
"Sial.... " umpat Rafa kesal.
Rafa mengacak rambutnya kasar kemudian kembali bertanya pada petugas.
"Bisa saya tau apakah ada pesawat yang akan berangkat ke London malam ini?" tanya Rafa.
"Tunggu sebentar Pak saya cek dulu" jawab patugas informasi.
Tak lama kemudian petugas tersebut selesai mencari informasi yang diminta Rafa.
"Ada Pak, pesawat terakhir pukul 23.00 WIB dan saya lihat pesawatnya belum penuh Pak. Bapak bisa pesan lewat aplikasi kemudian ikutin langkah - langkahnya" ucap petugas tersebut.
Rafa mengikuti intruksi dari petugas tersebut. Sekitar sepuluh menit semua kelengkapan telah selesai. Rafa sudah mendapatkan tiketnya ke London malam ini.
Dia segera berlari ke dalam Bandara dan mencari pintu masuk menuju pesawatnya.
Biarlah telat dari pada tidak sama sekali. Setidaknya kali ini aku berusaha mengejar dan memperjuangkan cintaku. Kalau memang dia jodohku Allah akan mempertemukannya padaku. Yakin Rafa dalam hati.
Diruang tunggu Rafa tak lupa mengirim pesan kepada para sahabatnya.
Rafa
Friends.. aku izin cuti dadakan selama satu minggu. Saat ini aku sedang di Bandara dan akan berangkat menuju London dengan pesawat terakhir malam ini.
Aby
Waaah langkah yang baik Bro, selamat berjuang mengejar cinta kamu. Good luck πͺπͺ
Disil
Ada apa ini? Aku ketinggalan berita?
Aby
Catherine balik ke London malam ini. Akhirnya sahabat kita menyadari perasaannya kepada si Ular Keket π₯°
Disil
Apa aku bilang Raf, garcep. Coba kalau dari kemarin kamu lamar si Keket pasti kisah percintaan kamu tidak serumit ini. Elo sih suka lemot nyadari perasaan kamu. Keburu orangnya udah pergi baru deh kehilangan π₯΅
Aby
Yang penting masih ada kesempatan Bro, selama janur kuning belum melambai lambai di depan rumah Keket dia masih milik umum. π
Disil
Emang di London ada janur kuning? π―
Rafa
Disiiiiiiiil π€¬
Disil
Sorry bro becanda biar kamu gak tegang sampai di London. Kalau yang bawa tegang terpaksa deh main solo di toilet kamar mandi pesawat πππ
Rafa
Awas kamu ya Dis π‘π‘
Aby
Sompret lu bro π€£π€£
Disil
π€£π€£π€£
Rafa
π
Disil
Sorry.. selamat berjuang pahlawan. Semoga kamu menang, tapi kalau kamu kalah gugurlah secara terhormat. Jangan menyerah tulang. Darah itu merah jendraaaaaal π¦Ύπ¦Ύπ¦Ύ
Aby
πππ
Rafa
Terimakasih
Rafa memandangi layar hpnya. Dasar teman - teman somplak. Orang lagi galau gini malah digoda habis - habisan. Umpat Rafa dalam hati.
Rafa segera masuk ke dalam pesawat setelah panggilan terakhir. Malam ini untuk pertama kali dia berjuang untuk cintanya.
Dia tidak mau gagal karena kebodohannya untuk yang kedua kalinya.
Catherine Wolter tunggu aku di London. Aku akan segera melamar dan membawa kamu kembali ke Indonesia. Tegas Rafa dalam hati.
Tapi semangat cinta yang membuatnya tetap semangat dan kuat berjalan sampai keluar Banda Internasional London.
Duh kemana aku harus mencari Catherine ya. Dasar bodoh aku tidak memikirkan kemana tujuanku. Bisa - bisanya aku melupakan hal penting. Cinta memang buta, gini deh jadinya kesasar. Umpat Rafa.
Rafa meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Ela.
"Hallo Raf, ada apa kamu nelpon aku, kangen?" sapa Ela.
Fajar yang mendengar Ela menyebut nama Rafa langsung tegak sinyalnya. Ada sedikit kecemburuan dimatanya. Walau dia tau Ela tidak akan mungkin mengkhianatinya apalagi mereka baru menikah. Masih menikmati indahnya cinta masak iya istrinya berpaling pada pria lain walaupun pria itu adalah cinta pertamanya.
Tapi cinta dan kecemburuan itu berjalan selaras. Kata orang bumbu cinta itu ya cemburu. Kalau cinta pasti cemburu, kalau tidak cemburu berarti tidak cinta.
Hanya saja kita harus pinter mengontrol. rasa cemburu, jangan sampai kecemburuan itu merusak cinta. Cemburu buta bisa menghapus rasa cinta.
Secepatnya Fajar merubah raut wajahnya menjadi seperti biasa. Dia percaya kepada istrinya.
"El minta alamat rumah Keket di London donk?" pinta Rafa.
"Untuk apa Raf minta alamatnya. Emangnya kamu di London" tanya Ela serius dan terkejut.
Api cemburu yang tadi telah padam kini kembali membara. Otak Fajar mengirim sinyal SOS pada acara honeymoonnya.
Jangan sampai kedatangan Rafa ke London bertujuan untuk merusak acara honeymoon mereka.
Awas kalau kamu mengganggu ya Raf, pertumpahan darah pun akan kulakukan. Aku tidak takut padamu. Amarah Fajar dalam hati.
"Keket pulang tadi malam El ke London bersama orangtuanya dan Jimmy. Aku sudah berusaha mencegahnya, aku mengejarnya ke Bandara tapi dia sudah pergi. Jadi aku langsung pesan tiket ke London menyusulnya dan sekarang di sinilah aku. Aku sedang berada di Bandara London" ungkap Rafa pasrah.
"Hahaha.. rasain kamu kena batunya. Makanya jadi cowok jangan TELMI, ditinggal kan? Kalau suka ya langsung garcep, lamar dia. Seperti suamiku waktu ngelamar aku" Ela melirik ke arah Fajar.
Fiuuuuh... ternyata dia bukan mengejar Ela ke sini. Fajar bernafas lega.
"Aku baru menyadari perasaanku ketika dia pergi El. Mungkin itu kelemahanku" aku Rafa.
"Kasiannya kamu" ledek Ela.
"Ayo donk El kasih tau alamat rumahnya Keket. Aku mau ketemu dia langsung dan secepatnya melamarnya" pinta Rafa.
"Baik, apa sih yang nggak demi sahabat aku" goda Ela.
Fajar mendekati Ela dan memeluknya dari belakang. Kini dia sudah tidak merasa cemburu lagi
Ela mengetik alamat orangtua Catherine dan mengirimkan pesan kepada Rafa. Setelah itu Ela menelepon Rafa lagi.
"Hallo Raf sudah aku kirim ya alamatnya. Selamat berjuang semoga diterima dan bisa secepatnya menikah menyusul kami. Asik lho menikah" ledek Ela.
"Terimakasih El, makanya aku susul Keket secepatnya sebelum disamber orang lain. Sudah dulu ya" ucap Rafa.
Rafa menutup teleponnya kemudian membuka pesan yang di kirim Ela barusan. Setelah membacanya Rafa mencari taksi dan menunjukkan pesan Ela kepada sang supir.
"Permisi Sir, tolong antarkan saya ke alamat ini" pinta Rafa.
"Oke Sir" jawab sang supir
Rafa duduk tenang di kursi belakang supir. Sambil menikmati pemandangan kita London Rafa tak henti - hentinya berdoa. Semoga usahanya ini membuahkan hasil yang manis dan indah.
Rafa mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Catherine dan orangtuanya. Dia sibuk menyusun rencana dan kata - kata yang akan dia katakan saat bertemu Catherine nanti.
Bagaimana nanti ya kalau aku bertemu dengan Keket? Apa yang akan aku katakan padanya? Ehm... apakah aku langsung melamarnya? Tapi seperti apa lamaran ala London ini? Ukh... aku memang lemah banget urusan perempuan. Batin Rafa kacau.
Tak lama Rafa sudah sampai di alamat yang tadi dia sampaikan pada supir taksi.
Rafa mendekati pintu rumah dan langsung menekan bel.
Bismillah.... ucap Rafa dalam hati.
Ting... Tong...
Rafa memencet bel, tapi sepertinya belum ada jawaban dari dalam. Dia ulangi sekali lagi.
Ting.. Tong...
Dua kali.
Ting.. Tong...
Kali ke tiga.
Ceklek pintu pun terbuka.
"Kamu..... "
.
.
BERSAMBUNG