik pria ini saya untuk mendekatinya dan membuatnya lengah.
"Jangan takut, kalau kamu tidak percaya kamu bisa mengecek informasi tentang saya setelah keluar dari gedung ini. Kenalkan nama saya Ryza Permana" ucap Pria itu memperkenalkan diri.
Sintia menatap wajah pria itu dengan teliti.
Sepertinya dia memang pria yang baik dan sopan. Batin Sintia.
"Saya Sintia Anggara" balas Sintia.
Mereka akhirnya berkenalan dan berjabat tangan.
"Kalau bolrh tau kamu undangan dari perusahaan mana ya?" tanya Ryza.
"Saya menemani sahabat saya Abyasa dari Perusahaan ADS Corp" balas Sintia yang sudah mulai santai.
"ADS Corp ya, memang perusahaan kami sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan itu. Tapi mengapa kamu malah menemani sahabat kamu dimalam minggu seperti ini, bukan malah berkencan gitu dengan pacar kamu" selidik Ryza.
"Biasalah namanya sahabat saling membantu, dia butuh pasangan untuk diajak menghadiri pesta seperti ini jadi tidak ada salahnya kalau saya membantu dia" jawab Sintia.
"Iya best friend. Kami sudah berteman sejak kecil. Ketepatan orangtua kami bersahabat jadi kami tumbuh besar dan sekolah bersama" Sintia menjelaskan.
"Wah berarti saya beruntung donk bisa berkenalan dengan kamu. Kalau malam minggu begini kamu memilih menemani sahabat kamu dari pada berkencan itu artinya kamu masih single kan?" tebak Ryza.
"Apaan sih pertanyaannya" jawab Sintia malu.
Baru kali ini dia ketemu pria yang tanpa basa basi. Walau pun dia tau pria itu berusaha merayu tapi entah mengapa Sintia tidak merasa itu gombalan receh seperti yang sering dilakukan Disil kepadanya dan Ditha sahabatnya yang sering terkesan lebay.
"Boleh saya berkenalan lebih jauh dengan kamu?" tanya pria itu.
Ryza mengambil dompet dari saku celananya kemudian mengeluarkan kartu nama dari dalam dompetnya dan menyerahkan kartu namanya kepada Sintia.
Sintia menerima kartu nama tersebut dengan sopan dan menyimpannya kedalam tasnya. Kemudian Sintia membalas Ryza dengan memberikan kartu namanya juga.
Ryza menerima dan membaca kartu nama tersebut.
"ADS Butik? Apa ada hubungannya dengan ADS Corp?" tanyw Ryza penasaran.
"Secara keseluruhan ada tapi secara detail tidak. Beberapa pemilik ADS Butik adalah anak dari pemilik ADS Corp kecuali saya. Saya hanya anak dari sahabat para pemilik ADS Corp. ADS Butik adalah singkatan dari nama kami yang bersahabat dan mendirikan butik tersebut dengan hasil kerja keras kami tidak ada hubungannya dengan ADS Corp" jawab Sintia.
"Bisa aku tebak ADS Butik, S nya pasti berasal dari nama kamu Sintia?" tanya Ryza.
Ryza mencoba bicara santai agar terasa lebih akrab.
"Yup, tebakan kamu benar" jawab Sintia sambil tersenyum.
Membuat Ryza terpesona melihat senyuman lembut Sintia.
Senyum yang manis. Batin Ryza.
Sintia melihat mobil Aby mendekat dia segera berpamitan dengan Ryza.
"Sepertinya teman saya sudah mau sampai, itu mobilnya sudah mendekat" tunjuk Sintia kearah mobil Aby yang mendekat dan berhenti di depan loby.
"Iya silahkan" ucap Ryza.
"Terimakasih sudah menjaga dan menemani saya menunggu di sini" balas Sintia tulus.
"Sama-sama Sintia, senang berkenalan dengan kamu malam ini. Bolehkan kalau suatu saat aku main ke butik kamu, siapa tau teman atau keluargaku membutuhkan sesuatu di sana?" tanya Ryza ramah.
"Silahkan Ryza, kamu bisa merekomendasikan butik kami untuk segala busana. Kupastikan kamu tidak akan kecewa dengan pelayanan butik kami. Saya tunggu ya kedatangan kamu di butik" ucap Sintia mengundang.
"Oke Sintia aku pasti datang" balas Ryza.
"Daaaa Ryza, selamat malam" ucap Sintia pamit.
"Selamat malam" balas Ryza.
Ryza tersenyum menatap kepergian Sintia menuju mobil yang diakui Sintia milik sahabatnya itu.
Wanita yang cantik, senang berkenalan dengan kamu. Sepertinya aku memang harus sering-sering datang ke butik kamu. Batin Ryza sambil tersenyum simpul.
.
.
BERSAMBUNG
Para readers semua sabar ya... jangan nanya kapan Ela pulang ya. Tenang, Ela akan pulang tepat pada waktunya.
Dan tunggu saja akan ada kejutan untuk kalian.
Jangan lupa like dan votenya.
Tinggalkan juga jejak kalian biar aku lebih semangat upnya.
Terimakasih