Find The KEY

Find The KEY
Ep. 245



Kini Keysha dan Ditha sudah berada di ruangan rawat inap mereka masing-masing.


Kevin sengaja memesan kamar terbesar di rumah sakit itu. Kamarnya sudah seperti kamar hotel yang terdiri dari dua kamar rawat kecil di dalamnya untuk Keysha dan Ditha beserta bayinya dan di luar ada ruang berkumpul untuk tamu yang datang menjenguk.


Kevin sengaja memesan ruangan seperti itu agar saat keluarga besar berkumpul tidak mengganggu Ibu baru dan bayi mereka.


Maklumlah mereka semua keluarga besar pasti kalau kumpul ramai dan ribut pastinya.


Mereka makan malam bersama di ruang keluarga. Sementara para Ibu muda sedang istirahat dan menyusui anak mereka.


Aditya memesan nasi kotak untuk mereka semua. Sambil menikmati makan malam mereka ngobrol santai setelah melewati ketegangan tadi sore menjelang maghrib.


Para anggota Geng ERASADIS sedikit menjauh dari para orangtua.


"Katanya kamu pingsan tadi Dis?" tanya Aby.


"Iya bro" jawab Disil sambil asik makan.


"Lo kenapa pingsan bro?" tanya Rafa penasaran.


Sebenarnya semua yang ada di sana sama penasarannya dengan Rafa dan kali ini mereka mendengar penyebab Disil pingsan langsung dari orangnya.


"Kamu kan gak takut lihat darah Bambang?" tanya Ela.


"Aku sangat shock tadi sembari menahan sakit. Lihat ni tanganku pada luka kena kukunya Ditha. Mau teriak tapi aku tahan, malu sama dokter dan perawat" ungkap Disil cuek.


"Halaaaah alasan aja lo" ujar Rafa gak percaya.


"Beneeer, serius" jawab Disil.


"Dari dulu kan dia emang gak kuat nahan sakit, makanya dia tobat latihan taekwondo bareng kita. Gak kuat kena tonjok melulu" komentar Ela.


"Iya juga ya El" sambung Sintia.


"Sebenarnya ada lagi yang membuat aku shock By" bisik Disil.


"Apaan Dis?" bisik Aby gak kalah pelan.


"Saat aku melihat anakku lahir aku langsung berfikir, hancur aset pribadiku" ucap Disil pelan.


"Ya ampun Diiiiiiiis kamu berfikir terlalu jauh bambaaaaaang" teriak Aby.


Membuat yang lain curiga dengan pembicaraan mereka berdua.


"Apaan bro? kok kamu ngomong gitu, apaan sih?" tanya Rafa curiga.


"Ssssttt... jangan kasih tau mereka sebelum mereka merasakan sendiri apa yang mereka lihat" ancam Disil.


"Hahaha... geli gua lihat otak lo. Dalam keadaan seperti itu masih sempat - sempatnya" kekeh Aby.


"Apaaan sih By, buat penasaran aku aja" desak Rafa.


"Nanti kalau sudah saatnya akan kami kasih tau ke kamu. Sabar bro akan tiba saatnya" jawab Disil sok kalem.


"Heh nyet, Allah menciptakan semua itu ada gunanya. Lo gak usah takut, aset lo itu sempurna dan elastis. Habis di servis dokter pasti kembali oke lagi" bisik Aby.


"Kalian dari tadi kok bisik - bisik sih kak, buat aku curiga" ujar Ela.


"Mampu* aku kalau si sableng ini tau pembicaraan kita By bisa disambel aku" bisik Disil pada Aby, takut Aby bocorin obrolan mereka.


"Si Disil curhat bahagia banget punya anak" jawab Aby membela Disil dari pada terjadi keributan malam ini antara Ela dan Disil.


"Habis makan, kalian pulang sana gih para Ibu hamil, istirahat. Besok datang lagi kalau mau besuk" perintah Alexa.


"Iya pa lagi Ela tuh bayinya kembar tiga. Aku ngelihatnya aja udah ngerasa berat banget" sambut Sisil.


"Iya Ma, tante" jawab Ela.


Setelah selesai makan malam mereka semua bubar. Pulang ke rumah masing-masing. Yang menunggu di rumah sakit adalah para Nemud ( nenek muda ).


Para Kemud (Kakek muda) dipaksa Aby dan Disil pulang untuk istirahat. Biar mereka saja nanti yang tidur di sofa ruang santai kamar mereka. Sedangkan para Nemud tidur di kamar menemani Mamud ( Mama muda ) di kamar dengan tempat tidur tambahan.


Alasan mereka kasihan lihat Keysha dan Ditha bangun malam, mereka masih kelelahan setelah berjuang saat melahirkan.


Ela dan Fajar berjalan menuju mobil mereka. Tak jauh di depan mereka ada Kevin dan Aditya berjalan menuju parkiran.


"Kenapa sayang?" tanya Fajar.


"Aku seperti melihat sosok Lisa barusan?" jawab Ela terkejut.


"Dimana?" tanya Fajar lagi penasaran.


"Disana" Ela menunjuk ke arah parkiran mobil yang gelap karena kurang cahaya penerangan.


Fajar tidak melihat siapapun ada di sana.


"Mungkin kamu salah lihat sayang" ucap Fajar.


"Apa iya ya, aku melihat wajahnya mirip banget lho dengan Lisa" jawab Ela.


"Mungkin kamu kangen dia makanya terbayang wajahnya" balas Fajar.


"Ih amit-amit, ngapain aku kangen nenek lampir seperti dia, gak ada kerjaan lain saja" ucap Ela.


"Ya sudah gak usah mikirin dia lagi. Mungkin kamu salah lihat, gak ada siapa - siapa di situ" balas Fajar.


Ela masih melihat ke arah dia melihat sosok Lisa barusan.


"Sudaaaaah... yuk pulang" Fajar menarik lembut istrinya dan mereka kembali melangkah menuju parkir mobil.


Sesampainya di mobil Fajar, Aditya dan Ela naik dalam satu mobil sedangkan Kevin pulang sendiri karena istrinya menginap di rumah sakit.


"Kami duluan ya Om, hati - hati" sapa Fajar pamit.


"Yuk Vin" ujar Aditya.


"Yuuuk.. kalian juga hati - hati. Pelan - pelan saja Fa, sudah malam. Istri kamu juga lagi hamil besar" balas Kevin.


"Baik Om" jawab Fajar.


"Dah Om Abu, hati - hati di jalan" teriak Ela.


Busyeeeet tuh si Antimo sebut aku Om Abu, berani amat. Fajar dan Ryza juga anak - anak lainnya saja gak ada yang berani panggil aku seperti itu. Beruntung dia lagi hamil dan menjadi menantunya di Aladin. Kalau tidak udah aku sumpahin tuh anak. Dasar Sableng. Umpat Kevin dalam hati.


Kevin segera menghidupkan mobilnya kemudian meluncur menuju ke arah jalan pulang ke rumahnya.


******


Esok harinya di Rumah Sakit kembali ramai. Bahkan lebih ramai dari tadi malam. Ketepatan juga weekend jadi semua pada libur.


Mereka kumpul di kamar super VVIP yang sengaja Kevin pesan untuk keluarganya. Hari ini Orangtua Fajar, Rafa, Sintia dan Ryza juga datang menjenguk ke rumah sakit. Tak ketinggalan juga Oma Zahra dan Oma Sena juga ikut hadir untuk melihat cicit mereka.


"Waaah senangnya kita Sen masih bisa menyaksikan cicit kita lahir" ucap Zahra.


"Iya Mbak Fath" jawab Sena.


"Omanya Aby kapan datang dari Medan?" tanya Zahra.


"Mereka lagi kurang sehat Tante, mungkin nanti aja pas Keysha dan Aby buat aqiqah dan syukuran kelahiran putra mereka" jawab Alexa.


"Iya, kalau sudah seusia kami ini sudah sulit bergerak kemana-mana. Banyak bawaan. Harus bawa obat kemana-mana dan banyak pantangannya" ujar Zahra.


"Iya gak boleh terlalu capek dan juga gak boleh lupa minum obat" sambung Sena.


"Mama dan Tante udah hebat banget masih sehat seusia begini. Kami nanti belum tau bisa sampai gak umurnya seperti Mama dan Tante" puji Jasmine.


"Semua berkat kalian sayaaaang. Kalian yang merawat kami penuh kasih sayang dan selalu berusaha membuat kami bahagia sehingga kami masih kuat bertahan sampai sekarang" balas Zahra.


Oeeeek.... oeeeeek....


Krincing... krinciiiiing....


.


.


BERSAMBUNG